Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Selamat ulang tahun Tiara


__ADS_3

Tiara sudah memutus kan jika iya akan mengakhiri rumah tangga nya dengan Riki, iya pun memasukan pakaian nya kedalam koper.


Riki telah menunggu Tiara di depan pintu kamar nya, sudah beberapa hari iya mengintai Tiara keluar dari kamar.


Mama kembali datang membawakan sarapan untuk Tiara, Mama mengetuk pintu dan langsung di buka oleh nya.


"Tiara kamu mau kemana? "tanya Mama


"Ma, Tiara sudah memutuskan untuk mengakhiri rumah tangga Tiara, Ma."


"Tapi Tiara, apa kamu sudah yakin, kenapa kamu ngak nunggu setelah melahirkan," bujuk Mama.


"Tiara ngak tahan Ma, Tiara juga ngak yakin akan selamat, jika saja Tiara tetap di sini, Ma, Tiara tertekan Ma,"


"Tiara kamu jangan pergi, biar Riki dan istri baru nya itu yang pergi," saran Mama.


"Ma, Mas Riki itu anak Mama dan keadaan Mas Riki saat ini pasti juga ngak stabil, Ma, Mas Riki pasti jauh lebih membutuh kan Mama dari pada Tiara, Tiara sudah terbiasa hidup sendiri, Ma."


"Lalu kamu Mau tinggal di mana, Sayang?"


"Rumah kami yang lama, rumah itu sengaja di beli Mas, Riki untuk Tiara, karna sebenar nya, Mas Riki dan Tiara sudah memutus kan berpisah bahkan sebelum kami resmi menjadi suami istri."


"Bahkan selama lima bulan pertama kami menikah, kami ngak pernah tidur seranjang, apalagi sampai berhubungan suami istri," papar Tiara.


"Apa Tiara?" Mama kaget dengan penuturan Tiara.


"Andai saja, dari dulu Mama tahu seperti apa rumah tangga Tiara, Ma, Tiara sudah merasakan sakit dari awal pernikahan, tapi Tiara mencoba untuk bertahan, bahkan sampai Mas Riki menghamili sahabat Tiara sendiri, Tiara tetap bertahan, tapi kayak nya semakin lama, Tiara merasa semakin sakit dan Tiara ngak kuat, jika harus seperti ini setiap hari," papar Tiara sambil menanggis.


"Baik lah Nak, Mama ngak bisa maksa Tiara, Tiara jaga diri ya, Mama Sayang sama Tiara,Mama akan suruh Bi Inah untuk menjaga dan mengurusi Tiara, karna Bi Inah juga yang mengurusi Riki di waktu iya kecil, Mama berikan orang kepercayaan Mama untuk menjaga kamu."


"Terima kasih Ma, atas pengertian Mama." Tiara langsung memeluk Mama.


"Iya Sayang, Tiara jika butuh sesuatu Tiara hubungi Mama ya."


"Pasti Ma," jawab nya.


"Kamu bawa mobil sendiri, sayang?"


"Ngak Ma, sebentar lagi Arie datang jemput Tiara."


"Ya, sudah Mama tunggu kamu di bawah?" Mama pun berlalu.


Tiara keluar dari kamar nya dan membawa koper, Riki yang dari tadi menunggu langsung menghampiri nya,


"Tiara kamu yakin akan pergi?"


"Iya Mas, " jawab nya tegas


"Tiara Aku tahu kamu butuh waktu, dan aku ngak akan menceraikan kamu Tiara."


"Aku tahu Mas, kamu ngak akan melepaskan aku, karna apa? karna kamu egois, kamu hanya mementingkan dirimu sendiri," ucap Tiara dalam.


"Kalau kamu ngak menceraikan aku, akan ku bawa anak kamu lari di tempat yang jauh, dan seumur hidup kamu, kamu ngak akan pernah melihat nya." Ancam Tiara.

__ADS_1


Dan Riki kaget dengan ancaman Tiara, iya pun hanya terpaku tak bisa berbuat apa-apa.


Tiara keluar dari rumah tersebut bersama Arie dan Bi Inah, tentu setelah pamit kepada semua penghuni rumah terkecuali pada Riki dan Tiara.


Tiara kembali kerumah lama nya, rumah yang di beli Riki untuk nya, rumah sederhana dengan type 60.


Meski jauh dari kata mewah tapi, Tiara berharap ada kebahagiaan menanti nya disini.


Setelah membantu membereskan rumah Arie pun pulang, Tiara mengepack semua pakaian Riki dan iya langsung memesan taksi on line untuk mengantar langsung semua barang milik Riki, tak ingin sesuatu apa pun yang tertinggal dari Riki agar iya bisa melupakan nya.


Setelah lelah, Tiara pun terlelap dengan nyenyak di temani Ryan, boneka beruang yang di berikan Ryan pada nya.


Iya sengaja memberi nama boneka tersebut dengan nama Ryan. sebagai penyemangat bagi nya.


Pagi hari Tiara membuka jendela kamar nya, dan dilihat nya motor Arie sudah terparkir di depan rumah.


Tiara langsung keluar dan membuka pintu untuk Arie.


Baru saja Tiara membuka pintu, iya kaget karna Arie membawa kue ulang tahun untuk Tiara.


