Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 episode 17


__ADS_3

Aku tak percaya aku tlah jatuh cinta,


Pertemuan pertama yang biasa saja, tak ada perasaan apa pun kala itu, tetapi sejak berada di hadapan mu, dan menyentuh kulit halusmu, getaran itu mulai terasa, aku pun menarik mu dalam pelukan ku, jantung mu berdetak tepat di jantungku, dan hangatnya helaan nafas mu, meyapu lembut sekujur tubuhku , berapa lama aku pun tersadar, menikmati nyaman nya saat mendekap mu, dan kau pun terlelap dalam peluk ku, Rangga


Cinta itu ruang dan waktu, butuh tempat dan waktu untuk menyadarinya.


Cinta itu butuh pengorbanan, karna saat kau jatuh cinta, kau harus siap berkorban.


Rangga semakin gelisah, ia sudah memantapkan hati nya, untuk bertemu Sakina, tak hanya itu, kali ini ia juga akan melamar Sakina, meski harus berhadapan langsung dengan Arjuna.


Rangga siap menanggung segala resiko yang akan terjadi malam ini, bahkan ia juga sudah siap jika harus di pecat oleh Arjuna.


Rangga tiba, ketika mereka makan malam, Mang ujang yang membukakan pintu, Rangga harus sabar menunggu, karna Mang ujang tak berani mendekati mereka saat makan malam, apalagi sangat jarang terjadi, mereka semua kumpul di sana, Arjuna dengan kedua saudaranya, dan Oma, suasana begitu hangat, canda dan tawa terdengar di antara mereka, siapa lagi yang suka bikin ricuh kalau bukan Raka dan Sakina, sementara Arjuna hanya tersenyum mendengar celotehan keduanya, Arjuna begitu bahagia, bisa bersama dengan kedua saudaranya.


Makan malam telah selesai, dan Mang ujang bergegas menemui mereka dan memberi tahu Arjuna jika ada tamu yang menunggu di luar.


Mereka semua menghampiri tamu yang di maksud Mang ujang, seperti biasa, Sakina berjalan menggandeng tangan Raka, mereka memang terbiasa seperti itu, akhir-akhir ini, Sakina lebih nyaman bersama Raka dari pada Arjuna.


Setelah sampai diruang tamu, mereka melihat Rangga, sudah menunggu di sana, hati Sakina berbunga-bunga ingin sekali ia menyapa nya, tapi melihat Rangga, Arjuna memerintahkan agar Raka membawa Sakina ke kamarnya.


Sakina sedih, padahal ia sudah rindu, ingin bertemu Rangga, karna tak ingin durhaka pada Kakaknya, dengan berat hati ia pun menuju lantai atas, di mana kamarnya berada, dan di samping nya kini, ada Raka yang menuntun langkah kakinya.


Rangga merasa sedikit tegang ketika Arjuna menatapnya, ia tak pernah segugup itu, padahal ia dan Arjuna dulu nya berteman baik, karna istrinya sepupu dari Arjuna.


Kakek Airin dan Kakek Arjuna bersaudara, dan Saat ia dan Airin menikah, Arjuna juga yang membujuk Ayah Airin agar menjadi wali dalam pernikahan Rangga, meski setelah itu, Airin dan Rangga tak pernah di terima di keluarga Airin sendiri, mereka seperti terbuang, kehidupan yang sulit, membuat Arjuna kembali mengulurkan tangganya, untuk membantu Rangga, dan kini Rangga berada di salah satu posisi penting dalam perusahaanya, banyak sekali ia berhutang budi pada Arjuna, dan kini Rangga kembali datang untuk melamar adiknya, siapa sebenarnya Rangga.


Arjuna duduk di hadapan Rangga, ia bisa menebak, apa yang ingin di katakan Rangga padanya, dan sebelum nya, Arjuna sudah siap dengan jawabanya, meski Rangga belum mengutarakannya.


"Ada perlu apa kau kemari Rangga?" tanya Arjuna datar, ia tak terlihat marah, tapi tak juga terlihat senang, Arjuna memang begitu sulit di tebak, karna sikap nya yang diam.


"Aku kesini, ingin melamar Sakina," tanpa ragu Rangga ia mengutarakan niatnya.


"Aku belum berniat menikahkan adikku, dan kurasa Sakina juga belum siap," jawab Arjuna.

__ADS_1


"Tapi aku dan Sakina, kami saling mencintai, aku tahu Arjuna, aku tak punya apa-apa, tapi aku benar-benar tulus," ucap Rangga.


