Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Akhir yang tragis


__ADS_3

Riki mengejar mobil Arie, ternyata mobil nya juga mengalami masah, sepertinya ada yang membobol rem mobilnya.


Untung saja jalanan sepi saat itu, iya masih membuntuti mobil Arie, dengan kecepatan stabil, karna waktu itu, Arie juga tak terlalu laju, meski menuju luar kota.


Arie masih belum menyadari ada masalah di mobil nya, sepertinya mereka tidak memutuskan langsung rem nya, hingga bisa di gunakan beberapa kali, sebelum akhir nya blong.


Saat ingin menghindari sebuah truk, Arie kehilangan kendalinya, dengan tiba tiba rem nya menjadi tak berfungsi.


Arie menjadi panik, iya pun secara reflek membanting stirnya kearah kanan, hingga keluar jalur dan meluncur kearah jurang.


Begitu pun Riki, iya melihat sendiri mobil mereka meluncur mulus kearah jurang.


"Tiara "pekik Riki,


Sementara Arie, sudah kehilangan kendalinya, beberapa kali mobil tersebut menabrak pohon, namun, kembali meluncur, tak terbayang manusia yang ada di dalam nya, jika mobil nya saja sudah ringsek seperti itu.


Riki menghenti kan mobil nya secara perlahan, setelah berhenti, iya pun keluar dari mobil itu, dan langsung turun menuju jurang.


Riki masuk kedalam jurang yang masih di penuhi hutan-hutan dan pepohonan besar, tubuhnya gemetaran, kakinya sempoyongan iya terus berteriak memanggil nama Tiara.


"Tiara" panggilnya berkali-kali.


Sesak masih memburu nafasnya, beberapa kali iya terjatuh, karna kehilangan keseimbangannya, namun Riki tetap menembus hutan belantara, untuk menemukan jejak mereka.


Kaki Riki terluka parah, iya tertusuk bambu tajam dan beberapa duri dari tanaman hutan, tapi Riki tak menyerah, iya terus mencari dan menyusuri hutan, berharap bertemu Tiara, sebelum terlambat.


Dengan jerih payah dan usahanya, iya pun melihat mobil Arie, di ujung jurang, yang tak seberapa dalam tersebut, namun masih penuh dengan pohon-pohon besar dan hutan belantara.


Dengan terjingkat- jingkat Riki menghampiri mobil tersebut, iya kemudian mendekatinya, dan membuka pintu mobil di sisi tempat Tiara duduk.


Tiara terluka parah, darah segar terus mengucur pada kening, hidung, dan mulutnya.


Riki seketika menangis melihat Tiara, dengan segala daya iya pun mengangkat tubuh Tiara, menjauh dari tempat tersebut.


Namun baru beberapa langkah, iya sudah tersungkur, karna tak melihat ada batu menghadang jalan nya.


Tubuh Tiara terhempas, di atas kedua tanganya.


Tiara melihat dan menatap Riki.


"Mas, tolong Arie Mas," ucapnya sangat lirih.

__ADS_1


"Iya Tiara, " jawab nya,


Tubuh Riki masih gemetar, namun iya coba untuk menyelamat kan Arie, namun apa daya, Arie ternyata sudah tiada, mungkin karna luka yang parah, akibat terbentur stir mobil berkali-kali.


Riki menarik tubuh Arie menjauh, mobil itu bisa saja meledak, dan dan iya tak tega untuk membiarkan tubuh Arie terbakar di sana.


Dengan sekuat tenaga nya, Riki menarik tubuh Arie hingga berada di samping Tiara.


Tiara menangis pilu melihat tubuh Arie dalam keadaan tanpa nyawa, iya sendiri tak mampu bergerak, iya hanya menggerakan tangan nya mencoba meraih tangan Arie.


"Ayah" ucapnya lirih.


Riki mendekati Tiara.


Riki menyapu darah yang terus mengalir di kening Tiara.


"Mas, lari Mas, mobil itu bisa saja meledak," ucap Tiara lirih di telinga Riki, karna kini tubuh Riki ada di atas tubuhnya, Riki menciumi pipinya.


"Aku ngak akan lari lagi, sudah lima belas tahun aku lari dari mu, kita akan mati bersama di sini, mungkin ini satu- satunya jalan agar kita bersama di keabadian," ucap nya sambil memeluk Tiara


" Aku akan melindungi tubuh mu, agar tak terbakar ledakan mobil itu," ucap Riki sambil menangis tersedu-sedu.


"Tiara kau pernah berjanji pada ku, akan mencintai ku, hingga di kehidupan abadi, kau juga berjanji pada ku, jika ada kehidupan kedua setelah ini, kau akan memilih ku untuk menjadi pasangan mu, kau ingat itu Tiara?" suara Riki semakin berat sambil menahan tangis nya.


