Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Masih berharap


__ADS_3

Riki mengangkat tubuh Tiara dan membawa nya turun dari lamtai atas, Riki terlihat panik sekali iya tak ingin terjadi sesuatu pada Tiara akibat ulah nya.


Mama yang melihat mereka langsung menghampiri mereka.


"Riki apa yang terjadi pada Tiara?" tanya Mama panik.


"Riki ngak sengaja mendorong Tiara, Ma Tiara jatuh dan..."kata-kata Riki di putus oleh Mama.


"Riki kamu selalu saja ceroboh," sahut Mama emosi.


"Sudah lah Ma, marah nya nanti saja, sekarang Riki mau bawa Tiara ke rumah sakit, karna iya mengeluh sakit pada perut nya."


Sementara Tiara hanya diam dan menitikan air mata, "kenapa selalu Riki yang menyakiti nya" batin nya.


"Pak Mail, Siapkan mobil!" seru Riki kepada sopir Mama nya, dan Riki membawa Tiara pun masuk kedalam mobil, Mama juga ikut karna khawatir terjadi sesuatu pada Tiara.


"Tiara kamu masih merasa sakit?" tanya Riki, Dan Tiara hanya diam saja, iya tak merasa terlalu sakit, namun iya merasa ada cairan yang mengalir dari bawah tubuh nya.


Tiara terpaku iya hanya takut terjadi sesuatu pada janin nya.


"Maaf ya sayang lagi-lagi aku menyakiti kamu," Ucap Riki menyesal.


"Riki kamu apa kan Tiara sampai iya seperti ini? "tanya Mama marah.


"Riki ngak sengaja Ma, Riki ngak ada maksud untuk mendorong nya, Riki lupa kalau Tiara sedang hamil karna Riki terbawa emosi,"Jawab nya menyesali.


"Mulai sekarang kamu ngak usah dekat-dekat Tiara lagi, jika kamu masih ngak bisa menggontor emosi kamu, biar Mama saja yang menjaga Tiara, kamu pulang saja jagain istri baru kamu, karna Mama ngak percaya Tiara akan aman bersama kamu."Mama marah besar


"Ma, apa mama pikir Riki sengaja melakukan nya, Ma, Riki sayang sama Tiara ngak mungkin nyakitin dia," tampik Riki.


"Tapi nyata nya, seperti itu Riki, Tiara selalu menderita karna kamu, kamu tuh ngak cuma melukai perasaan Tiara dengan selingkuh, dan menikahi sahabat nya sendiri, dan sekarang gara-gara kamu Tiara menjadi seperti ini, bagaimana jika Tiara keguguran." Mama marah besar.


Sementara Tiara semakin menangis, karna Mama mengungkit rasa sakit nya.


"Mama kenapa Mama selalu mojokan Riki ma?"


"Karna Mama ngak suka sama kamu Riki, Mama merasakan bagaimana perasaan perempuan, ketika di khianati suami nya sama sahabat nya sendiri, kalau perlu Mama akan urus perceraian kalian, dan Mama akan mencarikan jodoh untuk Tiara, yang lebih baik dari kamu," ancam Mama.


Tiara semakin menangis , sementara Riki hanya melongok tak percaya, jika Mama nya sendiri yang menginginkan perceraian nya.


Tiara langsung masuk di ruang UGD dan hal yang paling di bencinya adalah saat para suster memasang kan infus untuk nya, Tiara pun menjerit tertahan karna iya takut pada jarum suntik.

__ADS_1


Tiara langsung melakukan pemeriksaan USG agar dapat memastikan kondisi janin nya.


Tiara di haruskan Bed Rest selama seminggu karna mengalami abruptio plasenta stadium 1. dengan gejala pendarahan ringan, dan kondisi janin masih dalam keadaan baik.


Mama menghampiri Tiara yang telah tertidur lelap, "Mama kasihan sekali melihat kamu Tiara, begitu banyak masalah yang kamu hadapi akhir-akhir ini, semoga saja kamu kuat Nak, menjalani semua ini," ucap sambil mengelus rambut Tiara yang terlelap.


Riki masuk kedalam ruangan perawatan Tiara.


Mama pun menarik tanggan Riki," Kamu jangan masuk dulu Riki, Mama khawatir jika Tiara melihat kamu, iya akan marah dan membuat kondosi nya ngak stabil, ingat Tiara ngak boleh stres karna akan mempengaruhi tekanan darah nya, iya bisa kehilangan janin nya kapan saja."tutur Mama.


