
Raka Radja prawira
Umur 22 tahun, putra dari Riki Radja Prawira dan Syntia larasati.
Arjuna Radja Prawira
umur 22 tahun, Putra dari Riki Radja Prawira dan Mutiara indah, pewaris tunggal dari sang Ayah dan Kakek, PT. Radja Prawira Group.
Rangga Wirady
Umur 28 tahun, Duda beranak satu, seorang GM dari salah satu perusahan Radja Prawira group.
Sakina Ariea putri
Umur 20 tahun, putri dari Arie Perdana dan Mutiara indah.
Setelah tragedi yang menimpa orang tua mereka, Mereka harus hidup terpisah, Arjuna dan Raka di asuh oleh Oma nya, sedang kan Sakina di asuh oleh Ibunya Tiara, Sementara Aziz, iya harus kembali melanjutkan kuliah nya.
Tak ada pilihan lain bagi mereka, Arjuna dan Raka, pun menempuh pendidikan di luar negri selama lima tahun.
Sedangkan Sakina, iya hanya bisa mengenyam pendidikan Sma, dua tahun tinggal bersama sang Oma, Oma pun pergi untuk selamanya.
Sakina kemudian dititip kan di panti asuhan, di kotanya. Semua berubah, Sakina yang manja kini harus terbiasa hidup mandiri.
Tak mudah bagi Sakina melewati waktu, iya sering menangis, ketika merasa rindu dengan keluarganya yang dulu, Ayah, Bunda, dan kakak-kakak nya, yang menyayanginya.
Sakina yang awal nya periang, menjadi pemurung, iya harus mengerjakan pekerjaan rumahnya sendiri, mulai dari mencuci baju sendiri, dan memasak untuk keperluan para penghuni panti, Sakina harus terbiasa bekerja keras, karna di sana tak ada siapa pun yang akan membantu pekerjaan nya, masing-masing mereka punya tugas berbeda.
Waktu pun berlalu, Sakina kini berusia 20 tahun atau tepat nya lima tahun setelah kepergian Kedua orang tua nya.
Sakina bermaksud mencari keberadaan kedua kakak nya, Arjuna dan Aziz, iya pun kini hijrah dari kota nya kini, ke kota tempat tinggal mereka dulu, Sakina melamar pekerjaan di sebuah agen khusus penyaluran babysister, di sana selain iya dapat tinggal gratis, iya juga di latih mengasuh bayi, tak ada cita-cita yang tinggi bagi Sakina, iya hanya berharap mendapatkan pekerjaan untuk membiayai hidupnya sendiri.
Pengalaman nya selama tinggal di panti, telah membuatnya cukup kuat, untuk bertarung menaklukan keras kehidupan.
__ADS_1
Setelah melakukan training selama tiga bulan, Sakina kini mendapat panggilan untuk mengasuh bayi berumur 4 bulan.
"Sakina, " sapa sang Madam.
"Iya Madam," jawab Sakina.
"Kamu akan di tempatkan di sebuah rumah milik keluarga Rangga wirady, tugas kamu mengasuh putrinya yang berusia 4 bulan, ingat Sakina, kamu terikat kontrak dengan kami, jangan melakukan hal yang memalukan yang bisa mencoreng, agensi ini, mengerti kamu Sakina?" tanya Madam.
"Kontrak pertama selama 6 bulan kamu harus bekerja di sana, ingat kamu harus loyalitas dalam bekerja, jika tidak, kamu tak akan mendapat sepeserpun gaji, dan kamu harus mengganti rugi biaya, traning dan tempat tinggal kamu selama di sini," tutur Madam dengan tegas.
Sementara Sakina hanya terdiam, iya gemetar, karna sebentar lagi, iya akan memasuki sebuah rumah yang asing baginya, iya pun tak tahu, apa yang akan terjadi padanya di sana, bagai mana orang -orang di sana memperlakukan nya.
Sedangkan di sini, begitu banyak aturan yang harus iya turuti, Sakina hanya bisa pasrah, karna beginilah hidup, semua tak mudah.
"Mengerti kamu Sakina," bentak Madam yang langsung membuyarkan lamunan Sakina.
"Mengerti Madam," ucapnya gugup.
"Bagus, sekarang kamu beresi barang kamu, sebentar lagi, kamu akan di antar kesana," tutur sang Madam yang mempunyai sorot mata tajam.
Sakina masuk kekamarnya dan membereskan barang-barang nya, iya membawa semua nya, karna selama enam bulan, iya harus tinggal di rumah sang majikan.
