
Tiara berdandan dengan cantik sambil mengenakan baju tidur yang mini dan seksi, iya memakai wewangi yang paling di sukai suami nya.
Perhiasan yang indah dan berharga pun iya kenakan, Tiara berharap Riki akan datang pada nya malam ini, semua iya lakukan hanya untuk membujuk sang suami.
Terdengar ketukan pintu dari luar, iya pun begas membukakan pintu, karna iya mengira Riki yang datang, meski merasa pusing namun Tiara tetap semangat demi merebut cinta sang suami.
Tiara membukakan pintu dan ternyata Arie yang datang, Arie begitu pangling melihat Tiara yang begitu cantik.
"Rie, Kamu?" tapi Tiara tak melanjut kan pertanyaan nya.
"Aku mengkhawatir kan kamu Tiara," sambar Arie.
"Aku ngak apa-apa Rie," ucap Tiara, tapi Tiara merasa kan pusing dan dengan sekejab iya pun tumbang.
"Tiara" Arie langsung menyambar tubuh Tiara dan menggakat nya menuju tempat tidur.
Arie mengangkat tubuh Tiara yang terkulai lemas dan dengan hati-hati hingga tangan Arie tertimpa kepala Tiara, dan wajah mereka kini berada sangat dekat.
Arie pun melihat ke arah wajah Tiara, dan dilihat nya bibir Tiara yang raum dan merah bak buah delima.
Jantung Arie berdetak tak menentu, ingin sekali iya mencicipi bibir yang indah tersebut,namun Arie segera membuyar kan lamunan nya, iya pun mencoba menarik tangan nya tapi tanpa sadar iya tak sengaja menyentuh salah satu buah dada Tiara.
Dan kembali jantung Arie berdetak hebat, iya mencoba mengontrol nafas nya yang kini mulai sesak, berkali-kali iya menahan ludah yang masih di kerongkongan nya.
Sungguh saat itu Tiara terlihat bak bidadari, Arie tak bisa mengalih kan pandangan nya, ada hasrat yang begitu kuat mendorong iman nya.
Arie masih tak bergeming, tentu saja Tiara adalah sesuatu yang paling ingin di miliki nya, Arie kembali menelan ludah nya, iya pun tanpa sadar menggigit bibir nya.
Seribu setan pun datang mencoba menggoda Arie, Apalagi kini Tiara menggunakan daster mini yang hampir menampakan pakaian dalam nya.
Arie semakin gelisah jantung dan aliran darah nya berpadu, karna menahan syahwat nya.
Tentu saja karna Arie adalah manusia biasa, bukan malaikat yang mulia.
Sejenak Arie tak bisa bergerak, mata nya terus memandang kearah tubuh Tiara yang mulus dan seksi, tak terlihat sedikit cacat pun pada tubuh ramping namun padat berisi.
Tiara terbaring bak mutiara paling berharga, Arie mengumpul kan sejenak kekuatan nya untuk lari dari fitnah tersebut.
Tentu saja sangat berat, bagi nya, andai iya di suruh memilih gunung emas atau Tiara, maka tanpa berpikir lagi iya akan memilih Tiara.
Namun Arie ingat kata-kata ibu nya, kedatangan nya kemari untuk menjaga Tiara, bukan untuk merusak nya.
__ADS_1
Tiara akan menderita jika saja iya melakukan hal itu pada nya.
Iya memang mencintai Tiara, rasa cinta nya bahkan lebih besar dari syahwat nya, Arie pun mencoba untuk keluar dari kamar tersebut dan menutup nya.
Arie keluar dari kamar, iya masih gelisah dan resah karna menahan konak nya, iya yakin diri nya tak bertahan jika iya tetap berada di sini, tapi jika iya pergi, siapa yang akan menjaga Tiara. Bagaimana jika lekaki jahat masuk ke rumah ini, maka Tiara tak kan selamat pikir nya.
Arie masih saja bimbang, iya tak tahu apa yang harus iya lakukan. Arie pun berdoa dengan hati yang lirih.
"Ya Allah, ya Rab ku, selamat kan lah aku dari fitnah ini, aku tak ingin terhina dihadapan mu," ucap nya dalam doa.
