Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Rencana bejat Alena 2


__ADS_3

Bibir Tiara semakin gemetar, seiring berkecambuk nya rasa takut yang ada pada dirinya, ketika salah seorang dari mereka mulai mendekati nya.


Lelaki tersebut membuka sumpalan mulut Tiara, dan ketika terbuka Tiara langsung berteriak sekuat-kuat nya, " Tolong " pekik nya berulang kali.


Dan kedua penjahat itu, tertawa melihat ketakutan Tiara. Bagainana tidak, tempat tersebut jauh dari rumah penduduk, meski Tiara berteriak sekuat tenaga, tak kan ada yang bisa mendengar nya.


Lekaki tersebut mulai mengelus pipi mulus Tiara, dan itu semakin membuat Tiara ketakutan, Tiara pun tak bisa berpikir jernih, iya masih saja ketakutan.


lelaki tersebut memandang kearah Tiara dengan lekat.


"Oh aku ingat sekarang, gadis ini lah yang memukul kepala ku dengan batu saat itu," ujar nya.


Iya pun memegang erat rambut Tiara, hingga kepala Tiara mengikuti arah tarikan nya, kemudian iya pun mendorong kepala Tiara hingga terbentur ke dinding.


"Ahk" Tiara kesakitan karna kepala nya terbentur ke dinding, iya pun menangis, lelaki tersebut kemudian mendekat kan wajah nya ke wajah Tiara, karna iya hendak menciumi Tiara.


Tapi Tiara menendang tubuh nya kemudian meludahi nya, lelaki tersebut semakin berang, iya kembali melayang kan tamparan keras ke pipi Tiara, secara bertubi-tubi dan berkali-kali hingga darah segar mengucur deras di hidung dan mulut nya.


"Kau pikir kau siapa ? bangsat!" seru nya di depan Tiara.


Tiara semakin gemetar, selain karna takut, iya juga merasakan sakit pada wajah dan kepala nya kini, hampir saja iya pinggsan, namun iya menguatka diri nya agar tak pingsan, setidak nya dengan menjaga kesadaran nya, iya bisa melawan atau paling tidak mengulur waktu mereka.


"Kuat kan diri mu Tiara, pancing kembali emosi nya Tiara, agar iya membunuh mu, sebelum iya menyentuh tubuh mu, ini lah satu-satu nya cara mu mempertahan kan kehormatan mu, meski kau harus mati terlebih dahulu," batin Tiara menangis.


Lekaki tersebut memulai aksinya, dan yang satu nya merekam kejadian tersebut, sebagai bukti untuk bos yang telah nemerintah nya.


Lelaki itu menarik baju Tiara iya bermaksud merobek blus yang Tiara kenakan, tapi sekali lagi Tiara tak membiarkan tanggan lelaki tersebut menyentuh nya.


Iya pun menggigit tangan lelaki tersebut sekuat tenaga nya, hingga lekaki itu tak bisa melepas kan cengraman dari gigitan Tiara, lelaki itu menjerit iya pun kembali melayangkan pukulan nya kepada Tiara, dan kali ini Tiara mulai kehilangan kesadaran nya.


Hati Tiara menjerit dalam diam nya, iya sempat berdoa," Ya Tuhan ku jika ini jalan ku untuk menghadap mu, aku iklas, tapi satu yang ku pinta pada mu, jangan biarkan tubuh ku ternoda oleh nya, cabut lah nyawaku wahai Tuhan ku, sebelum mereka bisa menyentuh ku, aku tak ingin mengecewakan suami ku, setidak nya jika aku harus mati, aku masih dalam keadaan suci," doa Tiara.


"Maafkan Bunda Yah, Bunda tak bisa menjaga diri Bunda sendiri," tangis Tiara dalam batin nya, kemudian iya pun menutup mata nya.


Arie semakin gelisah, iya pun langsung bergegas pulang, sambil kembali menghubungi Tiara, berkali-kali namun tak di angkat oleh nya.


Arie yang cemas itu pun berdoa dalam hatinya.

__ADS_1


"Ya Tuhan ku, lindungi lah istri ku, karna aku tak sanggup melundungi nya, semua ku serah kan pada mu, karna kau lah sebaik-baik nya pelindung, amin" doa Arie.


