Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 episode 47


__ADS_3

Pagi hari ini, Arjuna sudah memulai aktifitasnya kembali, ia harus tetap bekerja di hari pertamanya menikah.


Annisa, sedang membantu Arjuna memakaikan nya kemeja, jas dan dasi, tampaknya setelah malam pertama yang mereka lalui semalam, membuat mereka tak canggung lagi, Nisa sepertinya tahu apa yang harus di lakukanya sebagai seorang istri.


Mereka hanya saling melempar senyum mesra, saat Nissa mengancing kemeja Arjuna , terlihat mata Arjuna tak beranjak, karna mengagumi kecantikan istrinya.


"Abi, Nissa jangan di lihatin terus dong, Nissa jadi malu," tutur nya dengan malu.


"Ngak Abi cuma lihat Nissa makin cantik aja," balasnya dengan malu pula.


"Ah Abi juga ganteng, Nissa beruntung sekali punya suami, baik, ganteng, bersikaf sopan sekali,seperti Abi" ucapnya dengan tersenyum malu-malu kucing.


"Abi dong yang beruntung dapat istri soleha, bukannya perhiasan terindah itu istri yang soleha, itu kata bang Roma loh," canda Arjuna.


"Ah, Abi itu bukan cuma syair di lagu dangdut Abi, tapi ada hadisnya,"


"Bunyi hadisnya begini Abi, Dunia adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah istri yang soleha," papar Nissa.


"Tuh kan Abi lebih beruntung karna dapatin Nissa," Senyumnya kembali tertuju pada Annisa.


"Udah Ah Abi memujinya nati saja ya, sekarang kita turun, sarapan, Nissa juga sudah selsai nih,"


"Ia terima kasih ya sayang," Arjuna mencium lekat kening istri nya.


Dan di balas kecupan di bibir Arjuna.


Mereka pun keluar dari kamar, dan heran melihat Leo yang tidur di samping kamarnya, Arjuna pun membanggunkanya.


"Leo, ngapain kamu tidur di sini sih?"


Leo yang sadar memjadi kaget," Eh Gue di mana?" tanyanya heran melihat sekeliling.


"Lo ada di neraka sekarang, lagi bicara sama malaikat maut, "jawab Arjuna asal.


Setelah mengucek mata nya beberapa kali ia pun sadar dan langsung bangkit.


Arjuna hanya menggelengkan kepalanya.


Ia kembali menggandeng istrinya dan menuruni tangga," Abi biasanya pulang jam berapa?" tanya Nissa.


"Ngak tentu, tapi hari ini Insya Allah Abi pulang lebih cepat, kan Abi ngak betah ninggalin kamu sendiri lama-lama," tuturnya.


"Masa' sih,?" tanya nya manja.


Kemudian mereka saling melempar senyum malu-malu kucing nya.

__ADS_1


Dan saat mereka menuju meja makan, Arjuna mereka melihat Sakina yang sudah duduk di meja makan, Arjuna menghampiri dan menciumnya lekat, kemudian membelai rambutnya.


"Bagaimana keadaan kamu sayang, apa kamu ingat sesuatu,?" tanyanya sambil duduk di samping Sakina.


Sakina hanya menggeleng, sejak di temukan, Sakina tak pernah bicara apa pun pada Arjuna, jika di tanya ia hanya mengangguk dan menggeleng.


Nissa membuat kan secangkir kopi dan beberapa lembar roti untuk suami dan Sakina.


"Bi, dia Adiknya Abi Ya?" tanya Nissa, karna memang Nissa belum mengenal angota keluarga Radja Prawira keseluruhan.


"Ia, Dia adik kesayangan ku, aku dan Sakina saudara satu ibu, sedangkan aku dan Raka saudara se Ayah."


"Kami semua kehilangan orang tua secara bersama dalam satu tragedy kecelakaan, Ayah ku, Ayah Sakina dan Ibu kami, meninggal secara bersama."


Nissa kaget mendengar cerita singkat Arjuna.


"Ayah mu dan Ayah Sakina, bagaimana bisa mereka meninggal bersama dengan ibu kalian, sungguh mengherankan, suami dan mantan suami meninggal bersamanya, sungguh hal yang mencenggangkan," Nissa begitu heran.


"Memang, Baik Ayah sakina atau Ayah ku mereka sama-sama mencintai ibu ku, saat hasil penyelidikan mereka di temukan tergeletak bersama dengan tangan ibuku menggenggam keduanya di sisinya, Ayah kandung ku bahkan rela melindungi ibu ku, hingga ia ikut tewas," paparnya lagi.


"Sungguh kisah cinta yang rumit," tambah Nissa.


"Sakina kenapa Bi, kenapa ia bisa seperti itu," Nissa mendekati Sakina.


"Ia dan ibu mertuanya bertengkar, dan adikku memilih lari dari rumah, hingga ia di tabrak mobil, dan mengalami Amnesia, tak hanya Amnesis, ia juga seperti kehilangan gairah hidupnya."


"Aku sengaja melarang ia bertemu suaminya, aku tak ingin ia menderita lagi, biar saja ia bersama ku selamanya," jawab Arjuna.


