Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
season 2 episode 8


__ADS_3

Oma menatap foto Riki, iya pun mengusapnya dan meneteslah air matanya.


"Kamu pergi cepat sekali Riki, lihat lah Arjuna, iya sangat mirip dengan mu, matanya, hidung nya, kalian seperti pinang di belah dua, saat Mama merindu kan mu, Mama slalu mencium Arjuna, dengan begitu Mama sedikit mengobati kerinduan terhadap mu, Arjuna sebentar lagi akan menikah, semoga saat itu terjadi, Mama masih ada, untuk melihat nya, semoga tenang kamu di sana Nak, semoga kau dapati, apa yang selama ini kau cari," iya pun mencium foto Riki, dan menitikan air matanya.


Raka masuk ke dalam kamar Oma," Oma kami semua menunggu Oma," ucap Raka, iya melihat bulir air mata di sudut mata Oma.


"Oma kenapa?" tanya Raka.


"Oma sedih Raka, di hari bahagia ini, Papa mu tak ada, untuk melihat kebahagian putranya," tutur Oma.


"Ngak usah bersedih Oma, Papa juga pasti bahagia, bersama dengan cinta sejati nya, di sana." Raka menghibur Oma.


"Ya sudah Raka, kita pergi sekarang nanti terlambat."


Mereka bertiga pun pergi bersama.


Di dalam mobil, Sakina semakin gugup, iya tak pernah sekali pun pergi ke pesta, perasaan itu membuat nya terlihat gelisah.


"Kamu kenapa? "tanya Rangga.


"Enggak kok Pak, hanya gugup saja," jawab nya.


"Satu lagi, kamu jangan panggil aku Pak, di sana, dan jika ada yang bertanya siapa kamu, kamu harus bilang kamu pacar aku, ya," pinta Rangga.


"Lalu saya harus panggil apa?" tanya Sakina binggung.


"Panggil saja sayang, apalagi nanti di depan teman ku yang bernama Leo, sebisa mungkin, kita harus terlihat mesra di depan nya, mengerti kan Sakina," dengan nada yang sedikit memaksa, melihat Sakina yang pasrah, Rangga pun tersenyum.


Mereka sudah sampai, dan di gedung tersebut sudah berhias bunga-bunga indah, dan papan bunga ucapan selamat, untuk Arjuna dan Evelyn.


Sakina terkesan dengan rangkaian bunga di setiap sudut gedung, belum lagi dekorasi yang terlihat indah dan menakjubkan, cukup mewah untuk acara pertunangan.


Rangga menghampiri Leo yang sudah berada di sana sekitar 30 menit yang lalu.


"Wow, aku pikir malam ini kamu bakalan pergi sendiri," sindir Leo.


"Emang nya kamu saja yang punya Pacar, nih kenalin pacar ku," Rangga memperkenalkan Sakina.


Leo ingin berjabat tanggan dengan Sakina, tapi di larang Rangga,"Jangan di sentuh, dia cuma milik aku," ucap Rangga sambil tersenyum puas mengerjai leo.


"Pacar kamu, yang kamu banggain itu mana Leo," tanya Rangga menantang, karna biasanya Leo, yang suka membanggakan pacarnya kepada Rangga, dengan maksud mengejek nya.


"Sudah putus," jawab Leo santai.


"Jadi kamu pergi sendiri?" tanya Rangga.

__ADS_1


"Iya," jawab nya singkat, dan Rangga tersenyum puas, karna hari ini Leo tak kan membully nya lagi.


Sementara Sakina hanya tersenyum mendengar pembicaraan mereka.


Pihak keluarga Evelyn pun tiba, seseorang wanita yang menggunakan gaun putih nan indah, sedang lewat di hadapan mereka, dengan rambut yang kuncir di kedua sisinya dan dibiarkan keriting menggantung pada bagian bawah, dengan hiasan mutiara pada jepitan rambutnya, sungguh cantik dan elegan.


"Apa wanita itu, yang bernama Evelyn?" tanya Leo.


"Mungkin saja," jawab Rangga.


"Wow cantik sekali," ucap Leo sambil bedecak kagum.


Acara sudah akan di mulai, tetapi Arjuna dan keluarga belum juga tiba, tamu undangan sudah memenuhi aula tersebut.


Tak berapa lama, mereka pun melihat kehadiran Arjuna dan keluarganya, meski hanya berjumlah tiga orang.


Semua mata tertuju pada mereka, tak terkecuali Sakina, iya terperangah ketika melihat ketiga orang yang sangat iya kenal tersebut.


"Kak juna, Kak Raka dan Oma, " sebutnya satu per satu, meski pelan, namun terdengar di telinga Rangga.


"Sakina kamu kenal mereka?" tanya Rangga heran.


"Tentu saja," jawab Sakina, iya pun bermaksud menghampiri mereka.


"Kau mau kemana? " tanya nya binggung.


"Aku mau menghampiri mereka," jawab Sakina, iya hendak melangkah, dan melepaskan gandengan tanggan nya ke Rangga.


"Tunggu Sakina, kau tak boleh kesana, kau harus di sini bersama ku," ucap Rangga dengan tegas.