Kue ulang tahun yang sederhana dan bertuliskan Happy birtday Tiara dan lilin merah dengan angka 24.


"Selamat ulang tahun Tiara" ucap Arie sambil mencium pipi Tiara.


Dan dengan senang Tiara menyambut kue ulang tahun tersebut.


Tiara menyuruh Arie masuk dan mereka pun memotong kue nya.


Kue pertama di potong Tiara dan langsung di suapkan nya langsung pada Arie.


Suasana suka cita langsung terasa, di pagi hari Tiara sudah mendapat kan kebahagian nya, di hari pertama nya di rumah ini.


Setelah membawa Tiara jalan-jalan dan makan siang bersama, Arie langsung mengantar Tiara pulang, Arie tahu bahwa Tiara harus banyak istirahat.


Karna lelah Tiara pun tidur siang dengan nyenyak seolah beban nya selama ini lepas begitu saja.


Waktu menunjukan pukul tiga sore, Tiara terbangun ketika ada panggilan masuk dari hp nya, dan ternyata Ryan.


Tiara pun bangkit setelah menutup telpon Ryan, tentu saja, karna satu jam lagi Ryan akan datang menjemput nya.


Tepat satu jam Ryan pun datang menjemput Tiara, dan tentu nya Tiara juga sudah siap.


"Kita mau kemana Ryan?" tanya Tiara ketika Ryan berada di hadapan nya.


"Ngak kemana-mana Tiara, aku hanya ingin nyantai bersama kamu di cafe," jawab nya.


Setelah mendengar alasan Ryan, mereka pun langsung pergi.


Ryan berhenti di tepi jalan.


"Tiara kamu tutup mata dulu ya, karna aku akan membawa kamu kesuatu tempat." Ryan pun memberi syal dan menutup mata Tiara.


"Kamu mau bawa aku kemana? kamu ngak macem-macem sama aku kan Ryan?" tanya Tiara ragu.

__ADS_1


"Sudah lah kali ini kamu nurut aja," ujar Ryan.


Ryan kembali mengemudikan mobil nya, dan hanya beberapa menit Ryan pun kembali memberhentikan mobil nya.


Ryan membuka pintu mobil untuk Tiara, dan menuntun nya ke suatu tempat, mereka pun berhenti dan Ryan mulai membuka penutup mata Tiara.


"Surpriseee" serempak teman-temanya mengucap kan kata tersebut.


Tiara kaget bercampur senang, mendapat kejutan dari Ryan dan teman -teman nya. Apalagi di cafe tersebut sudah berhias ratusan balon dan terukir nama Tiara.


Selamat ulang tahun Tiara ucap mereka semua.


Tiara begitu senang, pandangan nya langsung tertuju pada Ryan.


"Selamat ulang tahun Tiara," ucap Ryan.


"Terima kasih Ryan," balas Tiara.


"cium-cium-peluk-peluk "( suara sorak mereka pada Ryan dan Tiara)


Dan Ryan pun memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Tiara.


"Yeee "sorak mereka serempak di sertai tepuk tangan meriah.


Seperti nya semua sudah di rencanakan dengan matang.


Satu-persatu teman- teman nya menghampiri dan mengucap kan selamat ulang tahun untuk Tiara, lengkap dengan pelukan dan cupika cupiki nya.


Tak hanya itu, Ryan juga sudah menyiapkan tumpeng untuk Tiara.


Mereka menyanyikan lagu ulang tahun, sementara Tiara memotong tumpeng, dan suapan pertama langsung iya berikan pada Ryan.


Mereka kembali menyoraki Tiara.


Setelah semua dapat bagian, mereka pun makan bersama dan bercanda, Tiara begitu senang dengan kebebasan nya, iya seperti lepas dari sankar emas.


"Trima kasih semua, aku bahagia sekali hari ini, ini adalah ulang tahun terindah dalam hidup ku," ucap Tiara haru.


"Harus bahagia dong Tiara, kan ngak percuma Pak Ryan menghabis kan separuh dari gaji nya sebulan," ledek Tania.


Ryan pun melotot kan mata nya kearah Tania, dan mereka pun kembali tertawa.


Tiara pulang dengan beraneka kado dari teman nya, dan juga Ryan, hari ini Tiara sungguh merasa bahagia, dan iya pun sadar, ternyata di luar sana iya ngak sendiri, masih banyak yang peduli dan menghargai diri nya.


Setelah sampai di depan rumah Tiara.


"Terima kasih banyak Ryan, tapi aku jadi tak enak, rasa nya aku terhutang budi pada mu," ucap Tiara.


"Jangan di pikir kan Tiara, ini hanya usaha ku untuk membahagia kan mu, bukan untuk merebut hati mu," jawab Ryan.


Meski kurang mengerti maksud Ryan, tapi Tiara tak menanyakan nya, pada Ryan.


Sekali lagi terima kasih Ryan ucap Tiara, saat Ryan akan pulang.

__ADS_1


Ryan hanya mengangguk dan tersenyum.


**********( mohon dukungan nya para reader dan autor tersayang dengan like, voteu komentar dan jadi kan favorite, semoga berkah untuk semua,amin)*******


__ADS_2