
Setelah prosesi akad nikah, resepsi akan di gelar di kediaman orang tua Khairunissa, di sana juga suda ada Aziz dan istrinya.
Pesta yang sederhana untuk seorang CEO seperti Arjuna, tapi itu merupakan keinginan kedua orang tua Khairunissa, mereka tak suka berfoya-foya.
Semua keluarga Radja Prawira hadir tak terkecuali Sakina, meski dalam keadaan sakit, ia tetap hadir dan di rias bak seorang peri, tubuh munggilnya dengan wajah babyface nya, sangat serasi dengan gaun yang di pakainya kini.
Arjuna sudah memerintahkan dua orang bodyguard untuk melindungi Sakina dari Rangga.
Sakina duduk sendiri di sudut ruangan, ia hanya diam dengan tatapan mata yang kosong.
Rangga berusaha mendekatinya, tapi ia di hadang oleh kedua bodyguard yang ada di sebelahnya.
"Hey, Kau mau apa? tanya salah seorang bodyguard kepada Rangga.
"Aku mau menemui istri ku," sahutnya.
"Kau tak boleh mendekatinya karna itu perintah dari bos Arjuna." jawab seorang lagi.
"Apa tapi dia istriku. dan aku lebih berhak atasnya," ucap Rangga kesal.
"Iya tapi ini perintah Bos, dan kami harus patuhi, " balasnya lagi.
"Sakina, Sakina, aku di sini!" panggil Rangga, tapi ia tak menoleh.
Rangga mencoba mendekatinya, tapi kembali di hadang.
Rangga pun kembali memanggil Sakina, tapi Sakina seolah tak mendengar.
Rangga masih tetap berusaha, tapi tetap kedua bodyguard itu tetap tak mengijin kan, malahan mereka mengancam Rangga, jika masih memaksa, mereka akan mengusir Rangga dari tempat itu secara paksa.
Tak mau berdebat, Rangga pun mengalah, ia hanya memperhatikan gerak-gerik istrinya dari kejauhan.
Tak berapa lama, ada seolang Pria yang mendekati Sakina, pria itu adalah Arief, Pria yang di temuinya di halaman parkir rumah sakit bersama Sakina.
Dengan santai Arief duduk di samping Sakina, kedua bodyguard itu pun tak melarang Arief mendekati Sakina.
Melihat itu, Rangga jadi berang, ia pun mendekati kedua bodyguard itu dan menanyakan, mengapa pria asing itu bisa mendekati istrinya, sementara ia suaminya, tak boleh mendekat sama sekali.
Alasanya hanya karna Arjuna lah yang memerintahkan agar Rangga tak boleh menyentuh Sakina.
"Hai sayang, apa kabar? "tanya Arief.
"Baik," jawab Sakina singkat.
"Kamu cantik sekali hari ini," ucapnya sambil membelai mesra rambut Sakina, sementara Sakina ia kembali tak bereaksi, tatapan matanya kosong.
Melihat Arief yang menyentuh tangan dan rambut Sakina dengan mesra, Rangga menjadi berang, ia pun menunggu Arief di luar dan bermaksud memberi nya pelajaran.
Melihat Arief yang hendak menuju parkiran mobilnya, Rangga langsung menghadang nya, dan memukul nya tanpa ampun, ia bahkan tak memberi kesempatan bagi Arief untuk menangkis apa lagi membalas, tubuh Rangga yang tinggi memang sepertinya bukan tandingan Arief, yang berpostur tubuh sedang.
Setelah membuat Arief jatur tergeletak, ia pun menarik kerah kemeja Arief seraya berkata.
__ADS_1
"Jika kau berani menyentuh istriku lagi, maka akan ku kirim kau ke neraka." kata nya dengan nada yang penuh emosi, kemudian ia melepaskan dan berlalu dari Arief.
Arief hanya diam, ia sengaja tak membalas, karna ia punya rencana licik.
Setelah akad nikah Arjuna langsung membawa istrinya kerumah, Kamarnya sudah di dekorasi sedemikian rupa, dengan tatanan bunga di setiap sudut kamarnya, di kamar pengantin yang indah itu lah, ia akan menghabis kan malam pertamanya, setelah hari pernikahan.
