
Keesokan paginya ketika Yura sedang memasak, seperti biasa Jerry selalu menemaninya walau hanya duduk di sofa sambil menonton TV.
"Pa, hari ini Mami mulai masuk kantor yaa", kata Yura sambil menata makanan di meja makan.
"Mami serius?", tanya Jerry.
"Iyalah, Mami serius. Papi gak senang ya?", tanya Yura.
"Kog ngomong gitu, Mam? Ya jelas Papi senang donk. Akhirnya Mami bisa menemani Papi sepanjang hari", Jerry mendekati Yura ke meja makan dan mencubit lembut pipi Sang Istri.
"Mami gak mau kalau tiba-tiba mantan pacar kamu itu datang ke kantor. Bisa-bisa kamu nanti balikan sama dia lagi tanpa sepengetahuan Mami", jawab Yura sambil memeluk pinggang Jerry.
"Mami cemburu?", tanya Jerry lagi.
"Yajelaslaahh. Istri mana yang gak cemburu kalau suami di kunjungi mantan pacar yang pernah dicintai mati-matian sampai istri sahnya diacuhkan", jawab Yura dengan penuh penekanan.
"Sayaaang, itu kan dulu", balas Jerry.
"Oh iya, Sayang, jadi menurut Mami, kira-kira suami mana yang gak cemburu kalau istrinya ketemuan sama sahabatnya yang tidak lain adalah cinta pertamanya?", tanya Jerry yang membuat Yura melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Papi nyindir Mami?", Yura memanyunkan bibirnya.
"Tapi kan Albert itu sahabat Mami, Pa. Ga lebih. Dulu, dulu banget, memang Mami pernah cinta sama Albert. Ketika dia memutuskan untuk ambil S3 di Amerika, kami loss contact. Dan setelah Mami dijodohin sama Papi, ternyata Mami bisa mencintai Papi. Dari awal pernikahan kita malah", jawab Yura yang membuat Jerry tersenyum sumringah mendengarnya.
"Kalau Papi bilang sebenarnya Papi juga menyukai Mami semenjak awal pertemuan kita di jalan raya waktu itu, apakah Mami percaya?", pertanyaan Jerry membuat Yura membelalakkan matanya.
"Hah? Pasti kamu sedang berbohong kan?", Yura mencubit perut Jerry.
"Serius, Sayang. Sejak aku merusak mobilmu waktu itu, aku sudah menyukaimu. Bahkan sejak kita bertemu di rumah Papa Bram, aku semakin yakin kalau aku menyukaimu. Kamu pikir alasanku memintamu segera pindah ke Jerryan Corps dan memintamu menjadi Sekretaris Pribadiku apa? Ya karena aku gak mau kamu dekat dengan lelaki lain", jawab Jerry.
"Tapi waktu itu kenapa kamu jahat sama aku?", tanya Yura meyakinkan.
"Dan Fely? Bagaimana dengan dia? Bukankah dulu kamu sangat mencintainya? Bahkan kamu pernah bilang akan menikahinya, karena kamu yakin kalau pernikahan kita tidak akan bertahan lama dikarenakan tidak dilandasi cinta", Yura menelisik Jerry.
"Dulu aku hanya terobsesi dengan dia, Mam. Sampai akhirnya aku benar-benar sadar bahwa yang aku cintai itu kamu, bukan dia", jawab Jerry sambil menatap Yura sangat dalam.
"Tapi kamu..." belum selesai Yura berbicara, Jerry langsung membungkam Yura dengan ciuman.
Ccuupp.
__ADS_1
"Kalau Mami terus berbicara, Papi akan membawa Mami ke kamar dan hari ini kita tidak akan ke kantor, karena seharian Papi akan bermanja-manja sama Mami", kata Jerry menyudahi pembahasan mereka.
"Papii.. Mami mau ke kantor hari ini, Mami sudah kangen banget sama suasana kantor", jawab Yura dengan nada manja.
"Jangan mulai manja deh, Mam", Jerry memainkan satu matanya kepada Yura.
"Papiiii... Mandi mandi mandi. Biar sarapan. Terus kita ke kantor", Yura mendorong punggung suaminya sambil berjalan.
Sesampainya di kantor...
"Jadi Mami sekarang beneran seruangan sama Papi?", tanya Yura.
"Iyapp, benar sekali Nyonya CEO. Mulai hari ini kita berada di ruang yang sama", jawab Jerry.
"Terimakasih ya, Sayang, karena mengizinkanku bekerja walaupun aku lagi hamil", Yura mencium pipi Jerry.
"Yang terpenting adalah kebahagiaan kamu, Sayang. Asalkan kamu tidak terlalu lelah ya. Dan aku tidak mau kamu stress karena pekerjaan", Jerry meraih kedua tangan istrinya lalu menciumnya.
"Kalau kamu setiap saat bersamaku, aku juga akan merasa lebih tenang dan aman. Tenang karena aku bisa terus melihatmu, dan aman karena tidak akan ada wanita yang melirikku. Hahaha", jawab Jerry yang membuat Yura kembali mencubit perutnya.
__ADS_1
Bisa aja kamu ya, Jer...