Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 Episode 51


__ADS_3

Setelah mendengar berita kehamilan Kakak iparnya, Sakina semakin berhasrat untuk memiliki anak dari rahimnya sendiri.


Sakina mencari beberapa artikel di internet, tentang cara bisa hamil, ia pun langsung mengontak langsung dokter obgin, untuk menjalani proses bayi tabung.


Setelah membuat janji bertemu, baru Sakina menyampaikan keinginannya kepada suami nya Rangga.


"Sayang kamu mau bawa aku kemana?" tanya Rangga di dalam mobil.


"Kita ketempat prakter dokter Nita, aku mau program bayi tabung Mas."


"Apa program bayi tabung, kamu serius Sakina?"


"Ia Mas, aku juga ingin hamil seperti kak Nissa."paparnya.


"Tapi sayang program bayi tabung itu ngak mudah, aku takut kamu menderita."


"Mas, aku siap menderita sesaat, demi kebahagiaan untuk selamanya, aku hanya ingin merasaka apa yang wanita lain rasakan Mas, aku ingin merasakan indahnya masa mengandung dan saat-saat ngidam sama seperti Kak Nissa Mas."


Rangga sudah tak bisa berkata apa-apa," Ia sayang terserah kamu saja, aku pasti mendukung dan akan selalu ada di samping kamu." Rangga pun membelai rambut istrinya dengan penuh kasih sayang.


Setelah melakukan serangkaian tes, Sakina pun di beri beberapa obat, sebelum di lakukuan proses pengambilan sel telur.


Melihat Sakina sangat antusias, Rangga tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain menuruti keinginan istrinya itu, meski Rangga sangat khawatir dampak yang akan timbul nantinya.


Setelah pulang dari klinik, mereka menyempatkan untuk singgah ke rumah Radja Prawira.


Disana Sakina akan berdiskusi dan minta pendapat Kakaknya, karna jika tidak ijin pada Arjuna, Sakina takut jika terjadi sesuatu pada dirinya, maka Kak Juna akan menyalahkan Rangga kembali.


Saat masuk kerumah itu rumah terlihat sepi, karna masing-masing mereka berada di dalam kamar masing-masing, maklum saja, sekarang mereka punya pasangan masing-masing.


Sakina langsung menuju kamar Kakaknya, dan mengetuk pintu.


Tak berapa lama Arjuna langsung membukakan pintu.


"Sakina, kok kamu datang ngak nelpon dulu?" tanya Arjuna.


"Oh jadi sekarang kalau Sakina mau kesini, harus ijin dulu," tanyanya cemberut.


"Ngak lah sayang, kalau kamu beri tahu Kakak, kan kita bisa menyambut kamu di muka pintu,"


Arjuna pun membawa Sakina dan Rangga dalam kamar mereka.

__ADS_1


Melihat Nissa yang bersandar di tempat tidur, Sakina pun menghampirinya, sementara Rangga dan Arjuna mereka duduk di luar di balkon kamar Arjuna .


"Kak Nissa, bisa tolong Sakina?" tanya nya.


"Insya Allah bisa, kamu minta tolong apa?" tanya Nissa.


"Tolong kasih pengertian sama Kak Juna ya, Sakina mau ambil program bayi tabung, Sakina takut ngak di kasi ijin sama Kak Juna."


"Kamu mau program bayi tabung?"


"Ia tapi ngak berani kasi tahu Kak Juna, nanti malah di larang sama dia, tiga hari lagi sakina mulai prosesnya."


"Itu terserah kamu Sakina, asal Rangga setuju, ngak masalah lah, nanti biar kak Nissa yang memberi perngertian pada Arjuna."


Beberapa hari kemudian.


Sakina mulai menjalani proses insemiasi buatan, melihat perjuangan Sakina untuk hamil, Rangga menjadi terharu.


Meski semua tak mudah dan terkesan menyiksa, namun Sakina berhasil melaluinya.


Kini di rahimnya sudah ada jabang bayi, sejak kehamilanya, tak hanya Rangga yang semakin sayang pada Sakina, tapi juga ibu mertuanya, Lily begitu perhatian pada Sakina, ia bahkan tak membiarkan menantu nya itu melakukan pekerjaan rumah, meski hanya hal sepele.


Setiap pagi hari, sarapan untuk Sakina dan Rangga sudah tersedia, dan semua di siapkan oleh Lily.


Selain punya suami yang baik dan bertanggung jawab, ibu mertua yang baik, kini pun ia tengah mengandung, rasanya kebahagian sudah lengkap di hidupnya.


Beberapa bulan berlalu, kini kandungan Nissa sudah membesar dan sebentar lagi ia akan melahirkan.


Bagi Nissa Arjuna adalah sosok suami yang sempurna, selain bertutur kata lembut, Arjuna adalah suami yang pengertian dan penuh kasih sayang, Arjuna adalah kepala keluarga yang baik, bahkan di usia yang masih sangat muda, Arjuna mampu memimpin perusahan besar yang di amanahkan padanya, tak hanya itu, ia juga bisa menjadi sosok pelindung bagi adik-adiknya, meski tanpa bimbingan orang tuanya, manun Arjuna mampu mengambil keputusan yang bijak demi kemaslahatan keluarga Radha Prawira.


Pagi harinya, Nissa merasakan mulas di perutnya, ia yang sedang membaca Al Quran di sisi tempat tidur itu pun, bangkit dan hendak pergi kekamar mandi.


