Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Di pesta


__ADS_3

Arie sudah menunggu Riki, di ruangan nya, dengan perasaan yang bercampur baur.


Tak lama Riki pun tiba di ruangan nya dan melihat Arie dengan muka kusut nya.


"Mas, aku ngak mau ngurusin proyek nya Margaret lagi," tutur nya.


"Loh kenapa Rie?"


"Aku hampir di jebak sama dia, Mas" tutur Arie dengan kesal.


Riki tertawa pelan," Di jebak apa Rie?" tanya nya sambil tertawa, padahal iya sendiri lebih tahu, kelakuan Margaret seperti apa.


"Kamu hampir di perkosa ya? "Riki semakin tertawa geli.


Arie pun kesel melihat Riki yang seolah tahu, tapi tak memberitahu nya.


"Jadi kamu tahu Mas, seperti apa Margaret?" tanya Arie sedikit emosi.


"Ya tahulah, aku kan sudah lama kenal dia, tapi sorry Rie, aku lupa memberitahu kamu."


"Pokok nya, aku ngak mau berhubungan dengan Margaret lagi Mas, meski kamu memecat aku," ucap Arie tegas.


"Ngak bisa gitu Rie, kita harus propesional, apalagi kontrak sudah di tanda tangani," ujar Riki.


"Tapi Mas, iya bisa saja menjebak ku lagi Mas, dan aku ngak mau sampai rumah tangga ku hancur,"


"Rie, kalau kamu yakin akan cinta mu pada istrimu, tentunya kamu ngak akan tergoda,"


"Aku yakin dengan cinta ku pada istri ku Mas, dan akan tetap yakin, tapi bagaimana jika iya menjebak ku seperti yang di lakukan Syntia terhadap mu," papar Arie.


"Kamu benar juga, tapi proyek itu tetap di lanjut kan, dan jika kamu harus berurusan dengan Margaret, biar kita berdua yang turun tanggan Rie."


"Oya Rie, sebentar lagi ulang tahun perusahan kita.PT Traktor pertiwi group (mohon maaf jika nama perusahan nya nyata).


"Semua Staf, direksi para klayen dan kolega akan berkumpul di sini termasuk papa ku CEO dari perusahaan ini."


"Jadi kamu juga bisa membawa Arjuna dan Tiara, karna kebanyakan tamu yang hadir akan membawa pasangan nya, "ucap Riki.


"Tapi aku juga binggung, harus membawa siapa sebagai pasangan ku," ujar Riki.


"Ya, kamu bawa Syntia Mas, dia kan istrimu, "jawab Arie spontan.


"Aku ngak suka sama Syntia, bagaimana Aku bisa bergandeng mestra dengan nya," ujar Riki dengan nada yang rendah


"Tapi ku pikir, lebih baik membawa dia, dari pada aku di bilang bujangan tua, karna kini umurku sudah tiga puluh tahun"


"Dan Arjuna, iya akan ku perkenalkan dengan semua orang yang hadir, bahwa iya lah pewaris resmi dari Ayah ku, kelak Arjuna lah menggantikan Ayahku sebagai CEO."


"Aku tak menyangka bahwa putra ku akan menjadi pewaris tunggal dari perusahan sebesar ini, tapi maaf Mas, selagi iya bersama ku, akan ku didik Arjuna dengan kesederhanaan, karna jika dari kecil di ajari kemewahan, iya tumbuh menjadi anak yang sombong dan juga angkuh," tutur Arie.

__ADS_1


"Maksud mu seperti ku Rie?" tanya Riki tersinggung.


"Mungkin saja Mas," jawab Arie santai.


"Kau berani bicara pada ku seperti itu, aku atasan mu Rie, "canda Riki


"Jika kau tak senang kau bisa memecat ku Mas, tapi akan tetap ku katakan apa yang ada di hatiku," ucap Arie santai.


Riki pun mendekati Arie.


"Aku senang Rie, jika kau mengganggap ku sebagai saudara mu, atau sebagai teman mu, dari pada kau mengganggap aku atasan mu, kau bisa katakan apa yang kau suka atau yang tak kau suka kepadaku tanpa sungkan."


"Tentu saja Mas, aku akan mengkritik mu tanpa sungkan," ucap Arie dengan nada bercanda.


Riki pun memeluk Arie.


"Aku tak pernah punya teman sebaikmu Rie." tutur Riki haru.


"Aku juga tak pernah punya atasan sebaik dirimu Mas, "canda Arie.


Beberapa hari berlalu, Tibalah Acara ulang tahun PT Tracktor Pertiwi group.


Acara pesta di gelar pukul tujuh malam, dan di adakan gedung aula dua lantai yang ada di komplek perkantoran mereka.


Tiara dan Arie sudah sampai di lobby, dan mereka sudah di tunggu oleh Riki dan Syntia.


Dari kejauhan Arie sudah melihat Riki dan Syntia.


