Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Cinta bersemi kembali


__ADS_3

Tiara hari ini datang ke kantor nya, untuk menyerah kan data hasil penjualan produk nya.


Iya langsung masuk kesebuah ruangan,dan bertemu dengan Ryan. Karna Ryan merupakan Manager marketing nya.


Tiara menyerah kan data hasil penjualan Produk nya kepada Ryan, setelah itu iya langsung beranjak dari kursi nya dan segera pergi.


Ryan kemudian menahan nya.


"Tunggu Tiara,"tahan Ryan.


Dan Tiara pun berhenti.


"Ada apa Pak?"tanya Tiara.


"Tiara aku beberapa kali menelpon mu, dan mengirim pesan untuk mu, tapi tak ada balasan dari mu,"ujar Ryan.


Tiara kemudian mengambil handphone nya dan membuka applikasi chat nya.


Ternyat benar ada puluhan kali panggilan tak terjawab dan begitu banyak pesan masuk tak terbaca oleh nya.


"Maaf Pak,sudah seminggu saya ngak nyentuh Hp." jawab nya.


Memang benar, Tiara tak pernah lagi menyentuh Hp nya, semenjak pertemuan nya terakhir dengan Arie dan itu terjadi seminggu yang lalu.


Tiara terlalu larut dalam kesedihan nya, hingga iya pun lupa akan sekeliling nya, Iya hanya melakukan rutinitas yang penting saja, makan, bekerja, menangis dan tertidur dengan sendiri nya.


Tak hanya Ryan, Riki pun beberapa kali menelpon nya, namun tak diangkat oleh nya,


"Kamu sibuk ya?"tanya Ryan.


"Ngak kok, Pak." jawab Tiara.


"Nanti malam kita nonton yuk,"ajak Ryan.Dengan tersenyum iya menatap Tiara sembari menunggu jawaban nya.


Tiara merasa grogi saat Ryan menatap nya, apalagi senyuman Ryan begitu mempesona, membuat nya mabuk kepayang hingga Tiara pun tak mampu menolak nya.


"Kalau gitu, nanti malam aku jemput kamu." tutur Ryan lagi.


Tiara pun menganguk pertanda setuju, setelah kesepakatan itu, Tiara pun pulang.


Tiara seolah merasa hidup kembali, setelah berhari-hari yang lalu iya merasa kan getir nya patah hati.


Kini ada sebuah harapan muncul di hati nya, yang kering dan tandus. Hati yang kosong seolah terisi kembali.


**


Aisyah di dapur sedang memasak sesuatu untuk sarapan Arie. Hari ini hari, pertama nya memasak sebagai istri Arie.


Arie kemudian menghampiri nya.


"Kamu sedang apa, Aisyah?" tanya Arie.


"Aku buatin sarapan untuk kamu Mas," ujar nya kemudian iya membawa sepiring nasi goreng ke meja makan.

__ADS_1


Arie pun mencicipi nasi goreng buatan Aisyah, kemudian iya menelan dengan terpaksa, sesendok demi sesendok,dan akhir nya Arie menyerah juga iya kemudian meminum air yang banyak hingga tersedak.


"Kamu kenapa Mas?, aku masak ngak enak ya?" tanya Aisyah yang kemudian mencicipi nya, dan Aisyah pun langsung mengeluar kan nya kembali.


"Asin "seru Aisyah sambil menyambar gelas yang di pegang oleh Arie.


Melihat Aisyah yang keasinan dengan masakan nya sendiri membuat Arie tersenyum.


"Kamu kok bisa tahan sih Mas, makan nasi goreng nya hampir setengah piring?"tanya Aisyah.


"Aku aja, sesendok udah terasa pahit di tenggorokan."tambah nya.


"Aku menghargai apa yang kamu masak untuk aku,meski itu hampir membunuh ku." ujar Arie sambil tertawa bercanda.


"Aku ngak tahu, apa aku akan selamat jika saja nasi goreng itu aku habis kan." ungkap nya lagi dengan tertawa geli.


Aisyah pun mencubit perut Arie dengan manja.kemudian iya juga ikut tertawa.


"Maaf Mas, aku memang ngak bisa masak."


"Massa sih, anak santri kok ngak bisa masak."tanya Arie heran.


"Dulu waktu di pesanteren, tugas aku cuma nyuci piring, karna aku memang ngak suka masak."


"Tapi sejak nikah sama kamu, aku jadi ingin belajar masak untuk kamu, Mas." Tutur Aisyah dengan manja kepada Arie. Maklum saja Aisyah belum dewasa umur nya saja belum genap tujuh belas tahun.


