
Tiga bulan kemudian...
"Pa, kayaknya Mami mulai besok di rumah aja ya, gak usah ke kantor lagi. Mami udah mulai begah, Pa. Boleh kan?", tanya Yura kepada Jerry ketika mereka sedang makan siang di Restoran China.
Yaa, sepulang ibadah tadi, Yura kepengen banget makan kwetiau Ko Aliong. Sebagai suami yang baik, Jerry mengabulkan permintaan sang istri walaupun untuk sampai ke Restoran tersebut harus memakan waktu selama empat puluh lima menit.
"Mami serius? Papi sih ikut apa mau Mami aj. Yang penting Mami nyaman dan bahagia", ucap Jerry.
"Iya, Pa", jawab Yura singkat sambil menikmati Jus Alpukat.
Kandungan Yura sudah memasuki usia tujuh bulan. Meskipun tubuhnya semakin gemuk tapi wajah Yura justru semakin cantik. Auranya semakin terpancar. Dan itu membuat Jerry semakin tergila-gila kepada sang istri.
"Hhmm, Pa, tapi Mami ada satu syarat", kata Yura kemudian.
"Syarat apa itu, Mam?", tanya Jerry.
"Papi boleh merekrut sekretaris pribadi baru asalkan harus SEORANG LAKI-LAKI", jawab Yura dengan sangat jelas.
__ADS_1
"Uhuugg.. uhuggg", batuk Jerry yang baru saja menghabiskan Jus Buah Naga.
"Yah, gak seksi donk, Mam, kalau sekretaris Papi seorang lelaki. Gak semangat donk Papi kalau ngantor", canda Jerry.
Mendengar ucapan sang suami membuat Yura menyudahi makannya.
"Oh, Oke kalau begitu. Papi cari sekretaris pribadi yang cantik, putih, mulus, se-ksi, bah-enol. Ga harus gadis, j*nda juga gak apa-apa, biar Papi semangat kerjanya. Kalau perlu Papi gak usah pulang ke rumah, tinggal sama dia aja, biar Papi semangat terus", celoteh Yura yang membuat Jerry mengul*m senyumnya menahan ketawa.
"Dah, aku kenyang", Yura beranjak menuju pintu keluar restoran.
Buru-buru Jerry ke kasir membayar makanan dan minuman yang mereka pesan tadi, kemudian langsung mengejar Yura yang ternyata sedang berdiri di samping mobil mereka.
Selama dalam perjalanan, Yura hanya diam. Ekspresi kesal sangat terlihat di wajah cantiknya.
"Padahal aku tadi cuma bercanda", batin Jerry.
"Mam, maaf, tadi Papi hanya bercanda. Gak ada dalam kamus Papi untuk melirik wanita lain biar bikin Papi semangat kerja, Mam. Malah kalau Mami mau, Mami tetap ikut ke kantor, walaupun Mami gak mengerjakan tugas sebagai seorang sekretaris pribadi. Mami cukup menemani Papi aja di ruangan Papi. Kalau perlu nanti Papi akan minta orang kantor untuk mendesain ulang ruang kerja Papi supaya dibuatkan kamar khusus untuk Mami beristirahat", Jerry memecah keheningan.
__ADS_1
"Kalau pun Mami tidak mengizinkan Papi untuk merekrut sekretaris baru, Papi gak masalah. Karena ada Ryan yang siap menghandle semua. Kemampuan Ryan sudah tidak diragukan lagi, Mam. Tapi kalau Mami bilang Papi boleh merekrut seorang sekretaris asalkan harus laki-laki, Papi juga akan turutin. Jangan marah lagi ya, Mam", bujuk Jerry kepada Yura yang masih betah dalam diamnya.
"Mami", panggil Jerry.
"Hhmmm", Yura hanya berdehem.
"Jangan marah lagi ya, Sayang", pinta Jerry.
"Papi lebih baik kehilangan semua harta Papi deh daripada harus didiemin sama Mami", ucap Jerry.
"Hussh, Papi ngomong apa sih. Jangan ngaco deh", balas Yura sambil melihat suaminya yang sedang mengendalikan setir mobil.
"Mam, hal yang paling Papi takutin adalah melihat Mami marah dan diam. Karena kalau Mami sudah diam, Papi pasti bingung mau ngapain. Kayak orang kehilangan arah", kata Jerry sambil tetap fokus menyetir mobilnya.
"Lebay banget sih", ucap Yura.
"Biarin aja Papi dibilang lebay, yang penting Mami gak marah lagi sama Papi, hihihi", balas Jerry sambil sekilas menunjukkan giginya yang rapi kepada Yura.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu, mulai besok Papi rekrut sekretaris baru, SEORANG LAKI-LAKI, dan segera buatkan kamar Mami di ruang kerja Papi", titah Yura.
"Siap, Nyonya CEO", jawab Jerry antusias.