Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Percobaan bunuh diri


__ADS_3

Sore ini Tiara sudah siap untuk pergi, tapi, sebelum pergi iya mengirim pesan lewat aplikasi chat nya.


Mas, aku ijin keluar sebentar .Bunyi pesan Tiara.


Riki pun curiga bahwa Tiara akan menemui Syntia.Iya pun langsung pulang kerumah untuk menghalangi Tiara.


Setelah sampai di rumah ternyata Tiara sudah tidak di sana, dan Riki menemukan handpone Tiara yang tertinggal di atas meja rias nya.


"Pantesan ngak bisa di hubungi," ucap nya pada diri sendiri.


Riki mencari sesuatu petunjuk dari hand phone nya, kemana Tiara akan pergi.


Ternyata iya telah janji bertemu dengan Syntia di rumah Arie.


Karna takut terjadi sesuatu, Riki langsung meluncur ke rumah Arie.


Tiara sampai di rumah Arie dan benar saja, tak ada seorang pun disana, hanya ada iya dan Syntia. Riki yang khawatir langsung menelpon Arie.


"Rie, kamu di mana Rie?" tanya Riki.


"Aku lagi di jalan Mas," jawab Arie.


"Rie, sekarang kamu susul Tiara di rumah kamu Rie, aku takut iya menemui Syntia dan Syntia menceritakan hal yang sebenarnya."


"Baik Mas tapi posisi ku ajak jauh dari rumah, mungkin agak memakan waktu yang lama."


"Iya Rie, tapi kamu kan pakai motor, mana jalanan macet lagi, aku takut terjadi sesuatu pada Tiara Rie," tutur Riki bimbang.


"Ya udah, aku langsung ke sana semoga aja ngak terlambat."


Dan Tiara pun menemui Syntia.


"Hai Syn, aku bawain manisan untuk kamu."


"Biar kita santai ngobrol nya, lagian wanita yang sedang hamil muda kayak kita butuh yang seger untuk ngilangin rasa mual."papar Tiara.


Iya pun mengambil piring di dapur untuk meletakan buah nya.


Setelah itu Tiara menghampiri Syntia, tapi di lihat nya Syntia sudah menangis.


"Syn, kenapa kamu nangis sih,? kamu takut ya?" tanya Tiara.


Dan Syntia pun mulai memancing emosi Tiara terlebih dahulu.


"Kamu baik sekali Tiara, tapi aku ngak pernah berbuat baik apa pun terhadap kamu, malahan aku selalu nyusahin kamu," ujar Syntia memulai akting nya.

__ADS_1


"Syn, kita tuh bersahabat sudah lama, jadi ngak usah sungkan, kamu bisa cerita apa saja sama aku," ungkap Tiara tulus.


Syntia pun menangis semakin jadi, "Aku menyesal Tiara, aku benar-benar menyesal, tak seharus nya aku lakukan ini. "tutur Syntia sambil menangis.


Syntia pandai berakting seperti aktris papan atas.


"Aku tahu kamu menyesal, menyesal juga ngak ada guna nya," ucap Tiara tulus.


"Maafin aku Tiara, Aku bersalah sama kamu, tak seharus nya aku..., "kata-kata Syntia sengaja di hentikan nya untuk memancing reaksi dari Tiara.


"Kamu salah apa, sama aku Syn?" tanya Tiara yang masih tak tau maksud nya.


Syntia memukul pelan perut nya, "Harus nya aku gugurin saja anak ini Tiara, agar aku tak menyusahkan kalian, nyata nya ayah dari anak ini pun tak mengingin kan nya, iya hanya menganggap ku pelampiasan nafsu nya, saat istri nya tak bersama nya," pancing Syntia.


"Tapi kenapa kamu mau Syn, dengan pria yang sudah beristri?" tanya Tiara polos.


"Karna aku juga mencintai nya Tiara," ucap Syntia, seolah sambil meratap.


"Syn, kamu yang sabar ya, jangan gegabah, kamu ngak harus menutupi dosa dengan berbuat dosa lagi, kita akan minta pertanggung jawaban nya," ucap Tiara.


