Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 Episode 37


__ADS_3

Kedua algojo yang menculik Arjuna sudah sampai di tempat yang di maksud Alena, mereka pun membawa Arjuna yang pingsan di dalam gudang, sebuah rumah pingir kota, rumah tersebut memang sengaja di sewa Alena, untuk tempat tinggalnya sementara waktu, selain rumah itu cukup luas, rumah tersebut juga berada di pinggiran kota, di tempat yang agak terpencil.


Alena dan suaminya, tinggal di rumah itu, sudah sebulan mereka menyewanya, dan rumah itu juga kadang mereka jadikan markas mereka.


Namun rumah yang biasa nya ramai, kini menjadi sepi, karna suami Alena memang jarang menetap di sana, ia sering ke luar kota bahkan ke luar negri. Hal ini di manfaatkan oleh Alena.


Kedua algojo itu, membawa Arjuna di gudang dan mengikat nya.


**


Suasana di rumah mereka terasa mencekam, setiap saat, mereka menunggu kabar Arjuna, barang kali si penculik akan menelpon dan meminta tebusan.


Mereka semua menunggu dengan resah, terutama Raka, terlihat sekali ia sangat gelisah, sementara Sakina, meski ia mengkhawatirkan Arjuna, ia juga kini mengkhawatir kan Evelyn.


Sejak pulang dari tempat kerauke itu, ia terus saja muntah, sementara Raka, ia seolah tak peduli, ia masih saja menuduh semua ini rencana Evelyn.


Sakina membawa Evelyn di kamar, ia berusaha menenangkanya.


Apa yang terjadi dengan rumah itu, baru beberapa saat Arjuna menghilang, semua menjadi kacau, bahkan Raka dan Evelyn yang tak pernah bertengkar, kini malah menjaga jarak.


"Bagaimana ini? sudah dua jam kita menunggu, tapi tak ada seorang pun menelpon, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Kakak ku?" tanya Raka.


"Bagaimana jika kita lapor polisi saja." Rangga memberi saran.


"Ia sebaiknya begitu," sahut Raka.


"Leo dan aku pergi kekantor polisi, sementara kau Rangga, tunggu lah disini, jika ada informasi sedikit saja, segera kabari kami," ujar Raka.


Dan mereka pun pergi, sementara Riska, ia menunggu di rumah, ia masih saja menunggu di ruang tamu bersama Rangga.


Rangga dan Riska memang sudah saling mengenal sebelum nya, apalagi dari dulu Riska memang menyukai Rangga.


Sebenarnya Leo pernah menjodohkan Rangga dan Riska, namun saat itu Rangga menutup hatinya, karna Rangga sudah berikrar tak mau menikah lagi, setelah mengetahui ternyata Rangga sudah menikah, Riska menjadi kecewa.


Karna kini mereka tinggal berdua saja si ruang tamu, Riska mencoba menarik perhatian Rangga lagi.


Ia pun mencoba mengajaknya ngobrol.


"Rangga, apa Arjuna itu, kakak ipar mu?" tanya Riska memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Ia " jawab Rangga singkat.


ha, pantas saja kau mau menikahi gadis itu, ternyata kakaknya saja seorang CEO, tunggu lah Rangga, jika aku bisa merebut hati Arjuna, akan ku balas kau, batin Riska.


Tak lama setelah itu, Sakina turun dari lantai atas, ia langsung merebah kan kepala nya di bahu Rangga.


"Sayang tidur lah, kau pasti sudah lelah," ucap Rangga sambil membelai rambut Sakina.


"Aku ngak bisa tidur Mas, aku khawatir dengan Kak Juna, tuturnya, kemudian ia melihat wanita yang bersama Leo.


Sakina pun menghampiri Riska.


"Hai kau temanya Leo ya?" tanya Sakina.


"Aku sepupunya," jawabnya singkat.


" Ayo ku antar kau ke kamar tamu, kau pasti lelah," ajak Sakina.


Riska pun menurut, ia semakin kagum melihat rumah mereka yang besar dan mewah.


Jika aku menikah dengan Arjuna, rumah ini pasti akan jadi miliku, batin nya.


Setelah sampai di kamar tamu, Sakina pun mempersila kan Riska istirahat di kamar tersebut, sementara ia kembali menemani Rangga.


Arjuna di ikat di gudang, dengan posisi terbaring, Alena langsung menemui kedua Algojo itu, terlihat Alena sedang membawa pistol.


"Nyonya Bos, apa yang ingin nyonya lakukan pada pria muda ini," tanya salah seorang algojonya.


"Tentu saja akan ku habisi," jawab Alena dingin.


"Aduh sayang sekali, pria setampanya harus berakhir tragis ditangan nyonya," ujar algojo kepada temanya, dengan maksud bercanda.


Alena sudah siap dengan senjatanya, kapan saja ia bisa memulai eksekusinya.


