Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 episode 18


__ADS_3

Jangan mencari kesempurnaan dalam hidup, karna tak ada yang sempurna di dunia ini.


Setelah mendengar kabar duka,


bahwa , Riki, Tiara, Arie, meninggal, Syntia bermaksud untuk berziarah ke makam ketiganya.


Syntia, Sakina, Raka, Arjuna, mereka bersama berziarah ke pusara orang tua mereka.


Dan Syntia menangis di atas makam, ia merasa sangat berdosa kepada ketiganya, terutama pada Riki dan Tiara, karna ia adalah penyebab berpisahnya kedua insan yang saling mencintai itu, mungkin ini semua sudah takdir, yang kini ia sesalkan kenapa harus dirinya yang menjadi penyebab takdir mereka, setelah mengetahui kejadian yang menimpa ketiganya, Syntia semakin merasa bersalah, Kini keyakinan nya semakin bertambah bahwa Riki memang hanya mencintai Tiara, Syntia semakin menyesali perbuatan masa lalunya, air mata tak hentinya mengalir dalam ratapan nya, ia bahkan tak sempat meminta maaf untuk yang terahir kalinya.


Setelah akad nikah yang di lakukan di rumah mempelai wanita, kini Raka dan Evelyn, sah menjadi pasangan suami istri, dan pada malam harinya akan diadakan pesta di gedung.


Pesta pernikahan yang tak biasa, di mana mempelai pengantin, membaur dengan tamu undangan, pesta yang hanya berlangsung selama beberapa jam saja.


Sakina dan Arjuna akan pergi bersama. Mereka mengenakan pakain dengan warna yang senada, Sakina menggunakan gaun putih yang anggun, bak peri, sedangkan Arjuna mengunakan kemeja putih dengan jas hitam.


Saat keluar dari kamar nya, Arjuna sedikit pangling melihat Sakina yang sangat cantik, wajahnya persis sepeti Ibundanya.


Sesampainya di pesta, Arjuna menggandeng erat tangan Sakina, ia tak membiarkan Sakina lepas dari sisinya, Di sana juga sudah ada Rangga dan Leo, sebenarnya Rangga dan Leo merencanakan sesuatu agar Rangga bisa menemui Sakina.


Tetapi, sepertinya Arjuna sudah tahu, ia tak membiarkan Sakina jauh darinya, Sakina terus saja menggandeng tangan Arjuna, seakan ia adalah pasangan Arjuna.


Para tamu dari rekan bisnisnya, menghampiri Arjuna dan Raka, untuk mengucap kan selamat, atau sekedar ngobrol.


Pandangan mata Rangga selalu tertuju pada Sakina, Rangga menunggu kesempatan untuk bisa berbicara padanya.


Sakina pun melakukan hal yang sama, dalam menemani Arjuna, ia mencari jalan bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan Rangga.


Setelah berfikir, Sakina menemukan jalan,


"Kak, Sakina mau ke toilet sebentar," bisiknya pada Arjuna .


Arjuna curiga, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, karna kini ia sedang ngobrol dengan salah satu tamu penting.


"Jangan lama-lama," jawabnya.


Sakina pun berjalan menuju luar gedung, dan tentu saja itu kesempatan bagi Rangga, ia mengikuti Sakina.


Dan kini tugas Leo, untuk mengalih kan perhatian Arjuna, Leo yang menyambut tamu, dan langsung mengarahkan para tamu dari rekan bisnis Arjuna, agar langsung menghampiri Arjuna, dengan begitu, Arjuna akan sedikit sibuk, dan bisa memberi ruang bagi Rangga, untuk melepaskan kerinduanya pada sang pujaan hati.


Tiba di sudut gedung, di tempat agak tersembunyi, ada sebuah ruangan yang tertutup, mungkin itu adalah gudang.


Sakina pun berhenti, karna ia tahu Rangga mengikitinya, Dan saat Rangga menghampirinya, tanpa menunggu lagi, Sakina langsung memeluk Rangga.

__ADS_1


Dengan senang hati, Rangga langsung memeluk Sakina, tangan Rangga mengusap lembut seluruh bagian tubuh Sakina yang bisa di jangkaunya.


"Aku kangen sama kamu, Sakina," bisik Rangga, ia pun mencium seluruh bagian wajah dari Sakina, dari wajah, pipi, dagu dan keningnya, kemudian ia memeluk Sakina kembali.


Rangga memperhatikan telapak kaki Sakina, kini ia memakai heel, Rangga pun tersenyum,


"Sepertinya kau sudah terbiasa menggunakan high heels?" tanya Rangga.


"Aku harus terbiasa menggunakan nya, agar bisa sepadan dengan mu," jawab Sakina.


Rangga sedikit tersanjung, "Kau tak perlu merubah apa pun Sakina, karna bagi ku kau sudah sempurna." Rangga sambil mengecup bibir Sakina.


"Tapi aku ingin, saat memelukmu, aku bisa merasakan detak jantung mu, aku ingin merasakan lembutnya helaan nafasmu, dan bisikan mesra yang bisa kau ucap, di tepi telingaku, dan itu tak akan terjadi jika aku tak menggunakan sepatu ini, kau terlalu tinggi," jawab Sakina dengan tersenyum manja.


Rangga semakin tersanjung, rasanya kini berbalas, ia kembali memeluk Sakina, entah akan berapa lama, rasanya ia tak ingin berpisah lagi.