Riki menunggu di luar, ada rasa kecewa pada dirinya, sebagai suami iya tak pernah ada di samping Tiara di saat-saat seperti ini.


Malampun larut dan Mama tidur di samping Tiara, karna ruang perawatan tersebut berada di ruang ViP tentu saja tempat tidur Tiara sangat luas di banding dengan tempat tidur standar lainya.


Riki mendekati Tiara dan mencium pelan kening nya, iya merasa begitu bersalah, pada Tiara. setelah itu iya pun tidur di sopa yang ada di kamar tersebut.


Dua hari berlalu dan keadaan Tiara mulai pulih, pendarahan nya pun mulai berhenti, tapi Riki masih di larang Mama nya untuk menemui Tiara.


Tiara harus tetap berada di tempat tidur terkecuali iya ingin buang air besar. Karna Bosan harus tetap berbaring, dan duduk sepanjang hari iya pun memeriksa pesan di aplikasi chat nya.


Tiara pun ikut bergabung di grup chat teman-teman SPG nya, dan mereka baru tahu ternyata Tiara dirumah sakit.


"Ingin rasa nya berkumpul lagi bersama mereka,dan keluar dari tempat yang membosan kan ini." ucap nya pada diri sendiri.


Walau pun menyakit kan dan membosankan iya harus bertahan demi janin yang ada di kandungan nya.


Tiara hanya sendiri saat ini, tapi ini lebih baik dari pada iya harus di temani Riki.


Sore hari nya, Tiara di kejut kan dengan kedatangan Ryan dan Tania.


"Halo Tiara," sapa Tania ketika berhadapan dengan Tiara.


Tania pun mencium pipi Tiara.


"Hai Tania, Ryan, "ucap Tiara kepada keduanya.


"Hai Tiara, apa kabar?" tanya Ryan, iya pun menyodorkan sekuntum bunga mawar, dan boneka teddy bear besar dengan panjang kurang lebih satu meter.


"Ini untuk kamu Tiara, untuk menemani kamu tidur, anggap aja itu aku," ujar Ryan sambil menyerahkan boneka teddy bear tersebut.


Dengan senang dan sedikit malu Tiara pun menyambut nya dan langsung memeluk boneka dari Ryan.

__ADS_1


"Hangat dan lembut, kayak meluk kamu Ryan," ucap Tiara bercanda.


"Ehm jadi udah pernah peluk-pelukan nih...,"sahut Tania.


Dan mereka pun tersenyum malu-malu kucing.


Ryan tahu bahwa Tiara tak bahagia bersama suami nya, sebab itu Ryan masih berharap bisa mendekati Tiara kembali.


Sejenak hening, karna terlihat mereka sama-sama merasa grogi, apalagi Ryan yang memang type pendiam.


"Ngomong dong Pak," kata Tania mendesak Ryan.


"Katanya tadi mau ngomong sesuatu sama Tiara," ujar Tania.


"Ngomong apa?" tanya Ryan gugup.


"Kalau ngak aku yang ngomong dan beritahu Tiara," ancam Tania.


"Apaan sih Tania, udah kamu diam aja, waktu nya belum tepat," sahut Ryan


Tiara yang penasaran, kini angkat bicara


"Ryan mau ngomong apa Tania? kasi tahu aku aja deh," bujuk Tiara.


"Ngak ah nanti aku di pecat lagi," cetus Tania.


Tapi bukan Tania namanya, kalau ngak jahil, iya pun menjauhi Ryan dan mengucapkan kata.


"Ku tunggu janda mu," cetus Tania di belakang Ryan.


Ryan pun tersipu malu, begitu pun Tiara.


"Tania payah, ngak bisa jaga rahasia," gerutu Ryan.


Dan Tiara dan Ryan tersipu malu.


"Ya udah aku tinggalin kalian berdua ya," usul Tania.


"Ngak usah Tania, ngak enak sama mertua ku nanti. " Tiara mencegah


Dan mereka bertiga pun ngobrol sambil bercanda. Ketika itu, Riki hendak masuk ke dalam ruangan Tiara, tapi urung karna iya melihat Ryan di sana, dan iya takut terjadi kekacauan lagi, karna iya ngak bisa menahan emosi nya, akhir nya Riki pun menjauh untuk sementara waktu.

__ADS_1


__ADS_2