Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Di fitnah kembali


__ADS_3

Tiara tersadar dari tidur nya ketika ada tangan yang menggerayangi tubuh nya, iya pun tersentak kaget dan langsung menghidupkan lampu tidur nya.


"Mas, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Tiara kaget.


Riki langsung membekab mulut Tiara agar tak berteriak. iya pun langsung menindih tubuh Tiara, dan memegang erat tangan nya, dengan sigaf Riki langsung ******* bibir Tiara, Tiara coba meronta namun tak sanggup, apa yang di lakukan Riki kini sama persis dengan apa yang terjadi dengan nya di hotel.


Nafas Riki sudah memburu, dan tampak nya sebentar lagi iya bisa melepaskan hasrat nya kembali pada Tiara, meski harus secara paksa.


Dengan kasar Riki pun menarik pakaian dalam Tiara dan hanya itu satu nya pembatas antara Riki dan Tiara kini.


Tiara mencoba melepaskan cengraman bibir Riki yang terus membungkam mulut nya.


Setelah lepas, Iya pun menangis dan memohon pada Riki agar tak melakukan nya pada nya.


"Jangan Mas, jangan hancurkan hidup ku untuk kedua kali nya." Tiara menangis dan memohon.


Karna tak tega, Riki pun melepaskan nya, iya pun tertegun di tepi ranjang sementara Tiara kembali memakai pakaian nya.


Iya menghampiri Riki dan menampar wajah Riki dengan keras


"Mas, berani sekali kau melakukan itu pada ku," ucap nya emosi.


"Aku tak bisa melawan perasaan ku Tiara, aku masih sangat menginginkan mu," jawab nya santai.


"Sekarang kau keluar," pinta Tiara dengan kasar.


Riki pun keluar dari kamar, tapi iya tak pulang, iya pun tidur di ruang tamu.


"Kenapa Mas Riki bisa masuk ke rumah ini, apa Bi Inah yang membukakan pintu, tapi tak mungkin, bukan kah kuncinya ada pada ku," pikir nya.


"Oh Iya aku lupa, Mas Riki juga memegang kunci serep nya, wajar saja iya bisa masuk."


Terkadang Tiara merasa kasihan pada Riki, sebetul nya Tiara juga masih mencintai Riki, namun iya tak ingin terjebak pernikahan lagi dengan nya.


Pagi hari iya terbangun dan melihat Riki sedang tidur di ruang tamu, iya pun membuat kan secangkir kopi untuk nya, kemudian membangun kan nya.

__ADS_1


"Mas, bangun."Tiara menggoyang kan badan Riki, beberapa kali dan akhir nya iya pun bangun.


"Tuh kopi," ucap Tiara ketus ketika melihat Riki yang baru sadar.Tiara pun kembali kekamar nya.


Setelah mencuci muka nya dan meminum kopi Riki pun memutus kan untuk pulang, iya menghampiri Tiara yang ada di kamar.


"Maaf Tiara tadi malam...," Kata-kata nya terputus oleh suara ketukan pintu.


Bi Inah langsung membukakan pintu dan ternyata ada Pak Rt, dan beberapa warga yang ingin menemui Tiara.


Tiara dan Riki langsung keluar untuk menemui mereka.


"Maaf Pak ada apa ya?"tanya Tiara selidik.


"Maaf Mbak Tiara, kami mendapat laporan dari beberapa warga, katanya Mbak Tiara sering membawa laki-laki tidur di rumah ini." Pak Rt menjelas kan.


Tiara kaget, rasa nya iya tak pernah membawa tamu nginap kerumah nya, apalagi laki-laki, kecuali Riki yang tadi malam kebetulan tidur di sini.


Tiara tak bisa mengelak, karna jelas mobil Riki terparkir di depan rumah nya semalaman, dan saat Pak Rt tiba, iya pun keluar bersama Riki dari kamar.