"Aku sudah pernah mendengar ketulusan mu Rangga, saat kau katakan pada ku bersungguh-sungguh mencintai sepupu ku, dan sekarang kau datang, kau juga bilang bersungguh-sungguh mencintai adikku," Arjuna.


"Tapi memang begitulah kenyataannya, aku tak pernah main-main dengan perasaanku, aku dan Airin terpisah oleh maut, dan kini aku kembali jatuh cinta kembali kepada adikmu, kau sendiri tak tahu kan rasanya jatuh cinta." Rangga semakin kukuh, ia semakin berani.


Pernyataan Rangga, sedikit menghentak perasaan Arjuna, memang benar apa yang dikatakan Rangga, ia tak pernah jatuh cinta, ia terlalu sibuk dengan urusanya.


"Tapi aku tetap tak merestui hubungan mu dengan adiku, Sakina masih kecil, sebaiknya kau lupakan cintamu pada Sakina," ucap Arjuna ketus.


Rangga kaget akan penuturan Arjuna, ia kecewa.


"Arjuna berilah aku kesempatan untuk membuktikanya," pinta Rangga.


"Sudalah Rangga, sekarang kau pulang saja, karna keputusan ku tak kan berubah," ucap Arjuna, sambil menunjuk pintu keluar, secara tak langsung mengusir Rangga.


Rangga yang patah hati, ia langsung berdiri dan melangkahkan kakinya, menuju pintu keluar.


Kali ini aku mengalah, tapi aku tak kan menyerah, Rangga.


Kali ini Sakina yang membuka pintu, tapi ia tak memgenali wanita itu,


"Tiara," sapa wanita itu, ia meraba wajah Sakina dengan pangling.


"Ibu siapa?" tanya Sakina heran, karna wanita itu menyebutkan nama bundanya.


Sang wanita pun tersadar, dan menarik tangannya dari wajah Sakina.


"Aku mencari Raka, apa dia ada?" tanya wanita tersebut.


"Oh silah kan masuk," Sakina membukakan pintu dengan lebar.


"Silah kan duduk, " ucap Sakina dengan ramah.

__ADS_1


"Sebentar saya panggilkan Kak Raka," ujar nya.


"Kak Raka, itu berati ia adalah adik Raka, mungkin Riki punya anak lagi dari pernikahanya, tapi kenapa wajah gadis itu mirip Tiara." Syntia


Sakina menggandeng mestra tanggan Raka, saat mereka menuruni tangga, perempuan itu melihat Raka yang kini tumbuh dewasa, ia jadi anak yang tampan, tinggi, persis seperti Mas Riki, batinya.


Ya wanita itu adalah Syntia, Penyebab semua kekacau yang terjadi.


"Lalu di mana mas Riki?" tanya batinya, meski telah lama tidak bertemu, nyatanya Syntia masih tetap mencintai Riki, meski ia telah menikah.


Raka kaget dan berlari melihat wanita tersebut saat menuruni tangga.


"Mama!" serunya sambil menangis.


Ibu dan anak itu saling memeluk, tangis haru pun pecah diantara mereka.


"Raka, Mama kangen sama kamu," bisik nya di telinga Raka, ia pun mencium seluruh wajah Raka, lebih dari sepuluh tahun tidak bertemu, rasa rindu ini sedikit terobati.


"Raka juga kangen Ma," balas nya.


Setelah melepas pelukan, mata Syntia, melihat kearah gadis yang berada di samping nya kini.


"Siapa gadis ini Raka?" tanya Syntia.


"Dia Sakina, adik dari Kak Juna," jawab Raka.


"Adik Arjuna, bukan kah juga adikmu," tanyanya sedikit ragu.


"Ia Ma, tapi Sakina saudara seibu dari Kak Juna"


"Berarti dia anak Tiara dan Arie," ucap nya pelan.


Pantas saja ia begitu mirip dengan Tiara.

__ADS_1


Syntia mendekati Sakina dengan mata yang berkaca-kaca, iya pun membelai wajah Sakina, seolah merasakan kehadiran Tiara.


Maafkan aku Tiara, aku sangat menyesal, karna aku, keluarga mu hancur, dan tuhan juga menghukum ku, selama ini aku tak pernah bahagia, aku yakin ini lah Karma ku, karna telah merampas kebahagiaan mu, batin Syntia.


__ADS_2