"Bi, Sebagai seorang istri, Nissa hanya mengingat kan pada Abi, Nissa tahu Abi sangat menyayangi adik Abi, tapi Bi, kita ngak boleh Bi, memisahkan seorang istri dan suaminya, apalagi jika ada di antara mereka sampai merasa terluka, sama saja kita berbuat zalim, Bi," papar Nissa dengan suara yang lembut.


"Tapi Abi takut, jika terjadi sesuatu pada Sakina," Arjuna.


"Bi segala sesuatu sudah di tentukan, kita ngak bisa menyalahkan siapa pun, termasuk suami nya, percaya lah Bi, jika Sakina memang mencintai suaminya, kita bawa suaminya menemuinya, barangkali, dengan rasa cinta dan kasih dari suaminya, Sakina bisa pulih Bi," tutur Nissa meyakinkan, dan sejenak Arjuna pun memikirkan penuturan istrinya ada benarnya juga, pikirnya.


Pagi hari di rumah Rangga, Rangga sedang menyuapkan Aira bubur, dan hari ini tak ada lagi susu untuk Aira, Rangga harus segera mencari penumpang, agar ibu dan anak nya bisa makan siang nanti.


Rangga sudah tak menyimpan uang, ia harus bekerja setiap hari, untuk mencukupi kebutuhan nya setiap hari juga, pendapatan yang sangat pas-pasan, apalagi harus membeli susu Aira yang sangat mahal menurutnya kini.


Rangga sudah bersiap, tinggal memakai jaket ojek onlinenya, ia pun akan memulai pekerjaanya, Rangga menghampiri ibunya yang sedang menjemur pakaian.


"Ibu, Rangga pergi dulu ya," ia pun mencium punggung tangan sang ibu sembari meminta restu.


"Rangga, jika sudah dapat uang kamu segera pulang ya, di rumah sudah tidak ada beras, kasihan Aira, jika ia tak minum susu ia akan nanggis seharian." Lily.


"Iya Bu, setelah dapat penumpang dan dapat uang, Rangga akan segera pulang," katanya pada sang ibu.

__ADS_1


Rangga kaget ketika melihat dua orang berseragam kepolisian datang menghampirinya.


"Selamat siang Pak," sapa salah seorang polisi itu.


"Selamat siang ada yang bisa saya bantu?" tanya Rangga dengan gugup.


"Kami mencari Saudara Rangga, karna terkait kasus penganiayaan saudara Arif sukmaja."


"Ha," Rangga kaget, begitu pun ibu nya, ia pun mendekati Rangga dan kedua polisi itu.


"Ada apa Pak ?" tanya Lily khawatir.


"Kami mau menjemput saudara Rangga, karna menurut laporan dari pihak korban bernama Arif sukmaja, Rangga adalah pelaku penganiyayan tersebut."


Bagai tersambar petir Lily, langsung syok dan menamgis histeris.


" Rangga apa kamu benar melakukan penganiyayaan itu Nak?" tanya Ibunya seolah tak percaya.


Dengan wajah tertunduk dan sedih, ia pun menjawab pertanyaan ibunya.


"Ia bu, Rangga kesal, karna ia telah berani menyentuh Sakina di depan Rangga bu," jawabnya dengan meneteskan Air mata.


"Baiklah karna saudara Rangga sudah mengakuinya, maka kami akan langsung membawa saudara Rangga untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya," tutur seorang polisi.


Rangga pun menurut, mengikuti polisi tanpa perlawanan.


Melihat anaknya di bawa, Lily pun mendekati polisi.


"Pak tolong jangan bawa anak saya Pak, dia itu tulang punggung keluarga kami pak, dan dia memiliki anak yang masih kecil Pak, bagaimana nasib anaknya bila Rangga ditahan Pak," ucap Lily, ia pun memohon sambil berlutut.


Rangga mengangkat tangan ibunya agar tidak berlutut, ia pun merasa sedih dan merasa bersalah, ia adalah tulang punggung keluarga nya, dan saat ini, tak ada sesuatu apa pun di rumahmya untuk di makan ibu dan putrinya, sekarang ia harus di penjara, akibat membela kehormatan istrinya.


"Bu, maaf kan Rangga bu, karna harus meninggal kan ibu, dengan keadaan seperti ini, maaf bu Rangga titipkan Aira pada Ibu," ucap Rangga sedih.


Sementara Aira keluar dari rumah nya dan memangis, melihat Ayahnya di bawa polisi, meski masih kecil, ia seperti mengerti bahwa ia akan di pisahkan dengan Ayah nya dalam waktu yang lama.


Lily kembali memohon, tapi polisi tetap tak memberi kesempatan.


"Maaf Bu, hukum tak pandang bulu, kami harus membawa saudara Rangga untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya," kata polisi tersebut kepada Lily, dan mereka pun berlalu di iringi tangis Aira dan Lily, begitu pun Rangga, ia tak mampu menahan tangisnya, melihat nasib anak dan ibunya akan terkatung-katung tanpa nya.


Please like, komen dab vote nya.


Mampir juga di novel author yang lain dengan cerita yang lebih seru dan nuasan yang berbeda dengan judul:


MENCINTAI MU DALAM GELAP

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2