
Hasil tes darah raka sudah keluar, Arjuna segera menemui dokter yang menangani Raka.
"Selamat siang dokter," sapa Arjuna, iya pun langsung duduk di hadapan dokter.
"Begini, Pak, kondisi pasien sudah sangat memprihatinkan, pasien mengalami radang pada limpa nya, dan transpusi darah, kini tak cukup lagi bisa untuk membantunya, terlalu sering melakukan transfusi darah akan mengakibatkan kelebihan zat besi pada pasien, dan bisa menyebabkan komplikasi lainya, seperti kerusakan organ dalam, seperti hati dan jantung, untuk mencegah semua itu, jalan terakhir pasien harus segera melakukan transplantasi sum-sum tulang belakang, dan secepat mungkin mendapatkan donor sum-sum tulang belakang, untuk mengganti sum-sum tulang belakang nya yang telah rusak." papar Dokter.
"Saya saudara kandung Raka, golongan darah kami pun sama, saya bersedia sebagai pendonor bagi adik saya."
"Tapi, ada beberapa resiko yang harus anda ketahui, baik sebagai pendonor maupun bagi pasien, untuk sipasien sendiri, iya akan menjadi rentan tergadap virus dan infeksi, karna dari itu, Raka akan kami rawat di tuang khusus. Dan anda sendiri akan di lalukan serangkaian tes dari HLA, tes darah, hingga DNA."
"Sebelum pembedahan kami akan memberikan suntikan anastesi kepada anda, sehingga anda berada dalam kondisi tertidur, selain itu, anastesi sendiri mempunyai resiko, meski jarang terjadi, anda juga perlu waktu untuk masa pemulihan, karna setelah proses pengambilan sumsum, anda akan merasakan efek samping berupa sakit pada bagian sayatan, merasa lelah dan sakit kepala, namun semua bergantung dari kondisi anda sendiri."
"Apa kah setelah Transplantasi sumsum, adik saya akan bisa sembuh total?" Arjuna.
"Thalassemia tidak bisa di sembuhkan, ini hanya jalan terakhir agar pasien tidak mengalami kerusakan organ dalam nya, dan mungkin saja, pasien dalam waktu tertentu harus kembali menjalani transpusi darah."
"Saya pikir sudah cukup penjelasannya, anda bisa lakukan pemeriksaan terlebih dahulu, untuk memastikan kecocokan nya."
Arjuna terdiam, apa benar Raka separah itu, batinya, iya pun kembali ke kamar Raka.
Saat itu Evelyn masih setia menjaga Raka, Arjuna kemudian menghampirinya.
"Evelyn bisa bicara di luar," ajak Arjuna .
Evelyn mengikuti Arjuna . mereka berhenti di depan pintu.
"Untuk sementara kau jaga Raka, karna aku harus mempersiapkan operasi sumsum tulang belakang bagi nya."
"Ha, separah itu?" tanya Evelyn.
__ADS_1
"Raka sudah mengalami pembengkakan pada limpa nya Evelyn, apa kau tidak lihat wajah nya menguning, jalan satu- satu nya hanya transplantasi, agar tidak merusak organ jantung nya."
"Aku harus mempersiapkan semua nya," aku titip Raka.
Arjuna pun berlalu meninggalkan Evelyn, iya berpapasan dengan Sakina dan Rangga.
"Bagaimana keadaan Kak Raka, Kak?" tanya Sakina.
"Memprihatinkan, dek, sebaiknya kau disini, jaga Kakak mu, bersama Evelyn, Kak juna ada urusan bersama Rangga," ujar Arjuna .
"Ayo Rangga, kita selesaikan urusan kantor." Arjuna pun berlalu di ikuti Rangga.
Sesampainya di kantor, kita ada kan rapat Rangga, "Panggil semua staf dan direksi terkait." ucap Arjuna tegas.
"Baik Pak," ucap Rangga.
"Rapat kali ini saya hanya memberi tahu, berhubung saya ada urusan, dengan ini saya mengangkat Rangga sebagai pengganti saya, untuk sementara waktu, dan Leo sebagai pengganti Raka, dengan demikian selama saya tinggalkan, Rangga lah pemimimpin kalian, untuk segala keputusan dan tanggung jawab maka saya serahkan kepada Rangga, dan untuk yang lain saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik terhadap Rangga, demi kepentingan perusahaan ini, saya rasa cukup sekian dari saya," ucap Arjuna.
Semua orang hanya terdiam dengan keputusan Arjuna, tak ada satu pun yang berani protes termasuk Rangga.
