
Dua minggu kemudian...
"Yo, kamu sehat kan? Aku kepikiran terus sama kamu. Semenjak pertemuan kita dengan Pak Ryan dan Kak Bella waktu itu, aku lihat kamu jadi pendiam, di grup WA keluarga juga, kamu gak pernah respon lagi", Joanna menghubungi kakaknya lewat telepon.
"Aman, Joan. Aku sehat kog. Tapi ada kabar yang buat aku bingung, gak ngerti mau senang atau gimana", jawab Rio.
"Ada apa, Yo? Kamu ada masalah di tempat kerja?", tanya Joanna sedikit cemas.
"Ntahlah ini masalah atau bukan, Joan. Aku...", Rio menggantung ucapannya.
Beberapa detik kemudian...
"Yo, are you okay? Kog kamu diem?", Joanna semakin penasaran.
"Aku dipromosikan, Joan. Tapi penempatanku di Makassar", jawab Rio menurunkan tekanan suaranya.
"Waahh, selamat, Kakakku Sayang. Aku bangga banget sama kamu", ucap Joanna antusias.
"Tapi kan...", kembali Rio menggantung ucapannya.
__ADS_1
"Tapi kan apa? Karena kamu balik ke Makassar gitu? Karena Kak Bella dan calon suaminya juga ada di Makassar gitu? Kamu takut kalian jadi sering ketemu? Yo, Makassar itu luas", Bella menyerang Rio dengan pertanyaan yang memang menjadi hal yang ditakutkan oleh Rio.
"Yo, dengerin aku deh, kalau memang akhirnya Kak Bella menikah dengan lelaki lain, artinya kalian memang gak berjodoh. Siapa yang bisa mengubah rencana Tuhan? Gak ada, Yo. Dan kalau ternyata akhirnya kamu harus kembali lagi ke Makassar, berarti Tuhan punya maksud lain. Mungkin aja memang ternyata jodoh kamu ada di kota kelahiran kita, di tempat kerja kamu yang baru mungkin, atau bahkan tetangga kita. Dan satu hal paling penting, kamu jadi bisa jagain Papa dan Mama. Coba ambil hikmahnya, Yo", Joanna menasihati kakak tersayangnya.
"Yo, kamu dengerin aku kan? Kog diem aja?", tanya Joanna karena tidak mendengar respon dari Rio.
"Iya, aku denger kog. Eh, tetangga siapa maksud kamu? Tetangga kita anaknnya cowok semua", jawab Rio.
"Ya, kan bisa keponakannya tetangga kita. Hehehe. Eh, Kamu beneran sudah ikhlasin Kak Bella untuk menikah dengan lelaki pilihannya kan, Yo?", tanya Joanna lagi.
"Iya, Joan. Aku sudah ikhlas dan lagi belajar membuka hatiku untuk diisi wanita lain", jawab Rio.
"Syukurlah. Papa dan Mama juga legowo kan mendengar penjelasan tentang hubungan kamu dan Kak Bella. Kalau begitu tidak ada hal yang perlu kamu ragukan lagi kan untuk penempatan kamu di tempat baru? Yahh, itung-itung, kamu bisa hadirin pernikahan Pak Ryan dan Kak Bella empat hari lagi. Hehehe", Joanna meledek Rio.
"Hahahaha, yayaya.. Yaudahlah, kalaupun kamu menghadiri pernikahan mereka, aku takut kamu malah nangis bombay di pojokan gedung gereja", Joanna kembali meledek Rio.
"Joanna Widyatama", Rio memanggil nama lengkap adiknya.
Tut tut tut...
__ADS_1
Joanna mematikan teleponnya sepihak.
"Dasar adik durhaka. Seneng banget ngeledek Abangnya sendiri", gerutu Rio.
Yaa, pertemuan antara Ryan, Bella, Rio, dan Joanna beberapa hari lalu sangat singkat.
Bagaimana tidak, ketika Joanna terkejut mendengar pernyataan Ryan bahwa dia akan menikahi Bella, Rio langsung berdiri dan berbicara dengan yakin dan lantang bahwa dia sudah merelakan Bella, wanita yang sangat dicintainya sejak zaman SMA, untuk menikah dengan Ryan.
"Bella, mulai malam ini, kunci hatiku bukan menjadi milikmu. Menikahlah dengan lelaki pilihanmu. Bahagiamu akan menjadi bahagiaku", ucap Rio sambil menatap Bella dengan sangat dalam.
"Rio...", Bella balas menatap Rio dan tanpa dia sadari air mata yang sedari tadi berlinang pun jatuh membasahi pipi mulusnya.
"Ryan, aku yakin kamu adalah lelaki yang baik. Jaga Bella. Aku ikhlaskan Bella untukmu. Aku berdoa, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut yang memisahkan", ucap Rio lagi.
"Oh iya, besok lusa aku kembali ke Papua. Maaf karena aku gak bisa menghadiri acara pernikahan kalian", kali ini Rio berbicara lebih santai.
"Joan, ayo kita pulang", Rio memegang tangan adiknya yang dari tadi berdiri mematung.
"Kami permisi ya, Ryan, Bella", ucap Rio lagi.
__ADS_1
"Kak, tapi kita belum pesan minum. Aku haus, Kak", Joanna berjalan di belakang Rio sambil sesekali menoleh ke belakang melihat Ryan dan Bella yang duduk berdiam diri.
"Di seberang ada supermarkat. Nanti kita beli di sana ya", jawab Rio sambil terus berjalan.