Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Bersama kembali


__ADS_3

Pagi hari nya Tiara sudah terlihat segar,"Rie, kau mau menolong ku Rie," tanya Tiara.


"Tentu, apa itu ?" tanya Arie.


"Ambil kan uang di ATM ku Rie," Tiara menunjukan kartu ATM nya,


"Untuk apa Tiara?"


"Ya untuk bayar perawatan ku Rie," tukas nya.


"Pakai uang ku saja Tiara, ujar Arie.


"Rie, aku sudah cukup merepot kan mu, aku tak tak ingin membebani mu," tolak Tiara.


Dan Arie tahu, Tiara orang yang keras kepala, iya pun pergi setelah di beri tahu Tiara nominal dan pin nya.


Arie kesebuah ATM dan menarik uang sesuai permintaan Tiara. Arie pun terkejut dengan saldo fantastis di rekening Tiara.


Arie berfikir, Tiara menikahi Riki belum setahun, tapi saldo di rekening Tiara sudah sebesar itu, berapa yang di beri Riki perbulan nya untuk Tiara. Arie pun kembali menghempas nafas nya, andai saja Tiara istri ku, mungkin aku tak kan sanggup memberinya nafkah meski hanya sepersepuluh dari yang Riki berikan pada nya.


"Ah.. Aku memang tak pantas bersama Tiara," batin nya.


Mereka pun bersiap untuk pulang kerumah, karna kondisi Tiara sudah membaik, iya harus minum vitamin dan obat lambung.


Setelah membereskan semua barang Tiara, mereka pun pulang.


Sesampai di rumah ternyata mereka melihat mobil Riki yang terparkir di rumah.


Tiara begitu senang iya pun langsung berlari menuju rumah nya dan di depan pintu iya bertemu Riki.


"Mas," sapa Tiara gugup.


Riki pun memeluk Tiara, "Maaf Tiara aku telah meninggal kan mu," ucap Riki.


"Aku senang kau pulang Mas, Aku menunggu mu di sini, aku ingin menjelas kan semua nya,Mas.," tutur Tiara semangat.


"Tak perlu sayang, harus nya aku percaya pada mu, aku tak bisa hidup tanpa mu, Tiara."


"Aku tak ingin jauh dari mu lagi,"ucap Riki.


"Aku juga Mas, jangan tinggal kan aku Mas, "balas Tiara.


Riki pun mencium seluruh bagian di wajah Tiara, iya melepaskan kerinduan nya.


Sementara Arie binggung, apa iya harus mengatakan rahasia Riki pada Tiara, tapi, melihat Tiara yang bahagia rasa nya iya tak tega, karna sudah beberapa hari ini Tiara begitu menderita karna kepergian Riki.


"Biar lah aku yang mengalah, asal kau bahagia," batin Arie.

__ADS_1


Arie ingin pergi, tapi Tiara memanggil nya. Tiara membawa Arie mendekati Riki.


"Mas, aku dan Arie tak ada hubungan apa pun, dan selama ini Arie lah yang menjaga ku, karna aku sedang ngidam dan aku sudah hamil sebulan Mas." ucap Tiara.


Arie memandang tajam kearah Riki, Riki pun tak enak.


Riki memeluk Arie, "Terima kasih Rie, harus nya aku tak mencurigaimu," ucap Riki.


Arie hanya diam.


"Ku mohon jangan beri tahu Tiara Rie, Demi Tiara Rie, bisik Riki di telinga Arie.


Tiara berfikir Arie marah dengan Riki karna telah menuduh nya, tapi sebenar nya Arie marah pada Riki, karna Riki mengkhianati Tiara dengan Syntia.


Tiara pun memeluk Arie, "Terima kasih Rie, kau telah menjaga ku, dan saat ini aku sangat bahagia Rie, karna suami ku kembali dalam pelukanku lagi, tutur Tiara."


"Sama-sama Tiara, aku tetap akan menjaga mu, dan tak akan berkhianat pada mu, kata-kata Arie tajam menyindir Riki, tatapan mata Arie pun tajam menusuk Riki."