Rangga dan Leo mengejar Arjuna, iya bermaksud menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, hingga Arjuna memilih untuk cuti.
"Pak, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Rangga.
"Aku harus mengurusi Raka, Aku juga akan menjadi pendonor sumsum tulang bagi Raka, Aku hanya ingin fokus dengan pengobatan adikku," jawab Arjuna.
"Tapi kenapa saya yang di pilih sebagai pengganti Bapak?" tanya Rangga.
"Aku harus percaya siapa lagi Rangga, selain kau dan Leo, lagi pula, kau pacarnya Sakina kan? jika adikku saja bisa ku percaya kan pada mu, kenapa tidak dengan perusahaan ini, ini hanya sementara waktu, aku harap kau bisa ku andalkan," Arjuna menepuk pundak Rangga, iya pun berlalu.
__ADS_1
Rangga hanya terdiam, ada rasa beban dalam dirinya, tapi juga ada rasa senang. sekali lagi pundak Rangga di tepuk, kali ini giliran Leo.
"Waw, sepertinya Kakak ipar sudah memberi lampu hijau terhadap hubungan mu dengan Sakina, kalau aku jadi kau Rangga, aku tak kan menunggu lama untuk melamar adik nya Pak Bos," Iya pun berlalu meninggal kan Rangga.
Rangga tersenyum, Iya tak menyangka jika sandiwara nya bersama Sakina yang hanya bermaksud untuk mengelabui Leo, malah jadi di anggap serius oleh semua orang termasuk Arjuna. Dan aku pun jatuh cinta pada Sakina dengan cara tak sengaja, batin nya.
Rangga pun tersenyum sendiri dan dengan semangat memasuki ruangan Arjuna. Orang-orang pun kini menghormatinya seperti mereka hormat pada Arjuna, Kau memang dewi keberuntungan ku Sakina, batin Rangga.
Tapi kemudian Rangga tersadar, tapi aku tak mungkin menikahi Sakina, itu sama saja aku menghianati cinta Airin, batinnya.
Sebenarnya aku selalu merasa kesepian, Aku juga ingin punya pendamping dan ibu sambung bagi putri ku, tapi apalah daya aku sudah bersumpah di depan mayat Airin, jika tak ada cinta lagi, selain cinta ku pada nya, Rangga kembali gelisah.
"Hai Rangga kenapa kau murung?padahal akhir-akhir ini banyak sekali keberuntungan berpihak mu," Leo kembali menepuk pundak Rangga.
"Leo menurut mu, jika aku menikah lagi, apa itu berarti aku mengkhianati cinta ku, pada mendiang istriku?" tanya Rangga.
"Kau ini ada-ada saja, istrimu sudah meninggal, urusanya di dunia sudah selesai, Jika kau menikah lagi, bukan berarti kau mengkhianatinya, Rangga seorang pria yang sudah menikah, berbeda dari pria yang belum pernah merasakan wanita, kau pasti ingin ada yang menemani tidur mu kan? kau juga butuh seorang istri untuk memenuhi kebutuhan biologis mu kan? dan itu semua bisa kau dapati jika kau menikah, dan ku rasa Airin di sana pasti akan bahagia jika melihat mu bahagia," ujar Leo.
"Tapi aku sudah bersumpah untuk tidak menikah lagi," tambah Rangga.
"Dalam islam melanggar sumpah itu namanya Kaffarat dan jika kau melanggar karna, kau melihat ada yang lebih baik dari pada sumpah mu, maka kau bisa membayar sumpah mu itu, dengan memberi makan orang miskin atau dengan berpuasa, percayalah Rangga menikah itu lebih baik, karna itu sunah dari Rasul S.A.W kita sendiri, dengan begitu kau akan menjadi tentram, bahagia, selain itu kau akan terhindar dari fitnah dan perbuatan zina," tambah Leo.
"Kau benar juga Leo, aku beruntung dapat nasehat dari mu, ku pikir selama ini kau jahat, karna kau selalu membully ku."
"Aku tidak membully mu, aku hanya ingin kau sadar, kau tidak harus terus-terusan bersedih karna di tinggal istrimu, percaya lah Rangga, karna kau Pria baik, Tuhan akan menggantikan dengan yang terbaik pula," tutur Leo.
"Terima kasih Leo, kau menyadarkan ku, selama ini aku hanya menyiksa diri ku sendiri, karna terlalu larut dalam kesedihan," Rangga pun memeluk Leo.
"Sama-sama Rangga, itu lah gunanya teman." Leo pun membalas pelukan Rangga.
__ADS_1