Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 episode 30


__ADS_3

*Seperti yang di hati ku, ku slalu merasakan debar ini, walau slalu terjalin satu benci, namun akankah kau mengeti, gemuruh kata kutulis, dan ku ucap dengan sepenuh hati, dengan nafas yang tak pernah melemah, penuh harapan ke padamu.


Tak tahu di mana kah awalnya, rasa ini tumbuh dengan tulus, dan apakah itu akan berakhir, semuanya di luar kuasa ku, namun selagi ku hidup, sluruh pikir dan ilham untuk mu, tak kan terbagi walau pun setetes, segenap hidupku bersamamu.


Sakina sudah siap di meja riasnya, wajah nya terlihat sedikit dewasa, dengan memakai gaun pengantin ini, di luar sudah terjadi akad nikah antara Rangga dan Mas Aziz, sebagai walinya, Sakina tersenyum bahagia, saat terdengar kata sah, yang begitu nyaring mungkin karna semua yang hadir, mengucap kan kata itu, hingga terdengar sampai di lantai atas kamarnya, bahkan di rumah dan luas seperti itu.


"Selamat ya Sakina, sekarang kamu sudah sah jadi istri Rangga," ucap Evelyn yang memeluk Sakina, mereka pun haru.


"Terima kasih Kak," jawab Sakina.


"Ayo Sakina, kita keluar temui suami mu," ucap Evelyn, sambil menggandeng tangan Sakina, namun ketika hendak keluar, mereka berpapasan dengan Arjuna.


Arjuna tersenyum kearah Sakina, ia pun langsung memeluknya haru, "Selamat ya sayang, kini kamu sudah resmi jadi istri Rangga."


"Kak Juna punya sesuatu untuk kamu, " ia pun memberi sebuah kotak persegi yang berisikan satu set perhiasan berlian, yang indah dan mewah.


"Ini untuk Sakina Kak?" tanya Sakina tak percaya, ia belum pernah melihat perhiasan seindah dan semahal itu.


"Tentu saja, ini belum seberapa, setelah ini Kakak akan bagi kan Aset milik traktor pertiwi group, kepada kamu dan Raka, karna perusahaan itu, di kembangkan oleh Papa dan Ayah, jadi kamu juga punya hak, 2/3 atas nama Raka, sementara 1/3 di alihkan atas nama kamu, dan Raka juga sudah setuju." papar Arjuna


"Aduh Arjuna, bisa ngak bicara soal warisanya nanti saja," gerutu Evelyn.


"Sakina pasti sudah di tunggu suaminya," tambah Evelyn.


"Biarkan saja, setelah hari ini, ia akan membawa pergi adiku," ucap Arjuna santai.


Sakina menggandeng tangan Arjuna, "Ngak akan ada pergi Kak, Kami semua akan tertap bersama Kakak di sini, Sakina dan Mas Rangga, sudah sepakat, setiap malam minggu, kami akan menginap di sini," ujarnya.


Mereka terus saja ngobrol, hingga lupa yang di bawah sudah resah menunggu, Rangga sudah tak sabar melihat dan memasangkan cincin pernikahan untuk istri nya.


Tak berapa lama, Sakina pun terlihat ia di gandeng Arjuna dan Evelyn.


Melihat kedatangan istrinya, Rangga pun berdiri, dan menyambut kedatangan Sakina, ia langsung memeluk dan mencium istrinya, dan terdengar sorak dari tamu yang hadir, tanpa menunggu lagi, Rangga langsung menyematkan cincin di jari manis Sakina, dan di sambut tepuk tanggan oleh para tamu yang hadir.


Rona bahagia terpancar dari keduanya,


Para keluarga, dan kerabat yang hadir pun, langsung memberi selamat kepada mereka.


"Selamat ya Rangga, ini kedua kali nya aku nengucapkan selamat, di hari pernikahan mu, kira-kira kapan ya Rangga, giliranmu yang mengucapkan selamat untuk ku," ucap Leo.


"Kamu ngak usah sedih gitu Leo, yang jomblo bukan cuma kamu Kok, Pak bos juga," Rangga melirik Arjuna yang berada di samping nya.


Dan Arjuna sadar, Rangga menyindirnya, ia hanya tersenyum.


"Kalau aku jomblo rasanya wajar, muka pas-pasan, dompet pas-pasan, tapi kalau Pak bos yang jomblo, rasa nya ngak wajar saja, muka cakep, keren, tajir melinir lagi, rasa nya ngak wajar dong, jangan-jangan penyuka sesama jenis lagi, "ucap Leo yang semakin memojokan Arjuna.

__ADS_1


Arjuna tak merasa tersinggung sedikit pun, mereka memang seperti itu, Arjuna memahami, sebenarnya Leo dan Rangga, ingin agar ia mencari kekasih, Arjuna pun merasakan hal yang sama, setelah melihat kebahagian kedua adiknya dalam menjalani rumah tangga, ada rasa iri di hatinya, ia juga ingin seperti mereka, duduk di pelaminan, bersama pasangan yang sah, tapi karna kontraknya dengan keluarga Evelyn, membuatnya frustasi, ingin rasanya ia keluar dari kemelut ini, satu sisi ia harus menjaga amah dari kakeknya, agar tak membiarkan siapa pun yang menguasi seluruh aset dan perusahaan Kakeknya, meski kepada Raka sekali pun, yang kedua ia juga manusia, ia juga ingin hidup bahagia punya anak dan istri.


Pesta telah usai, Setelah dari gedung pernikahan merekay Rangga langsung membawa Sakina pulang ke rumahya.


Rangga sudah menyiapkan kejutan khusus untuk nya.


