
"Mami pengen liat Albert yang makan, Pa", rengek Yura.
"Tapi Albert kan di Jakarta, Mam. Pasti dia juga lagi sibuk banget. Mami lihat Papi aja yang makan sate padangnya ya", bujuk Jerry.
"Mami maunya Albert, Pa", Yura menitikkan air matanya.
Sebenarnya Jerry merasa kesal dengan permintaan aneh istrinya. Namun dia tidak mau terlihat marah di depan Yura. Jerry pun beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar, meninggalkan Yura yang sedang menangis.
Kring.. Kring...
"Halo, Ry, ada apa nelpon malam-malam?", Jerry menerima panggilan telepon dari Ryan saat dia sedang duduk di sofa depan tivi yang berada di lantai bawah.
"Suntuk banget kayaknya, Jer. Kenapa? Belum dikasih jatah ya?", ledek Ryan.
"Kira-kira penting gak yang mau lu omongin? Kalau gak ada hal penting, gue matiin aja ya", balas Jerry.
"Jutek banget sih, Bapak CEO gue", ucap Ryan.
"Gini Jer, gue minta izin ya selama tiga hari ke depan, gue mau urusin berkas-berkas pernikahan", tambah Ryan.
"Maksud lu mau cuti?", tanya Jerry.
"Bukan cuti. Izin doank, Jer. Gue nanti cutinya pas menikah aja, sekalian habisin jatah cuti tahunan", jawab Ryan.
"Berarti potong gaji ya", canda Jerry.
"Jangan donk, Jer. Plisss", mohon Ryan.
"Yaudah yaudah, gue izinin. Tapi gak lebih tiga hari ya. Emang kapan rencana pernikahan lu?", tanya Jerry.
"Tiga minggu lagi, Jer. Uhuuy, akhirnya, gue nikah juga, Jer. Senang banget gue", jawab Ryan antusias.
"Tapi kawinnya kan udah, Ry. Hahaha", ucap Jerry sambil tertawa.
"Kan waktu itu gak sengaja, Jer. Hemm, bukannya gue gak pengen punya anak, tapi untungnya Bella langsung datang bulan, Jer, dua hari setelah gue khilaf. Lega gue", kata Ryan.
"Tuhan masih sayang sama kalian. Jangan lu ulangi lagi ya, Ry, jangan lagi nidurin anak orang sebelum lu nikahin. Awas lu ya", Jerry memberi ultimatum.
"Iya, Jer, iya", jawab Ryan.
"Yasudah, terimakasih untuk izinnya ya, Bapak CEO ku, sekarang apakah boleh aku mematikan teleponnya?", tanya Ryan.
"Lebay lu, Ry. Yasudah, bye", ucap Jerry lalu mengakhiri panggilan teleponnya.
__ADS_1
Baru saja Jerry menyenderkan tubuhnya ke sofa, tiba-tiba terdengar teriakan dari lantai atas.
"Papiiiiiiiiiii!!!", Yura berteriak dari depan pintu kamar mereka.
"Astaga", Jerry terkejut lalu reflek berdiri.
"Apa sih, Mam?", tanya Jerry.
"Malam ini Papi gak boleh tidur di kamar!", teriak Yura lagi.
"Jangan teriak-teriak donk, Mam", bujuk Jerry mencoba sabar lalu berjalan menaiki anak tangga.
"Mami kenapa sih?", tanya Jerry lagi saat dia sudah berdiri di depan Yura, yang membuat Yura semakin kesal.
"Mami kesal sama Papi", ucap Yura lalu masuk ke kamar dan mengunci pintu.
Tuh kan, Jer. Malam ini jadi tidur sendirian kan. Makanya mending turutin aja deh kemauan Yura, mungkin itu mintaan dedek bayinya. Hehehehe.
Sementara itu..
πΆπ€
Kau kan slalu tersimpan di hatiku
Jiwaku kan slalu bersamamu
Meski kau tercipta bukan untukku
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya
Mengapa cinta ini terlarang
Saat ku yakini kaulah milikku
__ADS_1
Mengapa cinta kita tak bisa bersatu
Saat ku yakin tak ada cinta selain dirimu
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya
Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya oh
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk barsamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya oh
π€πΆ
Di dalam kamarnya, Albert yang sedang asyik karaoke seorang diri, menyanyikan satu lagu dari The Virgin, tidak mendengar suara handphonenya yang dari tadi berdering.
"Al, lagi ngapain lu? Lagi nanggung ya? Wkwkwk. Sorry gue ganggu. Gue mau nanya, besok lu bisa ke Makassar gak? Yura pengen lihat lu makan sate padang, tapi makannya harus di rumah gue. Demi Yura, gue izinin lu dateng. Buruan bales,", Jerry mengirimkan satu pesan singkat kepada Albert.
Lima belas menit kemudian, ketika Albert merasa sudah puas bernyanyi, dia berniat untuk tidur. Namun seperi biasa, sebelum tidur dia pasti mengecek handphonenya dulu. Dan alangkah terkejutnya dia kalau ternyata ada lima belas panggilan tak terjawab dari Jerry, dan ada juga satu pesan singkat.
"Astaga, gue ke Makassar cuma untuk makan sate padang?", Albert membalas pesan dari Jerry.
__ADS_1
"Yasudah, demi Yura, besok siang sehabis meeting, gue terbang ke Makassar. Tapi lu jangan cemburu ya, Bro", balas Albert lagi.