Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
melawan perasaan


__ADS_3

Hari sudah beranjak malam, Arie kembali menghubungi Syntia, untuk menemani Tiara, karna tak mungkin iya harus terus berjaga dan menginap di rumah Tiara, sedang kan mereka tak punya hubungan apa pun, Arie takut jika menjadi fitnah kembali.


Hampir sepuluh kali Arie menghubungi Syntia, namun tak ada jawaban, meski nomor nya dalam keadaan aktif.


Arie berpikir keras harus bagaimana, Tiara tak mungkin di tinggal sendiri dalam keadaan seperti ini.


Aku harus menemui Mas Riki, dan mencoba menjelas kan kesalah pahaman ini, dengan begitu Tiara tak terlalu menderita.


Arie menuju rumah orang tua Riki, karna sudah malam kemungkinan iya ada di sana, "Untung aku pernah mengantar Tiara kerumah mertua nya," ucap Arie pada diri nya sendiri.


Arie pun sampai dan menemui Satpam penjaga di sana.


"Selamat malam Pak, saya mencari Mas Riki, apa dia ada?" tanya Arie.


"Mas Riki jarang pulang ke mari, sekarang iya mungkin sudah pindah di rumah baru nya," jawab satpam tersebut.


"Kalau begitu, bisa beritahu saya di mana alamat nya Pak?" tanya Arie kembali.


Dan Pak Satpam pun memberi alamat rumah baru Riki.


Arie langsung menuju ke alamat tersebut, dan setelah sampai ternyata memang ada mobil Riki terparkir, tapi ada juga sebuah mobil yang sangat iya kenal, yaitu mobil Syntia.


Arie tak lantas berpikir buruk tentang Syntia, Syntia mungkin datang pada Riki untuk membujuk nya agar kembali pada Tiara.


Arie memencet bel, di rumah yang sebesar itu, rasa nya tak akan kedengaran jika hanya pakai ketuk.


Setelah beberapa kali memencet bel, terdengar suara orang yang membukakan pintu, dan ternyata orang tersebut adalah Syntia.


Arie cukup senang karna bertemu Syntia, berbeda dengan Syntia, iya heran mengapa Arie bisa sampai disini, pikir nya.


"Syukur lah Syn, kamu di sini, aku minta tolong kamu untuk menjaga Tiara," pinta Arie polos.


Syntia diam, iya tak menyangka akan bertemu Arie di sini.


Riki yang mendengar bel berbunyi juga mencoba membuka pintu, tapi ternyata sudah ada Arie di sana.

__ADS_1


Riki begitu geram melihat Arie, ingin rasa nya menghajar Arie hingga iya mati, tapi Riki berpikir kembali," Lebih baik menyakiti perasaan nya Arie, dari pada harus melukai fisik nya," batin Riki.


Riki turun dan mengahampiri Arie." Hai, Rie," sapa Riki sok ramah padahal hati nya menggebu gebu ingin menghajar Arie.


"Mas, kedatangan ku kemari karna...," kata-kata Arie terputus karna langsung di sambar Riki.


" Karna Tiara kan, ngak apa-apa kok, Rie."


"Kalau kamu mau ngambil Tiara, aku juga sudah bosan dengan dia," ucap Riki berbohong.


Arie kaget mendengar penuturan Riki, "Tapi Mas...," kata-kata Arie terhenti kembali dan langsung di sambar Riki.


"Sekarang aku punya Syntia, Rie," sambil memeluk Syntia.


Dan Riki sedikit mendekati Arie agar bisa sedikit berbisik di telinga Arie. "Syntia ternyata masih perawan Rie," bisik nya sambil tersenyum licik.


Arie berusaha menahan amarah nya, iya pun menggepal tangan nya.


"Ngak tahu Tiara, Rie, jangan-jangan sudah kamu jebol duluan, "ucap Riki semakin memanasi Arie.