"Syntia menangis semakin jadi, iya pun memeluk Tiara, "Kata kan saja Syn, siapa orang nya, makin cepat makin baik, sebentar lagi perut mu juga akan membesar. "


"Maafin aku Tiara,aku ucapkan beribu-ribu maaf pada mu," Syntia kembali menangis dalam pelukan Tiara.


Tiara semakin tak mengerti," Kenapa kau minta maaf pada ku Syn,?"


"Ayo Syn, jawab" Tiara tak sabar.


"Karna aku mengandung anak Mas Riki." ucap Syntia puas.


Tiara bagai tersengat listrik tegangan tinggi, iya tergamam sambil melepas kan pelukan Syntia.


Air mata Tiara membanjiri pipinya, iya tak tahu harus berbuat apa, sulit baginya mencerna kata-kata Syntia.


"Maafin aku Tiara," isak Syntia.


Tiara yang tersadar dari lamunan nya, langsung bangkit.


Tiara menampar pipi Syntia dengan keras dan berkali kali.


"Tega nya kamu Syntia," kata-jata Tiara terputus.


"Dasar perempuan tidak tahu malu, apa kau sudah tidak laku, sampai harus merebut suami ku," kata-kata Tiara terbata-bata karna iya kini menahan amarah, dan kekecewaan nya.


"Apa seperti ini yang di namakan sahabat, ku bawa kau kerumah ku, saat kau bermasalah dengan keluarga mu, aku dan Mas Riki nenganggab mu saudara, tapi ini balasan dari mu."Tiara semakin gemetaran.

__ADS_1


"Ampun Tiara," Syntia berlutut di kaki Tiara, tapi Tiara langsung pergi dan iya membawa mobil nya dalam keadaan laju, saat akan keluar dari komplek iya berpapasan dengan Arie.


Arie pun langsung mengejar Tiara.


Riki sampai di rumah Arie, keadaan sudah sepi tak ada seorang pun disana kecuali Syntia.


Riki langsung menghampiri Syntia yang kala itu seperti habis menangis.


"Apa yang kau lakukan Syntia?" tanya Riki kasar.


"Apa kau memberi tahu yang sebenar nya pada Tiara?" Masih dengan emosi.


Syntia tak bersuara iya hanya mengangguk sambil menatap mata Riki.


"Aku tak kan memaaf kan mu Syntia jika terjadi sesuatu pada Tiara," ujar nya langsung lari.


Riki tak tahu harus mencari Tiara di mana, iya menghubungi Arie tapi tak di angkat oleh Arie.


Arie terus membuntuti Tiara dan ternyata Tiara memasuki pantai.


Tiara memakir kan mobil nya di tepi pantai, iya pun langsung berlari menuju pantai.


Angin yang kencang membuat ombak besar bergulung-gulung di pantai, tapi Tiara tak perduli seolah iya ingin mempersembah kan diri nya kepada ombak ganas tersebut.


Arie yang melihat Tiara menuju pantai langsung berlari mengejar nya.


Tiara berlari dengan cepat, tapi Arie lebih cepat.


Arie menarik tangan Tiara, kini mereka sudah berada di tengah bibir pantai.


"Lepas kan aku Rie, "ucap Tiara meronta melepas kan tangan nya.


Arie langsung memeluk Tiara, Jangan lakukan ini,Tiara." ucap Arie gemetar dan mata nya sudah memerah.


Tanpa mereka sadari ombak besar datang menghantam mereeka, dan membuat mereka hanyut ke tengah pantai.


Arie tetap memeluk Tiara, karna iya tahu Tiara tak bisa berenang, Tiara madih saja meronta.


"Tenang Tiara! jika tidak kita akan mati bersama!" seru Arie, karna suara deburan ombak begitu berisik.


"Peluk aku Tiara, agar kita tak terpisah sebentar lagi ombak pasang akan kembali membawa kita ketepi pantai."


Tiara pun memeluk Arie dengan erat dan Arie sengaja membelakangi pantai agar saat ombak besat datang, ombak tersebut hanya menghantam tubuh nya.


Dan dalam beberapa saat ombak besar kembali menghantam mereka dan Arie merasakan tubuh nya seperti di pukul dengan balok kayu yang besar.

__ADS_1


Meski merasakan sakit, iya harus tetap bertahan demi menyelamat kan Tiara.


__ADS_2