Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 Episode 23


__ADS_3

Sakina keluar dari kamarnya, dan berdiri di balkon rumah mereka, meski merasa ngantuk, tapi tak juga ia bisa terlelap.


Sakina menatap langit yang penuh bintang-bintang sambil menguap.


Arjuna yang lewat dan melihat Sakina, langsung menghampirnya.


"Kenapa belum tidur Dek? " tanya Arjuna yang sedikit mengagetkan Sakina.


"Ngak bisa tudur Kak, sejak Kak Raka menikah, tak ada lagi yang mengusap rambut Sakina dan membelainya hingga Sakina tertidur, "jawabnya.


Arjuna ingin Ia dan Sakina menjadi akrab kembali, ia mencoba sebuah cara, untuk semakin meyakikan Sakina.


Arjuna tersenyum," Dek, kamu sudah pernah merasa seperti terbang di atas kapal pesiar, " tanya Arjuna.


"Belum, naik kapal pesiar saja Sakina belum pernah, "jawabnya.


"Kalau gitu kamu naik, pagar besi ini Dek, kira kira pada pada tinggkat ketiga."


"Ngak mau ah kak, takut jatuh," tolak Sakina, karna pada pagar besi yang ketiga, tingginya hampir selutut Sakina.


"Percaya sama Kakak, biar Kakak yang menahanya," Arjuna meyakikinkan.


Sakina pun naik, satu persatu dengan tangan yang menggenggam tangan Arjuna.


Setelah sampai pada batas yang ketiga, Arjuna melepaskan tanganya, ia pun naik berdiri di belakang sakina.


Sini tanggan kamu Dek, Arjuna meraih tanggan Sakina dan membentangkanya.


"Kak Sakina takut!" seru Sakina sambil menutup matanya, kini tubuhnya terasa berada di ketinggian, dari arah depan tubuh Sakina di hanya ditahan pagar besi yang kini tinggal setengah meter, sementara di belakangnya ada Arjuna.


"Buka mata kamu Dek, coba rasakan seperti ini lah sensai berada di kapal pesiar."


Sakina membukanya, ia memang merasa seperti terbang, karna Arjuna merentangkan tangganya, seperti adegan Jack dan Rose di film Titanik.


"Wow, seru Kak, tapi Sakina takut!."


"Ngak usah takut, nikmati saja, Kak Juna akan menjaga kamu"


Angin malam yang berhembus dengan sedikit kencang, membuat Sakina merasakan sensasi berada di kapal, dengan tanggan yang di rentangkan, ia merasa seperti burung yang terbang bebas di angkasa.


"Apa yang kamu rasakan Dek?" tanya Arjuna.


"Sakina seperti burung yang terbang bebas di awan Kak, menyenangkan," ucapnya dengam takjub.


Arjuna pun merasakan hal sama, rasanya memang menyenangkan, jika bersama orang yang di sayangi dan di cintai, dalam keadaan apapun itu.

__ADS_1


Setelah beberapa lama, mereka pun turun, Sakina langsung memeluk Arjuna, "Besok Sakina mau lagi ya Kak, seru banget," ucapnya.


"Ia Sayang, "jawab Arjuna.


Arjuna senang, karna sedikit pun Sakina tak merasa dendam atau takut kepadanya, Sakina tetap mempercayainya, sama seperti sebelum kejadian tersebut.


"Sekarang kamu tidur ya, biar Kakak yang menemani kamu, sampai kamu terlelap, kamu percayakan Dek sama Kakak," tanya Arjuna sambil menatap mata Sakina.


"Percaya Kak, sedangkan Kak Raka, bukan saudara kandung Sakina, Sakina percaya, apa lagi Kak Juna, Ikatan persaudaraan itu lebih erat dari ikatan apapun, karna sampai kapan pun, Sakina akan menjadi adik Kak Juna selamanya," ucap Sakina.


"Sakina juga ngak mau menikah, sebelum Kak Juna menikah, Sakina akan menemani Kak Juna," ucap Sakina tulus.


"Tapi Kak Juna ngak bisa menikah Dek," ujar Arjuna dengan lirih.


"Tapi kenapa Kak?" Sakina heran.


"Ini semua ada hubunganya dengan pernikahan Raka dan Evelyn Dek, tapi kamu jangan cerita ya sama Kak Raka, nanti dia sedih."


Sementara ternyata Raka sudah berada di belakang mereka, bersembunyi di balik pintu, niat Raka sebenarnya ingin memastikan bahwa Arjuna dan Sakina, hubungan mereka kembali seperti semula, tapi tanpa sengaja ia mendengar rahasia besar yang berhubungan langsung denganya.


"Kak Juna tak bisa menikahi gadis lain, selain Evelyn," sejenak kata-kata Arjuna berhenti, melihat reaksi dari Sakina.


"Tapi Kenapa Kak? bukanya Kak Evelyn itu sudah menjadi istri Kak Raka."


Arjuna menghempaskan nafas beratnya.


"Mereka mengajukan syarat, Jika terjadi sesuatu pada Raka, maka setelah masa idahnya selesai, Kak Juna harus menikahi Evelyn, selain menjamin masa depan Evelyn, mereka ingin agar Evelyn tetap menjadi menantu di keluarga Radja Prawira dengan begitu, Cucu nya kelak akan menjadi pewaris keluarga, Radja Prawira, tapi tak hanya itu syaratnya, Kak Juna tak boleh menikah dengan wanita manapun, sebelum atau sesudah menikahi Evelyn," tutur Arjuna menetesankan air matanya.