Riki menangis melihat Tiara dalam keadaan sakratul maut nya,


***Kemaren engkau masih ada disini, bersamaku melewati rasa ini, berharap semua tak kan berakhir, bersamamu, bersamamu,


Kemarin dunia terlihat sangat indah, bersama mu ku lewati itu semua, berharap semua tak kan berakhir, bersamamu, bersamamu,****


"Tiara, kita akan bersama selamanya, kau mau kan Tiara, menjadi pendamping hidupku di sana," ucap Riki haru, iya masih memeluk Tiara.


Tiara masih mengatur nafasnya yang semakin tersenggal di tenggorokannya, namun iya masih bisa menjawab Riki dengan mengganggukan kepalanya.


Tanggan Tiara masih memegang erat tangan Arie.


"Yah, waktu nya sudah tiba, tugas bunda menjadi istri ayah sudah selesai di dunia ini, kita akan pergi bersama, namun dengan arah yang berbeda, maafkan Bunda yah, sekiranya ada kekurangan pada bunda, selama menjadi istri Ayah, Ayah adalah lelaki terbaik, Ayah adalah jodoh yang luar biasa, dan Ayah adalah anugrah terindah yang pernah bunda miliki, selamat jalan Ayah, akhirnya maut juga yang memisah kan kita yah, "batin Tiara sambil menoleh kearah Arie.


Duaaaarrr ledakan dari mobil,


Ledakan tersebut, melambungkan barang yang terbakar dan langsung menghantam kepala Riki, seketika tubuh Riki tumbang keatas tubuh Tiara.

__ADS_1


****Kini sendiri di sini, menanti mu, tak tahu di mana, semoga tenang kau di sana selamanya,...


Aku, selalu mengingatmu, doa kan mu, setiap malam ku, semoga tenang kau disana selamanya...****


Tiara menangis, bahkan di detik-detik terakhir hidupnya, iya harus menderita, karna menyaksikan kedua orang yang di cintainya, meninggal di hadapan nya.


Tiara merebahkan tubuh Riki yang tanpa nyawa di samping tubuhnya, iya menggenggam erat tangan keduanya, Riki dan juga Arie, yang ada di kedua sisinya kini.


Kedua nya tetap menemani Tiara, hingga iya menutup matanya, mereka membuktikan kepada Tiara, besarnya cinta mereka untuk Tiara.


Tiara pergi membawa kedua cintanya.


Hempasan nafas terakhir Tiara, iya pun menutup matanya, dengan kedua tanggan memegang keduanya.


KETIKA TAKDIR MENYATUKAN AKU DAN MEREKA, Riki: aku mengenal cinta dan persahabatan dari Tiara dan Arie.


KETIKA TAKDIR MENYATUKAN AKU DAN MEREKA, Arie: Aisyah adalah bidadari bagiku di dunia dan di akhirat, Tiara adalah cinta pertama dan terakhir bagi ku.


KETIKA TAKDIR MENYATUKAN AKU DAN MEREKA Tiara: Aku belajar mencintai dan dicintai dari kedua nya, Riki dan Arie, dari sudut pandang berbeda, Riki seorang yang romantis namun tak mampu mengendalikan emosi, Sedakan Arie, seorang yang sederhana dan sabar,


Mobil ambulan dan tim penyelamat mengevakuasi tubuh mereka, mereka di makam kan secara bersama, dengan tiga liang lahat berbeda, kejadian itu, membuat keempat anak mereka, menjadi yatim.


Kini tinggalah, keempat saudara yang saling berpelukan dan menangis pilu, meratapi nasib mereka, menjadi yatim secara bersama.


Aziz, Arjuna, Raka dan Sakina, mereka masih kecil, namun harus menerima kenyataan pahit ini.


Tak ada lagi Ayah yang hangat, dengan pelukan dan nasehat nya, tak ada lagi Bunda, yang selalu perhatian, dalam mendampingi dan mendidik mereka.


Mereka kembali berpelukan, kini mereka di tinggal untuk selamamya...


****(liryk by Seventen, kemarin)


*********** SEKIAN*****


Sampai jumpa di KETIKA TAKDIR MENYATUKAN AKU DAN MEREKA season 2...


Terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa, keluarga dan Manggatoon, akhirnya novel ini selesai juga meski rencananya akan ada season 2( insya Allah)


Terima kasih, kepada autor dan para reader setia, terima kasih atas dukungan nya, support dan semangatnya.


Autor berharap ada produser film yang berani mengangkat novel autor ini ke layar lebar atau mini seri, tentunya atas seijin pihak manggatoon( nge halu aja author, kepedean, tapi ngak salah dong menghalu, ini kan dunia halu)

__ADS_1


Terima kasih semuanya...


See you latter. bye


__ADS_2