
Pagi hari Tiara bermaksud membuat kan kopi untuk Riki, tapi ternyata sudah ada Syntia di sana, Tiara kemudian langsung naik kembali dan hendak masuk kamar nya, iya melihat Riki yang baru keluar dari kamar Syntia, dan seperti nya baru bangun tidur.
Ternyata Syntia sudah ada di belakang Tiara.
"Mas Riki, hot banget Tiara, pantesan kamu ngak mau melepaskan nya, "ucap Syntia memanasi Tiara.
Tiara yang terpancing, langsung masuk menuju kamar nya. Iya mendengar suara Riki yang sedang mandi di kamar mandi nya.
Biasa nya iya selalu menyiap kan pakain kerja Riki, tapi hari ini iya tak melakukan nya, iya malah berdandan seperti hendak pergi.
Riki yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Tiara yang berada di meja rias nya.
"Sayang, kamu udah bikin kopi buat aku?" tanya Riki.
"Kayak nya aku ngak perlu repot lagi, sudah ada istri baru kamu," cetus Tiara, sambil tetap berhias.
"Baju aku sudah kamu siapin kan?" tanya Riki.
"Belum Mas, kamu ambil saja sendiri di lemari," jawab nya.
Riki merasakan kembali perubahan sikaf Tiara, tapi iya juga maklum.
Setelah selesai, berdandan Tiara menghampiri Riki.
"Mas, aku mau jalan sama Arie hari ini"
"Kamu jalan sama Arie, Tiara.?"
"Tiara, aku tahu Arie itu sahabat kamu, tapi Arie juga mantan kamu, dan kamu ngak mikir apa, perasaan aku bagaimana?"
"Kamu jangan ngomong soal perasaan, Mas, perasaan aku saat ini, jauh lebih sakit dari yang kamu rasakan," cetus Tiara
"Aku ngak marah kamu jalan, atau cari hiburan tapi jangan dengan Arie,"ujar nya.
"Trus dengan siapa? " dengan Syntia. Aku sudah ngak nyaman lagi tinggal di rumah ini. Aku mau tinggal di rumah kita yang dulu aja, aku mau tinggal sendiri saja". ucap Tiara dengan nada marah.
"Iya kalau kamu butuh teman, aku akan temani kamu, aku ngak kerja hari ini, kita pergi kemana saja yang kamu mau,"bujuk Riki.
"Tapi aku ngak mau pergi sama kamu, aku tuh neg liat muka kamu," ucap Tiara ketus.
"Tiara, rumah tangga kita sedang bermasalah, kamu jangan bawa orang ketiga dalam masalah kita, aku takut...," kata-kata Riki terhenti karna langsung di sahut Tiara.
__ADS_1
"Takut aku selingkuh kan dengan Arie kan?" sahut Tiara.
Iya pun langsung pergi dari sana.
Riki hanya menggelengkan kepala nya, "Serba salah" kata nya pada diri sendiri.
Tiara langsung menuju rumah Arie, Iya merasa bosan dan ngak betah di rumah, padahal baru satu hari Syntia berada di rumah itu.
Sesampai nya dirumah Arie, iya langsung di sambut dengan tingkah aziz yang lucu dan menggemeskan Aziz sedang di pakai kan popok oleh Arie, badan nya gempal sungguh sangat menggemas kan.
Setelah selesai Tiara pun langsung menggendong nya.
"Rie, kamu udah siap blom?"
"Udah tinggal jalan, tapi aku harus menyiapkan keperluan Aziz dulu."
Di dalam mobil Tiara menggendong Aziz, dan terlihat Aziz senang berada di perut Tiara.
"Rie, kamu liat anak kamu Rie, kayak nya Aziz suka nemplok di perut aku Rie, jangan-jangan anak ku perempuan Rie," ujar Tiara senang.
"Mungkin "jawab Arie singkat.
"Ngak usah, ntar anak ku patah hati kayak ayah nya lagi," jawab Arie.
"Apaan sih kamu Rie, aku ngomongin tentang anak-anak kita bukan tentang kamu, jawab Tiara tersenyum.
