Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Penyesalan


__ADS_3

Setelah sampai di parkiran, Arie pun berhenti, iya membuka pintu mobil dan membukakan pintu untuk Tiara.


Arie meraih Arjuna dari Tiara, agar Tiara mudah untuk keluar.


"Sini Arjuna sama Ayah," tutur nya sambil merilik kearah Tiara.


Tiara hanya membalas senyuman Arie.


Arie tetap mengendong Arjuna dan Tiara menggandeng mesra tangan Arie, hingga sampai di tempat yang mereka tuju.


Riki yang melihat kemestraan mereka menjadi cemburu, tapi tak ingin terlalu di tampakan nya, padahal iya ingin agar Tiara datang sendiri dan bisa menenani nya sepanjang hari.


Tiara dan Arie pun tepat berada di hadapan Riki, Riki langsung meraih Arjuna dari tanggan Arie, iya pun mencium dan memeluk nya.


"Gimana keadaan Syntia Mas?" tanya Tiara.


Dan mereka pun duduk, dengan posisi Tiara berada diantara Arie dan Riki.


"Racun nya sudah di keluarkan, hanya saja keadaan nya belum pulih dan iya belum sadar."


"Tapi kenapa bisa sampai seperti ini Mas?" tanya Tiara lagi.


"Kami bertengkar dan aku sudah memutuskan untuk pisah rumah dengan Syntia, iya sempat mengancam ku, tapi ku pikir iya tak kan berani melakukan nya, ternyata iya malah nekat," papar Riki.


Arie diam dan tak mau ikut campur dengan pembicaraan mereka.


"Mas, boleh aku lihat keadaan Syntia?" tanya Arie, selain ingin melihat keadaan Syntia, Arie memberi Tiara kesempatan untuk bicara berdua dengan Riki, mungkin kejadian ini ada hubungan nya dengan Tiara, pikir Arie.


"Silah kan Rie, " ujar Riki.


Arie pun masuk dan meninggal mereka bicara berdua.


"Mas, kenapa sih kamu ngak bisa menerima Syntia, padahal iya sudah rela mengandung anak kamu, dan iya juga menderita, akibat kerusakan pada rahim nya, dengan demikian Syntia selamanya ngak akan bisa hamil lagi Mas."


"Walau cara nya salah, tapi iya berhasil membuktikan seberapa besar cintanya pada kamu, bahkan iya tega mengkhianati aku dan Arie, hanya untuk mendapatkan kamu, tapi kamu tak pernah menghargai usahanya, untuk merebut hati kamu, Mas."


"Belajar lah Mas, mencintai Syntia, seperti dulu kamu berlajar mencintai ku, dan aku juga belajar mencintai kamu. Akhir nya kita sama-sama saling mencintai kan Mas, walau akhir nya harus berpisah."


"Aku ngak pernah belajar mencintai kamu Tiara, malahan aku belajar untuk semakin membenci kamu, nyata nya aku malah makin cinta sama kamu," ujar Riki.

__ADS_1


"Aku ngak bicara tentang kita Mas, Aku hanya ingin kamu menghargai nya, sebagai istri kamu, dan berhenti lah mengharapkan ku lagi, Syntia bisa saja kembali nekat dan mengulangi nya lagi, jadi kamu harus belajar membuka hati untuk nya lagi. "


Arie pun keluar dan memanggil Mas Riki.


"Mas, Syntia sudah sadar, dan memanggil nama kamu."


Riki pun masuk menemui Syntia, sementara Tiara dan Arie tetap berada di luar.


Syntia sadar dan iya pun menangis, Riki yang tak tega langsung menghapus air mata Syntia.


"Kenapa aku masih hidup Mas, ?" tanya Syntia lirih.


"Kenapa kamu ngak biarin aku mati saja?" semakin lirih.


"Aku sudah kelihangan segalanya Mas, aku sudah kehilangan kebanggaan ku sebagai wanita, aku ngak bisa memberi keturunan lagi." ucap nya berlinang air mata.


"Dan sekarang, kamu juga akan pergi meninggal kan ku, lalu untuk apa aku hidup lagi," tutur nya dengan sedih.


