
Arie dan Tiara terdampar di atas pantai, tubuh Arie kini menimpa tubuh Tiara, Arie pun langsung merebah kan tubuh kesamping,
Dengan nafas yang masih terengah-engah Arie coba menyadarkan Tiara.
"Tiara, sadar Tiara" Arie sambil menampar lembut di pipi Tiara.
Arie membuka mulut Tiara dan menghisap udara yang ada di mulut nya, agar Tiara memuntah kan air yang di minum nya.
Percobaan pertama gagal karna nafas Arie juga tak sampai.
Arie mencoba mengatur nafas nya kembali, setelah cukup stabil, iya kembali membuka mulut Tiara dan menghisap udara yang ada di mulut Tiara dan dengan sedikit memompa kearah dada nya, Tiara pun sadar dan memuntah kan air laut yang terminum oleh nya.
Uwek ehek,
Tiara tersedak dan keluar lah air laut dari mulut nya.
Tiara langsung menangis ketika melihat Arie, Arie pun memeluk nya.
"Kenapa kau lakukan kebodohan ini lagi Tiara," tanya Arie.
"Aku kecewa Rie," jawab Tiara menangis di pelukan Arie.Tiara menangis dan memukul-mukul dada Arie sebagai pelampiasan marah nya, iya pun menjambak-jambak rambut nya sendiri, dan dengan sabar Arie tetap memeluk nya.
Arie pun menangis melihat Tiara yang histeris. Tiara tetap meronta- ronta, meski Arie begitu erat memeluk nya
Tiara begitu tertekan berkali-kali iya memekik dan menjerit. iya pun terisak dalam pelukan Arie hingga iya pun pingsan tak sadar kan diri.
Riki mencoba menemukan keberadaan Arie melalui GPRS nya.
"Tiara, sadar Tiara," Tiara pun mengigil, mungkin kedingian, karna baju nya yang basah, di tambah lagi semilih angin yang kencang, Arie mencoba mendekap nya agar Tiara merasa hangat, tapi sia-sia karna baju Arie juga basah.
Riki melihat Arie dan Tiara di pantai,"bagaimana Arie selalu ada untuk menyelamatkan Tiara, Arie seperti super hero bagi Tiara, sementara diri nya hanya bisa menyakiti dan membuat Tiara menangis." batin Riki
Arie mengumpul kan segenap tenaga yang tersisa, agar bisa membawa Tiara ke tempat yang lebih aman lagi.
__ADS_1
Arie mengangkat tubuh Tiara dan membawa nya, iya terus berjalan meski langkah nya gontai sempoyongan.
Hati Arie begitu terluka melihat orang yang paling di cintai nya selalu menderita.
Andai saja Tuhan memberi kesempatan pada nya untuk memiliki Tiara, akan iya jaga Tiara dengan segenap jiwa nya.
Tatapan Arie kosong iya tetap berjalan meski kini iya telah melewati Riki, iya membawa Tiara menuju mobil nya, dan keluar dari sana.
Sementara Riki tak berdaya untuk mencegah Arie, iya tahu saat ini Tiara lebih membutuh kan Arie dari pada dirinya.
Riki menghempaskan tubuh nya dan berlutut, kali ini mungkin Tiara tak kan memaaf kan nya, iya pun menangis menyesali kesalahan nya.
Arie membawa Tiara ke rumah nya, saat di mobil Tiara sudah sadar namun iya kembali menangis.
Dan tak satupun kata-kata keluar dari mulut nya.Arie menggengam erat tangan Tiara yang mengisyaratkan bahwa Tiara tak pernah sendiri, bahkan saat terpuruk nya selalu hanya ada Arie bersama nya.
Dan mereka pun sampai, sementara Riki mengikuti mereka dari belakang.
Tiara hanya menuruti kata Arie, iya tak akan sekuat itu jika bukan karna Arie yang ada selalu mendukung nya.
Setelah mengganti baju, Tiara pun menghampiri Arie.
