
Sakina turun dari mobil Rangga, karna kurang hati-hati iya pun terjatuh, melihat Sakina yang jatuh Rangga langsung menghampiri, "Aku sudah bilang, tunggu aku Sakina, kau belum terbiasa menggunakan sepatu itu," ucap nya kepada Sakina yang sedang meringgis kesakitan.
"Maaf Pak, sepatunya...," kata-kata Sakina terputus seketika di sambar Rangga.
"Jangan pikirkan sepatu nya, jika terjadi apa-apa pada mu, apa yang harus ku katakan kepada Kakak mu." Rangga langsung mengangkat tubuh Sakina masuk kedalam rumah.
Sementara, sepasang mata melotot dengan tatapan sinis, menanti mereka di depan pintu, sang Nyonya membukakan pintu pada mereka.
Melihat Rangga yang mengangkat tubuh Sakina si nyonya pun angkat bicara.
"Pandai sekali iya mencari perhatian mu Rangga," ucap nya dengan sinis.
Rangga tak peduli, iya tetap membawa Sakina ke kamar nya, dan dalam beberapa saat kemudian, Rangga pun keluar dan di depan pintu, dan sudah menanti sang ibu dengan wajah merah padam.
"Rangga...," kata-kata nyonya terhenti dan langsung di sambar Rangga.
"Bu, sebaik nya mulai sekarang ibu bersikaf baik terhadap Sakina..., kata-kata Rangga terhenti dan langsung di sambar si nyonya.
"Tak sudi," ucapnya ketus.
"Tapi itu harus Bu, karna Sakina, adalah adik dari Arjuna, Bos Rangga Bu, orang yang telah memberi Rangga kepercayaan menjadi Genderal manajer di salah satu perusahaan nya Bu, dan jika Ibu menyakiti Sakina, Rangga rasa Ibu tahu sendiri akibat nya." Rangga meninggalkan Ibu nya dengan mata melotot dan mulut ternganga, sang nyonya begitu terkejut dengan penuturan Rangga.
***
Raka menghampiri Evelyn yang sudah menunggu nya di pantai.
"Akhirnya kau datang juga Raka" Evelyn.
"Apa maksud mu menyuruh ku kemari Evelyn," Raka.
"Aku hanya ingin bersama mu," jawab Evelyn santai.
"Evelyn kau itu tunangan Kakak ku, kenapa kau bisa menyukai ku, Apa kau tidak lihat betapa sempurnanya Arjuna , banyak wanita yang menggantri hanya untuk berjabat tangan dengan nya, tapi kau dapat kesempatan istimewa, sebentar lagi kau akan menikahi salah satu orang paling kaya di negri ini, tapi kau malah menyukai Pria penyakitan seperti ku, aku tak punya apa-apa Evelyn, untuk membahagiakan mu, sebaiknya kau jangan mempermainkan perasaan ku, karna aku sendiri sadar siapa aku, lagi pula aku tak ingin, mengulangi kesalahan ibu ku, aku tak ingin merebut hak orang lain," ucap Raka tegas iya pun berlalu meninggal kan Evelyn.
"Tunggu Raka!" Evelyn mengejar Raka, dan ketika iya sudah berada dekat denganya, Evelyn pun langsung memeluk Raka dari belakang.
"Aku sudah tahu semua tentang mu Raka, aku bersedia menerima semua kekurangan mu, aku hanya menginginkan mu, bukan Arjuna," tutur Evelyn sambil memeluk Raka dari belakang.
Mendengar kata-kata Evelyn Raka membalik kan tubuh nya.
__ADS_1
"Percayalah Raka, aku tidak main-main, aku bersungguh-sungguh mencintai mu, setiap saat, bayangan mu slalu hadir, dan aku selalu rindu untuk bertemu dengan mu, apa itu bukan cinta, awalnya aku juga tidak yakin, tapi kurasa memang tak perlu alasan untuk mencintai seseorang, dan kau tak merebut aku dari siapa pun, Arjuna hanya mengikat ku dengan cincin, tapi hati ku, tak tertarik sedikit pun padanya, selama kami belum menikah, aku bisa menjadi milik siapa pun, termasuk kau." Evelyn meyakin kan Raka, iya pun memeluk Raka.
"Aku tahu Raka, kau juga menyukaikukan? kau tak bisa bohong Raka, biar bersama kita hadapi semua yang menantang hubungan kita, dan Arjuna, aku juga tahu iya tak mencintaiku," tambah Evelyn lagi.
"Apa kau yakin Evelyn? kau tak mempermainkan ku kan?" Raka menatap tajam mata Evelyn, tapi Evelyn membalas dengan mencium lembut bibir Raka.
"Kau percaya kan Raka?" tanya Evelyn.
