Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 episode 19


__ADS_3

Raka masuk ke kamar Arjuna, tanpa mengetuk pintu, karna memang sudah biasa, ia seperti itu, tak ada batasan antara ia dan Arjuna, Raka ingin menanyakan kenapa ia dan Sakina pulang dengan tiba-tiba, tanpa memberi tahu mereka.


Raka membuka pintu dan betapa kagetnya, ketika ia melihat Arjuna sedang mencium Sakina, bahkan saat itu posisi Sakina sudah terbaring di atas tempat tidur dengan baju yang sedikit terbuka.


"Astsfirullahal Azim Kak," ucap Raka.


Arjuna pun menghentikan gerakanya, dan memaku di sudut tempat tidur, sementara Sakina ia tak bergerak.


Raka langsung memghampiri Sakina, dan menarik tangganya agar ia bisa bangkit, melihat resleting baju Sakina yang terbuka, Raka langsung menariknya keatas agar menutupi tubuhnya.


Ia pun menarik tanggan Sakina untuk keluar dari kamar tersebut.


Raka menangis, ia tak akan percaya, jika ia tak melihatnya dengan mata kepala sendiri.


Raka membawa Sakina ke kamarnya, setelah sampai, ia mendudukan Sakina di atas tempat tidurnya.


"Dek, kamu kenapa Dek?" tanya Raka khawatir, karna di lihatnya Sakina tak bereaksi, mungkin Sakina shock.


Raka menampar-nampar pipi Sakina dengan pelan agar dia sadar, tapi masih tak bereaksi, Sakina seperti terpaku, ia hanya meneteskan air matanya.


Raka memeluk Sakina, "Dek sadar Dek, ini Kak Raka, Dek, " ucap Raka, ia pun mencium pipi Sakina agar ia sadar.


Dan dengan sedikit mengguncangkan tubuh Sakina, Sakina pun tersadar dari lamunanya.


Saat melihat Raka, ia pun menangis.


"Apa yang terjadi Kak Raka?" tanya Sakina terbata-bata, karna menahan tangisnya.


"Kak Raka yang harus bertanya Dek, kenapa kalian bisa melakukan hal bodoh itu? "tanya Raka yang masih memeluk Sakina.


Sakina menangis tertahan, ia seperti tak sanggup untuk mengatakanya.


"Kak Juna, Kak...." Sakina tak sanggup menceritakan nya.

__ADS_1


Raka mengerti, ia tak mau memaksa Sakina untuk bercerita, ia juga sudah melihat sendiri, Raka tetap memeluk Sakina, hati Raka ikut hancur.


"Maafin Kak Juna Dek, mungkin ia khilaf Dek, Kak Raka juga ngak nyangka, Kak Juna bisa serapuh itu, ia bahkan tak bisa membedakan perasaan sayang dan cintanya. Semua ini juga salah Kak Raka Dek, Kak Raka sudah merebut tunangan Kak Juna , Harus nya, Kak Juna yang menikah hari ini." Raka mengakui kesalahanya.


Sementara Sakina masih menangis di pelukan Raka.


Evelyn sudah lama menunggu Raka, tapi Raka belum juga datang padanya.


"Raka kemana sih? Katanya cuma sebentar, masak aku di tinggal begini," ucap Evelyn sambil mengganti pakaianya.


"Aku cari saja dia," Ia pun keluar dari kamarnya, dan tanpa sengaja bertabrakan dengan Arjuna, saat itu, ia melihat Arjuna tampak kacau, rambutnya acak-acakan dan terlihat sepertinya ia habis menangis.


Tapi Arjuna berlalu begitu saja, tanpa bicara sedikitpun pada Evelyn.


Setelah mengitari seluruh isi rumah, Evelyn juga tak menemukan Raka, ia pun bermaksud menanyakan keberadaan Raka kepada Sakina, Evelyn menuju kamar Sakina, ia pun melihat pintu kamar Sakina yang terbuka dan setelah di dekati, kini giliran Evelyn yang kaget.


"Raka kamu...," ucap Evelyn yang salah paham, karna ia melihat Raka sedang berpelukan dengan Sakina.


Raka yang tersadar, kemudian melepaskan pelukannya, dan melihat Evelyn menitikan air mata, lalu pergi.


"Aduh keadaan semakin kacau nih, Evelyn pasti salah paham," ucap Raka dengan gelisah.


Saat menuju kamarnya, Raka melihat Mama nya, yang hendak masuk kamar.


"Ma," panggil Raka, ia pun mendekatinya.


"Ma, Raka minta tolong temani Sakina di kamarnya," pinta Raka.


Syntia heran, "Emangnya kenapa Raka, ada apa dengan Sakina," tanya Syntia khawatir.


"Panjang Ma, nanti Raka jelaskan, sekarang Mama tidur di kamar Sakina, Raka takut terjadi sesuatu padanya."


