Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
melihat foto masa lalu


__ADS_3

Tiara mendapat telpon dari ibu mertua nya.


"Halo, ma," sapa Tiara.


"Halo Tiara, nanti sore ada arisan di rumah, kamu harus datang ya, teman-teman Mama ingin lihat kamu," ujar Mama.


"Iya ma, nanti sore nunggu Mas Riki pulang, Tiara akan ke sana," jawab nya.


"Ngak usah nunggu Riki, kamu nanti terlambat."


"Kamu kesini aja nanti siang, sekalian bantuin Mama, ya."


"Iya ma, nanti siang Tiara kesana," jawab Tiara.


Tiara sudah siap berangkat menuju rumah mertua nya, baru saja iya akan memesan ojek, tiba-tiba Arie datang menghampiri nya.


"Tiara kamu mau kemana? "tanya Arie karna melihat Tiara sedang mengunci pintu rumah nya.


"Eh Rie, Kamu dari mana,?" tanya Tiara.


"Habis ngantar penumpang dekat sini, jadi aku mampir lihat kamu," jawab Arie.


"Aku sekalian mau ngundang kamu Tiara, minggu depan ada selamatan tujuh bulan Aisyah."


"Udah tujuh bulan Rie !, ngak kerasa,ya!" "sebentar lagi kamu udah jadi bapak, Rie, dan aku punya keponakan," ucap Tiara bahagia.


"Sekarang kamu mau kemana? aku antar yuk," ajak Arie.


"Kerumah mertua ku Rie."


"Ya udah aku antar, ajak Arie."


Tiara pun setuju dan mereka pun berangkat.


"Rie, singgah ke toko buah ya, aku mau beli buah buat Arisan mama nanti sore."


Dan mereka pun singgah di toko buah dan belanja.


Tiara membawa buah-buahan tersebut dan meletakan nya di gantungan motor Arie.


Mereka pun melanjut kan perjalanan nya, "Tiara, seperti nya ada yang mengikuti kita dari tadi" ujar Arie sambil melihat kaca spion nya.


"Yang benar kamu Rie, aku ngak mau kejadian kemaren terulang kembali," ujar Tiara.


"Aku lihat tadi, waktu kita singgah di toko buah, aku melihat mobil tersebut singgah, tapi mereka juga tidak belanja dan dari tadi mobil tersebut membuntuti kita.

__ADS_1


"Kalau gitu ngebut aja Rie, "saran Tiara khawatir.


Dan Saat Arie mempercepat laju motor nya, mobil tersebut ikut melaju dan seolah sengaja menyenggol motor Arie.


Kejadian tersebut terjadi sangat cepat dan secara reflek Arie tak mampu mengendalikan motor nya, akhir nya mereka jatuh dengan motor menimpa kaki Tiara.


Tiara memekik kesakitan dan dengan segera Arie mengangkat motor nya, agar Tiara bisa di tolong.


"Tiara kamu ngak apa-apa kan?" tanya Arie sambil memeriksa keadaan Tiara, iya panik ketika lutut dan siku Tiara berdarah.


"Ngak apa-apa Rie, hanya kaki ku sakit karna di timpa motor, " ujar nya.


Tiara berdiri dengan berpegang pada tangan Arie, kemudian iya, membersih kan pasir dan sampah yang mengenai tubuh nya.


"Rie, akhir-akhir ini kok aku suka dapat teror ya, seperti nya ada yang ingin mencelakai ku Rie, " ungkap Tiara gelisah.


"Aku juga merasa begitu Tiara, maka nya selalu khawatir sama kamu," ujar Arie.


"Terima kasih Rie, tapi aku ngak mau kamu ikut celaka, aku bisa jaga diri ku sendiri Rie."


"Tapi siapa ya, Rie? selama ini aku ngak pernah merasa ada musuh Rie."


"Ya udah, jangan di pikirin, kalau kamu mau pergi, kamu bisa hubungi aku, setidak nya, kamu ngak sendiri," tutur Arie.


Mereka pun melanjut kan perjalanan, dalam perjalanan Tiara kembali terpikir siapa orang yang ingin mencelakai nya, selama ini iya merasa tak punya musuh.


