
Alena POV
Aku dan Riki sudah berpacaran sejak kami di bangku SMA, karna cinta ku yang terlalu besar padanya, aku pun merelakan kegadisan ku untuknya.
Meski aku dan dia sudah sering melakukanya, tapi sepertinya, Riki tak pernah serius dengan ku, bahkan dengan santainya, ia bergonta-ganti pacar di depanku, meski aku sering tersakiti olehnya, tapi setetes pun, cinta ku tak surut untuknya.
Karna sifat Playboy nya, aku membalas sakit hatiku dan menjalin cinta dengan yang lain.
Tapi sejak aku, ketahuan selingkuh, Riki malah memutuskan cintanya pada ku.
Hancurnya hubungan cinta ku dan Riki, berbanding lurus denga rumah tangga orang tua ku, Ayah dan Ibu ku berpisah, dan aku ikut ibu ku pindah ke Paris.
Sulit bagi ku mengubur rasa cinta pada Riki, meski kini aku kembali melakukan kesalahan. Aku kembali menjalin hubungan dengan seorang pria yang bernama fredo, pria berdarah indonesia prancis, hinga aku hamil, bukanya menikahi ku, Fredo malah meninggakan ku, dan menikah dengan orang lain.
Meski beberapa kali mencoba mengugurkam kandungan ku, aku selalu gagal, akhirnya aku melahirkan bayi perempuan yang ku berinama, Eiffelyn yang artinya menara Eiffel, tempat di mana aku dan fredo bertemu.
Aku sama sekali tak menginginkan Eiffelyn, aku hampir membuangnya, tapi istri Edward malah menginginkanya, karna setelah menikah bertahun-tahun mereka belum punya anak, mereka pun mengganti namanya, menjadi Evelyn.
Sudah bertahun-tahun aku tak bertemu dengan Riki, aku pun kembali bertemu denganya, saat acara reuni.
Riki masih saja mempesona bagi ku, aku coba menyatakan cinta pada nya, tapi ia kembali menolakku, karna kini, ia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikahi gadis bernama Raya.
Aku yang masih mencintainya, mencoba untuk memilikinya kembali, Aku pun memberi obat peransang pada minumanya, Riki yang mabuk akan mudah ku kendalikan.
Aku memesan hotel, tempat yang akan ku gunakan bercinta denganya, agar tak ada yang curiga, aku menyuruh dua orang untuk membawa Riki ke hotel.
Namun lagi-lagi nasib sial menimpaku, saat aku masuk ke hotel, aku malah melihat Riki sedang bergumul dengan seorang wanita.
Aku kembali gagal memilikinya, Tak berapa lama dari peristiwa itu, Riki malah memberi kabar buruk, bahwa ia akan menikahi gadis bernama Tiara, ternyata wanita itu, adalah gadis yang ia perkosa di hotel.
Aku kembali hancur, untung saja Riki tak menyukai gadis itu, dengan mudah aku memfitnah Tiara, agar Riki membencinya, aku lah yang bilang pada Riki, bahwa Tiara sengaja memberinya obat peransang, agar bisa menikahi pria kaya sepertinya.
Riki pun percaya, apalagi ternyata Tiara memaksa untuk di nikahi olehnya.
Riki berhasil kukuasi, ia pun membenci istrinya, dan saat itu aku kembali masuk dan memainkan peranku.
Aku dan Riki melakukan hubungan bebas, tanpa ikatan dan tanpa pacaran, aku juga tak pernah peduli pada putriku, setiap hari ku habiskan mengejar cinta Riki, aku selalu berada, di mana pun ia berada.
Sebanyak apa pun aku mencoba, sebesar apapun pengorbanan ku, Riki tak pernah membalas perasaanku, apalagi kini ia jatuh cinta pada istrinya, sejak itu, Riki tak pernah datang pada ku, ia semakin jauh dari ku, semua karna perempuan bernama Tiara.