Arie pun masuk ke kamar mandi karna iya kini dalam keadaan junub, meski iya tak menyentuh Tiara.
Setelah mandi Arie sholat dua rakaat, iya kembali mengulang doa nya, karna bayangan Tiara masih menari-nari di benak nya.
Tak cukup sampai di situ, Arie kembali berwudhu dan kembali melakukan sholat lagi, Arie mekakukan nya berkali-kali, ini merupakan upaya nya untuk menghindari fitnah tersebut.
Arie melakukan sujud nya berkali-kali sepanjang malam, hingga iya lelah dan tertidur dalam sujud nya dan iya tak lagi mengingat nya.
Arie sungguh pria yang luar biasa tangguh, Tiara pasti sudah ternoda jika bukan Arie, lelaki yang menjaga nya.
Arie berhasil menyelamat kan diri nya dan Tiara, hingga pagi menjelang Arie pun terbangun kembali untuk melaksana kan sholat subuh.
Hari sudah pagi, Riki pun terbangun dan melihat ada wanita tidur di samping nya, Riki pun mendekap wanita yang tak berbusana itu, karna iya mengira wanita tersebut adalah Tiara.
Riki ingat bagaimana hasrat nya terpuas kan tadi malam bersama Tiara. Iya pun mencium wanita itu karna rasa rindu nya pada Tiara.
"Tiara, bangun sayang," ucap Riki mesra.
Dan betapa terkejut nya Riki, tak kala wanita tersebut membalikan badan nya.
"Syntia!" pekik nya.
Riki pun mencoba bangkit dan lari, tapi ternyata tak ada sehelai benang pun yang melekat pada tubuh nya.
Iya juga melihat hal yang sama pada Syntia.
Riki terpaku tak percaya, jika kehangatan dan keromantisan yang iya lakukan, bukan lah dengan Tiara, melain kan dengan Syntia.
"Bagainana kau ada di Syn,?" tanya nya.
"Kau meminta ku untuk melayani mu," jawab Syntia bohong.
__ADS_1
"Aku bahkan merelakan kegadisan ku hanya untuk mu Mas," ucap Syntia santai.
"Tidak Syn, kenapa ini terjadi, aku tak ingin melakukan dengan mu, karna aku hanya mencintai Tiara, aku harus menemui Tiara, "ucap nya.
" Aku tak ingin kehilangan nya."
Riki pun beranjak dan ingin pergi, tapi tangan nya di tarik Syntia.
"Tapi Mas bagaimana dengan aku?" tanya Syntia menangis.
"Aku tak perduli Syn, karna aku hanya mencintai Tiara," ucap Riki tegas. iya pun pergi dan meninggal kan Syntia yang menangis dan menemui Tiara.
Arie keluar membeli bubur untuk sarapan Tiara, tak lama iya pun kembali, Arie pun memindahkan bubur tersebut kedalam sebuah mangkok.
Arie masuk kedalam kamar Tiara dan dilihat nya Tiara tak ada di tempat tidur nya.
Arie mendengar suara Tiara muntah di kamar mandi nya, karna khawatir Arie pun menghampiri nya.
Tiara terus saja muntah meski tak ada lagi yang bisa di muntah kan nya.
"Tolong ambil kan tisue basah Rie," pinta Tiara.
Arie pun dengan segera mengambil dan menyerah kan nya pada Tiara.
"Rie, perut ku sakit sekali Rie," ucap Tiara sambil memegang perut nya.
Arie pun membawa Tiara kembali keatas kasur nya.
"Tiara makan lah," bujuk Arie.
"Aku ngak nafsu makan Rie, kalau makan pasti muntah."
"Tapi setidak nya ada yang kau muntah kan Tiara," bujuk Arie kembali.
"Makan lah sedikit kau sudah terlalu lemah dan beberapa kali pingsan," tutur Arie.
Arie menyuap kan Tiara bubur, baru beberapa sendok ternyata Riki datang dan langsung memergoki Arie yang besama Tiara dalam kamar nya.
Arie melihat Riki iya langsung mengejar nya, Riki kini bertambah keyakinan nya bahwa Arie dan Tiara memang pasangan selingkuh.
Riki pun kembali pulang dengan mobil nya iya tak memperdulikan seruan Arie yang memangil nya.
__ADS_1