Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Mengejar cinta Arie


__ADS_3

Tiara berlari mengejar Arie, iya takut Arie salah paham.Tiara menarik tanggan Arie.


"Rie, tunggu Rie, kamu salah paham," ujar Tiara.


Arie hanya diam," Rie aku sama Mas Riki ngak ada hubungan apa-apa Rie, tiba-tiba saja iya mencium ku Rie," papar Tiara.


"Kamu yang ngak pernah tegas Tiara, atau kamu memang masih mencintai dia, aku harus nya tidak berharap pada mu lagi, karna kini, terbentang jarak yang sangat jauh, di antara kau dan aku, dan harus nya aku menyadari itu." Arie melepas kan pegangan tangan Tiara, dan berlalu dari nya.


Tiara hanya terpaku diam, melihat kepergian Arie, tampak sekali kekecewaan di wajah nya.


"Baru saja iya merasa bahagia dengan Arie, karna sebentar lagi mereka akan menikah, kini Arie marah dan salah paham terhadap nya, dan ini semua karna Riki," batin Tiara kesal.


Tiara berjalan dengan menghempas kaki nya, kearah Riki.


"Puas kamu Mas, kamu selalu membuat masalah dalam hidup aku," ucap Tiara sinis, iya pun masuk kekamar nya dan menutup pintu kamar nya.


Riki terdiam sejenak, dan memikir kan kata-kata Tiara.


Riki juga heran kenapa iya tak bisa melepas kan Tiara, padahal jika iya mau, mungkin saja iya bisa mendapat kan wanita yang lebih cantik dan lebih muda dari nya, mengingat iya punya segalanya, wajah tampan dan punya banyak harta, iya hanya tinggal memilih apa yang iya mau, tapi ternyata tak semudah itu, ternyata hati tak bisa di bolak balikan semudah membolak balikan telapak tanggan nya.


Harus nya iya bisa mengiklaskan Tiara bahagia, selama ini iya selalu menyusah Tiara.


Tiara kembali berbaring di tempat tidur nya, sembari memikirkan kata-kata Arie.


Iya memang tak pernah bersikaf tegas pada Riki, padahal Riki hampir memperkosanya, Tiara selalu merasa iba pada Riki, iba atau cinta? tiba-tiba saja terpikir oleh Tiara bahwa iya masih mencintai Riki, memang rasa nya sulit melupakan Riki yang pernah hadir di hidup nya, apalagi kenangan bersama Riki terlalu indah untuk di lupakan, dan bukti dari semua itu adalah Arjuna putra mereka, betapa Tiara dan Riki bahagia saat menjalani rumah tangga mereka, setiap pagi bahkan sepanjang hari tak pernah putus Riki mengumbar kata cinta nya pada Tiara, mana mungkin semua itu bisa di lupakan dengan mudah, Apalagi iya pernah mencintai Riki lebih dari segalanya, lebih dari dirinya dan lebih besar cintanya pada Arie, yaitu cinta pertama nya, lalu bagaimana mungkin itu iya bisa lupa, bahkan iya sanggup menerima Riki meski Riki berselingkuh dengan sahabat nya sendiri, mana mungkin iya bisa bilang kalau iya sudah tak mencintai Riki, nyata nya, iya tak pernah menolak kehadiran Riki.


Tiara semakin ragu, padahal sebelum nya iya sudah yakin pada Arie, Kenapa selalu ada pilihan dalam hidup nya, tak bisa kah iya bahagia, jika iya menolak Arie kembali tak terbayang betapa kecewa nya Arie, sedangkan Riki, Syntia juga pasti akan kecewa.


"Haduh Tiara, rencana pernikahan mu dengan Arie tinggal sebulan lagi dan kau masih ragu." fikir nya sendiri.


Aku harus menghindari Mas Riki, sebelum aku terlibat emosi dengan nya lagi, bukan kah Mas Riki pandai mempermainkan emosi Tiara.


***


Syntia panik ketika tubuh Raka teraba panas, apalagi iya tak mau menyusu.

__ADS_1


Riki pulang dan Syntia memberi tahu tentang keadaan Raka.


"Mas, tubuh Raka panas sekali Mas," ujar Syntia dengan panik.


