Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
season 2 episode 9


__ADS_3

Pesta dansa segera di mulai, semua sudah siap di posisi masing-masing, Sakina melepaskan pelukan Raka dan mencari Rangga.


Dengan menggandeng tanggan Raka, Sakina menghampiri Rangga yang duduk di samping Leo.


"Jadi pacarmu mu itu, adik bos Arjuna?" tanya Leo kepada Rangga.


Rangga tak menjawab, iya hanya diam.


"Rangga aku bicara padamu," Leo menggagetkan Rangga.


"Aku tak tahu, jika iya itu adiknya Arjuna," jawab Rangga singkat.


"Kau memang selalu beruntung Rangga, selalu mendapatkan jodoh yang baik, kenapa ya, aku tak bisa sepertimu," sesal Leo.


Rangga merasa sedikit kecewa, iya membawa Sakina ke pesta untuk menemani nya, tapi kini dia harus duduk di bangku jomlo bersama Leo.


Sakina datang menghampiri Rangga, "Sayang ayo kita berdansa," ujar nya dengan sengaja di depan Leo, seperti yang di perintah kan Rangga sebelum nya, bahwa iya harus bersikaf mesra terhadap Rangga di depan Leo.


Raka kaget mendengar Sakina yang memamggil Rangga dengan sebutan sayang.


"Apa hubungan mu dengan Rangga, Sakina?" tanya Raka heran.


"Kami pacaran "jawab Sakina santai,


Rangga tersenyum dengan bangga, meski iya adalah adik dari Arjuna, tapi iya tetap mematuhi perintah Rangga.


Rangga berdiri dan membawa Sakina berdansa, kini tinggal Raka dan Leo yang duduk di kursi jomlo.


"Terima kasih Sakina, kau masih mau berdansa dengan ku, meski kau tahu, kau adalah adik Arjuna," ucap Rangga yang kini berhadapan dengan Sakina.


"Kau tenang saja Pak, aku tak kan mengecewakan mu," jawab Sakina.


"Karna aku tahu, seberapa besar pengorbanan mu, untuk acara ini, aku merasa berhutang sepuluh juta padamu ,jika aku mengecewakanmu," jawab Sakina, iya terlihat lebih santai terhadap Rangga.


Mereka berdansa dibawah remang-remang cahaya, dengan alunan musik romantis. Tiba-tiba saja Sakina merasa ngantuk, iya ingin menguap tapi di tahan nya.


"Kau kenapa?" tanya Rangga,


"Kebiasaan ku, jika cahaya remang-remang begini, aku akan mudah terlelap," jawab Sakina yang menahan mulutnya untuk menguap.


"Rangga menarik tubuh Sakina agar merebahkan kepalanya, kau bisa tidur di pelukan ku sekarang," ucap Rangga sambil menatap mata Sakina dan tersenyum.


Tapi baru saja iya merebahkan kepalanya, Arjuna datang menghampirinya, "Rangga bisa aku pinjam Sakina," pinta Arjuna.


"Tentu saja," jawab Rangga dan iya pun mundur dan duduk bersama Raka dan Leo.


Sementara Evelyn terlihat sangat santai saat di tinggal Arjuna, iya kemudian mencari seseorang, dan di temukan nya duduk bersama Rangga dan Leo.

__ADS_1


Evelyn menghampiri Raka.


Iya menarik tanggan Raka, "Ayo Raka berdansa dengan ku," ajak Evelyn.


Raka pun mengikutinya,


"Aku tak bisa berdansa Evelyn," ucap Raka secara jujur.


Evelyn meraih kedua tangan Raka dan melingkarkan kepinggangnya, Evelyn pun merebah kan kepala nya di dada Raka.


"Jantung mu berdetak kencang Raka," ujar Evelyn yang masih menyandarkan kepalanya kedada Raka.


"Aku tak pernah sedekat ini dengan wanita Evelyn, jadi wajar saja jika aku gugup,"


Evelyn memeluk Raka, iya masih menempelkan telinganya kedada Raka.


"Aku menyukai mu Raka, aku menyukai semua tentang mu, aku suka mencium aroma tubuhmu, aku juga suka dengan irama detak jantung mu, bahkan aku suka dengan suara hempasan nafasmu, dan semua tentang mu Raka," ujar Evelyn masih dalam pelukan Raka.


Sementara Raka hanya terdiam mendengar kata-kata Evelyn.


"Kau gila, kau itu tunanggan kakaku," tutur Raka sambil melepaskan pelukan Evelyn.


"Akan ku tunjukan apa yang lebih gila dari ini, " Evelyn pun mendekatkan wajah ke wajah Raka, Evelyn langsung mencium bibir Raka.


Raka hanya terpaku dengam gerakan Evelyn yang tiba-tiba, iya tak menyangka Evelyn ternyata serius.


"Kau menciumku Raka," Evelyn memancing Raka.


"Bukankah kau yang memulai," sangkal Raka.


"Kalau gitu kita inpas," Evelyn kembali memeluk Raka, mereka tidak berdansa tapi berpelukan.


