
Tiara sudah siap dengan menggunakan kebaya putih nya, rambut nya di sanggul dan di sasak dengan memakai konde dari mutiara asli, sentuhan akhir pun selesai, mereka sudah siap untuk menuju masjid Al Karim, masjid yang tak jauh dari kediaman Arie dan Pak Herman.
Tiara tersigap ketika iya melihat kedatangan Riki, Tiara berfikir bahwa Riki akan menggagal kan rencana nya.
Sebelum berhadapan dengan Tiara, Ibu Tiara sudah menghadang Riki.
"Mau apa kamu kemari?" tanya Ibu Tiara pada Riki dengan judes.
"Maaf bu, Riki hanya ingin menemui Tiara sebentar saja bu," ucap Riki sedikit merendah.
"Ngak bisa, kamu mau mempengaruhi Tiara lagi kan?" tanya Ibu lagi.
Tiara keluar dari kamar nya, Riki pun melihat kearah Tiara, yang tampak nya sudah siap.
Riki pun mendekati Tiara, "Tiara apa aku bisa bicara pada mu sebentar saja?" pinta Riki.
Tiara pun menggangguk, iya pun menuntun Tiara memasuk kekamar nya.
Secara reflek Riki langsung memeluk Tiara,
"Tiara, aku ingin menjadi orang yang pertama melihat mu bahagia, boleh kah aku yang mengantar mu menuju kebahagian mu,Tiara? agar aku menjadi yakin bahwa aku tlah mengiklas kan mu bersama nya," tutur Riki dengan mata berkaca-kaca.
Tiara terbungkam, iya tak percaya pada Riki, iya takut akan di bawa lari dari nya.
"Tapi Mas, aku ngak bisa, aku harus ikut rombongan mereka." tolak Tiara halus.
"Aku tahu kau tak percaya pada ku, tapi aku hanya ingin menebus kesalahan ku pada mu, aku ingin, aku sendiri yang akan menyerah kan mu secara langsung kepada Arie,"
"Tiara aku sadar cinta memang tak harus memiliki, tapi biar lah aku yang mengalah, semua ini memang kesalahan ku, berilah aku kepercayaan sekali saja, di akhir hubungan kita ini,"
Tiara binggunh tapi seperti nya Riki tulus.
"Iya Mas, aku akan pergi bersama mu, aku percaya pada mu, "ucap Tiara.
Riki pun mencium kening Tiara, iya meraih tanggan Tiara mencium nya berkali-kali,
"Inilah yang terakhir aku mencium mu Tiara, aku tahu rasa cinta ku, tak sebesar cinta Arie pada mu, aku juga yakin kau akan lebih bahagia bersama Arie, Maaf Tiara selama bersama ku, kau selalu menderita, meski kita saling mencinta, nyata nya itu tak cukup membuat mu bahagia hidup bersama ku."
"Jangan bicara seperti itu Mas, aku pernah merasa kan saat yang paling bahagia dalam hidup ku, saat bersama mu, aku pernah mencintai mu lebih dari hidup ku, aku memilih Arie bukan karna dia lebih baik dari mu, tapi karna aku harus memilih, salah satu diantara kalian, kalian berdua adalah pria terbaik di hidup ku, maaf Mas jika aku mengecewakan mu, dan memilih Arie, ada banyak pertimbangan yang harus ku ambil dalam keputusan ku" Tiara.
"Aku mengerti Tiara, semoga kau bahagia bersama nya Tiara, " ucap Riki sambil mengecup kening Tiara.
__ADS_1
"Aku tak tahu, kenapa bajingan seperti ku hanya mampu menyimpan satu nama saja di hati ku, yaitu kamu Tiara."
Mereka sudah berurai air mata, Riki menempel kan kening nya ke kening Tiara, dan saat itu jarak mereka sangat dekat, iya pun mencium bibir Tiara, untuk yang terakhir kali nya.
Tiara begitu terharu, air mata nya semakin deras mengalir, iya tak menyangka jika Riki juga sangat mencintai nya, tapi apalah daya, jodoh di tangan tuhan, dan tak satu pun mampu mengubah nya.
Riki pun menghapus air mata Tiara, "Jangan menangis Tiara, ini hari bahagia mu, kau tak boleh bersedih," tutur Riki.
"Aku terharu Mas, andai aku di beri kesempatan bisa terlahir kembali, aku janji akan memilih mu, Mas."