"Ya udah, nanti aku yang ajari kamu masak,"ucap Arie sambil mencium kening Aisyah.


"Aku pergi dulu ya,"ujar Arie.


"Iya Mas"jawab nya kemudian mencium tangan Arie.


***


Tiara tak sabar menanti waktu, detak jantung nya seirama dengan detak jam dinding.


Iya sudah memilah- memilah baju yang akan di gunakan. kemudian iya mendengar suara ketukan pintu.


Iya pun membuka nya, dan ternyata kurir pengantar bunga, ada kiriman bunga mawar yang bertulis kan I miss you.


"Ada kiriman bunga Mbak, untuk Mbak Mutiara," ujar kurir itu.


"Dengan saya sendiri Pak, Mutiara,"sahut Tiara.


"Dari siapa Pak?" tanya nya.


"Dari anu bu,sekret apa ya?" jawab kurir itu yang terlihat sulit menyebut kan nya.


"Oya Pak saya mengerti,secred admired kan maksud nya."


"Ya, Bu itu maksud saya."ujar nya pula.Kemudian kurir itu pergi dari rumah nya.


"Dari siapa ya,?"tanya Tiara pada dirinya.

__ADS_1


"Dari Arie, ngak mungkin."


" Dari Mas Riki apalagi," tebak Tiara pada diri nya sendiri.


"Apa dari Ryan?" tebak nya lagi,


"Iya, aku yakin ini pasti dari Ryan,"ucap nya pada diri sendiri, dan Tiara pun melompat kegirangan.


Sudah lama iya tak pernah menerima bunga dari seseorang yang spesial, dulu memang sering, saat iya masih bersama Arie.


***


Waktu yang di tunggu Tiara telah tiba, iya sudah bersiap di meja rias nya, ada pesan masuk melalui handpone nya, ternyata dari Ryan kemudian iya pun membaca nya.


Tiara kamu pakai celana panjang, ya ! bunyi pesan Ryan.


Tiara pun binggung tapi iya menuruti saja, iya kemudian mengganti pakaian nya.


Terdengar suara motor berhenti di depan rumah nya.


Tiara pun mengintip dari jendela kamar nya, dan ternyata itu adalah Ryan yang menggunakan motor besar nya.


Tiara keluar dari rumah nya kemudian mengunci pintu, tak ada siapa pun di rumah nya, karna Riki sedang pergi ke luar kota.


"Kita pergi pakai ini?"tanya nya.


"Iya,dong."jawab Ryan sambil memberi jaket kulit dan helm pada Tiara.


Tiara pun mengenakan jaket dan helm tersebut, sudah lama sekali iya tak pernah kencan di bonceng pakai motor, terakhir kali nya, saat iya bersama Arie itu pun, pakai matik biasa.


Ryan melaju menembus kemacetan, dengan gesit iya melewati jalan berliku di jalan raya.


Tiara benar-benar seperti bangkit dan hidup kembali, mereka pun menuju sebuah gedung bioskop.


Di sana sudah ramai orang yang mengantri masuk, Ryan memegang erat tangan Tiara agar mereka tak terpisah saat berdesakan.


Tak terbayang kan betapa bahagia nya Tiara saat itu, seakan dia sudah move on dari Arie dan Riki.


Di dalam gedung Ryan tetap menggenggam erat tangan Tiara yang berada di samping nya.


Iya lebih banyak melihat wajah Tiara dari pada menonton film itu sendiri, Tiara tersipu malu ketika iya tahu bahwa Ryan sedang menatap mata nya tanpa berkedip.


Hingga film pun usai, Ryan sendiri tak tahu apa jalan cerita film yang di tonton nya.


"Tiara kita ke kafe dulu yuk,"ajak Ryan.


"Aku ngak bisa, Pak."Aku harus pulang sebelum jam sepuluh."Ujar Tiara memberi alasan. Karna memang, iya ijin pada Riki untuk pulang sebelum jam sepuluh malam, iya harus menepati janji nya, meski Riki tak berada di rumah.


Mereka pun pulang dan tiba di rumah Tiara tepat jam sepuluh malam.


Ryan pun pamit,Tiara bermaksud mengembalikan jaket dan helm Ryan tapi dicegah Ryan.


"Ngak usah di kembalikan, simpan aja buat besok kita jalan lagi."

__ADS_1


Setelah saling mengucap salam perpisahan, Tiara pun masuk kekamar nya, iya melunjak kegirangan.


Kini, iya kembali merasa kan indah nya jatuh cinta kembali.Tak hanya sampai di situ, mereka pun melanjut kan obrolan mereka melalui aplikasi pesan chat, hingga mereka begadang dan tertidur sendiri karna lelah.


__ADS_2