Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Meminta restu


__ADS_3

Hari ini, Tiara akan mengajak Arie pergi kepesta pernikahan Ryan, iya sudah berdiri di depan cermin dengan busana terbaik nya, dan sedikit menutup aurat, tak seperti baju pesta nya yang selalu terbuka bagian dada, maklum mempelai Ryan adalah seorang wanita yang soleha, jadi Tiara sedikit malu, jika ke pesta dengan baju yang terlalu terbuka, apalagi pergi nya sama Arie, yang memang ngak suka melihat wanita yang berpenampilan seksi.


Arie sudah menjemput Tiara, dan ketika iya membuka pintu, Tiara terkesima melihat penanpilan Arie yang baru, Arie memangkas rambut nya, iya terlihat begitu rapi, dan trendy dengan model rambut short and spiky, meski terlihat sederhana, namun tetap menambah pesona nya dimata Tiara.


"Wow Rie, kamu terlihat ganteng sekali, hampir saja aku menelan mu," puji Tiara sambil bercanda.


"Bisa aja, mau membuka lembaran hidup baru, ya semua nya harus baru," cetus Arie.


"Kita pergi berdua aja, kamu ngak bawa Arjuna?" tanya Arie.


"Ngak, Repot, nanti dia nangis, biar saja dia di rumah, sebentar lagi Mas Riki, datang membawa Arjuna ke rumah Mama, Nanti pulang kita singgah ke rumah Mama ya, bawa Arjuna pulang."


"Mertua kamu tahu Tiara, jika kita akan menikah,?" tanya Arie.


"Tau Rie, aku sekalian kesana mau minta restu sama mereka, karna selama ini, mereka selalu mendukung ku, mereka menyayangi aku, seperti anak mereka, Rie."


"Tiara, setelah hari ini, kamu ngak boleh keluar ya, di pingit, biasa tradisi sebelum pernikahan."


"Pinggit, aku bukan anak perawan lagi Rie, mau di pingit segala, siapa yang mau belanja keperluan rumah ku seminggu, kalau aku ngak boleh keluar?" terdengar tawa pelan Tiara.


"Ya akulah, siapa lagi?" jawab nya spontan.


"Sama aja bohong, wanita di pingit itu ngak boleh ketemu sama mempelai Pria nya, kalau kamu ketemu aku, bukan di pingit namanya, di penjara," cetus Tiara.


"Aku takut aja, kamu di bawa lari seseorang, trus pernikahan kita batal," cemas Arie.


"Kayak cerita dewi shinta aja Rie, di bawa kabur sama Rahwana," ledek Tiara.


"Iya, tuh Mas Riki Rahwana nya," cetus Arie lagi.


"Jangan so uzon kamu Rie, jealos ya?"


"Iya lah, kan dia yang paling sering nemuin kamu, apa lagi kayak nya dia masih cinta sama kamu Tiara, seperti nya kamu juga begitu," sindir Arie.


"Rie, kalau aku masih cinta sama Mas Riki, aku ngak milih kamu Rie," ujar nya.


"Semoga saja, perasaan aku ngak enak," ujar Arie.


Dan mereka pun sampai di pernikahan Ryan, saat akan masuk dan mencatat di buku tamu, ternyata mereka bertemu dengan Pak Herman.

__ADS_1


"Loh Rie, kalian di sini?" tanya nya.


"Iya, Bapak kok ada di sini?" Arie balik bertanya.


"Ini kan pernikahan Hana anak gadis Pak Nanang, yang hampir bapak jodoh kan dengan kamu," papar Pak Herman.


Tiara, kaget mendengar nya.


"Jadi sebelum nya Pak Herman, sudah menjodohkan kamu Rie?" tanya Tiara.


"Iya, hampir saja aku menikahi Hana, perjodohan itu batal karna Syntia, saat itu aku membatal kan perjodohan karna harus menikahi Syntia," jawab Arie.


Tiara tersenyum simpul.


"Rie, kamu tahu ngak Ryan siapa?" tanya Tiara.


"Ngak tau"


"Ryan itu mantan aku Rie," jawab Tiara sambil tersenyum.