Ternyata Ayah Evelyn melihat perbuatan Evelyn pada Raka, iya pun menghampiri dan menarik tubuh Evelyn, menjauh dari keramaian.


Sakina kini dalam pelukan Arjuna , "Kau kemana saja Dek, kakak sudah mencari mu,kemana-mana," ujar Arjuna sambil memeluk Sakina.


"Banyak yang terjadi pada Sakina Kak, sejak kita berpisah, Hidup Sakina sanggat berat, Sakina pun harus berjuang sendirian, setelah kepergian Oma."


"Kakak ngak akan biarkan kamu pergi Sakina, kamu harus tinggal bersama kakak sekarang, "


"Tapi Kak, Sakina belum bisa tinggal dengan Kakak sekarang, karna Sakina masih ada urusan."


"Tidak bisa, kau harus tinggal dengan Kakak sekarang, aku takut kehilangan mu lagi Sakina," iya pun semakin erat memeluk Sakina.


"Tolong lah mengerti Kak, Sakina sekarang sudah besar, dan Sakina punya tanggung jawab yang harus Sakina selesaikan, Sakina janji setiap malam minggu Sakina akan mengunjungi kakak."


"Tapi..., " kata-kata Arjuna terhenti, langsung di sambar Sakina.

__ADS_1


"Kak ingat nasehat Ayah, kita harus bertanggung jawab, atas keputusan apa pun yang kita ambil, dan Sakina ingin mandiri, setelah tugas Sakina selesai, Sakina pasti akan pulang ke rumah Kakak."


"Baik lah Sayang, kau harus jaga diri, kau harus telpon Kakak setiap saat, kau mengeti kan," ucap Arjuna, iya kembali mencium kening Sakina.


"Lalu apa hubungan mu dengan Rangga?" tanya Arjuna.


Sakina ingin jujur tapi, iya takut akan berpengaruh pada Rangga.


"Apa dia pacarmu?" tanya Arjuna langsung, karna iya melihat Sakina yang terlihat binggung.


Iya pun menggangguk, meski terasa berat untuk berbohong pada Arjuna, Kakak nya pasti akan marah dan tak mengijinkan nya pergi jika, Arjuna tahu, iya hanya baby sister anak Rangga.


"Sudah berapa lama kalian kenal?"


"Sebulan," jawabnya singkat.


"Hah baru kenal sebulan, kalian sudah pacaran, lalu berapa lama kalian pacaran?"


Pertanyaan Arjuna semakin membuat Sakina binggung, iya hanya diam dan menunduk.


"Dek, Kakak sebenarnya tak ingin melihat kamu menikah cepat, kakak tak ingin kehilangan kamu lagi, Kakak ingin menjaga dan melindungi kamu selamanya, dan kakak tak ingin ada yang menyakiti kamu, biar lah kamu bersama kakak selamanya," Arjuna kembali memeluk Sakina.


Ada yang aneh dari kata-kata Arjuna, sesayang apa pun seseorang pada saudaranya, iya tak mungkin akan menjaga nya selamanya, apa yang terjadi dengan Arjuna, kedengarannya iya seperti tak mengijinkan seseorang membawa adiknya.


Sementara itu Evelyn di tarik kasar oleh Ayah nya.


"Apa yang kamu lakukan Evelyn, berani sekali kamu mencium dan bermesraan di depan orang banyak, bersama adik dari tunanggan mu sendiri, "hardik Papa Evelyn.


Evelyn diam tak menjawab, iya hanya tertunduk," Jika kau sampai melakukan hal yang nekat lagi, daddy akan habisi Raka, ingat itu, karna aku tak pernah main-main." iya pun berlalu meninggalkan Evelyn.


Pesta telah usai, waktu nya mereka untuk pulang.


Sakina memilih pulang bersama Rangga, karna ia masih terikat kontrak dengan Rangga selama lima bulan lagi.


Setelah berpamitan pada Arjuna, Raka dan Oma, Sakina pun pulang bersama Rangga.


Mereka bertiga juga pulang, Arjuna terlihat senang setelah pertemuaan nya dengan Sakina, tetapi sebaliknya Raka, saat bertemu dengan Sakina, iya begitu senang, tetapi kini iya terlihat murung.


Raka masih merenungi kata-kata Evelyn, iya tak menyangka sama sekali, ternyata Evelyn menyukainya, bukan Arjuna .


Rangga tersenyum kearah Sakina, "Terima kasih Sakina," ucapnya sambil melirik kearah Sakina.


"Terima kasih untuk apa Pak?"


"Untuk semua yang kau lakukan hari ini, untuk sandiwaramu di depan Leo, untuk pesta dansa yang romantis, dan yang terpenting kau mau ikut bersama ku lagi," papar Rangga.


"Sama-sama Pak, karna kau juga, aku kembali bertemu Kakak ku, Terima kasih juga Pak," mereka pun saling melempar senyuman.

__ADS_1


__ADS_2