Khairunissa menggandeng tangan Arjuna saat menaiki anak tangga yang menuju lantai atas, di mana kamar mereka berada.
Mereka pun masuk kekamarnya,
Leo, dan Raka mereka memang telah merencanakan menunggu di samping kamar Arjuna, mereka ingin memergoki Arjuna yang kabur saat malam pertamanya.
"Eh Raka apa kau sudah siapkan obatnya?" tanya Leo.
"Sip, sudah sedia, kita tunggu saja Leo, sebentar lagi kakak ku pasti keluar,"
"Bagaimana kalau dugaan kita salah, Raka percuma kita bergadang menunggu di sini." Leo
"Aku yakin sebentar lagi Kak Juna pasti keluar dan pasti mencari ku, dia kan belum pernah berhadapan dengan wanita langsung, pasti dia grogi dan minta pendapat ku," Raka
"Apa kau yakin, rencana kita bisa berhasil?"
"100 persen yakin, Leo aku kenal Kakak ku, sebentar lagi ia akan keluar kamar dan menuju balkon untuk menenangkan pikiranya," ungkap Raka dengan begitu yakin.
"Kita kayak orang begok ya, nunggu di sini gimana kalau ternyata Arjuna bisa melaksanakan tugasnya," Leo.
"Ah sudah lah Leo, aku tak sabar ingin mengerjai kakak ku, aku tahu dia pasti grogi kita tunggu saja, begitu dia keluar kita kagetkan dia, trus kita bully habis-habisan, ah senang nya bisa mengerjai Kakakkku, sekarang masih awal, paling mereka baru saling melempar senyum," Raka melihat jam tangannya.
"Kita udah kayak petugas siskamling ya Raka, dengan papan catur dan satu teko kopi, meronda di samping kamar pengantin, kurang kerjaan saja," gerutu Leo.
"Udah kalau kamu ngak nurut, nanti ku pecat kamu?" ancam Raka bercanda.
"Pecat saja, bosku itu Arjuna, bukan kamu" balas Leo.
Di Kamar pengantin.
Khairunissa mencoba melepaskan pakaiannya, tapi ia tak bisa membuka bajunya, karna kancing baju nya berada di belakang, meski melihat Khairunissa kewalahan, tapi Arjuna tetap saja tak mau membantu, karna ia sendiri merasa grogi.
Khairunissa pun berinisiatif meminta pertolongan Arjuna untuk membuka gaunya tersebut.
"Abi," panggilnya sekali, tapi Arjuna seolah tak mendengar.
"Abi !" dengan suara yang lebih kencang, dan membuat Arjuna menoleh kearahnya.
"Abi, bisa tolong bantu Nissa buka kancing baju ini Bi," ucap nya pada Arjuna.
"Abi, siapa Abi ?"tanya Arjuna tak mengerti.
"Abi, ya itu kamu, bisa tolong buka kacing baju nya ngak," pinta nya dengan halus.
Arjuna pun mendekati Khairunissa dan membuka kacing baju nya, dan ternyata itu hanya baju luar, dan masih ada baju yang menutupi tubuh Khairunissa.
__ADS_1
"Terima kasih ya Abi," tuturnya.
"Kok panggil Abi sih?" tanya Arjuna dengan sedikit malu.
"Ngak apa lah, biar nanti saat kita punya anak, ngak canggung lagi," jawab Khairunissa dengan tersipu, wajah nya pun tertunduk malu.
"Gitu ya, kalau gitu buat aja dulu anak nya," ucap Arjuna dengan sedikit gemertar, ia sebenarnya merasa grogi, namun ia tak mau menunjukanya, malam pertamanya harus berhasil, agar ia tidak terus di bully Raka dan Leo.
"Ah Abi, Nissa jadi malu," ia pun menundukan wajahnya.
"Ngak usah malu nanti aku juga jadi malu," jantung Arjuna sudah berdetak tak karuan, andai saja Raka dan Leo tidak menunggu di luar kamarnya, mungkin Arjuna sudah melarikan diri, saking malu nya ia, tak tahu harus berbuat apa, maklum saja ia dan Nissa tak pernah saling bicara sebelumnya.