"Jika laki-laki kita saudarain aja Rie, biar anak aku ada saudara nya"
"Bukan nya anak Syntia yang akan jadi adik nya," jawab Arie.
"Ngak tahu ya Rie, aku sekarang benci banget sama Syntia, aku muak liat muka nya, Dan kamu jangan sebut-sebut nama dia lagi Rie, di depan aku." ucap nya geram
"Iya " jawab Arie singkat.
Mereka pun sampai di Mall, Arie menggendong Aziz sedangkan Tiara menggandeng tangan Arie sepanjang perjalanan, mereka seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia.
"Aku semakin ingin bersama dengan kamu selama nya Tiara, dan ingin kembali membangun rumah tangga yang pernah kita impikan sejak dulu," batin Arie.
Mereka pun membawa Aziz berjalan-jalan singgah ke toko mainan, dan tibalah mereka di sebuah stan es krim.
"Tunggu dulu Rie, kits beli es krim dulu ya, kamu duduk aja Rie, biar aku yang beli."
__ADS_1
Tak lama kemudian iya membawa semangkok es krim.
Tiara menyendokan eskrim ke mulut Arie,
"Rie, aku jadi ingat, dulu kita susah banget mau beli eskrim, kita ngak punya uang waktu itu Rie. "
"Iya Tiara, dulu waktu masih kecil jangan kan beli eskrim, es lilin aja kita ngak mampu beli" sambung nya
"Aku ingat kamu nyisihin uang jajan, selama tiga hari ngak jajan sama sekali, hanya untuk beliin aku eskrim, ngak kebayang betapa susah nya hidup kita dulu Rie."
"Iya Tiara, sebungkus mie instan kuah nya di banyakin kita bagi berdua," papar Arie sambil tertawa.
"Tapi aku senang, hidup kita kayak ngak ada beban waktu itu, makan tahu sama tempe aja tiap hari kita udah seneng," papar Tiara bahagia.
"Jika aku memikir kan beban ku, dan masalah yang ku hadapi sekarang Rie, rasa nya aku ngak ingin jadi orang dewasa, aku ingin kembali ke masa kecil ku yang indah."
"Sekarang aku bisa membeli apapun yang ku mau, tapi aku tak bisa membeli kebahagiaan untuk ku sendiri, meski saling mencintai, nyata nya, aku juga tak bahagia, slalu aja ada masalah, yang menghalangi kebahagian ku," curhat Tiara.
"Mungkin kebahagiaan ku ada di atas derita ku Rie," tampah nya lagi.
Arie hanya diam mendengar curhatan Tiara, iya juga tak tahu harus berkata apa, sedangkan diri nya masih sangat mengharap Tiara, Arie bahkan tak pernah tertarik dengan wanita lagi, selain dengan Tiara.
Setelah bergantian menyuap eskrim nya, Tiara mengambil handpone nya dan memotret kebersamaan mereka dan menjadikan nya photo profil di WA nya, iya sengaja agar Riki melihat nya.
***
Tentu saja Riki menjadi naik fitam melihat kebersamaan mereka, Riki pun berang dan menunggu kehadiran Tiara di rumah.
Sesampai dirumah Tiara sudah di tunggu Riki, tapi seolah tak ada masalah Tiara dengan santai menuju kamar nya.
Riki mengikuti Tiara dengan geram, iya pun menarik tanggan Tiara dan membawa nya secara paksa ke dalam kamar nya.
"Apa maksud kamu Tiara?" kamu pajang foto profil kamu dengan Arie," tanya Riki emosi.
Tapi Tiara hanya diam, dan itu membuat Riki semakin berang iya pun tak sengaja mendorong Tiara dan Tiara pun jatuh, dan saat itu juga Tiara mengeluh kan sakit pada perut nya.
"Aw sakit "ucap Tiara lirih sambil memegang perut nya.
Riki pun panik, "Maafin aku Tiara, aku ngak sengaja, kita kerumah sakit sekarang."
Iya mengangkat tubuh Tiara, sementara Tiara hanya menangis, iya menyesali mengapa Riki selalu menyakiti nya, saat iya sedang emosi, dan kini Tiara terancam keguguran.
__ADS_1