"Aku juga Tiara, tak kan ku biarkan siapa pun merusak hubungan kita."
"Aku mencintai mu Tiara, sampai kapan pun," tutur Riki, dan kembali Tiara menetes kan air mata nya.
Setelah salung menghapus air mata, mereka keluar dan bergandeng tanggan.
Ibu Tiara langsung emosi melihat mereka, iya pikir Tiara akan membatal kan pernikahan nya bersama Arie, dan kembali pada Riki.
Tiara pun menghampiri Ibu nya," Bu, Tiara akan pergi bersama Mas Riki, Ibu pergi saja bersama dengan rombongan lain."
"Tapi Tiara, bagainana kalau...," Ibu tak melanjut kan kata-kata nya.
"Terserah kamu Tiara, ingat jangan bikin malu keluarga kita, dan juga keluarga Arie."
"Tenang saja bu," balas Tiara.
Mereka pun pergi satu rombongan mobil, sementara Tiara, bersama Riki, Tiara tak tahu kenapa iya begitu percaya pada Riki, padahal kemaren Riki hampir membawa nya kabur.
Sepanjang perjalanan Tiara merebah kan kepala nya di lengan Riki yang sedang menyupir, Riki pun berkali-kali mencium tangan dan kening Tiara.
Ini lah akhir perjalanan cinta mereka, meski hanya salah satu diantara mereka yang bahagia, dan yang lain nya harus merasakan kecewa.
Rombongan ibu Tiara sudah sampai, dan terlihat semua sudah siap dan hadir, termasuk penghulu dan Ayah Tiara, sendiri.
Arie menjadi bimbang, ketika sosok Tiara tak berada di rombongan tersebut, padahal akad sudah akan di langsung kan.
Seolah tak sabar, Arie buru-buru nenghampiri rombongan tersebut, dan menanyakan keberadaan Tiara.
"Dimana Tiara, bu, " tanya Arie.
"Tiara..., "Ibu tak sempat bicara karna Riki dan Tiara sudah tiba di sana.
__ADS_1
Arie kaget apa maksud Tiara, pergi bersama Riki di hari pernikahan mereka,
Riki dan Tiara menghampiri Arie yang terbungkam di depan Masjid.
setelah berhadapan.
"Rie, aku hantar kan Tiara pada mu, sebagai tanda keiklasan ku melepas nya," tutur Riki dalam.
Tiara mendekati Arie dan menggandeng nya.
"Aku tahu, kamu pasti bisa membahagia kan nya." tutur Riki lagi.
Riki pun memeluk Arie dengan haru, dan hal yang serupa Arie pun turut haru.
"Mas kamu mau kan jadi saksi nikah aku dan Tiara," pinta Arie.
"Tentu " jawab Riki.
Mereka pun duduk di berhadapan dengan penghulu.
Akad nikah pun di mulai.
Saya terima nikah dan kawin nya Mutiara Indah binti Bapak Ilham Slamet dengan Mas kawin tersebut tunai..(ucap Arie lantang dan hanya satu tarikan nafas )
Para saksi pun serentak mengucap SAh termasuk Riki, meski perlahan air mata nya menetes.
Arie dan Tiara juga terharu, menyaksikan sendiri akad nikah yang sakral yang sudah mereka impikan sejak dulu, akhir nya kini mereka sah sebagai suami-istri.
Mereka pun saling memeluk bahagia, begitu pun para keluarga mereka yang ikut haru, mengenang begitu banyak rintangan dalam hubungan mereka, dan melihat kesunggugan Arie pada Tiara serta perjuangan nya yang kini membuahkan hasil.
Setelah akad nikah selesai mereka kangsung sungkeman, pada kedua orang tua karib kerabat, tak lupa juga mereka menghampiri Riki.
"Selamat ya Rie, " hanya itu kata-kata yang mampu di ucapkan Riki, iya harus terlihat bahagia, meski kenyataan nya berbeda.
"Terima kasih Mas, jawab Arie," yang langsung memeluk Riki.
Kini giliran Tiara memeluk Riki, Riki tak mampu berkata sepatah pun pada Tiara, karna iya sudah tak mampu bersuara.
"Terima kasih Mas," ucap Tiara dalam pelukan Riki.
Riki hanya mampu menggangguk dan menahan air mata nya agar tak tumpah.
__ADS_1