
***" Kau kan slalu tersimpan di hatiku, meski raga mu tak Dapat ku miliki, jiwa ku kan slalu bersama mu, meski kau tercipta bukanlah untuk ku.
Tuhan, berikan aku hidup satu kali lagi, hanya untuk bersamanya, ku mencintainya, sungguh mencintainya, rasa ini sungguh tak wajar, namun ku ingin slalu tetap bersama dia, untuk selamanya, untuk selamanya, mengapa cinta kita terlarang di saat ku yakin kaulah miliku, mengapa cinta kita tak bisa bersatu, saat ku yakin tak ada cinta lain selain dirimu," Arjuna .***
Evelyn tersadar dan tak ada Raka di sisinya, malam pertama yang kelabu, meski kecewa, Evelyn coba untuk mengerti. ia pun mencoba untuk tidur kembali.
Raka kembali kekamarnya dengan perasaan lelah, ia masih mengenakan kemeja dan jas yang di pakainya di pesta pernikahanya.
Setelah mencuci muka, Raka melihat di cermin, ada darah mengalir di hidungnya, hari ini ia merasa sangat lelah, "Aku harus istirahat, jika tidak aku pasti akan down lagi, lalu apa jadi nya keluarga ku nantinya," ujar Raka pada dirinya sendiri.
Pagi harinya Arjuna tersadar, tubuhnya terasa sakit semua, hingga terasa sampai ke bagian wajah.
Ia coba untuk ke kamar mandi, tapi rasa sakit yang hebat, ia pun pingsan dan tergelak di atas lantai.
Waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi, tak ada aktifitas apa pun di rumah itu, hanya para assiten rumah tangga dan Oma saja melakukan rutinitasnya, karna hanya Oma yang tak mengetahui kejadian semalam.
Evelyn terbangun, dan di sana sudah ada Raka di sampingnya, ia pun memeluk dan mencium Raka,
"Morning Kiss sayang," ucapnya pada Raka, ketika Raka tersadar karna kecupan Evelyn.
Raka bangkit, "Sayang kamu sudah bangun, maaf ya di malam pertama, aku harus meninggalkan kamu sendiri," ujar Raka.
Evelyn langsung memeluk Raka, "Ngak apa-apa kok, nanti malam aku minta double," canda Evelyn.
Raka mengamati Evelyn dengan seksama, Cinta itu memang aneh, sulit untuk di deskripsikan, bagaimana gadis sesempurna Evelyn bisa mencintai nya dengan tulus, seharusnya Evelyn bisa memilih lelaki yang jauh lebih baik dari diriku, Evelyn memang aneh, sama anehnya dengan Kak Juna, tak heran sebagian orang mengganggap cinta itu anugrah, tapi ada juga yang mengganggap cinta itu malapetaka.
Evelyn seperti keajaiban yang bisa ku sentuh, Raka tersenyum dan mengecup kening Evelyn.
"Sayang aku mau lihat keadaan Kak Juna, kamu buatin aku sarapan ya," pinta Raka.
"Ia Sayang, tapi aku mandi dulu ya." Evelyn mencolet hidung Raka, kemudian beranjak menuju kamar mandi.
Raka membuka pintu kamar Arjuna dan di lihatnya Arjuna tergeletak di lantai.
__ADS_1
Ia pun membangunkan Arjuna, "Kak bangun Kak," Raka menggoyang tubuh Arjuna tapi tak juga bangun, ia menuju kamar mandi, dan mengambil air dengan gayung, dan memercikannya pada wajah Arjuna.
Setelah beberapa kali di percikan air oleh Raka, Arjuna pun sadar, dan kaget melihat Raka ada di depanya.
"Raka, Kau?" tanya Arjuna sambil mengerutkan dahinya.
Raka menopang tubuh Arjuna dan membawanya ketempat tidur," Apa yang terjadi pada ku Raka, Kenapa ada bekas memar di wajah ku?" Arjuna masih setengah sadar.
"Kau minum di Bar, karna kau tak membawa uang, kau jadi di hajar oleh penjaga Bar,"
"Maksud mu aku mabuk, Raka?"
Raka hanya menggangguk.
"Tapi kenapa?" Arjuna belum sadar, ia masih mengkerutkan kening, karna kepalanya terasa berat.
Setelah mengingat semua kejadian semalam, raut wajah Arjuna pun berubah, ia tertunduk dan menangis.
