
Tiara dan Riki sudah siap untuk keluar, Riki sudah berencana untuk memberi kejutan lain nya pada Tiara.
Iya sengaja tak memberi tahu Tiara, kemana iya akan membawa nya.
Baru saja keluar dari pintu rumah, Tiara melihat mobil Syntia yang masuk ke halaman teras nya.
"Hai Tiara, kalian mau pergi ya ?" tanya Syntia dengan sedikit kecewa.
"Iya Syn, " jawab Tiara.
"Ajak Syntia sekalian aja Yang, " saran Riki.
"Syn kamu ikut kita aja."
Tanpa berpikir panjang Syntia langsung memutus kan ikut mereka.
Syntia keluar dari mobil nya dan masuk kembali ke mobil Riki.
"Kalian mau kemana ?" tanya Syntia.
"Ngak tau? Mas Riki ngak mau bilang kita kemana, " jawab Tiara.
" Kalau di kasi tahu, namanya bukan kejutan, Yang," sahut Riki.
"Jadi ngak enak nih," ujar Syntia bercanda.
"Di bikin enak saja Syn," sahut Tiara.
Dan mereka pun sampai di sebuah komplek perumahan mewah. Riki berhenti di salah satu rumah, di komplek tersebut.
"Mas, rumah siapa nih ?" tanya Tiara.
"Udah masuk aja, nanti juga kamu tahu ini rumah siapa."
Tiara dan Syntia pun mengukiti, dan mereka heran karna Riki sudah memegang kunci.
Mereka pun masuk dan ternyata rumah itu besar dan indah meski belum ada perabotan di dalam nya.
Tiara sangat kaget ketika iya melihat sebuah foto dengan ukuran cukup besar terpampang di ruang tamu rumah tersebut.
Dan ternyata foto itu adalah foto iya dan Riki memakai baju pengantin. Dan iya ingat foto itu di ambil saat resepsi pernikahan nya baru di mulai.
Tiara tersenyum memandang foto itu, karna melihat wajah Riki yang datar dan tak sedikit pun terlihat kebahagiaan di wajah nya.
Tiara jadi ingat bagaimana Riki di paksa melakukan fose pada foto tersebut, dan itu satu-satu nya foto mereka berdua.
Melihat Tiara yang tersenyum memandang foto tersebut Syntia pun heran dan bertanya.
"Kamu kenapa Tiara ?" senyum senyum sendiri.
"Ngak, cuma ingat gimana susah nya Mas Riki berfoto saat itu," jawab Tiara.
Riki pun menghampiri Tiara sambil mencium nya, "Itu kan dulu, sayang " ucap nya.
"Mas kenapa foto kita ada di sini? ini rumah siapa sih?" tanya Tiara semakin binggung.
__ADS_1
"Ini rumah kita sayang, " jawab Riki.
"Hah rumah kita! " seru Tiara kaget.
"Iya bulan depan kita pindah ke sini ya?"
"Tapi rumah sebesar ini kita tinggalin cuma berdua Mas?"
"Aku bikin rumah sebesar ini untuk anak cucu kita nanti Tiara, mereka semua bisa tinggal di sini, dan di hari tua kita, kita ngak akan kesepian." papar Riki.
"So swett banget Mas, makasih ya, Mas," ucap Tiara yang langsung memeluk suami nya.
Ada rasa iri dalam hati Syntia pada Tiara, Tiara memang selalu beruntung, selain mendapat suami yang ganteng, ternyata Riki juga sangat kaya.
"Ya, kalau kamu mau bawa ibu kamu, aku lebih senang, karna ada yang menjaga kamu, ngak keluyuran terus."
"Ibu aku mana mau ikut Mas, dia ngak mau ninggalin kerjaan nya," jawab Tiara.
"Wow, Tiara kalau kamu ngak mau, biar aku aja tinggal di sini, " sahut Syntia.
"Boleh kan Mas, ?" tanya Syntia kepada Riki.
"Boleh, tapi jadi babu," ucap Riki sambil bercanda.
Dan mereka pun terawa bersama, Syntia yang kesal pun cemberut.
"Bercanda," ucap Riki.
Mereka masuk dari suatu ruangan ke ruangan lain nya, di lantai satu dan tiba lah mereka di kolam renang yang ada di belakang rumah.
Syntia bermaksud melepas sendal nya dan ingin bermain air di kolam tersebut, tapi tanpa sadar, sendal yang iya simpan di tepi kolam hanyut, karna iya memercikan air dan membuat riak pada kolam tersebut.
Melihat sandal nya yang hanyut, Syntia mencoba meraih nya, namun tangan nya tak sampai dan iya pun tercebur di kolam.
Syntia mencoba berteriak, namun tak terdengar oleh mereka, iya hampir tenggelam karna tak bisa berenang.