Saat itu aku membencinya, ku lakukan segala cara untuk menyakitinya, Aku benci pada mu Tiara, Apa lagi, setelah ku tahu Riki, meninggal karna menyelamatkan mu.
__ADS_1
Aku membenci mu Tiara, akan ku balas semua rasa sakit ini, akan ku tuntas kan dendam ini sampai ke anak cucumu.
Tapi saat melihat Evelyn yang sudah dewasa, aku juga merasakan cinta terhadapnya, akan ku bawa Evelyn bersamaku, meski harus ku pisahkan ia dan suami nya.
****
Malam minggu telah tiba, semua keluarga berkumpul.
Sakina dan Evelyn memasak makan malam untuk mereka, meski ada juru masak, karna hari ini spesial, Sakina dan Evelyn memasak sendiri, suasana yang hangat di dapur, karna keduanya di temani suami mereka.
Raka dan Rangga, mereka mendapat tugas mengupas dan memotong bawang, Sakina dan Evelyn, sengaja mengerjai mereka.
Baru beberapa siung, mata mereka memerah, dan hidung mereka pun mulai berair, beberapa kali Rangga berusaha manarik air yang akan mengalir di hidung nya, agar tak keluar, sementara matanya memerah dan mengeluarkan tetesan air.
Melihat hal itu, Sakina dan Evelyn tertawa geli.
"Yang, udah yah, ngupas bawangnya?" pinta Rangga, karna ia sudah tak tahan, hidung nya terus saja berair, dan air mata Rangga terus saja menetes.
"Udahan Sakina, ngak lihat, Rangga nangis seperti nonton drama korea yang ada pelakornya," Evelyn meledek Rangga.
"Ngak, biarin aja Kak, Sakina mau balas dendam sama Mas Rangga, dua hari Sakina di sekap sama dia, ngak boleh keluar kamar," tutur Sakina sambil tersenyum.
"Kejam!" seru Rangga.
"Eh Sakina, udah pintar kamu, ngomong jatah-jatah segala, di ajarin apa kamu sama Rangga?" cetus Raka.
"Ngak di ajarin apa-apa udah pintar kok dia," sahut Rangga.
Karna sudah tak tahan dengan rasa pedih, Rangga pun berlari kekamar mandi dan membersihkan wajahnya.
"Tega banget kamu Sakina, kalau aku sih, ngak mau lah Raka menderita seperti itu, aku kan sayang sama dia," tutur Evelyn sambil melirik ke arah Raka.
Raka yang tersanjung dengan kata-kata Evelyn, ia pun menghampiri Evelyn, dan mencium pipinya.
"Kami pinter banget gombalnya sayang," ucap Raka, ia pun memeluk Evelyn.
"Ia lah, kalau bukan aku, siapa lagi yang peduli sama kamu sayang, i love you," ucap Evelyn, tanpa sungkan ia mengecup bibir Raka di depan Sakina.
Sakina hanya tersenyum melihat kemesraan mereka, tak lama Rangga pun selesai dari kamar mandi dan masih mengucek matanya, karna kasihan, Sakina mengambil beberapa lembar tissue, dan menyapu lembut di mata Rangga.
"Perih banget ya Mas, maaf ya, aku sudah kelewatan," tutur Sakina, seraya menyapu mata Rangga.
__ADS_1
"Ngak kok, yang perih itu, kalau kamu pergi meninggalkan aku," ucap Rangga, tak kalah gombal.
"Ish, apa sih, ya ngak lah, aku kan cuma cinta sama kamu," balas Sakina.
Kedua pasangan itu seolah berlomba-lomba pamer kemesraan, mereka pun memeluk pasangan mereka masing-masing, dan saat itu, Arjuna yang turun dari tangga dan melihat kemesraan kedua pasangan tersebut.
"Ah pedihnya, jadi jomblo di antara mereka yang sedang berbahagia," kata Arjuna pada dirinya sendiri, ia pun kembali naik menuju kamarmya.
