Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Ketegangan


__ADS_3

Tiara berada di atas kasur nya sambil merenungi kata-kata Ryan." Apa Ryan masih mengharap kan ku?" tanya Tiara.


jika memang Ryan masih mengharapkan ku, lalu bagaimana dengan Arie." Ah, semoga saja ini perasaan ku saja, dan Ryan hanya menganggap ku teman." ucap nya pada diri sendiri


"Baru saja aku ingin keluar dari satu masalah, dan semoga saja tak ada masalah lainya."batin nya.


Tiara ingin memejamkan mata nya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan terdengar Bi Inah membuka pintu.


"Mbak Tiara," pangil Bi Inah sambil mengetuk pintu.


"Iya Bi," jawab Tiara dan membukakan pintu.


"Ada Mas Riki, Mbak di ruang tamu." ujar Bi Inah.


"Mau apa Mas Riki kesini?" fikir Tiara.


Iya pun menghampiri Riki. "Ada apa Mas, kok malam-malam kesini?" tanya Tiara.


"Tadi pagi aku kesini, kamu ngak ada, sore aku ke sini lagi, kamu ngak ada," ucap Riki sambil menatap mata Tiara.


"Aku tahu Tiara, kamu kecewa sama aku, tapi aku ingat kan kamu, kamu masih istri sah ku Tiara, dan kamu masih menjadi milik aku sepenuh nya, jadi kamu ngak boleh pergi dengan lelaki mana pun tanpa seizin ku Tiara." ujar nya.


Tiara hanya diam, apa yang Riki katakan ada benar nya, hari ini saja iya bahkan pergi dengan dua lelaki yang berbeda.


"Tiara aku akan menceraikan mu asal kau penuhi syarat dari ku," ucap Riki.


"Apa syarat nya Mas,?" tanya Tiara menatap


"Syarat pertama kau tak boleh keluar rumah tanpa seijin ku, apalagi pergi dengan pria lain selama proses perceraian terjadi."


"Syarat kedua, Kau harus tetap melayani aku sampai ketukan palu keputusan pengadilan."


"Kau gila Mas, kau pikir aku hanya pemuas nafsu bagi mu, aku ngak mau."


"Itu hak ku Tiara, selama belum ada keputusan pengadilan kau masih istri sah ku, dan aku ingin hak ku," ucap Riki tegas.


"Kau tidak menjebakku kan Mas?"


"Kau harus penuhi syarat dari ku Tiara, jika tidak aku tak kan menceraikan mu," ancam Riki dan Tiara pun menuruti.


Riki membawa Tiara kekamar nya dan iya langsung memulai aksi nya,


Riki berkali-kali mencium wajah Tiara, "Aku rindu sama kamu Tiara, selamat ulang tahun Tiara," ucap nya.


Sementara Tiara hanya diam sambil menetes kan air mata nya.

__ADS_1


Iya merasa berat untuk berpisah dengan Riki, Riki sengaja melakukan ini semua, agar Tiara kembali merasakan cinta nya dan akan menerima nya kembali.


Tapi tekad Tiara sudah bulat berpisah, iya tak ingin terjebak selama nya dengan Riki.


Pagi hari,


Bi Inah sudah membuat kan susu dan segelas kopi untuk Riki dan Tiara.


"Mas, aku mau ikut kamu kepengadilan, aku ingin pasti kan, kamu ngak membohongi aku lagi,"ujar Tiara.


"Iya Tiara kita ke pengadilan, "


Pulang dari pengadilan Tiara hendak memeriksa kandungan nya, karna selama ini iya belum pernah kontrol lagi.


"Mas kamu antar aku ke klinik sehat, nanti aku pulang sendiri."


"Aku antar kamu, aku juga ingin melihat jenis kelamin anak kita," ujar Riki.


Setelah melakukan USG mereka pun mendapat kabar baik, bayi mereka laki-laki dan sehat.


Kedua nya tampak senang, apalagi Tiara, iya sampai menetes air mata nya karna haru.


"Tiara, aku bahagia sekali karna sebentar lagi, aku akan punya dua anak laki-laki." ujar Riki.


"Oh, jadi anak Syntia juga laki-laki Mas?" tanya nya ketus.


"Kenapa Mas? Bukan nya sudah tak ada penghalang lagi bagi kalian, dan kebahagian kalian sudah lengkap, karna kau juga sudah memiliki anak dari nya."


"Aku akan menceraikan Syntia dan menikahi mu kembali Tiara," cetus Riki.


