Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Curahan hati Aisyah


__ADS_3

Tiara keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang masih basah dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh nya.


Iya pun mendekati Riki yang sedang mengenakan kemeja nya,Tiara mengambil dasi dan memasang nya pada leher kemeja Riki.


Riki yang melihat Tiara dengan rambut basah nya tersenyum.


"Sorry ya, sayang kamu harus mandi dua kali pagi ini," ucap Riki meledek Tiara, namun Tiara hanya tersenyum.


Setelah selesai mengenakan dasi, Riki kembali menggoda Tiara dengan menarik handuk nya, namun Tiara menepis tangan nya.


"Aku ngak mau mandi, untuk yang ketiga kali, karna kenakalan kamu, Mas," ucap Tiara sambil tersenyum.


"Ya udah kalau ngak mau, aku minta sama Alena saja." Riki bermaksud bercanda, tapi Tiara seperti nya tidak senang dengan perkataan Riki.


"Ngak kok sayang, kalau udah kenyang di rumah, aku ngak mungkin jajan di luar lagi." Bisik Riki di telinga Tiara dan langsung mencium kening nya.


Mereka keluar kamar bersama dan Tiara menggandeng tangan suami nya, dan mengantar nya sampai di muka pintu.


"Aku pergi dulu sayang, hati-hati di rumah," ucap nya sambil mengecup bibir Tiara.


"Hati-hati Mas, nanti siang aku akan antar makan siang mu,"


"Nanti siang aku ngak ada di kantor,hari ini aku mengawasi langsung di lapangan, dan kemungkinan pulang agak malam," ujar nya.


"Ya, Mas tapi aku boleh kan main kerumah teman ku."


"Boleh aja, asal kamu ngak ketemu sama pak manager aja," sindir nya.


Tiara pun tersenyum karna merasa di sindir Riki.


**


Tiara berniat pergi menjenguk Aisyah, karna hari masih pagi, kemungkinan iya tak kan bertemu dengan Arie.


Tiara sengaja berbelanja, iya sengaja ingin makan siang bersama Aisyah dan ibu nya Arie.


Setelah berbelanja, iya langsung menuju rumah Arie.


Tiara mengetuk pintu rumah, dan tak berapa lama keluar lah sosok wanita paruh baya yang begitu iya kenal.


Wanita tersebut adalah ibunda Arie dan ibu asuh bagi Tiara, setelah membuka pintu wanita tersebut kaget.


"Tiara, " sapa nya hangat.


"Assalamualaikum Ibu, " Tiara langsung memeluk ibu Arie.

__ADS_1


"Waalaikum sallam." Ibu pun memeluk Tiara. Mereka memang sudah lama tidak bertemu, terakhir bertemu saat pernikahan Arie dan Aisyah, dan saat itu suasana nya belum kondusif.


"Apa kabar Ibu?" tanya Tiara.


"Baik Nak," jawab ibu yang kemudian membawa Tiara masuk.


"Bu,di mana Aisyah?" tanya Tiara.


"Aisyah di kamar nya."


"Tiara bawa belanjaan bu, Tiara ingin makan siang sama ibu dan Aisyah, boleh kan bu?"


"Tentu boleh, nanti kita masak sama-sama ya," jawab ibu. Dan Tiara pun membawa belanjaan ke dapur.


Tiara membuka sebuah bungkusan yang ternyata dua lembar daster, kemudian iya memberi kan nya kepada ibu.


"Bu',Tiara bawa daster untuk ibu,Tiara kan tahu ibu suka nya pakai daster, " ujar Tiara sambil memberi bungkusan tersebut pada ibu.


"Dan ini untuk Aisyah," Tiara memegang sebuah bungkusan lagi.


"Bu, Tiara boleh kan melihat Aisyah di kamar nya?" tanya Tiara lagi.


Ibu pun tersenyum dan menggangguk.


Rupa nya Aisyah sedang mengaji di kamar nya. Aisyah juga kaget melihat Tiara yang sudah berada di pintu kamar nya.


"Mbak Tiara," sapa Aisyah yang langsung memeluk Tiara. Tiara pun terharu ternyata Aisyah menyambut baik kedatangan nya.


Aisyah membawa Tiara masuk ke kamar nya nya untuk mengobrol, maklum saja Aisyah sering merasa pusing jika terlalu lama duduk atau pun berdiri.