Riki tak berkutik saat Arie berkali-kali memukul nya, sebenar nya iya juga terluka, ketika iya harus berbicara buruk tentang Tiara, Riki tak bermaksud meleceh kan Tiara, iya hanya ingin melukai perasaan Arie.


Berkali-kali Arie mendarat kan pukulan ke Riki, namun iya tak membalas nya dan itu yang membuat Arie berhenti memukul nya.


"Kenapa kau diam Mas," pekik Arie sambil memegang kerah baju Riki.


"Ayo Mas, kita berduel sampai mati, biar ku beri tahu kau, bagaimana cara nya menghargai wanita," tantang Arie sambil menunjukan kepal tinju nya.


Tapi Riki tetap diam, bukan iya takut pada Arie, tapi iya sengaja agar Arie tak melawan perasaan nya.


Arie menurun kan tanggan tinju nya, karna Riki tak sedikit pun merespon nya, dan benar saja Arie menjadi sakit hati tak berlawan.


"Lelaki seperti mu memang tak pantas untuk Tiara," tunjuk Arie pada wajah Riki.


Arie pun mengalih kan pandangan nya ke Syntia, Syntia sedikit ketakutan ketika Arie menatap tajam mata nya.

__ADS_1


"Apa lelaki seperti itu yang membuat mu menghianati persahabatan kita, Syntia?


"Aku sudah mengingat kan mu Syntia, jangan bermain api, nanti kau sendiri akan terbakar."


Kalian sama-sama penghianat, tega nya kau menari di atas penderitaan sahabat mu sendiri, aku tak tahu, iblis yang merasuki mu, atau kau memang iblis yang berwujud manusia," ucap Arie dengan geram, iya pun pergi meninggal mereka.


Arie masih emosi, iya pun pulang menemui Tiara, tapi dia binggung apa iya harus jujur pada Tiara tentang Riki dan Syntia, atau iya sembunyikan saja dari nya.


"Tapi jika sembunyikan Tiara akan semakin terluka, jika di beritahu, Arie takut Tiara tak dapat membendung emosi nya hingga iya melakukan hal yang nekat, batin Arie."


"Ah serba salah ," ucap nya sendiri.


Arie pun memutus kan untuk tetap menjaga Tiara di rumah nya, karna kini tak ada lagi yang bisa diharap oleh nya, sedangkan Syntia sendiri, bak pagar makan tanaman.


Arie membuka pintu rumah Tiara, iya pun masuk dan duduk di atas kursi, baru beberapa menit iya duduk, iya mendengar Tiara berlari pelan ke arah kamar mandi, Arie ingin memastikan apa yang terjadi iya pun masuk kamar Tiara tanpa permisi.


Arie langsung menuju kamar mandi, karna di lihat nya Tiara sudah ada di sana.


Tiara kembali muntah tapi kali ini iya memuntah kan darah, Arie pun panik.


Tubuh Tiara semakin lemas, dan iya hampir tumbang, Arie langsung menyambut nya dan membawa nya di atas kasur.


Melihat keadaan Tiara yang sangat memperhatikan, Arie langsung mengambil jaket untuk di kenakan pada Tiara, iya pun mencari kunci mobil Tiara.


"Tiara kita kerumah sakit sekarang," ucap Arie pada Tiara.


"Ngak Rie, aku masih menunggu Mas Riki pulang, di sini."


Arie hampir nenangis mendengar penuturan Tiara, bagaimana cara nya aku memberi tahu mu Tiara, bahwa suami mu tak akan pulang lagi pada mu, karna iya sudah menjalin cinta dengan Syntia, batin Arie.


Arie membawa beberapa potong baju Tiara, kemudian di masukan kan nya kedalam tas.


Arie keluar untuk membuka pintu mobil, iya masuk kembali kekamar dan mengangkat tubuh Tiara menuju mobil.


Tiara juga sudah pasrah, rasa nya iya tak sanggup menahan derta ini.

__ADS_1


Arie membawa Tiara menuju klinik terdekat hanya sepuluh menit, mereka pun sampai.


__ADS_2