"Iya," jawab Syntia, dan iya pun berlalu menuju kamar Sakina.

__ADS_1


Evelyn sudah menangis di tepi tempat tidur, Raka mendekatinya dan berusaha untuk menjelaskan semua yang terjadi, agar Evelyn tidak salah paham.


Melihat Raka yang mendekatinya, Evelyn menghindar.


"Sayang, kamu dengar dulu penjelasan aku, apa yang kamu lihat, tak seperti yang kamu pikirkan," Raka semakin mendekati Evelyn.


"Aku lihat dengan mata ku sendiri, kau memeluk Sakina, dan ia pun menangis dalam pelukanmu, apa ia sesedih itu dengan pernikahan kita, lalu apa hubungan kalian sebenarnya, " tanya Evelyn.


"Sayang, Sakina menangis bukan karna pernikahan kita, aku dan dia tak ada hubungan, selain persaudaraan, aku menganggapnya sebagai Adik ku, begitu pun dia, yang menganggap ku saudaranya." Raka


"Lalu apa yang membuatnya bersedih?" tanya Evelyn dengan nada yang sedikit tinggi.


"Karna..., Sakina sedih karna," Raka ragu untuk mengatakanya, ini adalah aib keluarganya, tapi tak baik juga berbohong dan menyembunyikan kebenaranya, akhirnya Raka pun menjelaskanya.


"Tadi aku kekamar Kak Juna, bermaksud ingin menanyakan kepergianya yang tiba-tiba dari pesta."


"Saat aku buka pintu, aku kaget, karna aku melihat Kak Juna sedang mencumbui Sakina," ucap Raka ia pun menangis.


"Aku tak tahu apa yang terjadi pada mereka, hingga bisa-bisanya Arjuna melakukan hal itu pada Sakina, aku tak menyangka sama sekali, jika Kak Juna memiliki hasrat pada adiknya sendiri, selama ini aku sering melihat ia bermesraan dengan Sakina, menciumnya, memeluknya, bahkan setiap pagi, tanpa rasa sungkan, Kak Juna mengecup bibir Sakina, tak hanya itu, aku juga sering melihat Kak Juna keluar dari kamar Sakina, aku tak pernah berpikir macam-macam, Sakina memanang bersikaf manja pada ku dan Kak Arjuna, sebelum tidur, biasanya aku dan Kak juna menemaninya hingga ia tertidur sendiri, tapi aku tak menyangka kakak ku yang hebat, yang sabar dan penyayang, ternyata ia malah tak bisa memendung perasaannya, andai aku terlambat sedikit saja, maka semua akan jadi malapetaka, dan Sakina sendiri ia begitu sock hingga hampir tak sadarkan diri," papar Raka.


Evelyn terkejut mendengar penuturan Raka, antara percaya atau tidak, tapi saat ia melihat keadaan Arjuna yang terlihat kacau, ia pun yakin pada Raka.


"Lalu apa yang sebenarnya yang terjadi?" tanya Evelyn penasaran.


"Aku rasa Kak Juna sudah dari dulu mencintai Sakina, hanya ia tidak mengerti tentang perasaanya, sedari kecil mereka bersama, makan, tidur dan sekolah selalu bersama, Arjuna kecil bahkan tak pernah meninggalkan Sakina sendiri, ia terbiasa dengan Sakina, mungkin rasa sayang yang terlalu besar, hingga menimbulkan cinta dan hasrat untuk memiliki, apalagi ia dan Sakina pernah berpisah selama lima tahun lamanya, dan semenjak itu, Arjuna seolah kehilangan sesuatu dari dirinya, ia jarang sekali tersenyum, apalagi tertawa, semua di hadapi dengan serius olehnya, di tambah lagi beban-beban harus memimpin perusahaan sebanyak itu, Arjuna tak punya waktu untuk dirinya sendiri, selain memikirkan penyakitku, ia terlalu sibuk dengan pekerjaanya, di tambah lagi, aku telah merebutmu dari nya, mungkin itu yang membuat nya down." Sesal Raka.


"Aku tadi berpapasan dengan Arjuna, dan terlihat sekali ia sangat kacau," tutur Evelyn.


"Benar kah? lalu di mana dia sekarang?" Raka semakin gelisah.


"Mungkin pergi keluar, karna saat aku mencari mu, aku mendengar suara mobil yang keluar dari garasi," papar Evelyn.


"Kalau gitu aku harus mencarinya, pasti ia dalam keadaan bahaya sekarang, Sayang, maaf aku harus meninggalkan mu saat ini, aku harus mencari Kakak ku," ucapnya pada Evelyn.

__ADS_1


Evelyn hanya menggangu pertanda setuju, Raka pun mencium kening Evelyn." Terima kasih sayang," ucapnya, ia pun berlalu.


__ADS_2