
Sakina masuk kekamar perawatan Raka, dan iya melihat, sudah ada Evelyn yang berbaring di samping Raka.
Melihat kedatangan Sakina, Evelyn pun bangkit.
"Kakak bukannya tunangak Kak Juna?" tanya Sakina heran, yang melihat Evelyn memeluk mesra Raka.
Evelyn pun bangkit dan mendekati Sakina, "Aku sudah memutus kan pertunanganku dengan Arjuna, dan memilih Raka, aku mencintai Raka," papar Evelyn.
"Tapi kenapa bisa seperti itu ?"
"Entalah, ku rasa cinta tak perlu alasan" jawan Evelyn.
"Kak Raka memamg orang yang menyenangkan, tak heran jika kau menyukainya, aku sendiri sejak mengenal Kak Raka, langsung menyukainya dan berharap suatu saat jadi pacarnya," tutur Sakina dengan polos.
"Jadi kau juga menyukainya,?" tanya Evelyn.
"Tenang saja Kak, itu semua perasaan ku waktu masih kecil, dan sekarang bagi ku Kak Raka adalah saudara ku, sama seperti Kak Juna," jawab Sakina dengan melempar senyum ke arah Evelyn.
Pembicaraan mereka terhenti, ketika melihat Raka yang terbangun dari tidur nya, mereka pun menghampirinya.
Raka mencoba untuk berdiri, tapi kepalanya terasa pusing, iya pun duduk kembali.
"Kak Raka, jangan bangun dulu," ucap Sakina.
"Untung kau di sini Dek, Kak Raka rasa, kakak sudah tak bisa menahan penyakit ini, mungkin sebentar lagi Kak Raka tidak ada lagi di dunia ini," tutur Raka sedih.
Raka terlihat semakin parah, kulitnya menguning dan kering dan ada galis hitam tegas di sekitar kelopak matanya, bibirnya pun pucat kekuningan.
Mendengar penuturan Raka yang menyedihkan itu, Evelyn dan Sakina memeluk nya masing-masing di kedua sisi tubuh Raka.
"Jangan bicara seperti itu Kak, kami di sini ada untuk mendukung Kakak, memberi semangat untuk Kakak, karna Sakina dan Kak Evelyn kami mencintai Kak Raka, Iya kan Kak Evelyn?" Sakina mencari penegasan.
"Sakina benar Raka, Kami menyayangimu dan mencintai mu, kuat kan lah semangat mu, kami akan selalu bersama mu," tutur Evelyn tak kalah haru.
Mereka berdua pun secara bersama mencium pipi Raka, Evelyn berada di sisi kanan, sedangkan Sakina di sisi kirinya.
Raka langsung terharu dan meneteskan air matanya, iya pun mencium kening Sakina, " Terima kasih Dek, " ucapnya pada Sakina.
"Terima kasih sayang, ucapnya pada Evelyn, ia pun mengecup bibir Evelyn.
Saat-saat haru sedang berlangsung, masuklah Arjuna yang juga ikut haru melihat mereka.
__ADS_1
"Kau beruntung Raka, Ada dua bidadari di samping mu," ucap Arjuna.
"Kemari lah Kak, kau tak ingin memeluk ku," balas Raka.
Evelyn dan Sakina pun merentangkan tangan mereka untuk menerima pelukan Arjuna, kini mereka berempat bersatu dalam keharmonisan sebuah hubungan kekeluargaan, mereka bersama mendukung Raka dan memberi semangat untuk nya, sejenak mereka larut dalam haru dan tangis bahagia.
mungkin tubuh Raka tidak lah kuat, semangatnya tidak lah kokoh, tapi melihat orang-orang di samping nya, begitu mencintainya dan selalu di sisinya untuk mendukung nya, iya pun kembali bersemangat.
Setelah saling melepas pelukan.
"Cepat lah pulih Raka, Setelah kau sembuh nanti, Kakak akan melamar Evelyn untuk mu," ucap Arjuna sambil menggenggam tangan Raka.
Raka dan Evelyn kembali haru, Arjuna memang sosok yang pengertian dan penyayang di balik sikap diam nya.
"Terima kasih Kak, kau sudah menjadi Ayah yang menuntunku, pelukan kan hangat mu, seperti pelukan seorang ibu bagi ku, kau selalu mengalah dan mengerti aku, kau tak hanya seorang Kakak bagi ku, tapi kau juga sahabat ku, Aku bisa mendapatkan semua sosok itu, hanya dari seorang yang slalu ku panggil Kak Juna, kau adalah segalanya bagi ku Kak, Kau lah semangat bagi ku, mana mungkin aku mengecewakan mu Kak," tangis Raka pecah ketika Arjuna kembali memeluknya.
"Hanya ini yang bisa ku berikan pada mu adik ku sayang, segala cara akan ku lakukan demi kesembuhan mu, juga demi kebahagian mu, jadilah Raka yang kuat, karna ada Arjuna yang selalu berada di depan, sebagai perisai untuk melindunginya, juga akan selalu ada di belakang, untuk menopang semangat nya." Arjuna.
Dan mereka kembali haru.
Begitulah mereka memberi nama Arjuna, bukan tanpa arti, Arjuna adalah sosok Ksatria tangguh dan perkasa, perkasa bukan hanya berarti seberapa banyak iya mampu melumpuhkan lawan, nya tapi juga bisa berarti, seberapa tangguh pengorbanan nya dalam melindungi dan menjaga orang-orang yang di sayangnya.