Tiara dan Riki masih tak menyadari akan keadaan Syntia. Mereka asyik mengobrol dan ketika tak ada Syntia mereka pun mencari nya.
Tiara memanggil-manggil Syntia namun tak ada jawaban, mereka pun curiga, akhir nya memutus kan untuk turun ke bawah.
Dan mereka menemukan seseorang berada di kolam renang dan itu adalah Syntia.
Meliha Syntia yang berada di kolam renang dan sedang mengepakan tangan nya agar tak tenggelam, Riki pun langsung terrjun dan menolong Syntia.
Iya menarik dan membawa Syntia ke tepi, dan mengangkat nya.
Syntia sudah lemas karna iya meminum banyak air, Riki pun menekan perut Syntia agar iya mengeluar kan air tersebut dari mulut nya, dan berhasil.
Syntya pun menangis memeluk Riki, ada kecemburuan di hati Tiara terhadap Syntia, tapi iya mencoba menepis nya.
Riki membawa Syntia masuk kedalam kamar,dengan menggendong nya, Syntia semakin terpana ketika melihat wajah dan rambut Riki yang basah semakin menambah karisma nya, dan Sintia merasakan aliran darah nya yang semakin deras.
Karna iya merasa kedinginan, Riki pun menyelimuti nya, Tiara semakin cemburu, iya tak pernah merasa kan hal ini sebelum nya pada Syntia.
Riki mendekati Tiara dan memeluk nya, Riki juga merasa kedinginan karna baju nya yang basah.
__ADS_1
"Dingin banget Yang," ujar nya.
Tiara pun menyambut hangat pelukan suami nya, iya seakan tak ingin melepaskan nya, Tiara tak ingin jika Riki memeluk wanita mana pun selain dirinya.
Setelah tenang mereka pun pulang. Dan Tiara juga tak enak hati pada Syntia karna iya hanya diam saja dari tadi.
"Kamu kenapa bisa jatuh di kolam, Syn?" tanya Tiara.
"Aku mau ngambil sandal aku yang terbawa air, jadi nya aku... ," jawab Syntia yang masih menggigil.
"Aku sampai panik gara-gara kamu, Syn," ucap Riki.
"Kan jadi masalah kalau, terjadi sesuatu pada mu di rumah baru ku, kalau kamu mati di sana, nanti kamu gentayangan di rumah ku," canda Riki.
"Iya, kalau aku gentayangan kalian berdua ngak akan ku biar kan hidup tenang," sahut Syntia.
Dan mereka pun tertawa bersama. Sesampai di rumah Syntia mengganti pakaian nya dengan menggunakan baju Tiara.
Sedang kan Riki, setelah mengganti baju iya membeli makanan untuk makan malam mereka.
Tiara membereskan kamar nya, sedangkan Syntia di dapur membuat minuman hangat untuk mereka.
Saat Riki pulang iya langsung menghampiri Syntia dan memeluk nya, iya menyangka Syntia adalah Tiara, karna dari belakang mereka hampir mirip.
Syntya hanya diam ketika Riki nemeluk nya, iya seolah tak mampu menolak nya, jantung Syntia semakin berdetak hebat saat tangan Riki mulai melingkar di perut nya.
"Bikin apa sayang?" tanya Riki.
Dan belum sempat Syntia menjawab ternyata Tiara sudah keluar dari kamar dan melihat kejadiaan tersebut.
"Mas, kamu kok peluk Syntia !" Seru Tiara.
Riki kaget dan begitu pun Syntia, Riki pun melepas kan nya dan menghampiri nya.
"Tiara kamu di sini, tadi aku pikir Syntia itu kamu, habis nya dia pakai baju kamu," papar Riki menjelas kan.
"Lagian kamu datang-datang main peluk-peluk aja, kan ngak enak sama Syntia," ujar Tiara yang sebenar nya cemburu namun berusaha iya tutupi.
Syntia yang ngak enak hati pun ikut bicara.
"Iya Tiara, Mas Riki pikir tadi aku itu kamu, aku baru mau bilang sama dia tapi keduluan kamu," ucap Syntia.
"Sorry ya Syn," ucap Riki.
"Ngak apa-apa Mas, dulu Arie juga sering salah, kata nya kalau dari belakang kami itu mirip." sahut Syntia
Tiara melotot kan mata nya kerah Syntia.
"Oh gitu, berarti bukan salah aku dong, kalau Arie yang mengenal kalian bertahun tahun bisa salah," ucap Riki menyindir dan membuat Tiara tak enak hati.
Riki langsung menuju meja makan, iya terlihat cemberut karna Syntia mengungkit nama Arie di depan nya.
"Syn, jangan bawa- bawa Arie, Mas Riki sensi tau," bisik Tiara.
"Soryy keceplosan," ucap Syntia.
__ADS_1
Dan dengan segala usaha Tiara pun membujuk Riki yang terlanjur baper.