Selama di perjalanan menuju pulang, Rangga dan Sakina tak henti hentinya menebar senyum kebahagiaan, ada rasa yang sedikit mengusik di hati Sakina.


Setelah menjadi istri Rangga, apa yang akan di lakukan Rangga, terhadapnya, pikir Sakina, ia pun terseyum sendiri, antara rasa takut dan penasaran, jantungnya pun mulai berdebar tak beraturan, meski mereka belum sampai di rumah.


Melihat Sakina yang tersenyum sendiri, Rangga angkat bicara.


"Kamu kenapa Yang, Kok senyum-senyum sendiri?" tanya Rangga yang pikiranya juga sudah kemana-mana.


"Ngak sabar ya?" tanyanya sambil menaik turunkan alisnya.


"Apaan sih" jawab Sakina malu, ia pun tersenyum dan tertunduk malu.


"Ngak usah nervous gitu yang, aku juga ikut grogi nih," ujar Rangga.


Sakina kembali memeluk Rangga, rasa yang terlalu indah untuk di ungkapkan dengan kata-kata, karna baru kali ini Sakina merasakan cinta, Rangga adalah cinta pertamanya dan berharap akan menjadi cinta terakhir baginya.


Mereka sudah sampai, di depan rumah sudah ada Ibu yang menunggunya dengan perasaan bahagia.


Mereka turun dari mobil, dan langsung bergandengan tangan.


Setelah di depan pintu, Sakina mengucap salam, dan di lanjut dengan sungkeman.


Sakina sedikit ragu terhadap Ibu mertuanya, bukankan Ibu tak pernah menyukai ku, batin Sakina, yang terlihat heran, bahka kini kebaikan Ibu mertuanya sedikit berlebihan.


Rangga langsung membawa istrinya menuju kamar, Kamar tersebut sudah di cat dan di dekorasi menjadi kamar pengantin dengan hiasan bunga di setiap sudutnya.


Sakina langsung duduk di tepi tempat tidur, dan di sampingnya sudah ada Rangga.


Sakina merebah kan tubuhnya di bahu Rangga, ia pun menggenggam erat tangan Rangga, Rangga merasakan tangan Sakina yang dingin.


Mesti di panasin dulu nih, batin Rangga.


"Sayang kita dansa dulu yuk," ajak Rangga sambil menarik lembut tangan Sakina.


Rangga mematikan lampu kamarnya, dan menghidupkan lampu tidurnya, ia pun memutar lagu beautiful in white.


Lagu itu memang romantis, sangat pas sekali di gunakan untuk berdansa.


Kini Rangga memeluk pinggang sakina, dan merapatkan ke tubuhnya, kini ia melihat kecantikan istrinya dari jarak dekat, meski dengan cahaya yang remang-remang, nyatanya aura kecantikanya semakin memancar.

__ADS_1


Kini tubuh mereka saling menempel dengan tangan yang saling merangkul, mata mereka saling menatap penuh kemesraan.


Rangga memeluk istrinya, sambil melakukan gerakan dansa, ia kembali teringat bagaimana pertama kalinya, ia, merasakan jatuh cinta pada Sakina.


Saat mereka berdansa, dan ketika itu Sakina memeluk erat tubuhnya, dan tertidur di dalam pelukanya.


Rangga terhenti ketika di rasanya, Sakina kembali terlelap dalam pelukanya.


"Sayang bangun sayang," ucap Rangga sambil menguncang tubuh Sakina pelan.


Setelah beberapa upaya di lakukan, Sakina tetap saja tak bangun, ada kekecewaan di hati Rangga, ia menyesal karna telah mengajaknya berdansa.


"Sakina gimana sih, belum juga di pakai sudah tidur," gerutu Rangga.


Meski kecewa, Rangga tetap memeluk istrinya, dan menggangkat tubuh istrinya dengan perlahan, dan membaringkanya diatas tempat tidur.


Sekali lagi ia menatap Sakina dan memastikan bahwa Sakina memang benar-benar tertidur.


Meski sangat ingin melakukanya, tapi Rangga memutus kan untuk menundanya.


Dengan perasaan kecewa, Rangga mengganti pakaianya dan berbaring di samping istrinya.


Sebelum tidur Rangga mengecup bibir Sakina, sebagai ucapan selamat malam.


Rangga pun mengecup bibir Sakina untuk yang kedua kalinya, tapi kali ini, Sakina merespon dan membalasnya.


"Sayang kamu belum tidur?" tanya Rangga bahagia.


"Ya belumlah, aku cuma mau mengerjai kamu kok," ucap nya tersenyum sambil menatap mesra Rangga.


Tanpa basa-basi lagi, Rangga melepaskan satu persatu pakaian yang menutupi tubuh istrinya, setelah selesai, ia pun mencumbui di tubuh Sakina dari bawah sampai atas.


Dan kini sebentar lagi tubuh mereka akan menyatu, Rangga berbisik di telinga Sakina.


"Maaf sayang, pertama kalinya, pasti akan sakit," bisik Rangga, karna ia yakin istrinya perawan suci.


"Ngak apa kok Mas, aku rela sakit demi kamu," ucapnya sambil menatap mesra Rangga.


"Ilove you, sayang" ucap Rangga sebelum memulai aksinya.


"Ilove you too,"


Dan mereka pun kini bergulat dalam perasaan yang bercampur baur, perasaan haru, cinta dan bahagia, seiring gerakan yang sudah tercipta sejak manusia tercipta di bumi ini.


Mereka pun tersenyum puas, dan kembali saling merangkul hingga fajar tiba.

__ADS_1


__ADS_2