Sakina semakin gelisah, iya pun nekat mendekati mereka, tanpa mengindahkan Rangga.


Rangga terpaksa mengikuti Sakina, mereka tetap bergandengan, karna Rangga tahu, Sakina belum terbiasa memakai sepatu tersebut, iya takut kejadian memalukan akan menimpa Sakina, jika iya tak menggandeng nya.


Sakina berjalan sedikit cepat, hingga Rangga kewalahan mengikuti nya.


"Tunggu Sakina, kita mau kemana?" Rangga sedikit kesal, tapi iya tetap mengikuti kemana arah Sakina.


Acara pertunangan sudah di mulai, pembawa acara juga sudah mempersilakan Arjuna dan Evelyn untuk saling berhadap-hadapan, karna cicin akan di sematkan sebagai tanda ikatan keduanya.


Raka memberi sebuah kotak cicin kepada Arjuna, Arjuna pun membuka kotak cicin itu dan mengambil cicin tersebut, untuk di sematkan pada jari manis Evelyn.


Tangan kiri Arjuna meraih tangan kanan Evelyn, sementara tangan kanan nya memegang cincin dan sebentar lagi akan iya sematkan di jari manis Evelyn.


Sakina sudah mendekati Arjuna, dengan emosi tak terbendung, iya pun memeluk Arjuna dari belakang, hinga secara tak sengaja cincin tunangannya terlempar entah kemana.

__ADS_1


Arjuna ingin marah kepada seseorang yang memeluk nya dari belakang, begitu pun para bodyguard, mereka mendekati dan ingin menarik Sakina.


"Kakak," tangis Sakina memeluk Arjuna, seketika Arjuna menoleh dan di hadapan nya kini Sakina yang sedang menangis.


"Sakina," Arjuna langsung memeluk nya, mereka semua diam sambil bertanya, siapa wanita yang telah mengacaukan acara pertunangan tersebut.


Mereka haru dalam tanggis, baru kali ini, mereka yang mengenal Arjuna, melihatnya tersenyum, sekaligus menangis haru, tak hanya itu, Raka juga menghampiri mereka dan memeluk keduanya.


Pemandangan itu membuat tercenggang semua orang tanpa terkecuali, Rangga, Rangga masih belum mengetahui siapa Sakina.


Ayah Evelyn memerintahkan seseorang untuk mencari cincin yang tak sengaja terlempar oleh Arjuna, agar acara pertunangan tersebut segera di lanjut kan.


Mereka melepas pelukan nya.


Sementara Evelyn hanya terdiam melihat peristiwa tersebut.


"Aku dan Raka mencari mu, kau dimana, kakak tak menyangka, kita akan bertemu di sini," tutur Arjuna sambil kembali mencium Sakina.


"Sakina datang bersama seseorang Kak, jawab Sakina," iya pun menghampiri Rangga, menggandengnya dan membawa nya mendekati Arjuna dan Raka.


"Rangga "sebut Arjuna.


Sementara Rangga hanya tertunduk, iya tak tahu harus bagaimana, iya sama sekali tak menyangka, bahwa Sakina adalah adik yang di cari Arjuna selama ini.


Karna merasa senang Arjuna langsung memeluk Rangga, "Terima kasih, kau telah membawa adik ku kembali," Arjuna .


Rangga hanya menggangguk, iya juga tak tahu apa yang akan terjadi jika Arjuna tahu, selama ini, adiknya hanya menjadi baby sister untuk anak nya.


Salah seorang keluarga Evelyn, berbisik di telinga Arjuna," Pertunangan harus di lanjutkan," iya pun memberi cicin yang tak sengaja terlempar barusan.


Arjuna menggangguk, iya kembali meraih tanggan Evelyn dan langsung menyematkan cicin tersebut di jari manis Evelyn.


Raka berada di belakang Sakina, iya memeluk Sakina dari belakang, sambil menyaksikan Arjuna yang menyemat kan cincin di tangan Evelyn.


Semua yang hadir pun tepuk tangan, dan tanpa di perintah Arjuna langsung memeluk Evelyn sejenak.


Kedua keluarga tampak bahagia, begitupun Sakina, setelah beberapa tahun berpisah, akhirnya iya bertemu dengan Arjuna, apalagi kini, iya menyaksikan pertunangan Kakak nya secara langsung.


Arjuna tampak bahagia, senyum manis tak lepas dari wajah tampan nya, apa yang membuat Arjuna bahagia, pertunangan nya, atau pertemuan nya dengan Sakina.


Kebahagian yang sama dirasakan oleh Raka, iya beberapa kali mencium pipi Sakina, yang kini berada dalam pelukan nya.


"Ih Kak Raka, nakal ah," ucap Sakina yang tersipu malu, ketika Raka berulang kali menciumnya, meski didepan orang banyak.


Sementara Rangga, iya tak tahu harus bagaimana, apa kah bahagia, sedih atau entalah, yang pasti ada rasa cemburu dalam dirinya ketika Raka tanpa sungkam memeluk dan mencium Sakina di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2