"Apa kau pikir setelah berpisah aku mau kembali pada mu?" tanya nya kesal


"Tentu saja, kau mencintai ku Tiara, dan aku juga mencintai mu, dan tak kan ada lagi yang menghalangi kita Tiara."


"Aku muak dengar kata-kata itu, Mas, sebaik nya jangan pernah mengungkit nya lagi, kita jalani saja sisa pernikahan kita, kau bisa memaksa ku melayani mu, selama aku masih menjadi istri mu, tapi kau jangan bermimpi jika aku akan kembali pada mu," ucap Tiara tegas.


"Kau lihat saja Tiara, akan ku lakukan apa saja agar kau kembali pada ku," batin Riki.


Selama masa persidangan Riki tak pernah meninggal kan Tiara tidur sendiri, Iya tak pernah bermalam bersama Syntia, dan itu yang membuat Syntia sakit hati iya pun menemui Tiara.


Syntia mengetuk pintu rumah Tiara dengan kasar dan Tiara membuka pintu, iya tak menyangka jika Syntia yang datang.


"Mau apa kamu di sini Syn?" tanya Tiara tak bersahabat.


"Aku mau cari Mas Riki di sini, pasti kamu yang meminta Mas Riki untuk tidak pulang pada ku kan Tiara?"

__ADS_1


Tiara pun memanasi Syntia, karna iya begitu dendam pada nya, gara-gara Syntia rumah tangga nya berantakan.


"Tentu saja Syntia, bukan nya Mas Riki hanya mencintai aku, dan aku sengaja meminta nya untuk tidak menemui mu." Tiara pun berbohong.


Syntia yang marah langsung menjambak rambut Tiara, tak mau kalah Tiara pun juga menjambak rambut Syntia.


Melihat itu, Bi Inah langsung melerai, mereka pun saling melepas kan, tapi Syntia yang tak puas, mendorong tubuh Tiara hingga jatuh di tepi pintu, melihat Tiara yang jatuh, Syntia panik iya pun mencoba untuk lari hingga iya menginjak keset yang licin iya pun jatuh.


Tiara merasakan terjadi kontraksi di perut nya, begitupun Syntia iya sampai mengalami pendarahan.


Bi Inah yang panik langsung meminta tolong para tetangga untuk menolong mereka, dan melarikan kerumah sakit.


Riki panik, karna keduanya kini akan menjalani persalinan,


Tiara akan melahir kan secara normal, tapi Syntia harus di operasi meski kandungan nya berusia tujuh bulan.


Riki seolah tak bisa membagi kedua tubuh nya, apalagi Mama yang sedang berada di luar kota.


Riki pun berinisiatif meminta tolong Arie, karna iya tak bisa sendiri menjaga kedua nya, Syntia sudah masuk ke ruang operasi sementara Tiara masih dalam ruang persalinan.


Riki bersama Tiara dan Syntia kini sedang menjalani operasi ceasar.


Arie pun datang menemui Riki dan Tiara, sesekali Tiara merasakan mulas di perut nya.


"Rie, tolong jaga Tiara sebentar, karna aku harus melihat keadaan Syntia sebentar," pinta Riki.


Arie memegang tangan Tiara erat, saat itu iya merasakan kontraksi di perut nya semakin lama semakin kuat.


"Auww" ucap tiara sambil menahan sakit nya, iya pun menangis dan mengeluarkan keringat dingin.


Arie tetap memegang erat tangan Tiara, sembari mengelap tiap tetesan keringat di kening nya.


"Aduh Rie, sakit sekali," keluh nya berkali-kali.


Arie tak tega, melihat Tiara kesakitan, tapi iya juga tak tega membiarkan Tiara sendirian.


Setelah mengalami pecah ketuban, Tiara mempersiap kan diri untuk melahirkan, tak hanya Tiara yang gemetar, tapi Arie juga, namun iya tetap setia menemani Tiara bersalin.


Riki kembali kekamar Tiara, tapi pintu sudah di kunci, dan Tiara sedang dalam proses persalinan.


Arie menyaksikan sendiri ketegangan demi ketegangan dan setiap detik-detik perjuangan Tiara melahirkan, hingga lahir lah sang Arjuna ke dunia ini.


Riki mendengar tangis bayi dari dalam ruangan bersalin dan itu berarti anak mereka telah lahir ke dunia.


Sekali lagi Riki menyesali karna melewati momen berharga dalam hidup nya, yaitu menyaksikan sendiri putra nya lahir kedunia.

__ADS_1


Selama beberapa saat, Riki pun mendapat pangilan dari ruang operasi, putra kedua nya juga telah lahir, meski dalam keadaan prematur.


__ADS_2