Riki pun terharu dan sedih iya pun menggenggam tangan Syntia," Kamu cepat sembuh Syn, aku janji ngak akan meninggalkan kamu lagi," ucap Riki sedih.


Syntia pun kembali menanggis, Riki pun memeluk dan mencium kening Syntia.


"Iya Syn, aku janji," ucap Riki yang masih memeluk Syntia.


Arjuna sudah mulai rewel, iya pun menangis.


"Rie, kayak nya Arjuna sudah ngantuk dan pingin netek deh, kita pulang aja yuk," ajak Tiara.


"Iya, kita pamit dulu sama Mas Riki," ucap Arie.


"Kamu aja Rie, nanti kalau Syntia tahu aku di sini, dia akan berpikir macem-macem."


Arie pun masuk kedalam, iya menghampiri Syntia dan Syntia menangis melihat Arie.


Arie mendekati Syntia.


"Aku pulang dulu Syn," ucap Arie sambil memegang tangan Syntia, Arie pun ingin pergi, tapi tangan nya di tarik Syntia.


Syntia pun meminta Arie untuk memeluk nya, Arie pun memeluk Syntia yang sedang berbaring.

__ADS_1


"Maaf kan aku Rie, aku sudah berbuat jahat pada Tiara, sampai kan maaf ku untuk Tiara, Rie," ucap Syntia dengan lirih dan sedih.


Arie pun terharu, Aku sudah memaaf kan mu," Syn ucap Arie yang masih memeluk Syntia.


"Kalau kau ingin meminta maaf pada Tiara, kau bisa mengatakan nya langsung, pada nya, karna dia juga di sini, dia peduli pada mu Syn," ucap Arie, sambil melepas pelukan Syntia.


"Ya Rie, bawalah Tiara kemari, aku terlalu banyak dosa pada nya," ucap Syntia.


Dan Arie pun memanggil Tiara, dan membawa nya pada Syntia.


Arie menggendong Arjuna, agar Tiara leluasa bicara pada Syntia.


Syntia melihat ke arah Tiara dan langsung menangis, begitupun Tiara iya pun terharu, Tiara mendekati Syntia dan memeluk nya.


Syntia semakin menangis karna di peluk Tiara, "Maaf kan aku, Tiara," ucap nya lirih dan tersedu-sedu karna sambil menanggis.


"Sama-sana Syn," ucap Tiara yang juga tersedu menahan tangis nya.


Riki dan Arie juga terharu melihat keadaan tersebut, bahkan Arjuna yang tadi nya rewel, juga ikut diam seolah mengerti.


"Maaf Tiara, aku berbuat curang dan merampas kebahagian mu, dan masih banyak lagi dosa ku pada mu, andai aku mati dan belum sempat meminta maaf pada mu, maka aku tak kan tenang di sana," ujar nya menyesal.


"Ngak apa Syn, mungkin sudah takdir seperti ini, aku juga sudah iklas melepas Mas Riki untuk mu," ucap Tiara yakin.


Syntia pun terharu dan Riki pun sedih mendengar keiklasan Tiara yang telah merelakan nya, bahkan sampai saat ini, iya belum iklas berpisah dengan Tiara.


Setelah larut dalam kesedihan, Syntia pun melihat sosok Arjuna yang menggemas kan.


"Apa itu Arjuna Tiara?" tanya Syntia yang melihat kearah Arjuna , iya pun sedih kembali.


"Bahkan aku juga berdosa pada Arjuna karna memisahkan iya dan papa nya," ucap Syntia lirih.


"Sudah lah Syntia, aku dan Arjuna sudah merasa bahagia saat ini," tutur Tiara.


Mereka pun memutus kan untuk pamit,


"Syntia aku pamit ya, separti nya Arjuna sudah mulai ngantuk," pamit Tiara.iya pun tak mau terlalu lama di sana.


Tiara pun mendekati Riki, dan Riki menggendong Arjuna dan mencium nya, sebelum di serah kan kembali pada Tiara.

__ADS_1


Mereka pun pulang dengan rasa bercampur aduk.


__ADS_2