Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Pernikahan Riki


__ADS_3

Untuk pertama kali nya, Riki bertemu dengan calon istri nya, Semua rencana sudah di atur oleh mama nya, tanggal pernikahan pun sudah di tetap kan, yaitu satu bulan dari sekarang.


Lucy, nama gadis cantik yang akan di jodoh kan dengan Riki, gadis tersebut tinggi, cantik, berhidung mancung dan berkulit putih, dengan wajah blasteran belanda-indo.


Riki tak protes sedikit pun, saat mereka mengatur rencana pernikahan nya, iya hanya pasrah, apapun yang di rencanakan sang Mama, Riki tak ingin lagi mengecewakan Mama nya, iya menjadi sadar,setelah melihat Tiara dan Syntia yang repot mengurus putra nya, begitupun mama nya, yang juga repot mengurus iya waktu kecil, hingga sang ibu memutus kan untuk tak punya anak lagi.


Mereka sudah merancang pernikahan yang mewah, yang akan berlangsung kurang dari sebulan lagi.


****


Dua minggu menjelang pernikahan.


Riki masuk kekantor nya sudah beberapa hari, iya tak bekerja karna harus mengurusi pernikahan nya.


"Rie, kamu aku beri tanggung jawab untuk mengurusi semua pekerjaan ku, karna minggu depan aku sudah harus cuti, untuk pernikahan ku."


"Iya Mas, insya Allah," jawab Arie.


"Dan ini undangan untuk mu, kau akan jadi salah satu tamu spesial di sana."


"Oya Mas, selama kamu ngak datang ke kantor, wanita itu terus datang mencari mu," ujar Arie.


"Maksud mu Alena Rie?" tanya Riki.


Arie sedikit kaget," Jadi dia yang bernama Alena Mas, kok kamu ngak bilang sih Mas, pantes saja sikaf nya mencuriga kan."


"Memang nya kenapa Rie?"


"Aku curiga orang yang menjebak ku dan Tiara, dan yang inggin menculik Tiara, adalah Alena Mas, melihat keagresifan nya pada mu, aku jadi takut, iya akan kembali menyakiti wanita yang ada di dekat mu, termasuk calon istri mu," curiga Arie.


Riki kaget dengan penuturan Arie, ternyata Arie punya kecurigaan yang sama terhadap Alena, Aku jadi khawatir dengan Tiara, aku takut, iya masih dendam dengan Tiara, karna sejak dengan Tiara, aku tak pernah berkumpul dengan mereka lagi." batin Riki.


****


Tiara berbaring menidurkan Arjuna, dan di samping nya Arie yang membelai rambut panjang Tiara, sambil sesekali mencium rambut Tiara yang wangi.


Setelah Arjuna terlelap Tiara membalikan tubuh nya ke hadapan Arie.


"Yah, semenjak Bunda hamil kok Ayah ngak pernah nyentuh bunda lagi Yah, Ayah bosan ya Yah sama bunda?" tanya Tiara manja.


"Ya, enggak bun, Ayah takut saja terjadi sesuatu sama kamu bun."

__ADS_1


"Tapi sampai kapan Yah, apa Ayah bisa tahan sampai setahun Yah?" tanya nya sambil mencolet hidung Arie.


"Tahan dong Bun, bertahun-tahun juga Ayah tahan nungguin kamu," canda Arie.


"Yakin yah, kalau bunda goda, apa masih tahan, "canda Tiara.


"Tahan dong, "ucap Arie yakin iya pun melirik kearah Tiara, yang kemudian membuka baju tidur nya.


"Masih tahan yah?" goda Tiara, sambil merapat kan tubuh nya ke Arie dengan posisi menantang.


Arie pun bangkit dan menyambar bibir Tiara, iya pun mengkelitik perut Tiara hingga Tiara merasa geli.


"Ampun Yah, udah di kelitikin nya, geli," pinta Tiara sambil tertawa.


"Siapa suruh menggoda Ayah," bun.


Arie berada di samping Tiara dan membelai rambut nya, iya pun kembali mencium pipi Tiara, seraya berbisik di telinga nya," Ayah sayang sekali sama kamu, Bun," ucapnya.