Raka tersenyum dan memeluk Evelyn. Mereka pun bermain dan menghabiskan waktu bersama, penuh tawa dan suka cita.
Arjuna memasuki ruangan Rangga,
"Rangga, bisa bicara padamu sebentar," pinta Arjuna.
"Tentu saja Pak, silahkan duduk," Rangga mempersilah kan duduk di sofa yang ada di ruangannya.
"Rangga kau bisa menolongku kan? bujuk Sakina agar ia mau tinggal bersama ku," Arjuna langsung menyatakan maksudnya.
Meski Rangga merasa berat, namun ia pun mencoba untuk menyanggupinya.
"Akan saya coba membujuknya, tapi saya juga ngak berani janji," Rangga memberi alasan.
Rangga sedikit kaget dengan penuturan Arjuna, ternyata Sakina tak hanya bersandiwara di depan Leo tapi juga Arjuna,
Jangan-jangan Sakina, benar-benar menyukaiku, batin Rangga, iya pun menjadi Ge-er
Malam harinya Arjuna mencari Raka, iya khawatir, karna setelah di hubungi beberapakali di handphone nya, Raka tak mengangkat telpon nya.
Tak berapa lama berselang, Arjuna mendapat telpon dari Evelyn, bahwa Raka sedang berada di rumah sakit.
Dengan rasa khawatir Arjuna mengemudikan mobil nya, menuju rumah sakit yang di maksud Evelyn.
Arjuna sudah tiba di salah satu ruang VIP yang di maksud Evelyn, di sana sudah terbaring Raka, dengan wajah pucat dan sedikit kuning.
Tapi tak hanya itu, Arjuna melihat dengan mata kepala nya sendiri, jika Evelyn berbaring di samping Raka dan sedang memeluk nya.
Arjuna menghampirinya, dan melihat kedatangan Arjuna, Evelyn pun bangkit dari rebahnya.
"Evelyn kau?" tanya Arjuna tak percaya.
__ADS_1
"Iya Arjuna," aku mencintai Raka.
Dengan gerakan cepat iya melepas cincin tunangan nya dan menyerah kan ke Arjuna.
Arjuna hanya diam seraya menggenggam cincin yang di letakan Evelyn di telapak tangan nya.
"Apa yang terjadi pada Raka, Evelyn?"
"Kenapa Raka kembali drop?"
"Raka pingsan setelah kami melakukan hubungan suami istri," jawab Evelyn gugup.
Arjuna kaget bukan kepalang, iya bahkan tak sadar melepas kan cincin yang telah di genggam nya.
"Mengapa kalian melakukan sampai sejauh itu Evelyn, kau tahu bukan, Raka itu sakit, dan...," kata-kata Arjuna di putus Evelyn.
"Aku yang memaksa Raka, aku hanya ingin membuktikan pada nya, jika aku mencintainya," jawab Evelyn tegas.
"Sekarang apa yang ingin kau buktikan, kau lihat adik ku sekarang, apa itu bukti cintamu Evelyn," Arjuna menjauhi Evelyn kemudian mendekati Raka, iya pun mengusap kepala Raka dan mencium nya.
"Kau adalah belahan jiwaku Raka, aku tak hanya rela melepas satu Evelyn untuk mu,bahkan jika untuk sepuluh Evelyn lainya, asal aku bisa melihat mu bahagia." ucap Arjuna pada Raka.
Arjuna dan Evelyn tetap setia menjaga Raka, sample darah Raka sudah di ambil dan di periksa di laboratorium.
Keesokan hari nya, Raka sadar dan menemukan Evelyn tidur di samping nya, Raka pun tersenyum sambil mencium kening Evelyn.
Evelyn tersadar dari lelapnya," Kau sudah sadar Raka, maaf Raka, akulah yang membuat mu seperti ini," ucap Evelyn sambil memeluk Raka kembali.
"Iya Evelyn, karna kau juga, aku merasakan sesuatu yang belum pernah ku rasakan sebelumnya," Raka kembali tersenyum kepada Evelyn.
"Aku sudah memberitahu Arjuna, Raka."
"Aku juga sudah mengembalikan cincin tunangan nya, dan sekarang aku bebas Raka, aku ingin menikah dengan mu," ucap Evelyn dengan yakin.
"Kau lihat sendiri Evelyn, aku sakit, aku tak mampu berbuat banyak, jika kau menikahi ku, kau akan menjadi janda di usia muda," Raka.
"Aku sudah tahu resiko nya, tapi aku tak peduli, aku tetap ingin menjadi pendamping mu Raka."
Dan Arjuna yang mendengar pembicaraan keduanya, iya hanya diam, entah apa yang ada di benak nya kini
__ADS_1