Riki langsung meraba tubuh Raka," Kenapa bisa seperti ini sih, tubuh Raka tuh panas dan kamu ngak melakukan sesuatu apapun." Riki menyalah kan Syntia.


"Kita bawa Raka kerumah sakit," ujar nya pada Syntia.


Riki pun membawa mereka menuju rumah sakit, Raka terlihat lemah, wajah nya juga pucat.


"Raka kenapa Syntia?, tadi pagi iya sehat-sehat saja, kamu sebagai ibu bagaimana menjaga nya."Riki memarahi Syntia.


"Mas kamu nyalahin aku terus sih, kamu tuh yang ngak pernah peduli sama aku, dan Raka, kamu cuma peduli sama Arjuna dan Tiara."


"Setiap hari kamu pulang malam terus, tanpa tahu keadaan kami di rumah. " Syntia membalas.


Mereka pun sampai di rumah sakit, Raka pun di infus dan harus di ambil darah nya.Raka yang munggil terbaring lemah tak berdaya dengan beberapa selang terpasang di sekujur tubuh nya.


Hati Syntia hancur melihat anak semata wayang nya begitu menderita, iya pun menangisi nya sepanjang malam.


"Raka kenapa bukan papa saja yang sakit Raka?, kenapa harus Raka Nak?, biarlah papa yang menggantikan tempat Raka sayang," ucap nya sambil mengelus tubuh bayi munggil itu dan perlahan air matanya menetes.


****


Mengetahui Raka sedang sakit, Tiara pun menelpon Arie.


"Rie, kita kerumah sakit ya," ajak Tiara.


"Siapa yang sakit Tiara?"


"Raka Rie, kamu jemput kami sekarang Rie," Tiara menutup telpon nya.


Arie pun tiba dan Tiara sudah bersiap mereka pun berangkat.


Di dalam mobil, Arie hanya diam.

__ADS_1


"Rie kamu masih marah ya? Aku ngak tau Rie,kenapa Mas Riki tiba-tiba mencium aku saat aku bilang aku sudah menerima lamaran kamu Rie." Tiara coba menjelaskan.


"Rie, kamu ngak batalin pernikahan kita kan Rie? tanya Tiara lirih.


Arie merangkul Tiara dan mencium kening nya, "Aku ngak bisa marah sama kamu Tiara," ucap nya.


Dan Tiara pun kembali menyandarkan kepala nya di lengan Arie.


Mereka pun sampai diruang perawatan Raka.


Tiara melihat Syntia dan Riki menangis.Tiara pun mendekati Syntia.


"Raka kenapa Syn?" tanya Tiara.


"Raka mengidap thalassemia Tiara," jawab nya.


"Penyakit apa itu Syn?"Tiara sedikit kaget walau iya belum tahu penyakit apa itu.


"Kelainan darah Tiara, dan seumur hidup Raka harus menjalani pengobatan dan transfusi darah secara rutin," papar Syntia dengan sedih.


Tiara pun memeluk Syntia," Sabar ya Syn, kita doa kan saja agar Raka selalu sehat," ucap Tiara tulus.


"Terima kasih Tiara," ucap nya singkat


Tiara pun menghampiri Raka, meski seumuran Arjuna tapi tubuh Raka jauh berbeda dengan Arjuna .


Air mata Tiara menetes di pipi nya, melihat Raka yang munggil tak berdaya dengan penyakit nya.


Tiara menghampiri Arie dan meraih Arjuna dari tanggan Arie, iya pun kembali mendekati Raka.


"Raka, Raka yang kuat ya sayang, di sini ada bunda Tiara, dan ada Arjun, saudara Raka," ucap sambil membelai rambut halus Raka.


"Arjuna, ini saudara Arjuna satu-satunya Nak, jika Arjuna besar nanti, Arjuna harus jadi lelaki yang kuat, agar bisa menjaga Raka," tutur Tiara pada Arjuna .


Tiara pun mendekat kan Arjuna, agar bisa mencium Raka, seperti mengerti Arjuna pun mencium Raka, dan tangan kecil nya menyentuh kepala Raka.

__ADS_1


Semua terharu melihat kejadian tersebut, dan Tiara inggin agar Arjuna dan Raka saling menjaga sesama saudara, meski mereka lahir dari rahim yang berbeda.


__ADS_2