Riki menundukan pandangan nya, iya tak mampu menatap mata Arie.


Mereka pun melepas kan pelukan nya,


"Aku titip Tiara Mas, jika kau menyakiti nya lagi, kau akan berurusan dengan ku," ucap Arie kepada Riki, iya pun berlalu.


Riki hanya diam melihat Arie, Riki begitu menyesali perbuatan nya, tapi iya tak ingin Tiara mengetahui nya.


"Tentu saja sayang, aku bahkan rindu dengan kopi buatan mu"


Riki mengangkat dagu Tiara dan mencium bibir nya, "Hampir saja aku kehilangan mu Tiara," batin Riki.


Riki membaring kan Tiara, iya pun mencium perut nya, tapi Tiara langsung mengarah kan kepala Riki tepat berhadapan dengan wajah nya.


Mas Aku rindu sama kamu, dengan sangat mengerti Riki pun memulai aksi nya.


Setelah puas mencurah kan rasa rindu nya, mereka pun terbaring lemas.


Riki tersenyum karna bisa melihat wajah Tiara kembali.


"Sayang kau kemana semalam, aku sampai mencari mu di rumah ibu mu semalam."


"Apa Ibu ku tahu Mas?"


"Aku hanya menunggu mu diluar, aku tak berani bertanya pada nya," jawan Riki.


"Untung lah Mas, jika Ibu ku tahu, iya pasti menyuruh ku pulang dan berpisah dengan mu," jelas Tiara.


"Aku tahu Sayang, aku juga takut jika di maki-maki Ibu mu, tapi satu hal yang paling ku takuti di dunia ini, hanya kehilangan mu,Tiara."

__ADS_1


"Tiara, berjanji lah seperti apa pun badai yang menghantam rumah tangga kita nanti, kita akan selalu bersama dan jangan pernah kau meninggal kan ku."


"Iya Mas, asal kau percaya pada ku seperti aku percaya padamu," ucap Tiara.


Riki tersentak mendengar penuturan Tiara," Bagaimana kau bisa percaya pada ku Tiara, sedang baru beberapa hari jauh dari mu, aku sudah berkhianat pada mu," lirih Riki dalam hati nya.


Pagi hari.


Suasana hati Tiara berbunga-bunga karna kini iya tlah kembali ke rutinitas seperti biasa nya, membuat kopi untuk suami nya dan mendapat kecupan hangat dari sang suami.


"Pagi Sayang," ucap Riki di telinga Tiara iya pun memeluk Istri nya dan mencium nya.


"Mas kopi, nya" Tiara menyodor kan secangkir kopi pada nya.


"Em Manis, semanis senyum mu pagi ini,"ucap Riki, iya pun mencium tangan dan perut nya.


Tiara duduk berpangku pada Riki," Mas, nanti sore temani aku kedokter kandungan ya."


"Tentu sayang, aku juga tidak sabar melihat pertumbuhan jabang bayi kita."


"Mas, jika anak kita laki-laki kita beri nama siapa?"


"Emm Arjuna, " jawab Riki.


"Kok Arjuna," emang kenapa?


"Karna Arjuna itu lambang dari ksatria tanpan dan berani," papar Riki menjelas kan.


"Kalau perempuan Mas?"


"Emmm, Sakina" jawab nya.


"Alasan nya?" tanya Tiara.


"Karna aku ingin keluarga kita menjadi keluarga yang sakina," jawab Riki spontan.


Saat asik ngobrol terdengar suara ketukan pintu.


"Biar aku yang buka, Sayang"


Tiara pun ikut keluar menemani Riki, dan saat membuka pintu, ternyata yang datang adalah Mama Riki.


Mama langsung memeluk Tiara, "Menantu Mama sayang, "iya pun langsung memeluk Tiara.


"Mama ada apa, Mama kesini tumben ?" tanya Tiara.


"Mama dengar tentang kehamilan kamu, Mama langsung pergi menemui kamu, Mama ingin kamu tinggal sama Mama, biar Mama bisa menjaga kamu," tutur Mama bahagia.

__ADS_1


__ADS_2