Arjuna menarik lembut tangan Nisa dan membawa nya di samping tempat tidur, setelah itu, ia pun duduk di samping Nisa.
Aduh gimana mulainya ya? batin Arjuna .
Nissa sudah tertunduk malu, mereka berdua sama sama grogi dan sama sama merasa malu.
Aduh keluar ngak ya, keluar ngak ya, tanya nya ragu, kok jantung ku berdetak makin kencang ya, rasanya mau copot.
Bismillah, semoga jantung ku ngak copot duluan, batin Arjuna.
Ia pun melepaskan kerudung yang menutupi kepala Khairunissa, saat itu Nissa terlihat sangat cantik,
Nissa pun tersenyum malu, ia menundukan wajah nya yang memerah, Arjuna pun perlahan menganggkat dagu Khairunissa, agar wajahnya sejajar denganya, setelah itu ia pun mencium bibir Nissa dengan lembut dan langsung di balas Nissa dengan lembut pula, mereka saling mencium dengan lembut dan perlahan gerakan nya semakin cepat seiring hasrat yang semakin memuncak, tanpa ragu lagi ia melepas satu persatu pakaian penutup Khairunissa hingga tak selembar benang pun, melihat tubuh Nissa yang polos, tanpa di perintah dan tanpa aba-aba Arjuna mengikuti naluri kelelakiannya.
Arjuna melakukam gerakan yang sudah di pelajarinya lewat mimpi basah pertamanya, dengan lembut ia mencium wajah Nissa dan akhirnya menjalar keseluruh tubuh, dan bisa di pastikan kali ini misinya berhasil.
Sementara di luar Raka dan Leo masih menunggu, sesekali menapak nyamuk yang menggit tubuh mereka, Mereka sudah bosan bermain catur, kopi pun sudah mereka habiskan hingga satu teko, tapi Arjuna juga tak keluar dari kamarnya.
"Eh Raka kamu yakin masih mau nunggu, jangan-jangan mereka malah enak-enakan di dalam, sementara kita kayak orang begok nunggu di sini, lagian kamu niat banget sih ngerjain Arjuna, atau malah jangan-jangan kita yang di kerjain," gerutu Leo.
"Tunggu Leo, sabar dikit kenapa sih, sebentar lagi, masih awal baru pukul dua belas malam," cegah Raka.
"Pukul dua belas tengah malam, mereka mungkin sudah beronde-ronde mainya, Raka." Leo sedikit emosi, tapi Raka tak peduli, meski Leo sudah berkali-kali mengeluh.
Tak berapa lama Evelyn pun lewat, dan melihat Raka dan Leo berada di samping kamar Arjuna, ia pun menghampiri mereka.
"Raka ngapain kalian di sini?" tanyanya selidik.
"Ngak kok yang, aku cuma menemani Leo main catur, iya kan Leo?" Raka mengedipkan mata nya kerah Leo.
"Iya, Raka cuma nemani aku main catur," jawabnya malas.
"Kalau gitu kamu tidur yang, kamu kan ngak boleh begadang." Evelyn pun menarik tangan Raka.
"Dah Leo, aku tidurin istri ku dulu ya, kamu tunggu di sini ya, sampai besok pagi," Raka pun berlalu dari hadapan Leo sambil menertawakan Leo.
"Sialan...! gue di tinggal sendiri, malah lupa lagi nanya kamar ku yang mana, terpaksa deh gue tidur di sini."ia pun tidur disamping kamar Arjuna dengan alas Jasnya dan berbantal dengan lengannya.
Sementara Raka, tertawa melihat Leo, "Ah lumayan, ngak bisa ngerjain Kak Juna, ngerjain Leo juga udah senang," katanya pada diri sendiri, ia pun kembali tertwa geli.
__ADS_1
Please like, komen dan votenya, mampir juga ya di novel author yang lain, dengan kisah yang lebih seru dengan judul:Mencintai mu dalam gelap.