
"Yur, are you okay? Wajah kamu pucat banget, Yur", kata Albert.
"Awhh", Yura semakin meringis.
"Kenapa, Yur? Astaga", Albert terlihat kebingungan dan mencoba untuk menolong Yura.
"Aku bawa kamu ke rumah sakit ya", tawar Albert.
"Ayo, Yur", Albert membantu Yura berjalan dan membawa ke mobilnya.
"Tolong kabarin Mas Jerry, Al", ucap Yura lemah, ketika dia sudah di dalam mobil.
"Oke oke, aku coba hubungi Jerry ya", jawab Albert yang kembali turun dari mobil untuk mengunci pintu rumah Jerry.
"Nomor Jerry gak aktif, Yur", ucap Albert yang dari tadi mencoba menghubungi Jerry.
"Awwh, Al, bawain aku ke klinik terdekat aja, ada di komplek ini", ucap Yura yang terlihat semakin kesakitan.
"Baik, Yur, kamu tolong tunjukin jalannya ya", pinta Albert yang dibalas anggukan oleh Yura.
Sesampainya di klinik...
"Mbak, tolongin saudara saya, dia lagi hamil, tiba-tiba merasa mules dan kesakitan", ucap Albert kepada pegawai klinik tersebut.
"Baik, Pak. Saya ambilkan brankar ya, Pak", ucap pegawai tersebut.
Setelah Yura masuk ruang IGD di kkinik tersebut, seorang wanita menghampirinya.
__ADS_1
"Selamat sore, Bu, saya salah satu bidan yang bekerja di klinik ini. Boleh saya periksa ya, sepertinya Ibu mau melahirkan", ucap wanita tersebut.
"Iya, Bu Bidan", jawab Yura lemah.
"Bu, Ibu sudah bukaan empat. Saran saya, jangan pulang lagi, Bu. Kalau ada keluarga di rumah, biar mereka antarkan perlengkapan Ibu dan bayi ke sini", ucap bidan tersebut setelah melakukan periksa dalam kepada Yura.
"Baik, Bu Bidan", jawab Yura.
"Apakah yang di depan itu suami Ibu? Supaya dia mendampingi Ibu disini", ucap bidan itu lagi.
"Dia saudara saya, Bu Bidan. Suami saya masih lembur di kantor. Tapi untuk sementara, biar dia yang temani saya di sini, Bu", jawab Yura.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi keluar ya, Bu. Biar saya minta saudara Ibu jagain Ibu disini. Satu jam lagi saya akan kembali untuk memeriksa Ibu ya. Kalau bisa Ibu sesekali jalan di sekitar klinik ini ya, untuk mempercepat proses bukaannya", ucap Bidan tersebut dengan ramah.
"Terimakasih, Bu Bidan", jawab Yura.
Lima menit kemudian, Albert pun masuk ke ruang di tempat Yura berbaring.
"Aku udah coba hubungi dari tadi, Yur. Tapi handphone nya masih belum aktif", jawab Albert.
"Kalau begitu coba hubungi Mama Mertuaku saja, Al. Pakai handphoneku aja, ada di tasku", pinta Yura lagi.
"Baiklah. Aku coba telepon ya", ucap Albert sambil mengambil handphonenya Yura dari dalam tasnya.
"Makasih ya, Al", jawab Yura.
"Halo, Tante, saya Albert, saudaranya Yura. Ini Yura lagi di klinik yang ada di kompleknya Jerry, Yura mau melahirkan, Tante. Saya coba telepon Jerry dari tadi, tapi gak bisa di hubungi", ucap Albert.
__ADS_1
"Oh Tuhan. Tolong share location alamatnya ya, Nak Albert. Saya dan suami segera kesana. Kami juga akan coba hubungi Jerry", jawab Bu Mery.
"Baik, Tante", balas Albert.
Satu jam kemudian di rumah Jerry...
Tok.. Tok.. Tok..
Tok.. Tok.. Tok..
"Kenapa lampu luar gak dihidupkan?", batin Jerry.
Karena tidak ada yang membuka pintu, Jerry akhirnya membuka pintu menggunakan kunci yang dia bawa.
"Gelap. Yura kemana?", gumam Jerry.
Merasa ada yang tidak beres dan sedikit merasa resah, Jerry pun mengeluarkan handphonenya dan mengaktifkannya setelah selama sepuluh jam dia non aktifkan.
Baru saja handphone Jerry akif kembali, Jerry langsung menerima panggilan dari Pak Yudo.
"Jerry! Kemana saja kamu?! Dari tadi tidak bisa dihubungi. Itu istri kamu mau melahirkan. Sekarang ada di klinik yang di komplek kamu!", bentak Pak Yudo yang merasa kesal dengan Jerry.
"Apa, Pa?", tanya Jerry yang mendadak lemas dan merasa kakinya seperti tidak memiliki tenaga untuk berdiri.
"Cepat kamu kesini sekarang! Sekalian bawa perlengkapan Yura dan bayi kalian", tambah Pak Yudo yang masih kesal karena merasa Jerry sudah lalai telah mengabaikan menantunya dengan tidak mempedulikannya dengan sengaja mematikan handphone.
"Suami macam apa kamu! Istri tidak dipedulikan. Untung aja ada Nak Albert, kalau tidak, Papa gak tahu lagi apa yang bakalan terjadi dengan Yura, merasa kesakitan sendirian di rumah", ucap Pak Yudo lagi.
__ADS_1
"Maafin Jerry, Pa. Jerry menyesal karena tidak mempedulikan Yura hari ini. Jerry siapin perlengkapan Yura dan anak kami, Pa, sebentar aja, dalam sepuluh menit, Jerry pasti sudah sampai di klinik", jawab Jerry.
Pak Yudo hanya membalas dengan deheman lalu mengakhiri sambungan telepon mereka.