Melihat Tiara yang tak bergerak kedua merasa senang.


"Hahaha" tawa Mereka.


"Kita santap saja hidangan kita malam ini bos, jangan lupa minum obat kuat ini," tutur penjahat yang satu nya iya pun kemudian membuka ikatan pada tanggan dan kaki Tiara, dan setelah itu iya membuka baju nya, terlihat sekali iya tak sabar menyantap hidangan nya yang menggairah kan itu.


Lelaki itu pun langsung membuka celana nya, tapi kemudian seseorang dari arah belakang menendang nya dengan keras, hingga iya tersungkur.


tak tinggal diam, seseorang lelaki yang dari tadi merekam langsung menghajar pria itu, yang ternyata adalah Riki.


Tapi Riki sudah siap, iya sudah terbiasa berduel seperti ini, rasa nya tak terlalu sulit untuk mengalah kan kedua nya.


Riki pun memulai aksi nya, iya menyerang sambil menghindar, meski beberapa kali pukulan sempat mendarat di wajah dan perut nya, iya tetap tak tumbang dan tak sedikit pun iya merasa kewalahan.


Setelah beberapa menit berduel, datang mobil polisi yang langsung menyergap mereka.


Kedua penjahat itu dengan mudah berhasil di lumpuh kan.


Meski terluka karna sabetan pisau, tetapi Riki merasa baik-baik saja.


"Tiara, bangun Tiara" Riki lansung menangis melihat keadaan Tiara yang terluka parah.


Darah segar masih mengalir melalui hidung dan mulut nya, tanpa rasa jijik sedikit pun iya mengalap dengan tanganya.


Riki terpuruk, ketika melihat keadaan Tiara yang menggenaskan, sekali lagi, Tiara harus menderita akibat ulah nya.


"Kenapa harus kau yang menjadi korbanya," tutur Riki terisyak menangis.


Iya pun meraba nadi Tiara, dan mengecek nafas di hidung nya, tapi tak terasa, iya kembali menempel kan telinga nya, kedada Tiara, untuk mendengar denyut jantung nya.


Denyut jantung Tiara terdengar, tapi sangat lemah, Riki pun mengumpul kan segala daya dan tenaga nyau untuk bisa mengevakuasi Tiara.


Sementara, kedua penjahat itu sudah di bekuk dan di borgol,


Riki langsung membawa Tiara kerumah sakit, iya tak percaya, kali ini iya menyaksikan orang yang paling iya cintai, kembali menderita akibat ulah nya.

__ADS_1


Seseorang membawa mobil nya, dan Riki menyandarkan tubuh Tiara ke pangkuan nya.


Iya menggenggam erat tanggan Tiara, "Maaf Tiara, aku selalu saja mengsensara kan mu," isyak nya.


Riki pun memeluk tubuh Tiara yang sudah terkulai tak berdaya, iya kembali meratapi nya.


"Tunggu saja kau Alena, akan ku buat kau juga menderita," jerit batin Riki penuh dendam.


Sesampai nya di rumah sakit, Tiara langsung mendapat penangannan langsung.Tiara langsung masuk ke ruangan ICU.


Arie sedang dalam perjalanan, iya beberapa kali menghubungi Tiara kembali namun tetap saja nihil.


Arie terpikir untuk meminta bantuan Riki, iya pun menghubungi Riki.


Tersambung...


"Halo Mas," sapa Arie.


Riki yang melihat panggilan dari Arie.


"Iya Rie," jawab nya terisak.


"Mas, aku minta tolong untuk mencari keberadaan Tiara, Tiara belum pulang dari sore," ujar Arie.


"Tiara sedang bersama ku Rie," jawab Riki.


Arie sedikit emosi.


"Kenapa Tiara ada bersama mu Mas,?"


tanya Arie emosi.


"Rie, kau dengar dulu, jangan gegabah, aku tak ingin terjadi sesuatu pada mu di jalan, Tiara sedang di rumah sakit sekarang Rie," tutur Riki.


"Ada apa dengan Tiara Mas," tanya Arie semakin menanas.


"Tiara dianiyaya Rie," ucap Riki sambil menanggis.

__ADS_1


Arie pun kaget dan tanpa sadar handphone nya terlepas dari genggaman nya.


__ADS_2