Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Nirmala


__ADS_3

Lima bulan kemudian...


"Nirmala, ini kamar kamu. Semoga kamu betah ya. Saya harap kamu bisa bekerja dengan baik dan penuh tanggungjawab. Semua urusan rumah ini, kamu yang handle. Oh iya, satu hal yang paling penting yang kamu harus ingat, kejujuran yang utama bagi kami", ucap Albert kepada Nirmala.


"Baik, Tuan. Saya akan bekerja dengan jujur dan penuh tanggungjawab", jawab Nirmala.


"Oh, satu lagi, kamarnya Bang Frans, kalau dia gak minta untuk dibersihkan, kamu jangan masuk kesana ya", ucap Albert lagi.


"Baik, Tuan", jawab Nirmala kembali.


"Jangan panggil Tuan, donk. Panggil Albert aja", Albert memutar badannya saat hendak meninggalkan Nirmala.


"Kalau begitu, saya panggil Mas Al saja, ya, Tuan, biar lebih sopan", balas Nirmala sambil menunduk.


"Tuh kan, Tuan lagi", ucap Albert.


"Eh, anu, maaf, Mas Al", balas Nirmala yang membuat Albert tersenyum.


"Udah, Nir, jangan nunduk terus. Kamu bisa mulai kegiatan kamu sekarang ya. Aku tinggal dulu", Albert kembali memutar badannya dan berjalan menuju kamar kesayangannya.


"Baik, Mas Al", jawab Nirmala dengan suara yang nyaris tak terdengar.


Bentar bentar.


Nirmala? Kayak pernah dengar deh nama itu.

__ADS_1


Haiyo.. yang setia ikutin cerita dalam novel ini setiap bab, pasti tahu siapa itu Nirmala.


Yaa, Nirmala adalah anaknya Pak Ujang (Supir Pribadi Bu Mery, Mamanya Jerry), yang waktu itu biaya persalinannya dibantu oleh Jerry. Nirmala tidak lain adalah mantan istri Galang (kekasihnya si Almh Fely, mantan pacarnya Jerry).


Sudah ingat kan sekarang? Hehehe.


Jerry dan Yura menepati janji mereka untuk membantu biaya sehari-hari Awan, anak Nirmala, untuk membeli susu dan diapersnya, sampai Nirmala kembali bekerja.


Waktu itu Jerry dan Yura meminta Nirmala untuk bekerja di perusahaan mereka namun tunggu anak Nirmala berusia tiga bulan. Enam bulan yang lalu, ketika usia Awan sudah tiga bulan, Yura menghubungi Nirmala agar bergabung di Jerryan Corps, untuk mengisi posisi resepsionis yang kosong. Karena merasa sudah sangat berhutang budi kepada Jerry dan Yura, Nirmala tidak sampai hati untuk menerima tawaran pekerjaan dari anak majikan ayahnya tersebut.


"Non Yura, dengan segala hormat dan kerendahan hati, saya sangat berterimakasih untuk semua kebaikan Tuan Jerry dan Non Yura. Tapi saya sangat meminta maaf karena saya tidak bisa bekerja di kantor Non Yura. Saya merasa tidak pantas, Non. Saya hanya lulusan SMA, saya juga tidak punya pengalaman bekerja", begitulah jawaban Nirmala sewaktu Yura meneleponnya.


"Kenapa, Nir? Apakah kamu ingin pekerjaan lain?", tanya Yura.


"Kalau memang itu sudah menjadi keputusan kamu, saya tidak bisa memaksa, Nir", balas Yura.


"Non, ehm, ini, saya juga mau bilang kalau saya sekarang sudah mulai berdagang sayur matang keliling, jadi saya mengider dagangan saya pakai motor, Non, setiap pagi dan sore. Puji Tuhan bisa untuk memenuhi kebutuhan Awan walau tidak berlebih", ucap Nirmala.


"Oh, syukurlah kalau begitu, Nir", balas Yura dengan ramah.


"Ehm, iya, Non. Maksud saya, saya gak mau merepotkan Tuan Jerry dan Non Yura lagi untuk mengirim uang untuk Awan. Mohon maaf, Non. Saya tidak mau terlalu sering membebani Tuan dan Non", ucap Nirmala.


"Nir, kami sama sekali tidak merasa terbebani. Justru kami senang karena kami bisa jadi saluran berkat. Tapi kalau memang sekarang kamu merasa penghasilan kamu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian, baiklah, kami tidak akan rutin mengirimi uang lagi. Tapi kalau sesekali kami mau kirim uang untuk beli minyak telonnya Awan, jangan ditolak ya, Nir", balas Yura lagi.


"Baik, Non. Terimakasih. Terimakasih banyak untuk semua. Saya selalu mendoakan keluarga Tuan dan Non, semoga selalu dalam lindungan Tuhan. Baby Charlie juga semoga selalu sehat dan bertumbuh dengan sempurna", ucap Nirmala.

__ADS_1


"Amin. Doa yang sama juga untuk kamu, Awan, dan semua keluarga ya, Nir", balas Yura mengakhiri percakapan mereka.


Terus kenapa sekarang Nirmala bisa bekerja di rumah Frans dan Albert?


Nah, jadi ternyata tiga bulan setelah Nirmala menikmati kegiatannya berjualan sayur matang keliling, saingannya semakin banyak. Dalam dua bulan kemarin saja, penghasilan Nirmala menurun bahkan merosot. Karena merasa penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Awan, Nirmala pun memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan mencari pekerjaan. Awan, anak semata wayang Nirmala yang masih berusia sembilan bulan pun terpaksa harus Nirmala titip kepada kedua orangtuanya.


Karena merasa dirinya hanya tamatan SMA dan tidak pernah memiliki pengalaman bekerja, setibanya di Jakarta, Nirmala mencoba untuk bergabung dengan salah satu Yayasan Penyalur Pemban-tu Rumah Tangga yang terpercaya.


Baru satu minggu bergabung di yayasan tersebut, Nirmala langsung mendapatkan pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga di rumah Frans Juanda yang tidak lain adalah kakak kandung dari Albert Juanda.


Jadi begitulah ceritanya, Readers, bagaimana Nirmala bisa sampai di rumah Frans dan Albert. Hehehe.



Readers, ini dia nih, visualnya Nirmala ala Author. Hehehe. Cantik juga ya.



Kalau ini visualnya Frans Juanda alias Frans.



Ada yang ingat ini visualnya siapa?


Yaaa, ini Albert Juanda alias Albert.

__ADS_1


__ADS_2