Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
21+


__ADS_3

"Ryan, apa-apaan, kamu?!" bentak Jerry setelah merasakan panas di wajahnya.


"Sakit? Apakah sakit? Itu tidak seberapa dibanding rasa sakit yang kau berikan kepada Yura!", bentak Ryan balik.


"Aku bahkan malu menyebutmu sebagai sahabatku, Jer!" kata Ryan.


"Ayo Yura, hapus air matamu, wanita sesempurna kamu tidak layak menangisi lelaki brengsek seperti Jerry", kata Ryan kemudian langsung menarik tangan Yura dan membawanya keluar dari ruangan Jerry.


"Ryan, lebih baik aku pulang saja. Aku ingin menenangkan diri di rumah", kata Yura kepada Ryan.


"Aku hantar kamu, ya" kata Ryan.


"Tidak usah, Ry. Aku bawa mobil sendiri kog. Aku pulang ya", Yura mencoba tersenyum kepada Ryan lalu dia pergi.


"Hati-hati, Yura, kalau ada apa-apa jangan segan untuk menghubungiku", seru Ryan yang disambut dengan lambaian tangan Yura.


"Fel, aku hantar kamu pulang ya. Biar aku membawa mobilmu", kata Jerry.


"Oke, Sayang", jawab Fely sambil memeluk pinggang Jerry.


Ketika keluar dari ruang kerjanya dan melewati meja kerja Yura, Jerry bertanya dalam hatinya, "Kemana dia? Kenapa tidak ada di sini?"


Sesampainya di apartemen Fely.


Jerry sedang menonton televisi ketika Fely membersihkan dirinya di kamar mandi. Karena merasa lelah, dia tertidur di sofa dan saat ini televisi lah yang menonton Jerry. Hahahaha.

__ADS_1


"Yura!!! Dimana kamu?? Aku mohon, jangan siksa aku dengan cara ini. Kembalilah, Sayang.. mari kita mulai semua dari nol."


Tapi wanita itu tidak juga kembali.


"Yuraaaa..." teriak Jerry.


Jerry terbangun dari mimpinya. Bagaimana bisa dia memimpikan Yura?


"Sayang, kamu mau mandi? Biar seger badannya", panggil Fely yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tidak usah, Fel. Aku tidak membawa pakaian ganti", jawab Jerry.


Lalu Fely mendekati Jerry. Duduk di pangkuan Jerry. Saat ini Fely hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya.


"Pakai dulu bajunya, Sayang", pinta Jerry.


"Terimakasih sudah mempertahankanku, sayang", kata Fely.


Belum sempat Jerry menjawab, Fely kembali mencium bibir Jerry.


Awalnya Jerry menolak namun Fely terus memaksa.


Akhirnya Jerry terbawa suasana dan membalas ciuman Fely. Bahkan ciuman itu semakin menuntut. Tangan Jerry bergerilya di dada Fely yang masih terlilit handuk. Dia terus meremasnya.


"Aaahhhhh....." ******* Fely membuat Jerry semakin lupa diri.

__ADS_1


Ciuman Jerry pun semakin turun ke leher putih Fely. Lalu dia membuka handuk yang sedari tadi menutupi tubuh Fely.


Yaaa, polos sudah Fely dihadapan Jerry saat ini. Lalu Jerry membaringkan Fely di sofa dan melahap dengan rakus buah dada Fely, layaknya seorang bayi yang sedang menyusu pada ibunya.


"Ahhh.. teruskan, Sayang" desah Fely..


Jerry menutup matanya.


Baru saja Jerry akan meletakkan tangannya di area wanita Fely sambil terus melahap buah dada kekasihnya itu, tiba-tiba wajah Yura terbayang di benak Jerry.


"Astaga, aku sudah melakukan dosa", batin Jerry sambil menarik dirinya.


Lalu Jerry pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya dan wajahnya. Berulang kali dia basuh wajahnya dengan air.


"Ampuni aku, Tuhan", Jerry terus meminta ampun atas kekhilafannya.


Dasar kamu, Jer... Kenapa Author jadi kesal sendiri sama si Jerry ini?


Ketika Jerry keluar dari kamar mandi, Fely masih berada di sofa, masih dengan posisi tadi.


"Sayang, kenapa lagi? Kenapa berhenti? Ayo kita lanjutkan", pinta Fely.


"Fel, ini sudah melebihi batas. Tidak bisa dilanjutkan. Maafkan aku. Aku harus pergi" kata Jerry sambil berlalu keluar dari kamar Fely.


Jerry tidak mau semakin jauh melakukan dosa apalagi melihat Fely yang masih polos tanpa menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya.

__ADS_1


Fely berdecak kesal karena kembali tidak berhasil melakukan adegan 21+ dengan Jerry.


"Arrgghh", kesal Fely.


__ADS_2