"Kak Juna seperti terpenjara Dek, tapi tak ada pilihan lagi bagi Kak Juna, karna hanya itu, satu-satunya jalan agar Kak Raka bisa menikahi Evelyn," tuturnya semakin sedih.


Sakina yang mendengar semua tak kalah sedih, tak hanya mereka berdua, Raka yang mencuri dengar dari balik pintu, tak kuasa memendung tangisanya, air matanya tumpah.


"Tapi Kak, itu sama saja menukar kebahagian Kak Juna, dengan Kak Raka. Kak juna juga berhak bahagia," Sakina kembali menangis di pelukan Arjuna.


"Tak mengapa Dek, kita memang harus berkorban demi orang yang kita sayangi, Kak Juna hanya ingin melihat Raka bahagia, dan Kak Juna juga pasti bahagia melihat Raka yang bahagia, Arjuna menangis memeluk Sakina.


Sementara Raka, ia tak sanggup lagi berdiri, Raka bersimpuh mengenang pengorbanan yang besar, dari Arjuna untuk dirinya.


Setiap keinginan, harus di sertai niat dan usaha untuk meraihnya.


Di dalam kehingan malam, saat sepertiga malam terakhir, Rangga berdoa dalam sujudnya, ia memohon agar Yang Kuasa memudahkan jalan baginya untuk menjadikan Sakina sebagai istri. Sekeras apa pun hati Arjuna, hanya Tuhan yang bisa melunakanya.


Setelah sholat tahajut, Rangga melanjutkam dengan membaca surah Yassin sebanyak 40 kali, menurut keyakinan diri Rangga sendiri membaca Yassin sebanyak 40 kali, bisa melunakan hati seseorang, meski hatinya sekeras batu.


Keesokan harinya, Rangga tiba di kantornya, Rangga langsung menuju ruangan Arjuna, ia bermaksud menyerahkan surat pengunduran dirinya, secara langsung ke pada Arjuna.

__ADS_1


Rangga berniat akan menjadi wirausaha, setelah keluar dari perusahaan ini, dan ia inggin membuktikan pada Arjuna, ia bisa sukses tanpa Arjuna, dan berharap Arjuna bisa menerima lamaranya.


Rangga masuk, dan Arjuna sudah duduk di ruangan itu, Arjuna langsung menatap tajam pada Rangga, namun Rangga tak menggubris tatapan Arjuna.


Rangga duduk, tepat di depan Arjuna, ia pun mengeluarkan surat pengunduran dirinya.


"Pak aku ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini, dan ini suratnya," Rangga menunjukan suratnya.


"Apa masalahnya? Aku tak pernah mencampuri urusan pekerjaan, dan urusan Pribadi," ucap Arjuna tegas, ia kembali menatap Rangga.


"Bukan masalah Pribadi, hanya saja, aku ingin membuka usaha sendiri, untuk membuktikan kepada keluarga pacar ku, bahwa aku bisa mandiri, dan bisa sukses tanpa mereka," Rangga menyindir Arjuna, bicaranya seperti anak kecil.


Arjuna tersenyum," Kau menyindirku Rangga?" tanya Arjuna yang terlihat geli dengan tingkah Rangga yang kekanak-kanakan.


"Ya syukur, kalau kau tahu," jawab Rangga spontan.


"Apa kau memang serius dengan adiku Rangga?" tanya Arjuna .


"Kau sudah mengenal ku lama Arjuna, Apa aku pernah mempermainkan wanita, aku bahkan menghormati wanita, seperti aku menghormati ibuku," jawab Rangga.


"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya," Arjuna menyelidik.


"Aku tetap pada pendirian ku Arjuna, Aku akan mencari sendiri Kakak Sakina yang lainya, ia lebih berhak terhadap Sakina, karna ia saudara seayah, aku akan melamar Sakina melalui dia," ucap Rangga yakin.


Arjuna sedikit kaget, ia pun berdiri, mendekati Rangga, dan menepuk pundak Rangga, "Kau memang harus mencari Mas Aziz, karna hanya dia yang bisa menjadi wali nikah kalian," Arjuna tersenyum simpul kearah Rangga.


"Jadi kau mengijinkan ku untuk menikahi adikmu," tanya Rangga tak percaya.


Arjuna pun menggangguk, "Tentu saja," ucapnya.


Rangga yang senang langsung memeluk Arjuna," Terima kasih Kak Juna,"


Arjuna melepaskan pelukanya, "Apa kau panggil aku Kak?semakin tak sadar diri kau Rangga, umur mu saja lebih tua dari ku,"sahut Arjuna, mereka pun tertawa.


Rangga terlihat senang keluar dari ruangan Arjuna, ia pun tersenyum dan menyapa ramah, kepada semua orang yang di temuinya.


Sampai diruanganya, wajah ceria Rangga, tertanggkap oleh Leo.


"Ada apa nih, sepertinya kawan ku Rangga sedang bahagia?" tanya Leo.


"Tentu saja, kawan ku Leo, sekarang Arjuna telah merestui hubunganku dengan Sakina, tak sia-sia aku sujud semalaman dan memkhatam Yassin 40 kali," jawab Rangga.


"Kalau begitu selamat kawan," Leo pun memeluk Rangga.


"Kalau begitu, nanti makam siang, kau yang traktir," pinta Leo.

__ADS_1


"Oke, tak hanya kau, yang ku traktir makan siang, tapi seluruh karyawan yang makan di kantin, aku traktir semua," ucap Rangga bahagia.


__ADS_2