Ia mendekati Arjuna yang sedang terlelap, di perhatikanya wajah Arjuna saat itu, senyum kepuasan pun terlukis di wajah dingin Alena.


"Kau seperti Ayah mu, begitu menggoda",ia pun meraba wajah ganteng Arjuna.


"Harus ku apakan kau terlebih dahulu, apa harus ku rusak saja wajah ganteng mu ini," tuturnya sambil tertawa kecil.

__ADS_1


Ia kembali meraba wajah Arjuna di setiap titik, matanya, hidungnya, pipinya dan bibir nya, Alena sungguh terpukau dengan wajah tampan yang sedang terpulas itu, Alena pun menyentuh bibir seksi Arjuna dengan bibirnya, entah apa yang di rasakanya saat itu, kini ia begitu bergairah dengan Arjuna.


Setelah mencium bibir Arjuna, Alena pun menyentuh setiap sudut wajah Arjuna dan menciumnya, aroma tubuh Arjuna tercium semerbak, bak melati yang mekar, harumnya terus saja mengundang gairah sang kumbang betina.


"Rasanya tak jemu untuk di cium, tak jemu untuk di sentuh," ucap Alena, ia pun tersenyum bergairah, matanya jelalatan melihat setiap jengkal tubuh pria tampan di hadapanya.


Hasratnya kini berubah, dari awal ia ingin menghabisi Arjuna, kini ia malah tergila-gila padanya, rasa benci itu seketika berubah jadi sayang.


Alena menyuruh kedua algojo itu, untuk membawa Arjuna ke kamarnya, tanpa menunggu lama, kedua orang kekar itu langsung menopang tubuh Arjuna dan membawanya ke kamar.


"Lihat lah apa ku bilang, Bos pasti lebih tertarik bermain dengan pria muda itu, dari pada menghabisinya," tutur salah seorang algojo, mereka pun tertawa, sepertinya mereka tahu kebiasaan Alena.


"Ia jika Bos Martin tahu kelakuan istrinya, maka pria itu pasti tak selamat," balas algojo lainnya, mereka pun tertawa kembali


Arjuna sudah terbaring di atas kasur, dengan pencahayaan yang baik di dalam kamar itu, Arjuna bahkan terlihat lebih tanpan dan menggoda.


Alena langsung melancarkan aksi mesumnya, dengan penuh gairah ia kembali mencium bibir Arjuna, meski tak mendapat balasan.


Alena semakin berani, kini ia melepas kan satu per satu pakaian yang menutupi tubuh Arjuna.


Seperti ulat yang mendapatkan daun muda, Alena dengan gesit menjelahahi setiap lekuk tubuh sang Arjuna.


Alena benar-benar tergila-gila, ia seperti bernostalgia, cinta lama kini bersemi kembali, hanya saja dari generasi yang berbeda.


Meski Arjuna tak bisa memuaskan hasrat nya, tapi kini Alena punya punya rencana baru, untuk merebut hati Arjuna.


Alena terus saja memeluk Arjuna, ia berbaring disisinya, seperti sepasang kekasih, setelah menjelang pagi, ia pun mengenakan kembali pakaian yang menutup tubuh Arjuna, seolah-olah tak terjadi apa-apa.


Sebentar lagi Arjuna akan siuman dari pingsannya, mereka sudah memperkirakan berapa lama obat bius itu bertahan.


Sementara, Raka dan Leo sudah melapor kan kasus penculikan Arjuna ke polisi, mereka pun langsung memberi keterangan dan bukti dari rekaman CCTV.


Hingga pagi hari, mereka masih memberikan keterangan kepada polisi, siapa-siapa yang mereka curigai.


Alena dan Ayah Evelyn masuk dalam daftar kecurigaan mereka, polisi pun menyisir di kediaman keluarga Evelyn.


Sementara Alena, Alena sudah sejak lama masuk dalam daftar pencarian orang, Raka pun melihat foto Alena dalam berkas DPO, ia menankap gambar Alena kembali dan menyimpanya di handponenya, Raka semakin yakin, jika Alena yang di maksud Evelyn, adalah orang yang telah merencanakan pembunuhan orang tuanya, melihat dari foto Alena yang hampir mirip dengan wajah Evelyn.


Rasa cinta Raka berubah menjadi benci terhadap Evelyn, sebaliknya, rasa benci Alena terhadap Arjuna, berubah menjadi rasa cinta, lalu apa yang akan terjadi selanjutnya, akan kah Alena menghapus rasa dendamnya, demi rasa cinta pada Arjuna, lalu bagaimana jika ia bertemu dengan Sakina, yang memiliki paras seperti Tiara.

__ADS_1


Terima kasih telah membaca karya Author, mohon dukunganya dengan like, komen dan vote, mampir juga di audiobook ketika takdir menyatukan aku dan mereka yuk, dan novel author yang lain dengan cerita dan kisah yang berbeda dengan judul : **Mencintaimu dalam gelap.


terima kasih**,


__ADS_2