Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Cinta sejati


__ADS_3

Arie tersentak kaget mendengar pengakuan Syntia, iya sedikit menjauh dari Syntia, iya menatap tajam pada nya.


"Apa kamu ngak salah Syn, Mas Riki itu suami nya Tiara, sahabat kita Syn," ucap Arie tak percaya.


Tangis Syntia pecah, "Aku tau Rie, aku ngak bisa memilih di mana harus ku tempat kan rasa ini, perasaan ini hadir dan tumbuh begitu saja, aku juga baru menyadari nya."


"Aku juga ngak sanggup menahan gelora nya Rie, semakin lama, aku semakin ingin memilikinya, aku juga ngak tahu harus bagai mana Rie."


"Sejak kapan kamu merasakan nya Syn?"


"Sejak aku tinggal di sana Rie, awal nya aku kira aku cuma cemburu karna melihat kemestraan mereka, tapi ngak tahu kenapa semakin lama, aku semakin ingin merasa kan apa yang dirasa kan oleh Tiara, dan tanpa kusadari, aku hampir berniat jahat pada Tiara Rie, aku ingin merebut Mas Riki dari nya."


Arie menyandar kan tubuh nya di kursi, iya tak tahu harus berkata apa, sebenar nya iya sendiri pun berada di posisi yang sama pada Syntia, iya mencintai Tiara meski tak mungkin lagi memiliki nya, dan rasa nya sulit sekali melepaskan ikatan cinta nya pada Tiara.


Syntia masih diam, pikiran nya jauh menerawang, iya berharap ada solusi dari semua ini. Iya pun melihat kearah Arie.


"Aku harus bagaimana Rie, bukan kah kita terjebak pada cinta yang sama Rie?" tanya nya.


"Kau harus menjauhi mereka Syn, hanya itu jalan satu-satu nya," jawab Arie.


"Ngak mungkin Rie, aku ngak bisa jauh dari Mas Riki, aku bisa gila Rie," sahut Syntia.


"Itu harus Syn," bentak Arie.


"Aku tahu Syn, itu sulit tapi, itu bukan tak mungkin, kau harus lakukan secepat nya Syn, sebelum terlambat," lirih Arie.


"Aku ngak bisa Rie, aku bukan pecundang seperti mu, akan ku rebut Mas Riki dari Tiara." Syntia begitu yakin.


Arie berdiri "Apa saja mau mu Syn, aku bisa turuti, tapi aku tak kan membiarkan mu menyakiti Tiara."Tegas Arie.


"Rie, kau jangan munafik Rie, kau masih menginginkan Tiara kan? aku bisa membantu mu Rie, tapi kau juga harus membantu ku, dan kita akan dapat kan orang yang kita cintai."


"Arie semakin emosi, "Aku ngak munafik seperti diri mu Syn, aku mengakui aku mencintai Tiara, tapi cara ku mencintai nya berbeda dengan mu , bagi ku cinta tak harus nemiliki, aku hanya ingin Tiara bahagia, tak peduli siapapun yang iya cintai."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan ku Rie ?" Syntia menangis lirih.


Arie pun mendekati nya, "Semua belum terlambat Syn, cinta tak pernah salah, hanya tempat nya yang keliru, biar kan mereka bahagia Syn, biarlah rahasia ini hanya kita yang tahu, aku akan selalu mendukung mu Syn, Kau bisa minta apa saja pada ku Syn, tapi tolong jangan sakiti Tiara, jika kau menyakiti nya, maka sama saja kau menyakiti ku Syn,"


"Syntia memeluk Arie, "Aku ngak yakin Rie, aku tak punya ketulusan seperti mu, Aku juga tak yakin, apa aku bisa lari dari keadaan ini," ucap nya sedih.


"Kau pasti bisa Syn, aku juga pernah merasakan nya, saat pertama ku tahu Tiara telah menikah, pada awal nya memang sulit menerina nya, tapi aku mencoba iklas, dan akhir nya Tuhan memberi ku yang terbaik yaitu Aisyah , yakin lah dengan bersabar kau pasti temukan bahagia mu sendiri, tanpa harus menyakiti orang lain."


"Jika kau mengambil sesuatu secara paksa, maka kau tak kan memiliki nya secara utuh ." nasehat Arie pada Syntia.


