Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Siapa?


__ADS_3

Kring... kring...


"Halo, Mama, ada apa pagi-pagi menelepon Jerry?", Jerry yang baru saja bangun menjawab panggilan telepon dari Bu Mery dengan suara khas orang baru bangun tidur.


"Jer, kamu gak ke kantor? Kamu sehat kan?", tanya Bu Mery merasa aneh karena sudah jam delapan pagi tetapi Jerry baru bangun tidur. Biasanya jam segini dia sudah di kantor.


Yaa, Jerry tertidur di sofa, dia baru tidur jam dua pagi karena semalam menonton pertandingan sepak bola.


Yura yang sudah bangun sejak pukul enam pagi, hanya geleng-geleng kepala melihat suaminya tertidur di sofa depan televisi. Seperti biasa, setiap pagi Yura pasti memasak untuk mereka berdua. Walaupun usia kandungan Yura sudah semakin besar, tidak membuatnya menjadi malas untuk melakukan tugas memasaknya. Karrna tahu sendiri kan, kalau di rumah, Jerry hanya mau makan masakan istrinya.


"Jerry sehat, Ma. Semalam begadang habis nonton bola, makanya jam segini baru bangun. Jerry gak ke kantor, Ma, karena selama seminggu ini Jerry kerja dari rumah. Ruangan kerja Jerry lagi di renovasi. Mau dibuat kamar khusus untuk Yura di dalam ruang kerja Jerry. Karena Jerry maunya Yura tetap ke kantor untuk menemani Jerry kerja, bukan sebagai sekretaris pribadi Jerry lagi, tapi jadi ratunya Jerry", jawab Jerry yang membuat Bu Merry menganggukkan kepalanya di ujung sana seolah Jerry melihat.


"Jadi kamu mau cari sekretaris baru, Nak?", tanya Bu Mery penasaran.


"Iya, Ma. Tapi laki-laki. Yura maunya gitu", jawab Jerry singkat.


"Ya ya ya, Mama mengerti kenapa Yura maunya sekretaris baru kamu harus laki-laki. Biar kamu gak jelalatan matanya", ucap Bu Mery sambil tertawa.


"Eh, menantu Mama lagi ngapain? Mama telepon tadi gak diangkat", tanya Bu Mery.


"Kayaknya Yura lagi mandi, Ma", jawab Jerry sambil mengucek matanya.

__ADS_1


"Oh, yaudah deh. Mama cuma kangen aja sama suara kalian, Nak", balas Bu Mery.


"Kirain ada apa Mama nelepon pagi-pagi gini. By the way, Mama lagi dimana?", tanya Jerry.


"Nah, sekalian juga Mama mau kasih tahu nih, Nak. Sekarang Papa dan Mama lagi menuju bandara. Kami dianter sama Pak Ujang", jawab Bu Mery.


"Kalian mau kemana, Ma?", tanya Jerry sambil merangkul Yura yang saat ini sudah duduk di sebelahnya.


"Papa dan Mama mau ke Korea Selatan. Hehehe. Mau liburan. Mungkin sekitar dua minggu disana", jawab Bu Mery antusias.


"Oh gitu. Yaudah, have fun disana ya, Ma. Salam buat Papa. Jangan lupa oleh-oleh yang banyak untuk Jerry, Yura, dan cucu Mama", Jerry mengakhiri percakapan mereka.


"Papi, mandi gih. Biar kita sarapan. Udah jam delapan lewat loh ini. Udah telat kita sarapannya", Yura melepas rangkulan Jerry.


"Bu Asih belum datang, Mam?", tanya Jerry yang belum mendengar lagu dangdut yang biasa Bu Asih pasang di handphonenya ketika dia melakukan aktivitasnya di rumah Jerry.


"Bu Asih hari ini sama besok izin, Pa. Katanya mau ke rumah mertuanya di kampung", jawab Yura.


"Oh gitu, pantesan kog Papi gak dengar lagu dangdut", jawab Jerry sambil menyunggingkan senyum khasnya kepada Yura.


"Mam, pagi-pagi kamu membuat Papa kepengen", Jerry memeluk istrinya yang saat ini memakai daster pendek dengan dada sedikit rendah.

__ADS_1


"Papiiii, masih pagi iniii, jangan macem-macem ahh. Kamu juga belum mandi", Yura mencoba melepas pelukan Jerry.


"Mam, lihat deh", Jerry menunjuk ke arah adik kecilnya yang ternyata sudah berdiri tegak. Hahaha.


"Makanya kalau pagi-pagi jangan ngeres pikirannya", Yura mencubit gemas hidung suami gantengnya.


"Maaamm", Jerry kembali memeluk istrinya dan bergelayut manja di dada Yura merasakan empuknya gunung-kembar sang istri.


Baru saja dia akan mulai mencium bibir sang istri, handphone Jerry berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


"Aissh, mengganggu saja", kata Jerry menunda niatnya sebentar dan mengangkat teleponnya. Jerry mengaktifkan loudspeaker karena dia malas meletakkan handphonenya di telinga.


"Halo, selamat pagi", ucap Jerry malas.


"Haloo, Mas Jerry", terdengar suara seorang wanita yang membuat Jerry bingung, wanita itu memanggilnya Mas Jerry, karena memang dia tidak mengenali nomor yang sedang meneleponnya tersebut.


"Halooo", kata wanita itu lagi yang membuat Yura melirik Jerry sedikit tajam.


"Mas Jerry, sepertinya melupakan sesuatu. Bukankah hari ini sudah janji mau datang?", ucap wanita itu lagi yang membuat Yura semakin menatap tajam Jerry dan membuat Jerry salah tingkah.


Waduhh.. kira-kira siapa yang menelepon Jerry ya?

__ADS_1


__ADS_2