Sesampai nya di rumah mertua nya Arie pun berhenti di depan pintu gerbang, rumah yang sangat besar dan mewah bagi Arie, ketika iya melihat nya.


"Ternyata Tiara bukan menikahi orang biasa," batin Arie.


Tiara memberi helm kepada Arie seraya berterima kasih pada nya," Terima kasih Rie, karna dari dulu sampai sekarang kamu tetap menjaga aku," ucap Tiara.


"Ngak masalah Tiara, " Arie pun berlalu.


Tiara masuk kedalam rumah mertua nya sambil mengucap salam. "Assalammualaikum," ucap Tiara.


"Waalaikum sallam," serempak mereka menjawab.


Tiara membawa buah-buahan ke dapur dan di sana iya langsung bertemu Mama.


"Tiara kamu kok berantakan kayak gitu ?" tanya mama karna melihat celana Tiara yang sobek bagian lutut.


"Iya Ma, tadi Tiara jatuh dari motor."


"Kamu kesini pakai motor? "

__ADS_1


"Iya Ma, naik ojek," jawab nya.


"Bukan nya Riki sudah membelikan mu mobil?"


"Ada Ma, tapi Tiara ngak bisa bawa mobil."


"Kenapa ngak bilang sayang, Mama kan bisa suruh orang untuk jemput kamu."


"Ngak apa kok Ma, Tiara ngak mau ngerepotin."


"Tiara kamu itu menantu Mama satu-satu nya, ya, Mama ngak mau terjadi sesuatu sama kamu, " ucap Mama sambil memegang dagu Tiara.


Tiara merasa bahagia karna Ibu mertua nya sangat sayang pada nya.


"Sekarang kamu istirahat, sebentar lagi berdandan yang cantik ya, karna Mama mau kenalin kamu sama semua teman-teman Mama," ucap Mama dan langsung meninggal kan Tiara.


Tiara langsung menuju kamar nya, iya sempat tinggal di sini hampir sebulan sebelum pernikahan nya dengan Riki.


Sebelum menuju kamar nya iya, terlebih dahulu lewat di kamar Riki, iya dan Riki tak pernah sekamar saat iya tinggal di rumah ini, bahkan dihari pertama mereka menikah.


Tiara mencoba membuka pintu kamar Riki, iya ingin mengetahui lebih dalam tentang Riki sebelum menikahi nya.


Tiara memeriksa lemari yang ada di kamar tersebut, di sana masih banyak baju-baju Riki yang terlipat dengan rapi, tapi tak hanya itu, Tiara menemukan selembar foto Riki bersama seorang wanita.


Di foto tersebut tampak Riki begitu bahagia sedang memeluk wanita cantik, dan saat Tiara membalik Tiara menemukan tulisan singkat.I love you Raya.


Hati Tiara bagai tersengat listrik, iya merasa cemburu, meski itu hanya merupakan masa lalu Riki.


Ternyata iya baru sadar kenapa Riki begitu cemburu saat mendengar nama Arie, Sama seperti yang iya rasa kan saat ini.


Masa lalu memang tinggal masa lalu, tapi kenanggan itu seperti besi usang, rapuh namun berbahaya, banyak pasangan yang berpisah karna terjerat masa lalu nya.


Tiara tak ingin itu terjadi pada nya, iya tak ingin kehilangan suami nya, hanya karna masa lalu nya bersama Arie, Apalagi kini Arie semakin dekat dengan nya lagi.


Mereka pasti bertengkar hebat lagi jika Riki tahu Tiara selama ini sering berbonceng dengan Arie, meski iya dan Arie tak bermaksud apapun.


Tiara juga mengerti , Arie hanya ingin melindungi diri nya, tanpa bermaksud apapun.


Iya tahu Arie adalah orang yang tulus, tak mengharap kan sesuatu apapun dari nya.


"Aku ngak boleh berboncengan dengan Arie lagi, bagai mana jika ada orang yang berniat jahat akan hubungan ku dengan Riki," batin Tiara


Mereka pasti akan memfitnah dan menuduh Tiara berselingkuh.


Setelah mempertimbang kan nya, akhir nya Tiara pun memutus kan untuk tak lagi menghubungi Arie.

__ADS_1


__ADS_2