Arie menggenggam erat tangan Tiara, dan mencium nya dengan penuh perasaan, Arie pun menetes kan air mata nya ketika menatap mata Tiara.
"Jangan lakukan itu lagi Tiara, aku tak akan sanggup kehilangan mu, jika kau lakukan lagi, maka ajak lah aku bersama mu, biar kita mati bersama saja, mungkin di sana kita bisa bersama selama nya." Suara Arie parau.
Tiara menyandar kan kepala nya di bahu Arie. Tapi Arie merangkul nya.
"Apa yang lebih menyakitkan dari pada di khianati orang yang paling kau cintai,Rie? apalagi dengan sahabat mu sendiri Rie," tutur Tiara menangis.
"Tapi tak seharus nya kau lakukan ini, kau membuat ku seperti mati berkali-kali Tiara."
"Kau sudah tahu kan Rie, tapi kenapa kau tak jujur padaku?" tanya Tiara lirih.
__ADS_1
"Karna aku tak tega melihat mu menderita Tiara, baru saja kau bahagia, karna suami mu kembali pada mu."
"Aku melihat kau begitu mencintai Riki, kau begitu menderita saat kepergiaan nya, hingga aku rela menikahi Syntia agar Riki menjadi milik mu seutuh nya."
"Tapi Rie, apa kali ini kau juga harus mengalah untuk Riki, Rie,?"
"Aku melakukan nya bukan untuk Riki, tapi untuk mu, aku bahkan rela menukar nyawa ku, dan mengganti nya dengan Riki, hanya untuk membuat mu bahagia, Tiara."
"Ngak Rie, itu ngak adil, biar Riki sendiri yang mempertanggung jawab kan nya, biar dia yang menikahi Syntia."
"Tapi bagaimana dengan mu Tiara? apa kau rela membagi cinta mu dengan Syntia."
"Syntia, kenapa dia selalu saja menjadi orang ketiga dalam hidup ku, saat menjalin hubungan dengan mu, dia juga selalu hadir di antara kita, sekarang, dia juga hadir dalam rumah tangga ku Rie, Aku hancur Rie, rumah tangga ku berantakan, harus nya aku tak pernah membawa nya masuk ke dalam rumah ku, Rie."Sesal Tiara.
"Walau bagaimana pun, Mas Riki harus bertanggung jawab pada Syntia Rie, dia harus menikahi nya."
"Apa kau yakin Tiara?
"Apa kau tak kan terluka?"
"Aku tak ada pilihan Rie, aku mencintai Mas Riki, dan aku juga tak ingin berpisah dari nya, Aku harus terima sebesar apa pun kesalahan nya, itu karna salah ku sendiri, karna mencintai lelaki seperti nya, bukan kan dosa seorang suami,juga akan di tanggung oleh istri nya."tutur Tiara dengan sangat sedih.
"Terserah pada mu Tiara, aku bisa apa, aku selalu mendukung mu, aku hanya ingin kau kuat menjalani semua ini, dan tak melakukan hal bodoh itu lagi, belajar lah menghargai hidup mu, sebagai mana aku menghargai hidup mu, kau terlalu berharga bagi ku Tiara, hingga aku tak mampu memiliki mu, tapi dengan menjadi penjaga mu, itu sudah cukup bagi ku," ucapan Arie begiti dalam, hingga tanpa sadat Tiara mengarah kan wajah nya ke wajah Arie dan mencium bibir Arie.
Arie merasakan sentuhan terindah dari bibir Tiara, iya pun berurai air mata dan hanya sekejap Tiara pun melepas kanya.
"Aku cukup kuat karna mu."
" Kenapa takdir ku, tak memilih mu Rie, mungkin saat ini, aku akan bahagia andai aku bersama mu," ucap Tiara lirih.
Arie kembali mencium tangan Tiara lekat dan menetes kan air mata nya kembali, Tiara yang terharu kembali memeluk Arie.
Saat itu Riki sampai dan iya melihat sendiri mereka berpelukan.
__ADS_1