"Kak, kenapa kau lakukan itu pada Sakina, kak? tanya Raka.
Raka memeluk Arjuna .
"Kak sebenarnya kau mencintai Sakina, hanya saja kau tak pernah menyadarinya, Kau harus singkirkan rasa itu secepatnya, Karna seberapa besar apapun cintamu padanya, Kau tak kan bisa menikahinya, dia itu adik kandungmu, meski kalin tak seayah," tutur Raka sambil memeluk Arjuna .
"Tapi bagaimana caranya mengubur rasa cinta, yang sudah di tumpuk bertahun-tahun, aku hanya ingin tetap bersamanya, sama seperti saat kami masih kecil dahulu," ucap Arjuna lirih.
"Cobalah menikah Kak, salukan rasa cintamu, pada istrimu, aku yakin semua akan kembali seperti semula, dan Sakina, akan tetap menjadi adikmu, kau tetap bisa mencium, dan memeluknya, asalkan tidak berlebihan, Sakina juga berhak bahagia, ia kini mencintai Rangga, dan Rangga juga mencintainya, tidakkah kau ingin melihat ia hidup bahagia bersama orang yang di cintainya Kak?" Raka.
"Aku masih terlalu berat Raka, melepaskanya kembali, aku tak ingin berpisah lagi denganya, aku terlalu menyayanginya Raka, "Arjuna .
"Semakin Kau menyanyanginya Kak, semakin kau harus cepat melepasnya, kau bisa menyakitinya lagi, karna rasa cintamu itu kak, Kasihan Sakina kak, dia adalah adik yang harus kita lindungi, kebahagiannya adalah prioritas kita Kak, bukan kah kau, yang mengajarkan ku semua itu."
"Kau benar Raka, aku bisa kembali menyakitinya, sekarang ini, aku malu padanya, apa yang akan kukatakan pada Sakina, Raka?"Arjuna menangis, saat itu mereka sudah saling melepaskan pelukan.
__ADS_1
"Kau pergilah Raka, aku ingin sendiri," ucapnya, kemudian Arjuna mengambil rokok yang ada di saku celananya, menghidupkanya dan menghisapnya.
Raka begitu kaget, karna Arjuna tak pernah merokok, setiap ada masalah, ia selalu sholat dua rakaat memohon petunjuk.
Tapi sekarang, pelarian Arjuna kini cendrung ke arah negatif, sudah rapuh kah iman mu Kak, batin Raka.
Iya pun berlalu meninggalkan Arjuna, sendiri, Mungkin Arjuna butuh waktu.
Wanita adalah fitnah terbesar bagi kaum adam.
Raka menuju kamar Sakina, dan saat itu, Sakina sedang duduk di tepi tempat tidur, Raka pun mendekatinya.
"Bagaimana keadaan kamu, Dek?" tanya Raka sambil mengelus lembut rambut Sakina.
Tapi Sakina tak menjawab, ia hanya mengangguk.
Raka menarik tubuh Sakina dan memeluknya.
"Maafin Kak juna ya Dek? mungkin ia khilaf." ucap Raka lirih di telinga Sakina.
" Jangan benci Kak Juna ya Dek, ? pasti ada sesuatu yang membuatnya seperti itu."
Sakina hanya menanggis,
"Mana mungkin Sakina membenci Kak juna Kak, Sakina sayang sekali pada Kak Juna, Sakina bahkan rela di nikahi Kak Juna, dan mengubur cinta Sakina pada Rangga, meski hati Sakina begitu hancur, selama ini Kak Juna sudah berkorban terlalu banyak, kali ini biarlah Sakina yang mengalah, asalkan Sakina melihat Kak juna bahagia," tangisan Sakina pilu menyayat hati.
"Tapi Sayang, kalian itu tak boleh menikah, Kak Raka janji akan membujuk Kak Juna agar merestui hubungan mu, dan Rangga."
Sakina melepaskan pelukanya, "Tapi Kak Juna pasti merasa kecewa, Kak."
"Ngak Sayang, biarlah Kak juna berpikir jernih, setelah itu, akan Kakak bicarakan, kamu jangan sedih lagi ya." Raka menghapus air mata Sakina.
Dan Sakina pun tersenyum, yakin akan perkataan Raka.
__ADS_1
***Lyrik by: the virgin, cinta terlarang.