"Tetap saja itu namanya kumpul kebo," ucap salah satu warga dengan sinis.


Tak terima Tiara di perlakukan dengan kasar, Riki ikut terpancing emosi,


"Kalau iya emang nya kenapa?" tanya Riki menantang.


"Mas, kamu malah memperkeruh masalah," bentak Tiara.


"Begini Mbak, Mas, dalam kehidupan sosial semua ada aturan dan etika nya, jika kalian tinggal dalam satu rumah tanpa ikatan pernikahan, itu sudah menyalahi aturan, dan saya sebagai Rt di sini hanya memberi peringatan, jika masih di langgar maka kami akan memberi sangsi sosial terhadap Mbak Tiara, dan Mbak Tiara bisa di usir dari kampung ini."


"Iya Pak saya mengerti," ucap Tiara pasrah, dan mereka pun berlalu.


"Kamu denger sendiri kan Mas, Kenapa sih kamu selalu membuat aku dalam masalah, dan aku jadi ngak enak dengan warga di sini, nanti dikira nya aku janda murahan." ucap Tiara dengan kesak dan iya pun meninggal kan Riki sendirian.


Selepas Magrib Tiara kedatangan tamu lagi.

__ADS_1


"Mbak Tiara ada yang mencari," kata Bi Inah.


Tiara pun melepaskan mukena nya dan menghampiri sang tamu.


"Siapa ya Pak?" tanya Tiara yang tak mengenali tamu tersebut.


"Saya datang atas perintah bos saya bu Tiara, saya di suruh menyerah kan cek kosong agar Mbak bisa mengisi cek tersebut, sebesar apapun yang Mbak Tiara ingin kan," ucap nya santai.


Tiara semakin binggung, "Untuk apa Pak? tanya nya tak mengeti.


"Jangan gitu dong Mbak, masa saya harus menjelas kan lagi, tutur nya sedikit malu.


Tiara kesal," Pak ngomong tuh yang jelas , apa maksud semua ini?" tanya nya kasar.


"Bukan nya mbak Tiara sudah di booking bos saya, melalui agen Mbak Tiara, dan bos saya menyuruh mbak Tiara untuk menentukan harga nya, biar saya bisa mencair kan uang nya, dan bisa langsung membawa Mbak Tiara," papar nya semakin berani.


Tiara begitu kaget bercampur kesal "Apa kata mu, kamu pikir aku wanita...,?"Tiara tak sanggup mengatakan nya.


"Pergi kamu dari sini, bilang saja bos mu, sebanyak apa pun uang nya, tak akan bisa membeli harga diri ku."Tiara menangis dan melempar pas bunga kearah orang tersebut, dan orang tersebut pun lari.


Tiara tersentak kecewa iya pun tersandar pada kursi, Bi Inah yang melihat Tiara menangis langsung menghampiri nya.


"Kenapa Mbak Tiara?" tanya Bi Inah yang juga sedih karna Tiara di perlakukan bak pelacur.


"Tiara di fitnah lagi Bi, Tiara di perlakukan seperti wanita panggilan ," isak Tiara.


"Siapa yang tega membuat Tiara seperti ini Bi, Tiara salah apa? Tiara ngak pernah jahat sama orang, tapi kenapa ada saja, orang yang ingin menghancurkan hidup Tiara," tutur nya terbata-bata.


"Sabar ya Mbak, hidup memang penuh ujian, mungkin ada yang iri atau sakit hati pada Mbak Tiara." Bibi menenangkan Tiara.


Tak lama Arie datang di rumah Tiara dan melihat Tiara yang sedang menangis.


"Tiara kamu kenapa?" tanya Arie.


Melihat ada Arie, Bi Inah melepaskan pelukan nya kepada Tiara.

__ADS_1


Dan Tiara pun mencerita kejadian yang baru saja menimpa nya kepada Arie, Arie pun terlihat geram mendengar penuturan Tiara.


__ADS_2