Sakina pun sudah siap dan segera menuju mobil, ada petugas khusus yang mengantarnya, Sakina juga membawa surat tugas yang harus iya berikan kepada sang majikan.
Iya memencet Bel, beberapa kali, tak lama kemudian sang pemilik rumah membukakan pintu.
"Selamat pagi Pak, "Sapa Sakina,
"Saya dari agency Baby sister, Kasih Bunda," tambahnya.
"Silahkan Masuk," ucap seorang lelaki yang ada di hadapan Sakina,
"Siapa nama kamu?" tanya lelaki tersebut.
"Panggil saja, Sakina Pak," jawab nya.
"Oke Sakina, tuggas kamu di sini mengasuh dan merawat putri saya yang bernama Aira, dari iya bangun tidur sampai iya tidur lagi, dan malam hari, Aira akan tidur bersama saya," tuturnya .
"Baik Pak saya mengerti," jawab Sakina.
"Disini Saya hanya tinggal bersama ibu saya, dan Dua asisten rumah tangga, sekarang kamu bersiap dan mulai tugas kamu," tuturnya lagi.
__ADS_1
"Baik Pak," ucap nya singkat.
***
Sementara itu, di sudut rumah sakit di ruang VIP, terbaring Raka yang sedang melakukan transfusi darah.
"Entah seberapa lama lagi aku bertahan dengan penyakit ini, ku harap sebelum aku pergi, aku bisa bertemu dengan mu, Sakina," batin Raka.
Arjuna masuk keruangan tempat Raka di rawat," Hai, Raka," sapa Arjuna .
Raka hanya tersenyum.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Arjuna .
"Seperti biasa Kak, entah sampai kapan aku bertahan dengan penyakit ku ini," tutur Raka putus asa.
"Jangan bicara seperti itu Raka, ayo lah semangat sedikit, atau harus ku carikan seorang wanita untuk mu, agar bisa menjadi penyemangat hidup mu Raka?" tanya Arjuna sedikit bercanda.
"Siapa yang mau menikahi ku, kak,?" "Mereka yang menikahiku, harus siap menjanda di usia muda," ucap Raka datar.
"Kau ganteng, kaya, dan kau salah satu pewaris dari Radja Prawira, akan banyak wanita yang mau menjadi istrimu," ujarnya.
"Iya Kak, mereka yang menikahiku, hanya mengiginkan kekayaan ku saja, aku tak ingin dinikahi karna hartaku, aku hanya ingin menikah dengan wanita yang mencintai ku dengan tulus, dan menerima ku apa adanya," ujarnya lagi.
"Kau benar juga Raka, apa itu sebab nya, kau selalu menggunakan motor buntut mu itu, kemana pun kau pergi, lalu apa sebenarnya yang kau cari, hingga kau sibuk sendiri, dan tak mau membantuku mengurus perusahaan ini," keluh Arjuna.
"Aku mencari cinta sejatiku Kak, dan berharap aku menemukan nya sebelum aku pergi," tutur Raka.
"Sedang kan kau tak perlu mencari cinta, cinta sendiri yang akan datang padamu," tambah Raka
"Kau sendiri bagaimana dengan pertunangan mu? "tanya Raka lagi
"Sebernarnya aku masih belum yakin dengan Evelyn, tapi Oma terus mendesakku, aku di paksa menikah muda, harus nya di umur seperti ku, aku masih menikmati masa muda ku, tapi aku tak punya waktu, aku sibuk mengurusi semua ini, aku tak punya waktu untuk memilih pasangan hidup ku sendiri, beban ku terlalu berat Raka, aku harap kau mau berbagi dengan ku, " Arjuna.
"Aku berharap bisa menemukan kedua saudaraku, Mas Aziz dan Sakina, entah bagaimana nasib mereka berdua, aku sanggat mengkhawatirkan Sakina," ujar Arjuna sedih, iya pun meneteskan air matanya.
"Aku rindu adikku Raka, Sangat rindu," tutur nya sambil menangis haru.
"Bagaimana dengan orang yang kau tugaskan mencari mereka Kak? " tanya Raka kembali.
"Mas Aziz sudah tak tinggal di sana, sementara Sakina, aku kehilangan jejaknya," ucap Arjuna lirih, iya begitu sedih dan khawatir dengan Sakina.
__ADS_1
"Aku pun sama Kak, aku masih mencari Sakina, karna aku mencintainya," batin Raka