"Emang nya kenapa Yah? Syntia kan istrinya, "jawab Tiara.


"Ngak, tadi nya Mas Riki binggung mau berpasangan dengan siapa, ya Ayah jawab sama Syntia saja, awal nya iya menolak, tapi ya gitu lah Bun," jawab Arie


Tiara dan Arie keluar dari mobil, dan beberapa pasang mata melihat mereka sebagai pasangan yang serasi.


Tiara tampak sangat cantik dengan gaun merah nya yang selutut dan agak terbuka di bagian dada, rambut nya biarkan terurai bergelombang dengan bagian poni di jepit di atas kepala, sangat sederhana tapi terlihat sangat anggun.


Banyak yang terpana melihat Tiara, terlebih Riki, iya begitu takjub dengan penampilan Tiara malam ini.


Setelah berhadapan mereka pun bersama menuju lantai dua.


Tiara menggandeng mesra tangan Arie, tapi sebalik nya, Riki tak mau bergandengan tanggan dengan Syntia, dan itu yang membuat Syntia kecewa.


Para kerabat Riki mulai berdatangan hadir.


"Hallo Tiara, kamu makin cantik aja, "sapa Riana, sepupu Riki.


"Kamu juga, "jawab Tiara.


Dan tak hanya Riana, tante-tante dan om-om nya Riki pun bersikap ramah pada Tiara, karna mereka menyangka Tiara masih istri dari Riki.

__ADS_1


"Ini Arjuna ya?" kata Riana.


"Waw, kamu ganteng sekali Arjuna, "tutur Riana pula.


"Tiara kamu dan Riki ngak berniat menambah anak?" tanya nya lagi.


Mendengar pertanyaan itu Tiara tak enak pada Arie.


"Ngak," jawab Tiara singkat, sementara Riki, Arie dan Syntia, hanya diam tak bisa berkata apa-apa.


Obrolan pun di lanjut kan, para wanita dan lelaki berkumpul dengan meja terpisah,


Arjuna sudah menjadi primadona, iya berapa kali di over, pindah tangan dari yang satu-ke tangan yang satu, mereka bergantian mencium dan memeluk nya, kapan lagi bisa mencium, sang pangeran pewaris tahtah, ujar salah seorang di antara mereka.


Tiara duduk di antara para wanita tersebut, mereka masih menyangka Tiara adalah istri Riki, tapi kemudian Tiara menjelaskan bahwa iya dan Riki sudah berpisah.


"Sayang sekali Tiara, padahal kalian pasangan serasi, bak cerita di negri dongeng, sang pangeran ganteng sang putri cantik, "ujar salah satu sepupu Riki.


Dan yang paling sakit hati adalah Syntia, tak ada yang menganggap nya ada, apalagi menganggap nya istri Riki, semua terlihat acu pada nya.


Tiara berpamitan pada mereka untuk ijin ke toilet, iya pun turun dari lantai atas ke lantai bawah.


Beberapa anak tangga lagi, Tiara pun akan sampai di lantai satu, tapi iya berpapasan dengan Riki di lantai satu.


"Mau kemana Tiara?" tanya Riki.


"Ke toilet," jawab Tiara singkat.


Iya pun langsung menuju toilet.


Riki sempat khawati, karna di lantai satu sepi, takut terjadi sesuatu pada Tiara iya pun mengikuti nya.


Tiara keluar dari toilet beberapa lama setelah itu, dan iya pun keluar dari lorong toilet, dan kaget karna ada Riki di sana.


Tiara bermaksud mengacukan nya, tapi kemudian tanganya ditarik oleh Riki.


Tiara kini bersandar pada dinding sementara Riki menatap matanya lekat.


Tanpa sadar Riki meraba wajah Tiara,"Kau cantik sekali hari ini Tiara," tutur nya sambil membelai pipi Tiara yang lembut.


Perlahan Riki mendekatkan wajah nya kearah Tiara, Tiara melihat mata Riki tertuju pada bibir nya,


Riki semakin mendekatkan wajah nya, dan iya pun menyentuh bibir Tiara dengan lembut.


Nafas Tiara beradu, detak jantung nya semakin kencang, saat bibir Riki menyentuh bibir nya.


Riki mengecup lembut bibir Tiara, dan ******* nya pelan, tanpa terasa Tiara pun menikmati nya, iya kembali teringat saat bulan madu mereka di mana Riki mencumbunya di kala senja, iya juga ingat setiap pagi iya mereka bercumbu seperti itu, tapi kemudian iya juga teringat saat ini ia adalah istri Arie,


Tiara tersadar iya pun melepaskan nya, Tiara kemudian berlari menghindari Riki.

__ADS_1


Riki hanya terpaku melihat Tiara, iya menyesali kenapa iya tak bisa mengendalikan dirinya, ketika berhadapan langsung dengan Tiara.


"Ternyata Tiara masih mencintai ku," batin nya.


__ADS_2