**


Setelah melakukan perjalan kurang lebih satu jam tibalah mereka di pantai kuta bali, mereka langsung menuju hotel yang sudah di persiap kan travel.


"Akhir nya sampai juga aku di sini," ucap Tiara sambil menghempas kan tubuh nya di kasur yang empuk.


Riki menaruh koper mereka dan meletakan nya di tepi tempat tidur, iya pun mengganti pakaian nya.


"Mas, mau kemana? "tanya Tiara.


"Aduh aku cape banget, bentar lagi yah."


"Kita tuh ngak punya waktu banyak Yang, kan sayang kalau waktu nya di habisin di hotel aja."


Tiara tiba-tiba merasa mual dan iya pun berlari ke kamar mandi dan memuntah kan sesuatu dari mulut nya.


"Kamu kenapa Tiara?"


"Aku dari tadi pusing sejak di pesawat, ini kan pertama kali nya aku naik pesawat."


"Ya sudah, kamu istirahat saja dulu,"Riki pun membawa Tiara ke tempat tidur.


"Maaf ya Mas, gara-gara aku liburan kita sedikit terganggu," ucap Tiara.

__ADS_1


"liburan ngak apa terganggu yang penting bulan madu kita ngak terganggu kan, Riki pun kemudian mencium bibir Tiara dan Tiara pun membalas nya.


Mereka pun larut dalam ekspresi cinta mereka, detik -detik berlalu, eksperesi cinta yang sering di ungkap kan namun tak pernah merasa bosan untuk mereka ulang.


Tiara berbaring di samping suami nya, "Mas ada yang ingin ku katakan, ucap Tiara."


"Apa?" tanya Riki sambil menatap lembut mata Tiara.


"Aku cinta kamu Mas, dan aku ingin hidup dengan kamu sampai seribu tahun lama nya."


"Gombal "


"Serius Mas, kalau di dunia ini umur ku ngak panjang, aku akan menunggu mu di akhirat sana." ucap Tiara sambil tersenyum


Riki menarik hidung Tiara" Belajar gombal dari mana sih," ucap Riki sambil menggigit lembut dagu Tiara.


Tiara tersenyum,"Garing ya Mas, aku ngak tahu cara ngungkapin nya gimana, tapi itu jujur dari hati aku,"


"Yakin sama aku, bukan sama Arie kan?


Kenapa sih Mas, kamu selalu bawa-bawa Arie, Arie itu masa lalu ku,ucap nya kesal.


"Jujur Mas aku bekajar arti cinta sejati dari Aisyah, Mas, aku dan Syntia menemukan buku harian milik Aisyah, kami pun membaca nya, dan jujur aku begitu terharu membaca nya."


"Aisyah begitu mencintai Arie Mas, bahkan sejak iya mulai merasa kan cinta, hingga akhir hayat nya, iya selalu berdoa agar di persatukan dengan Arie, baik di dunia maupun di akhirat, iya akan tetap menunggu Arie di sana, dalam diam nya Aisyah selalu menyebut nama Arie, dan tak ada seorang pun yang tahu akan hal itu, termasuk Arie sendiri."


"Aisyah berhasil menutup rapat kisah cinta nya, serapat iya menutup pakaian nya, bertahun tahun, lembar-demi lembar di buku harian nya, hanya ada nama Arie, dan dalam setiap bait doa nya juga, cinta Aisyah yang tulus tak pernah di umbar sekalipun, hingga Tuhan mengabul kan doa nya, sampai akhir hayat nya, iya tetap membawa cinta nya pada Arie, hingga di kehidupan yang abadi."


"Aku ingin seperti Aisyah, aku ingin bersama kamu selama-lama nya hingga maut yang memisah kan,bahkan sampai di kehidupan nanti yang abadi," ucap Tiara lirih.


"Aku sudah tergila-gila dengan cinta mu Mas, bahkan sehari saja aku tak sanggup untuk berpisah dengan mu."


" Aku mencintai mu, Mas, bahkan kata itu tak kan pernah bosan untuk ku ungkap kan meski telah berjuta kali."

__ADS_1


"Aku terharu Sayang, aku juga sangat mencintai mu, Aku juga tidak bosan mengucap kan nya meski harus setiap detik ku ulang," balas Riki. Dan mereka pun saling melempar senyum mesra.


__ADS_2