"Ngak nyangka ya, mantan sama mantan e ketemu nya malah di pelaminan," tutur Arie.


"Nama nya juga jodoh Rie, ngak ada yang tahu," ucap Tiara.


Dan saat berhadapan dengan Ryan, Tiara pun mengucapkan selamat pada nya.


"Apa dia calon suami mu Tiara?" tanya Ryan, mereka sempat mengobrol.


"Iya, ini calon suami ku, dan minggu depan giliran kita yang menikah, kamu datang ya Ryan."


"Insya Allah"


Dan kini giliran Tiara bersalaman dengan sang pengantin wanita, wanita tersebut tampak ramah, terlihat dari senyuman nya.


Hari ini Hana tak memakai cadar nya, iya pun hanya tersenyum ketika melihat Arie, yang hanya melempar senyum, kearah nya.


Seyum yang pernah membuat Hana mabuk kepayang di pertemuan pertama nya.


Mereka langsung pulang dan singgah kerumah orang tua Riki.

__ADS_1


Dari teras rumah saja terdengar suara tangisan Arjuna ,


Setelah mengucap salam, Tiara langsung masuk kerumah itu dan menghampiri Arjuna.


Arjuna sedang menangis ketika di gendong oleh Oma.


"Arjuna kenapa Oma?" tanya Tiara pada Mama.


"Ngak tau, mungkin haus kali," jawab Oma seraya menyerah kan Arjuna kepada Tiara.


Tiara pun menggendong dan memeluk nya, seketika iya pun senyap, meski masih terdengar isyak tangisannya.


Mendengar kehadiran Tiara, Riki dari atas langsung turun ke lantai bawah, iya juga sedang menggendong Raka, begitu pun Syntia.


Tiara pun duduk di samping Arie, dan langsung berhadapan dengan Mama.


Setelah cukup ngobrol dan basa-basi nya, Tiara pun mengungkap kan maksud nya, walau dengan sedikit gemeteran, Tiara sebenar nya takut, jika Mama akan marah, karna selama ini, Mama sering membujuk Tiara untuk rujuk kembali bersama Riki.


Tiara bicara di samping Mama, dan disamping Mama ada Riki yang menggendong Raka dan Syntia di samping nya.


Walau sedikit gugup, Tiara mencoba mengatur nafas nya, perlahan Tiara mendekat dan berlutut di hadapan Mama yang sedang duduk, Mama panik kenapa Tiara melakukan hal itu.


"Ma, Tiara minta restu dan doa dari Mama, karna minggu depan, Tiara akan menikah dengan Arie, Ma." Meski gemetar namun Tiara berhasil mengucap kan nya dengan lancar.


Mama sempat kaget, apalagi Riki, iya tak menyangka ternyata Tiara tetap kukuh pendirian nya.


"Tentu Tiara, Mama selalu berdoa yang terbaik untuk mu dan Arjuna, dan Mama juga memberi restu untuk kalian," ucap Mama, walau terasa berat di hati nya, karna sesungguh nya Mama Masih berharap Riki dan Tiara bisa kembali bersama.


Tiara pun langsung memeluk Mama, "Terima kasih Ma," ucap Tiara.


Dan Mama hanya membalas senyuman yang sedikit di paksa kan.


Tiara pun berdiri, karna misi nya kini sudah selesai, dan Riki, tentu iya tak perlu ijin dan restu dari nya.


Setelah kembali mengobrol mereka pun memutus kan untuk pulang dan berpamitan, tampak Riki terlihat gelisah sekali.


Setelah kepulangan mereka, Riki pun langsung menghempaskan tubuh nya diatas kasur, pandangan nya menerawang jauh, pikiran nya terbagi, bagai manacara nya agar iya bisa membatal pernikahan mereka, atau kah iya harus mengiklas kan nya.


*********************

__ADS_1


Please like komen dan vote, jadi kan favorite, siapa tahu komentar anda bisa jadi inspirasi author untuk episode selanjut nya.


Terima kasih para reader dan rekan-rekan author sekalian atas dukungan nya


__ADS_2