"Aisyah, Mbak bawa sesuatu untuk kamu," ujar Tiara. Dan langsung menyerah kan tas platik yang di pegang nya.


"Terima kasih Mbak," ucap Aisyah. Dan iya pun membuka nya, dan ternyata ada dua lembar baju tidur yang indah namun terlihat seksi.


"Mbak yakin baju ini untuk Aisyah ?" tanya Aisyah ragu.


"Iya, kenapa? " tanya Tiara.


"Mbak ,Aisyah ngak pernah pakai baju seperti ini sebelum nya," jawab Aisyah.


"Aisyah, kamu kan sudah menikah, dan ngak apa-apa juga kamu pakai baju kayak gini di depan suami mu, hanya untuk menyenag kan suami mu," ucap Tiara dengan sedikit berbisik.


Aisyah pun tersipu malu mendengar ucapan Tiara.


"Aisyah malu mbak, kalau pakai baju seperti ini meski di depan Mas Arie, nanti Mas Arie bilang apa lagi."

__ADS_1


"Mbak, jamin Arie ngak akan bilang apa-apa, lagian suami mana yang ngak suka lihat istri nya terlihat cantik, iya kan?" tanya Tiara, dan Aisyah pun tersipu malu.


"Aisyah keadaan kamu gimana sekarang?"


"Cukup baik, Mbak"


"Hanya saja, Aisyah kasihan lihat Mas Arie," ungkap Aisyah sedih.


"Tapi kenapa ,Aisyah?" tanya Tiara heran.


"Aisyah merasa, Aisyah ini istri yang ngak berguna bagi Mas Arie, Mbak."


"Aisyah ngak pernah melayani Mas Arie dengan baik, karna Aisyah sering sakit-sakitan."


"Aisyah merasa kehadiran Aisyah di sini hanya menambah beban bagi Mas Arie, Mbak," tutur Aisyah dengan berurai air mata.


Tiara juga terharu mendengar penuturan Aisyah iya kemudian memeluk Aisyah. Dan Aisyah pun melanjut kan kata-kata nya.


"Mas Arie bahkan sudah lama ngak pernah lagi menyentuh Aisyah," tutur Aisyah lagi.


Dan itu yang membuat Tiara ikut sedih, iya tahu bagai mana rasa nya di abaikan. Tapi Tiara tahu Arie, iya ngak mungkin mengabaikan Aisyah, karna Arie adalah pria yang bertanggung jawab.


Tiara melepas kan pelukan nya pada Aisyah dan menghapus air mata nya.


"Aisyah, Arie bukan nya ngak suka atau ngak cinta sama kamu, mungkin iya ngak tega melihat keadaan kamu yang menderita," kata Tiara menjelasakan pada Aisyah.


"Kamu makan yang banyak ya, kamu harus lawan penyakit kamu, kamu harus terlihat cantik biar Arie makin semangat dan makin cinta sama kamu."


"Aisyah, Kamu cinta kan sama Arie?, tanya Tiara. Aisyah pun mengganguk sebagai penegasan nya.


"Kamu bersedia kan Aisyah berkorban untuk Arie? " tanya nya lagi.


"Tentu saja Mbak, Aisyah akan lakukan untuk Mas Arie," jawab Aisyah tegas.


"Kalau gitu mulai sekarang kamu makan yang banyak, minum obat secara teratur, dan satu lagi kamu harus berdandan yang cantik setiap hari, saat Arie berangkat dan pulang kerja, dengan begitu Arie pasti merasa senang," ujar Tiara membujuk Aisyah.


"Gitu ya, Mbak ?"


"Iya dong, sini biar Mbak ajari kamu berhias biar makin cantik."


Kemudian Tiara membawa Aisyah ke meja rias nya dan merias wajah Aisyah dengan make up milik nya.


Aisyah terlihat begitu cantik, setelah di dandani oleh Tiara, wajah nya yang ayu, kini semakin berseri dan memancarkan kecantikan nya, wajah Aisyah tak lagi pucat seperti sebelum nya.


Aisyah terlihat senang dengan riasan nya yang terlihat natural. Iya pun memeluk Tiara seraya berterima kasih pada nya.

__ADS_1


__ADS_2