Sementara di pesta, sang pengantin berjalan menghampiri tamu undangan, Raka dan Evelyn terlihat sangat bahagia, terkadang mereka berbisik mesra, karna suara alunan musik yang menggunakan piano, dan beberapa biduan bergantian menyanyikan lagu romantis pernikahan terdengar di seluruh ruangan.


Sudah lama Sakina pergi, tapi ia juga belum kembali, sementara Arjuna, banyak tamu yang terus menghampirinya dan tak mungkin ia tinggalkan.


Arjuna memerintahkan salah seorang dari Ajudan nya untuk mencari Sakina.


Sang Ajudan tanpa menunggu, mereka menyusuri setiap sudut gedung, untuk mencari Sakina.


Dan informasi tersebut, langsung di sampai kan kepada Arjuna.


Arjuna masih berbincang dengan para tamu undangan, ketika ia melihat salah satu ajudanya memberi kode, ia pun menghentikan perbincanganya, dan menghampiri ajudan tersebut.


Mendengar berita yang di sampai kan sang ajudan, dengan geram ia pun langsung berjalan keluar meninggalkan pesta.


Rangga dan Sakina masih memeluk, mereka melepas kan rindu karna sudah lebih dari sebulan ia tak bertemu.


Rangga membelai rambut dan juga wajah Sakina, dan kemudian ia mencium lembut bibir Sakina.


Sakina yang sedang di mabuk cinta itu pun membalasnya dengan agresif, Rangga memejamkan matanya, tanganya menari kesana-sini membelai lembut bagian belakang tubuh Sakina.


Saat suasana sedang hangat nya, adegan mereka terhenti, karna dari jarak yang cukup jauh terdengar suara yang memanggil Sakina.


Arjuna berlari menghampiri mereka, karna ia melihat sendiri apa yang sudah di lakukan mereka.


Tanpa banyak bicara, Arjuna langsung menarik tubuh Rangga, dan melayangkan kepalan tinju nya beberapa kali, setelah jatuh tersungkur, ia menarik kemeja Rangga, dan memukulnya kembali.


Sakina menangis dan memohon kepada Arjuna agar menghentikan pukulanya kepada Rangga, Rangga sama sekali tak melawan, karna ia merasa ia memang salah, selain itu ia menghormati Arjuna sebagai Kakaknya Sakina.

__ADS_1


"Tolong Kak hentikan Kak, pinta Sakina sambil menarik tubuh Arjuna, melihat ada celah, Sakina langsung memeluk Arjuna untuk menghentikan kebrutalan nya.


"Hentikan Kak, Sakina janji ngak akan menemui Rangga lagi, dan menuruti semua kata-kata Kakak, "ucapnya.


Sementara Rangga kaget dengan penuturan Sakina, bahwa ia tak kan menemuinya lagi. Rangga kecewa dengan keputusan Sakina.


Karna melihat Sakina yang menangis, dan berjanji tidak akan menemui Rangga lagi, Arjuna pun berhenti.


Ia langsung membawa Sakina pulang, dan Sakina pun menerutinya, sepanjang perjalanan mereka hanya diam tak bicara apapun, Sakina mencoba menahan perasaan , ia pun meneteskan air mata nya kembali.


Sesampainya di rumah, Arjuna membawa, kekamarnya.


"Maaf Dek, Kak ngak bermaksud menyakiti mu, Kakak begitu menyayangimu, dan tak ingin kehilangan mu kembali," tutur nya sambil membelai kepala Sakina.


"Kakak merasa kesepian Dek, tak ada yang mengerti Kakak, hanya kamu dan Raka orang yang Kakak cintai di dunia ini, setelah Raka menikah, kini tinggal kamu yang Kakak miliki." ucapnya sedih.


Sakina merasa iba dengan Arjuna, ia pun memeluknya.


"Sakina sayang Kak, dengan Kakak, Sakina tak akan pergi dari Kakak, Sakina janji akan menemani Kak Juna," ucap Sakina.


"Kamu sayang Kan, dengan Kak Juna Dek?" tanya Arjuna sambil meraba wajah Sakina.


"Sakina menggangguk, Sakina sayang sama Kak Juna, Sakina akan lakukan apapun untuk kebahagian Kak juna."


Arjuna langsung membelai wajah Sakina, dan ia melihat bibir Sakina yang raum.


Arjuna seperti batang pohon tua,yang terlihat tegap dan kokoh di luar, tapi rapuh di dalam.


Ia tak mampu menolak cinta, meski cinta bukan pada tempat yang semestinya.


Sakina sedikit gemetar, saat melihat tatapan mata Arjuna yang berbeda dari yang biasanya, dan dalam sekejab bibir Arjuna telah mendarat di bibirnya.


Irama jantung berpacu, turun naik tak beraturan, dengan nafas yang semakin memburu, menginginkan hasrat yang ingin di tumpahlkan saat itu juga.


Arjuna tak hanya mengecup tapi juga memainkan nya, air mata Sakina menetes tak percaya Kakak nya, melakukan hal itu pada nya, tapi ia tak berdaya, Sakina hanya tak ingin mengecewakan Arjuna.


Sedangkan tanggan Arjuna, mulai meraba bagian belakang tubuh Sakina, dan menarik nya agar lebih dekat lagi denganya.


Raka dan Evelyn yang baru pulang dari pesta, langsung mencari keberadaan Arjuna.


"Sayang kamu tunggu sebentar ya, "ucap nya pada Evelyn yang kini berada di kamar pengantin mereka.


Raka menuju kamar Arjuna, seperti biasa, ia tak pernah sungkan untuk masuk tanpa permisi, dan betapa kagetnya Raka melihat apa yang ada di hadapanya.

__ADS_1


__ADS_2