
Aisyah sedang menjemur pakaian, baru beberapa helai saja, Iya sudah merasa kan sakit kepala dan hampir pingsan.
Arie yang melihat hal tersebut langsung menghampiri nya, kemudian iya mengangkat tubuh Aisyah dan membawa nya kekamar.
"Kamu kenapa Aisyah?"tanya Arie khawatir.
"Ngak Mas, aku memang sensitif terhadap cahaya,"jawab Aisyah.
"Lain kali biar saja aku yang melakukan nya," ujar Arie lagi.
Kemudian Arie melanjut kan menjemur pakaian tersebut, setelah selesai iya pun kembali kekamar menemui Aisyah.
Aisyah terlihat sedih dan menetes kan air mata nya.
"Kamu kenapa sayang?"tanya Arie sambil mengusap air mata Aisyah.
"Aku merasa sedih Mas, aku ngak bisa masak, ngak bisa pula menjemur pakaian, semua kamu lakukan seorang diri, aku merasa ngak berguna,Mas," ungkap Aisyah dengan sedih.
"Jangan bicara seperti itu Aisyah, kamu sangat berati dalam hidup aku," Arie langsung memeluk Aisyah dan mencium kening nya.
"Aku pergi dulu, kamu jaga diri ya,kamu minum obat ya, sayang," ujar Arie lagi.
Aisyah kemudian membuka laci obat nya. "Jika bukan kamu Mas, aku ngak mau nyentuh obat ini,"guman nya pada diri nya sendiri.
Aisyah menangis dalam keheningan, iya merasa kan sakit ketika itu, tubuh nya yang kecil seolah tak sanggup lagi menahan sakit, terlebih obat-obatan tersebutu hanya menambah penderitaan nya.
Tak ada yang tahu betapa tersiksa nya Aisyah dengan rasa sakit nya, kemudian Aisyah pun pingsan dan tak seorang pun tahu.
**
Tiara bersiap untuk pergi kerja, karna Riki tak berada di rumah iya pun tidak terlalu sibuk.
Sudah tiga hari Riki berada di luar kota, tapi tak pernah sekali pun iya menelpon Tiara, walau hanya sekedar menanyakan kabar nya.
Tiara sudah terbiasa dengan semua itu, iya tak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang istri.
Sama saja bagi nya, menikah atau pun tak menikah, iya tetap saja sendiri, tidur sendiri, makan sendiri dan tinggal sendiri di rumah yang sepi.
tok...tok..
Terdengar suara ketukan pintu,Tiara pun menghampiri dan membuka pintu, ternyata pak kurir yang kemaren mengantar bunga.
__ADS_1
"Kiriman bunga lagi, Bu," ujar si kurir.
Tiara pun menyambut nya.kali ini ada dua kuntum bunga mawar jika yang kemaren hanya satu, hari ini ada dua kuntum, seperti nya sang pengirim sengaja memberi clu, tapi entah apa.
Tiara pun memajang nya di kamar .Baru saja iya hendak memesan ojek online tiba-tiba, Ryan sudah datang menjemput nya.
Ryan keluar dan membuka kan pintu mobil untuk nya, iya di perlakukan bak ratu oleh Ryan.
"Kamu kok ngak nelpon dulu sih,Pak. " Ucap Tiara.
"Tiara, kamu ngak usah panggil aku pak, kalau kita berdua saja,"tukas Ryan.
"Trus mau di panggil apa, panggil sayang?" Tanya Tiara bercanda dan Ryan pun tersenyum.
"Boleh juga,"ujar Ryan sambil tersenyum.
"Em...mau nya." Tiara pun tersenyum.
"Tiara, nanti sore aku jemput ya?"tanya Ryan dan Tiara pun tersenyum.
Beberapa hari ini, Ryan selalu mengantar jemput Tiara hubungan mereka pun semakin akrab.
Malam minggu tiba kembali, sudah seminggu Riki berada di luar, rindu kadang menyelit di hati Tiara pada Riki, jujur saja dalam hati nya masih mengingin kan Riki, namun iya juga tak ingin terus tersiksa akan sikaf nya.
Tiara juga tak berani berharap terlalu jauh pada nya,meski hubungan mereka membaik bukan berarti pernikahan mereka akan selamat dari perceraian.