Arjuna baru saja keluar dari kamar mandi, melihat Nissa sedang menggenggam perutnya.


"Kamu kenapa sayang?"tanya Arjuna khawatir.


"Abi, perut Nissa sakit Bi, rasa mules, ilang datang Bi," ucapnya sambil mengeluarkan keringat dingin.


"Sebentar ya sayang, Abi pakai baju, nanti kita langsung kerumah sakit."


Arjuna pun membawa istrinya kerumah sakit, untuk memeriksakan keadaan Nissa, Setelah di periksa, Nissa ternya ia sudah mengalami pembukaan empat.

__ADS_1


Nissa pun langsung di bawa keruangan bersalin, dan di sisinya selalu ada sang suami yang setia menjaga dan mendukungnya.


Arjuna mengelap setiap tetesan keringat yang keluar dari wajah istrinya, karna menahan rasa sakit, dan untuk menguatkan istrinya, di sela-sela rintihan samar sang istri, Arjuna selalu berbisik mesra dan menyatakan cintanya.


"Ayo sayang, kamu pasti bisa, aku sangat mencintai kamu Nissa, dan akan selalu ada bersama kamu, mari kita lewati semua ini bersama," ucapnya sambil mengecup mesra kening istrinya.


Kata-kata seperti itu tak henti-hentinya di ucap kan Arjuna saat Nissa menggerang kesakitan, tapi dengan perhatian dan rasa kasih sayang suaminya, Nissa pun menjadi semakin kuat, ia pun mampu melewatinya, hingga lahirlah seorang putri cantik kedunia.


Suara tangis sang putri, lantang terdengar tak hanya di dalam ruangan, tapi juga di luar ruangan, akhirnya keluarga Radja Prawira punya seorang putri dari keturunannya sendiri.


Kepulangan Nissa dari rumah sakit di sambut bahagia oleh seluruh keluarga terutama Oma, sejak dulu oma ingin memiliki anak perempuan, tapi yang lahir malah Riki, ia pun menginginkan cucu perempuan dari Riki, tapi lagi-lagi kedua anak Riki ternyata laki-laki.


Oma bersyukur di usia nya yang sudah senja ia masih bisa melihat seorang putri dari keturunan Radja Prawira.


Semua bahagia menyambut kelahiran Queensa Radja Prawira, mereka pun mengadakan Aqiqah besar-besaran, saking bersyukurnya Arjuna, Ia sampai menyumbang setengah dari uang pribadi miliknya, untuk beberapa panti asuhan.


Hari berganti, kebahagian terus mengalir di keluarga itu, hari-hari yang berat kini tak ada lagi, mereka semua merasa bahagia, setelah beberapa tahun ini, mereka mendapat cobaan dan ujian yang bertumpuk-tumpuk.


Tuhan memang adil, Habis gelap terbitlah terang, Badai pasti berlalu, mungkin itulah yang mereka rasakan saat itu.


Hanya ada tawa dan canda yang terdengar diantara mereka kini, kalau pun ada air mata, hanya ada air mata haru dan bahagia.


Mereka semua berencana berziarah mengunjungi makam orang tua mereka, Arjuna memboyong semua keluarganya, termasuk Sakina dan ketiga anaknya, tak ada yang menyangka jika Sakina yang di anggap mandul, bisa melahirkan sepasang bayi kembar hasil dari bayi tabung.


Ada benarnya juga, usaha tak menghianati hasil, lihat lah mereka semua, bahagia dengan pasangan masing-masing.


Berkat dari kesabaran, ketulusan dan budaya saling menyayangi dan melindungi antara saudara dan sesama, mereka pun berhasil melewati semua ujian, karna mereka selalu bersatu, dan saling mendukung.


Kini keluarga kecil Radja Prawira menjadi keluarga yang besar, Setelah beberapa bulan kemudian, Nissa dan Evelyn kembali mengandung, tentunya semua merasa bahagia.


"Ayah, Bunda, Papa, Lihat lah kami semua di sini, mewujudkan impian kalian semua, kami semua bersatu dalam cinta dan kasih sayang, seperti yang kalian tanamkan pada kami sejak kami masih kecil," tutur Arjuna sambil menabur bunga di ketiga makam orang tuanya.


Dan mereka bertiga saudara, kembali saling memeluk haru.


"Kita akan selalu bersama selamanya, saling menjaga antara saudara, saling menghormati, melindungi dan menyayangi, setidaknya itu yang akan kita warisi kepada anak cucuk kita nanti, agar nama keluarga Radja Prawira tetap solid hingga anak cucu kita nanti," tutur Arjuna kepada kedua adiknya di depan makam orang tua mereka.


Sekian dan terima kasih,


Terima kasih kepada reader dan sahabat sahabat author yang sudah mendukung author selama ini, mohon maaf jika banyak kesalahan dalam karya author ini, semoga para reader tak hanya terhibur, tapi kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah yang tak sempurna ini.


Akhir kata, author mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dari reader dan author yang selalu mendukung dan memberi komentar, maupun para reader yang tetap mendukung, meski mereka tak memberi komentar, mereka selalu setia dan tak pernah komplen dengan apa yang author sajikan, ribuan terima kasih yang tak terhingga karna telah sudi membaca karya author, sampai jumpa lagi pada karya author yang selanjutnya dengan judul Mencintaimu dalam gelap, Dengan kisah yang lebih ringan namun tak kalah seru

__ADS_1



__ADS_2