Arjuna pun berdiri di atas balkon rumahnya, melihat kedua adiknya bahagia, ada rasa cemburu di hatinya.
"Ingin juga rasanya punya pasangan, punya istri dan juga punya anak, semoga saja ada keajaiban, sehingga Allah memberi ku jalan keluar yang terbaik, dan suatu saat nanti, aku juga bisa bahagia bersama mereka." batin Arjuna.
Makan malam sudah siap, mereka menata makanan di atas meja, kali ini rumah mereka sedikit berisik oleh tangisan Aira yang baru bangun dari tidurnya, dengan sigap Rangga langsung menghampirinya, dan membawa nya ke meja makan.
Rangga turun menuju dapur dengan menggendong Aira.
"Eh, anak bunda sudah bangun," ucap Sakina, ia pun meraih Aira dari tangan Rangga.
Semua sudah siap di meja makan, termasuk Oma, hanya Arjuna yang belum turun dari kamarnya.
Melihat Arjuna yang belum juga turun, Raka berinisiatif menyusulnya.
"Sakina, kita panggil Kak Juna," ajak Raka.
"Ayo," Sakina setuju, ia pun berjalan beriringan dengan Raka, Raka merangkul Sakina, mereka begitu rindu saat-saat seperti ini, saat yang indah bersama saudara, sejak menikah, Raka sadar waktunya lebih banyak di habiskan bersama Evelyn, dan saat ini, ia ingin berkumpul bersama kedua saudaranya, meski hanya sebentar.
Setelah beberapa saat menanti, akhirnya Arjuna turun, dan ia di gandeng mesra kedua adiknya, Arjuna merasa bahagia, meski sudah menikah, kedua adiknya, tak pernah melupakanya, bahkan mereka meluangkan waktu bercanda sebentar sebelum mereka turun.
"Evelyn, lihatlah mereka, mereka tak punya orang tua, tapi mereka begitu kompak, saling menyayangi dan saling melindungi, aku jadi iri melihat kebersamaan mereka," ucap Rangga.
"Tak perlu iri Rangga, bukan kah kita kini jadi bagian dari mereka, kita sekarang adalah keluarga yang akan saling melindungi dan menyayangi, ayo kita hampiri mereka," ajak Evelyn.
Rangga dan Evelyn pun menghampiri mereka dan saat berhadapan, mereka pun saling memeluk dan merangkul hingga membentuk lingkaran.
"Lihat lah Kak, kau tak sendiri kan? meski kami sudah berkeluarga, kami akan selalu ada untuk mu," ucap Raka, mendengar semua itu tak hanya Arjuna yang terharu, mereka semua pun terharu.
"Ia, selama kita bersatu, tak akan ada yang bisa mencelakai kita, keluarga adalah benteng pertahanan paling kuat," ucap Arjuna.
Arjuna sebenarnya menghawatirkan ancaman baru bagi keluarga nya, wanita yang sengaja membunuh orang tua mereka, kini tlah kembali dan bukan tak mungkin, ia akan kembali mencelakai keluarga nya.
*******( terima kasih sudah membaca karya ini, jangan lupa like komen dan vote nya ya, novel ini sudah ada audion booknya juga, bila berkenan silah kan mampir,jika ada pertanyaan, saran dan kritik, silahkan tuang di kolom komentar ya, oh siapa tahu juga ada yang berminat baca karya author yang lain dengan judul MENCINTAIMU DALAM GELAP, Kisah gadis buta yg jatuh cinta dengan pria yang tak pernah dilihatnya, ternyata pria itu merupakan sosok yg sempurna dan menjadi idola, akam kah cinta mereka bersatu di atas banyak nya perbedaan dan pertentangan.(.sory ya promosinya banyak banget, ilove you all) Tengkqu.wkwkwk( saking banyaknya nulis author lupa nilis thank you gimana.
__ADS_1