Arie pun memulai aksinya, iya menyentuh Tiara dengan sangat hati-hati, Tiara pun mulai menikmati sentuhan Arie, baginya setiap sentuhan Arie adalah cinta, sentuhan itu adalah kasih sayang dan bukan sekedar pelampiasan hasrat, Tiara mulai merasakan cinta itu mulai tumbuh di hati nya kini, iya pun mengelap setiap tetesan keringat di wajah Arie, Arie menggenggam tangan nya saat mereka beradu, tak sepeti biasa, ini pertama kalinya Tiara merasakan apa yang di lakukan nya, kini bukan hanya kebutuhan untuk suami nya, tapi juga untuk dirinya, yang kini membuka hati nya kembali pada Arie, sama seperti saat mereka menjalin cinta sebagai pasangan kekasih.


Arie tumbang di samping Tiara, dan Tiara kembali memeluk suami nya, saat ini iya tak ingin melepaskan pelukan nya pada Arie, hingga iya sendiri terlelap dalam buaian Arie.


Seminggu sebelum pernikahan Arie sudah sibuk, maklum saja, kini iya merangkap pekerjaan, iya harus bertemu klayen, membuat rancangan dan desaign sendiri, sedangkan Riki, iya sudah sibuk mengurusi pernikahanya.


Arie pulang dalam keadaan lelah, iya harus menyelesaikan dan melanjutkan pekerjaan nya di rumah.


Setelah mandi, iya pun kembali ke tempat tidur, dan duduk di samping istri nya yang sedang tidur, Arie membelai rambut Tiara.


"Maafin Ayah Bun, akhir-akhir ini Ayah tak punya waktu banyak untuk kalian," iya pun mencium kening istrinya dan kembali ke laptop nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Arie pun tertidur sendiri karna lelah, iya tertidur dengan posisi duduk dan laptop masih menyala.


Tiara terbangun ketika iya hendak ke kamar mandi, dan iya melihat kearah Arie.


Tiara pun membangun kan Arie, agar tidur dengan posisi semesti nya,


"Yah, bangun yah, tidur nya yang benar dong yah," ucap Tiara.


Arie pun terbangun, dan mematikan laptop nya, dan tidur dengan posisi semesti nya, Tiara yang keluar dari kamar mandi pun kembali kekasur, iya melihat wajah Arie yang terlelap karna lelah.


Tiara membelai rambut Arie dan mencium nya," Terima kasih Yah, Ayah adalah suami yang baik dan seorang Ayah yang bertanggung jawab pada keluarga." tutur Tiara, iya pun tidur dengan meneluk Arie.

__ADS_1


Hari pernikahan,


Arie sudah bersiap dengan kemeja dan stelan jas nya, Di lihat nya Tiara masih sibuk memasak.


"Loh Bun, kok kamu belum siap ," tanya Arie.


"Siap kemana? Ayah mau kemana sudah ganteng seperti itu," tanya Tiara santai.


"Iya Bun, Ayah belum cerita ya Bun, kalau hari ini, hari pernikahan Mas Riki."


Sedikit kaget," Mas Riki?" tanya Tiara heran.


"Kok, Ayah ngak pernah cerita ke Bunda." Tiara kaget.


Sedikit tersenyum," Ayah lupa, Bun, akhir-akhir ini kan Ayah sibuk dan suka pulang malam," ujar nya.


"Ya, sudah kita pergi sekarang saja," ajak Arie.


Tiara tak ingin bertemu dengan Riki lagi, sementara waktu iya ingin menghindar, sampai iya sudah yakin akan perasaan nya pada Arie, Tiara tak ingin kejadian di pesta terulang kembali, jadi iya memutus kan untuk tak hadir di sana.


"Tapi Yah, Bunda masih sering pusing dengan tiba-tiba, takut nya di pesta nanti Bunda pingsan lagi," ujar Tiara berbohong.


"Yah, sudah Bun, Ayah pergi sama Arjuna saja, Bunda hati-hati di rumah Yah," Arie pun pergi.


Sesampai nya di pesta,


Arie membawa Arjuna ke pesta, dan saat di pelaminan, Arie di tanya oleh Mama nya Riki.


"Lo Rie, berdua saja? Tiara ngak pergi?"


"Ngak, tante Tiara lagi ngidam," jawab Arie singkat.


Iya pun menghampiri Riki.


"Selamat ya Mas," ucap Arie, iya pun memeluk Riki, dan Arjuna,


"Tiara ngak ikut Rie?" tanya Riki.


" Tiara ngak bisa ikut, katanya masih pusing" Jawab Arie.


Tampak kekecewaan di wajah Riki.

__ADS_1


"Sepertinya Tiara menghindari ku, apa iya masih marah atas kejadian di pesta itu," batin nya.


__ADS_2