Arjuna terdidik dari keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang, iya sudah terlatih memberi tanpa berharap di beri, dan ia rela berkorban untuk sesuatu yang iya Sayang, Apalagi Raka dan Sakina adalah amanah dari orang tuanya.
"Raka dalam beberapa hari kedepan kita akan menjalani cangkok sumsum tulang, Kakak harap, kau persiapkan mental mu, ingat lah Raka, kau harus istirahat yang banyak, jangan pikirkan apapun dan perbanyaklah berdoa." kata Arjuna pada Raka.
Raka sedikit terkejut mendengarnya, jika ia sampai melakukan transplantasi sumsum tulang, itu berarti, ini tahap akhir dari pengobataan nya, sebenarnya sama saja, transplantasi tersebut hanya sedikit memperpanjang usianya, tapi ia juga tak mau putus asa, apalagi menyerah, keajaiban bisa saja datang menghampirinya, Apa lagi melihat pengorbanan Arjuna, rasanya ia harus tetap semangat dalam menjalani pengobatanya.
Setelah melakukan serangkaian tes, Arjuna sudah di pasti kan dapat mendonorkan sumsum tulangnya.
Raka pun memasuki sebuah ruangan khusus, iya di beri beberapa vitamin dan obat anti virus, karna kondisi seperti ini, Raka sangat rentan terhadap infeksi, Tak ada yang bisa memasuki ruang tersebut kecuali tim medis yang menanganinya, mereka juga mengenakan pakaian khusus sebelum masuk ke ruangan Raka, Seperti menggunakan sarung tangan, masker, dan peralatan steril lainya.
Evelyn tetap menunggu Raka di luar ruangan. sementara Sakina menunggu Arjuna di kamar bedah.
Setelah lebih dari satu jam, Arjuna sudah keluar dari kamar bedah, ia kini dalam keadaan belum sadar, Sakina pun mengikuti perawat yang membawa Arjuna menuju ruanganya.
Setelah mendapatkan donor sumsum tulang, Raka masih harus berada di ruangan khusus tersebut, dan tetap setia Evelyn menunggu nya di sana.
Sakina menghampiri Evelyn seraya memberi nya lotion anti nyamuk dan selimut, karna Evelyn tak mau jauh dari Raka, ia tak mau pulang, juga tak mau berada di ruangan Arjuna yang nyaman.
"Kak istirahat dulu, kakak tidur dulu di ruangan Kak juna, biar Sakina yang berjaga di sini," Sakina.
__ADS_1
"Ngak usah Sakina, biar saja Kakak di sini menjaga Raka, lagi pula karna Kakak lah Raka jadi seperti ini," tuturnya.
"Ya sudah, Sakina kembali keruangan Kak Juna Ya, kalau butuh sesuatu panggil Sakina Ya Kak," Sakina.
"Iya," jawab nya sambil tersenyum.
Waktu hampir menunjukan pukul sembilan malam, mata Sakina sudah mengantuk, iya pun sudah beberapa kali menguap, namun iya tak bisa tidur.
Sakina keluar dari kamar Arjuna bermaksud mencari udara segar, saat keluar iya melihat Rangga dan Leo yang sedang menghampirinya.
"Bagaimana keadaan Kakak mu, Sakina?" tanya Rangga.
"Kak Juna baik, hanya butuh banyak istirahat," jawab Sakina.
"Boleh kami lihat Sakina?" tanya Leo.
"Silahkan," balas Sakina, iya pun duduk di bangku tunggu dan Rangga duduk di sebelah nya.
"Kau terlihat lelah Sakina," ucap Rangga sambil melihat wajah Sakina.
"Iya, saya ngak bisa tidur, khawatir sama Kak Raka," jawab Sakina.
"Istirahat lah Sakina, nanti kau juga sakit, ucap Rangga yang menarik pundak Sakina dan di letakan di dada nya, iya pun membelai rambut Sakina yang kini ada di pelukan nya.
Sakina pun merebahkan kepalanya di dada Rangga.
"Pelukan mu hangat Pak, Seperti pelukan Kakak ku, Aku jadi ngantuk," ujarmya sambil menguap.
Rangga tersenyum, iya pun tetap membelai rambut Sakina dan tak berapa lama, Sakina pun terlelap dalam pelukannya.
"Dasar putri tidur, begitu di peluk langsung tidur, kamu manja sekali Sakina," ucap Rangga sambil tersenyum dan Rangga pun kini berani mencium kening Sakina.
Leo keluar dari kamar dan melihat adegan tersebut, "Dasar Rangga bisa-bisa nya ia mencari kesempatan dalam situasi seperti ini." Leo bicara pada dirinya sendiri.
**********************************
Tiada kata seindah doa,
Thalassemia memang tak bisa di sembuhkan, tapi dengan semangat dan kasih sayang, semua akan menjadi harapan baru bagi penderita Thalassemia, teruntuk keponakan ku Yunus, yang sedang menderita Thalassemia, semoga tetap semangat berjuang, begitupun untuk penderita Thalassemia lainya. karna kasih sayang, tak hanya di ungkapkan dengan ciuman dan pelukan.
Terima kasih, mohon doa, like komen, dan vote nya, biar author nya semangat.
__ADS_1