
"Mas, maaf aku bangun kesiangan. Aku belum masak. Kamu jadi tidak bisa sarapan pagi ini", Yura yang baru saja terbangun dari tidurnya menyapa Jerry yang sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Tidak apa-apa, Yura. Kamu juga masih belum begitu sehat, jadi hari ini di rumah saja ya, tidak usah ke kantor dulu", Jerry mengelus kepala Yura.
"Aku sudah sarapan, tadi aku masak nasi goreng spesial. Hehehe", kata Jerry.
"Kamu bisa masak, Mas? Sejak kapan? Oh iya, apakah Bu Asih sudah datang?", tanya Yura.
"Iya donk, sudah sejak lama aku bisa masak, tapi hanya masak nasi goreng dan telur dadar. Hahaha", Jerry tertawa menjawab pertanyaan istrinya.
"Bu Asih sudah datang satu jam yang lalu. Sekarang beliau sedang mencuci pakaian", kata Jerry.
"Nanti kamu sarapan ya. Nasi gorengnya masih ada. Aku tadi masak lumayan banyak. Masih cukup untuk kamu dan Bu Asih", pinta Jerry.
"Iya deh nanti aku makan masakan suamiku", kata Yura sambil tersenyum.
"Maaf ya, Mas, hari ini aku tidak bisa mendampingimu untuk bertemu dengan Client", Yura memasang wajah memelasnya.
"Iya, Yura. Yang penting kamu sehat dulu. Hari ini kamu di kamar saja ya nanti aku minta Bu Asih membawa sarapan kamu ke kamar. Jangan lupa makan yang banyak ya karena aku memasaknya dengan sepenuh hati. Hehehehe", kata Jerry.
__ADS_1
"Hmmm, sudah jam setengah delapan nih, aku berangkat ya", kata Jerry sambil mencium kening Yura.
"Hati-hati ya, Mas", jawab Yura kemudian dia meraih tangan kanan suaminya dan mencium punggung tangannya.
Tok..tok..tok...
"Permisi, apakah dengan Pak Jerry?", tanya seorang pengantar paket.
"Ya, saya sendiri", jawab Jerry.
"Ada paket untuk Bapak. Mohon ditandangani di sini ya, Pak", sang kurir memberikan paketnya dan mengarahkan Jerry untuk menandatangani tanda terima.
"Terimakasih, saya permisi", kurir itu pergi melanjutkan pekerjaannya menghantar paket-paket yang lain ke tempat tujuan.
"Nanti aku buka di kantor saja", Jerry berbicara sendiri lalu memasuki mobilnya untuk berangkat ke kantor.
Hari ini Jerry ke kantor tanpa Yura, karena Yura masih belum begitu sehat.
Untung sudah ada Bu Asih yang menemani Yura di rumah, jadi Jerry tidak perlu merasa khawatir meninggalkan istrinya.
__ADS_1
Yaa, jam setengah tujuh pagi Bu Asih sudah datang ke rumah Jerry untuk memulai pekerjaannya. Dan nanti sore dia akan pulang ke rumahnya setelah Jerry kembali dari kantor. Beliau datang menggunakan sepeda motor. Kebetulan rumah Bu Asih hanya berjarak sekitar dua kilometer dari rumah Jerry.
"Halo Bu Asih, salam kenal, namaku Yura", kata Yura menghampiri Bu Asih yang sedang menyiapkan makanan untuk di hantar ke kamar Yura.
"Ehh, Selamat Pagi, Bu. Salam kenal", jawab Bu Asih sambil menundukkkan badannya.
"Maaf, Bu Yura, tadi Pak Jerry bilang supaya saya membawa sarapan Ibu ke kamar. Katanya ibu sedang sakit", kata Bu Asih.
"Aku sarapan di meja makan saja, Bu. Dari kemarin sore aku di kamar dan terus berbaring. Aku merasa bosan", jawab Yura sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, Bu Yura. Silakan menikmati sarapannya. Katanya ini spesial dimasakin Pak Jerry untuk Ibu", kata Bu Asih.
"Hahaha ada-ada saja, Bu Asih. Biasanya aku yang memasak untuk Pak Jerry, Bu. Tapi karena aku lagi sakit, jadinya Mas Jerry berinisiatif untuk memasak. Oh iya, Bu Asih juga boleh ikut sarapan kok", kata Yura.
"Maaf Bu Yura, tadi Pak Jerry bilang kalau pekerjaan di rumah ini yang tidak perlu saya kerjakan adalah memasak. Katanya biar Bu Yura saja yang masak. Sepertinya Pak Jerry sangat mencintai Ibu, terbukti dari dia yang hanya mau makan masakan Bu Yura", jelas Bu Asih yang disambut tawa oleh Yura.
"Bu Asih bisa saja deh.. yaudah yok kita sarapan bersama. Kita nikmati nasi goreng spesial ala Mas Jerry" ajak Yura sambil tersenyum.
"Baik, Bu. Terimakasih. Saya sarapan di dapur saja", jawab Bu Asih.
__ADS_1
"Sarapannya sama aku disini donk, Bu. Temani aku", kata Yura sambil menarik kursi makan yang ada di sebelahnya agar Bu Asih duduk.
"Iya, Bu Yura. Terimakasih", jawab Bu Asih.