Tiara sudah bersiap, sebentar lagi Ryan akan menjemput nya, dan tak lama kemudian Ryan pun tiba.
Hari ini mereka pergi ke pantai, karna ada festifal band di sana, dan banyak anak muda- mudi berada di sana. Tiara pun merasa seperti muda kembali, teringat akan masa remaja yang iya lalui bersama Arie, bersama Arie lah pertama kali iya merasa kan cinta, bersama Arie juga lah iya pertama kali nya berkencan.
Ryan memesan makanan dan mereka pun bercanda-canda sambil menunggu makanan tersaji.
Setelah makan, Ryan membawa Tiara ketempat yang jauh dari keramaian. Ryan menunjukan sebuah kotak kecil yang berisi cincin.
Ryan bermaksud memasang kan cincin tersebut di jari manis Tiara, namun ternyata sudah ada cincin di jari manis nya.
Tiara kemudian menarik tangan nya dan menolak untuk di pasang kan cincin.
"Ngak sekarang Ryan," ujar nya.
"Kenapa Tiara?"tanya Ryan.
__ADS_1
"Aku belum siap,"ucap Tiara memberi alasan.
"Baik lah Tiara, aku akan menunggu mu sampai kau siap,"ujar Ryan.
Mereka kembali menikmati suasa festifal. Ryan memeluk Tiara dari belakang, udara dingin yang berhembus di tepi pantai, membuat mereka saling mendekap.
Ryan menatap mata Tiara dan membelai wajah nya, kemudian Ryan memcium bibir Tiara, terasa desiran darah mengalir menuju jantung nya, hinga jantung nya berdetak hebat.
Tiara terbawa suasana namun iya kembali teringat akan Riki. Tiara pun menarik tubuh nya kemudian menjauhi Ryan.
Melihat Tiara yang langsung pergi, Ryan pun menarik tangan Tiara.
"Maaf Tiara, aku telah lancang,"ujar nya menyesal.
Tiara hanya menggangguk ada penyesalan dalam diri nya.Tak seharus nya wanita yang bersuami pergi bersama lelaki lain nya.
Riki memang tak pernah mencintai nya, bahkan iya tak pernah sekali pun berhubungan suami istri dengan nya, tapi itu bukan alasan untuk menghianati Riki, selama menikah, Riki selalu menafkahi nya dengan cukup.
Apa yang di lakukan nya kini merupakan pengkhianatan dan perselingkuhan.Tak ada pembenaran dalam hal tersebut.
Ryan pun mengantar Tiara pulang, di dalam perjalanan Tiara hanya diam dan Ryan pun merasa tak enak hati dan merasa menyesal.
Tiara masuk ke kamar nya, dan langsung mengganti pakaian nya, iya bermaksud ingin segera tidur dan melupakan apa yang terjadi barusan pada nya dan Ryan.
Tiara menarik selimut nya dan berbaring, tapi kemudian iya mendengar suara mobil dan seperti nya suara mobil Riki.
Tiara bangkit dari tempat tidur nya dan menuju pintu, iya merasa senang atas kepulangan Riki, setidak nya iya tak sendiri di rumah itu.
Pintu pun di buka dan Tiara melihat wajah Riki yang di tutupi bunga-bunga mawar yang mirip dengan mawar yang diterima nya setiap hari.
Tiara kaget melihat apa yang terjadi,
"Mas, jadi kamu yang selama ini mengirimi aku bunga?"tanya Tiara seolah tak percaya.
Riki memberi bouqet tersebut kepada nya, dan Tiara meraih nya dengan senang.
Riki pun mendekati Tiara dan berbisik pada nya.
"Apa sudah baca kartu nya?"tanya Riki yang berbisik di telinga Tiara, dan Tiara pun mengangguk.
Riki langsung menyambar bibir Tiara dan mencium nya dengan lembut,Tiara terbungkam tak percaya Riki melakukan hal itu pada nya.
__ADS_1
Riki kemudian mengangkat tubuh Tiara, dengan kedua tangan nya dan membawa nya keatas ranjang. Dan ini lah pertama kali mereka melakukan nya setelah menikah.
Tiara terus memandang wajah Riki yang ada di hadapan, iya tak percaya Riki yang selalu bersikaf dingin pada nya kini tengah menikmati adegan mesra bersama nya.